
Bab 118
"Darah Daging Yang Di Benci"
Hari ini rencana kepulangan Antasari beserta istri dan cucu nya menuju tanah air,,si kembar tampak bahagia dan bersemangat sekali.
"Hore,,Lia senang akan berjumpa Daddy..."Sorak Adelia dengan penuh semangat.
Wajah nya berbinar penuh kebahagiaan,, penampilan Lia sangat girly girl sekali, dia memakai dress selutut berwarna merah maroon di padukan legging dengan warna senada sepatu kets warna putih tanpa tali di sempurnakan dengan bandu putih yang menghiasi rambut nya yang hitam lebat.
Wajah nya benar-benar serupa dengan Bima tapi penampilan nya yang girly,,cara bicara dan tingkah yang lembut sangat serupa dengan Nelam.
Sementara Adelio berpenampilan sangat maskulin,,dengan Hoodie berwarna hitam di padu dengan jeans warna hitam dan sepatu sport berwarna putih dengan kacamata hitam menghiasai wajah Adelio,,wajah yang putih bersih dan imut seperti Nelam,,terlihat sangat kharismatik,, pembawaan nya persis seperti ayah nya Bima dengan segudang pesona.
"Wah cucu grandma dan granfa sudah cantik dan ganteng.."Ucap Sinta sambil memeluk dua cucu nya.
"No,,grandma jangan peluk dan cium,,nanti penampilan Lia berantakan...!!"Seru Adelia sambil menjauhkan tubuh nya dari Sinta dan memperbaiki rambut dan penampilan nya.
"Lia,,kamu tidak boleh seperti itu dengan eyang putri.."Ucap Nelam lembut tapi penuh penekanan.
( Nelam membiasakan panggilan Eyang putri dan Eyang Kakung kepada Adelio dan Adelia ).
"Tapi grandma sudah buat penampilan Lia berantakan mom.."Protes Adelia sambil memasang wajah cemberut.
Nelam menggelengkan kepalanya.
"Anak cantik,,anak pintar..."Ucap Nelam dengan suara dan tatapan lembut memberi kode kepada putri nya untuk meminta maaf kepada Sinta.
"Iya mom..."Adelia berkata dengan lirih.
"Grandma,,Lia minta maaf karena sudah tidak sopan.."Adelia berkata sambil mencium punggung tangan Sinta dan memeluknya.
"Iya sayang, grandma juga minta maaf,,sini biar grandma bantu rapikan ya.."Ucap Sinta tersenyum sambil merapikan penampilan Adelia.
Nelam hanya tersenyum melihat kelakuan mamah dan putri kecil nya.
"Hmm,, kenapa jadi wanita itu sangat merepotkan..??Adelio berkata sambil merapikan letak kacamata nya dan melangkah dengan santai menuju sofa.
Nelam dan Sinta menatap Adelio dengan tersenyum,berbeda dengan Adelia yang menatap sebal ke arah saudara kembar nya.
"Seperti nya ramai sekali,,ada apa..??"Tanya Antasari yang duduk di sebelah Adelio,sambil menepuk pelan pundak Adelio,, seperti Antasari memperlakukan Bima.
Karena Adelio sendiri tidak mau di perlakukan seperti anak kecil,persis seperti Bima kecil dulu.
"Biasa grandfa,,wanita itu bikin ribet.."Ucap Adelio santai.
"Hai,, apa mommy juga buat kamu ribet boy..??"Tanya Nelam sambil menghampiri putra kecil nya yang tinggal menghitung hari lagi berusia 4 tahun.
Nelam sangat bersyukur,,dia tidak menyangka jika diri nya melahirkan bayi kembar fraternal atau kembar tidak identik,,yang kecerdasan nya di atas rata-rata.
"Pasti kamu tidak pernah menyangka,jika kamu punya mereka mas.."Ucap Nelam dalam hati sambil menatap bergantian Adelio dan Adelia.
__ADS_1
Adelia dan Sinta sudah ikut bergabung duduk di sofa.
"Mommy is strong woman,,you are my hero,,i love u mom..."Adelio berkata sambil menghampiri Nelam,, memeluk dan mencium nya.
"Mom,,i love you too..."Ucap Adelia tidak mau kalah sambil menghampiri,,memeluk dan mencium Nelam juga
"Alhamdulillah Nelam mereka sangat menyayangi mu.."Ucap Antasari tersenyum bahagia menatap mereka bertiga.
"Kami juga sangat menyayangi grandfa dan grandma..."Ucap Adelia dan Adelia bersamaan.
"Terimakasih cucu-cucu tersayang grandma dan grandfa..."Ucap Sinta bahagia.
"Ayo, sudah waktu nya kita berangkat.."Ucap Antasari sambil beranjak dari duduknya.
"Les't go.."Seru Adelia dan Adelio dengan penuh semangat.
Dengan hati penuh kebahagiaan ,Nelam tetap merasakannya kekhawatiran di hati nya, Antasari dan Sinta menyadari itu.
"Jangan mengkhawatirkan sesuatu yang belum tentu terjadi.."Ucap Antasari tiba-tiba sambil merangkul pundak Nelam.
"Ya pah, terimakasih banyak.."Ucap Nelam yang melangkah kan kaki nya beriringan dengan Antasari,, sedang kan si kembar sudah berjalan di depan mereka bersama Sinta yang sedang menggandeng tangan Adelia, sedangkan Adelio berjalan sendiri dengan gaya cool nya.
Mereka pun berangkat dengan menggunakan jet pribadi.
*****************
Di lapas tempat Bima menjalani hukuman,,tidak terasa beberapa kali Bima mendapatkan remisi dan hari ini adalah tepat hari kebebasan nya.
Saat keluar dari Lapas sudah terlihat sesosok pria setengah baya sedang tersenyum bahagia di hadapan Bima.
"Om Beni.."Ucap Bayu saat sudah mendekati Beni,dan langsung memeluk nya.
"Alhamdulillah,tuan Bima sudah bebas.."Ucap Beni sambil membalas pelukan Bima.
"Om sendirian..??"Tanya Bima sambil mata nya seperti mencari sesuatu.
"Mereka masih di New York tuan.."Jawab Beni yang seakan tahu apa yang akan Bima tanyakan.
"Maksud nya om..??"Bukan nya papah dan mamah sudah tahu kalau hari ini adalah hari kebebasan ku.."Ucap Bima penuh kecewa.
"Iya,,tapi Nyonya Nelam belum mau pulang,,mau mencoba merintis usaha di sana dan anak tuan juga masih belum libur sekolah.."Ucap Beni menunduk.
Bima langsung meraih ponselnya mencoba menghubungi Antasari dan Sinta,tapi ponsel kedua nya tidak aktif.
"Aneh.."Gumam Bima sambil mengerutkan keningnya.
"Ada apa tuan Bima..??"Tanya Beni.
"Apa mamah dan papah ku baik-baik saja om..??"Tanya Bima menatap tajam Beni.
"Setahu saya Tuan Antasari dan Nyonya Sinta baik-baik saja.."Jawab Beni tidak berani menatap mata Bima yang sedang menatap nya penuh selidik.
__ADS_1
"Kapan om terakhir kali ada komunikasi dengan mereka..??"Tanya Bima lagi penuh selidik,, dengan tatapan mata yang tak lepas dari Beni.
"satu jam yang lalu tuan..."Jawab Beni dengan dada sedikit berdebar.
"Mohon maaf tuan,,saya di tugaskan oleh tuan Antasari untuk mengantar tuan, karena setelah ini kebetulan saya ada janji dengan klien tuan.."Ucap Beni lagi untuk menghindari pertanyaan-pertanyaan Bima.
"Atau tuan Bima hari ini mau menemani saya bertemu dengan klien..??"Tanya Antasari berani menatap Bima.
"Oo ya om sekarang yang mengelola perusahaan aku dan papah.."Ucap Bima sinis menatap Beni.
"M..maaf tuan bukan seperti itu maksud nya,,mohon maaf jika saya salah bicara.."Beni berkata sambil menunduk.
"Santai om.."Ucap Bima sambil menepuk pundak Beni.
"Antar kan aku ke suatu tempat saja.."Bima berkata sambil melangkah meninggalkan Beni.
"Baik tuan.."Ucap Beni sambil mengekor di belakang Bima.
"Tuan Bima hampir 5 tahun di penjara,,tapi tidak menghilangkan aura ketampanan dan kepemimpinan nya.."Ucap Beni dalam hati sambil mencoba mensejajarkan langkah nya dengan langkah panjang Bima.
"Mobil om yang mana..?Tanya Bima kesal karena dia lupa kalau yang bawa mobil Beni bukan dia.
Beni menertawakan Bima dalam hati.
***********
Mobil yang mereka kendarai pun membelah jalan raya,,Beni menyebutkan tempat tujuan mereka yang tak lain adalah makam Yusuf dan Sekar.
Sekitar hampir satu jam mereka pun sampai di area pemakaman.
Mereka segera turun,,Beni memilih tidak ikut ke dalam dan menunggu di mobil.
Dengan langkah tenang, Bima memasuki area pemakaman.,, sebelum nya dia membeli bunga dulu untuk dia taburkan ke makam Yusuf dan Sekar.
Saat sampai di pemakaman ,,Bima bersimpuh dan menatap nisan Yusuf dengan tatapan nanar,, kemudian menaburkan bunga di atas makam Sekar dan Yusuf.
"Alhamdulillah,,papah sudah menjalani hukuman atas kesalahan papah kepada mu dan mamah mu.."Ucap Bima sambil mengelus nisan Yusuf.
Tiba-tiba tanpa terasa,,air mata Lolos dari sudut mata Bima,,bahkan dada Bima sampai tergoncang.
"Mas Bima..."Tiba-tiba Bima merasakan ada yang menyentuh lembut pundak nya.
********
Ayo siapa yang menyentuh pundak Bima??
Kenapa Antasari dan Sinta tidak mau mengangkat telepon Bima.
Ikuti terus cerita nya, InsyaAllah besok bab terakhir.,, terimakasih dukungan nya
Jangan lewatkan juga novel kedua author yang ga kalah seru nya.
__ADS_1