Darah Daging Yang Di Benci

Darah Daging Yang Di Benci
Pertemuan Nelam dan Sakti


__ADS_3

Bab 95


".. Darah Daging Yang Di Benci.."


Kebahagiaan sedang menyelimuti keluarga Mahadewa,, semua orang sudah mengetahui berita kehamilan Nelam.


Sinta menginginkan Nelam untuk tinggal di rumah utama Mahadewa,,Bima dan Nelam mengiyakan karena tidak mau membuat Sinta kecewa.


Nelam tetap ingin beraktivitas seperti biasa mengurus panti dan mengurus butik.


Seperti siang ini Nelam berada di butik,, tampak Nelam sibuk melihat stok baju yang sedang mereka jual.


Saat Nelam sedang sibuk.,, tiba-tiba ada suara laki-laki yang memanggil nama nya.


"Nelam..."Suara lirih dari laki-laki di samping Nelam.


Nelam menoleh ke arah suara laki-laki itu,, mengerutkan keningnya mencoba mengingat siapa laki-laki yang berada di hadapan nya sekarang.


"Aku Sakti..aku pernah datang di pesta pernikahan mu Nelam,,waktu itu aku datang bersama Laras dari perusahaan Antariksa.."Ucap Sakti sambil mengulurkan tangannya ke arah Nelam.


"Oh ya,,kamu Khan tunangan nya Laras ya...??Tanya Nelam sambil menerima uluran tangan Sakti untuk berjabat tangan.


"Apa pak Sakti kesini untuk mencari sesuatu..??"Ucap Nelam tersenyum sambil melepaskan jabatan tangan Sakti.


"Iya,,saya mencari sesuatu yang sangat berharga.."Ucap Sakti dengan tatapan penuh arti ke arah Nelam.


Nelam yang merasa risih dengan tatapan tajam Sakti,, mencoba bersikap tenang.


"Oo,,ada yang bisa saya bantu pak Sakti..??"Tanya Nelam berusaha tenang.


"Tentu saja,,saya sangat mengharapkan bantuan mu Nelam.."Ucap Sakti lagi penuh arti tanpa melepaskan tatapan nya dari wajah Nelam.


"Saya ingin kamu mencari kan baju sepasang pria dan wanita tapi yang limited edition.."Sakti berkata dengan senyum penuh arti.


"Kalau pak Sakti mau model baru yang limited edition,,kami bisa mencarikan model yang cocok sesuai selera pak Sakti,,dan pak Sakti bisa memilih bahan nya sendiri,, kebetulan bahan yang kami sediakan,, bahan-bahan yang berkualitas..."Jelas Nelam yang berusaha tenang dengan tatapan tajam Sakti.


"Selain cantik,,kamu wanita yang cerdas Nelam,, tidak salah hati ku memilih mu.."Ucap Sakti dalam hati yang terus menatap Nelam.


"Bagaimana pak Sakti..??"Tanya Nelam membuyarkan lamunan Sakti.


"Oh ya,,saya menyerahkan semua nya pada mu Nelam,,saya sangat percaya dengan pilihan wanita cerdas dan berkelas seperti mu Nelam.."Sakti berkata sambil mencoba menggenggam tangan Nelam.


"Maaf pak Sakti.."Ucap Nelam sambil menghindari tangan Sakti yang berusaha menggenggam tangan nya.


"Maaf Nelam,,wajah mu mengingat kan saya pada seseorang yang pernah berarti dalam hidup saya.."Ucap Sakti dengan sendu.


"Bukan nya pak Sakti sudah bertunangan dengan ibu Laras..???"Tanya Nelam berusaha menenangkan hati nya.


Semakin lama Nelam melihat Sakti,, seperti mengingat kan dia pada seseorang,,tapi dia lupa siapa orang itu dan di mana dia berjumpa dengan orang yang mirip Sakti.


Sakti menghela napas.


"Nelam aku ingin meminta bantuan mu sekali ini saja.."Ucap Sakti penuh permohonan.


"M.. maksudnya pak..??"Tanya Nelam mulai khawatir jika Sakti meminta sesuatu di luar urusan seorang penjual dan pembeli.


"Saya ingin mengajak mu makan siang hari ini.."Sakti berkata dengan tatapan sendu penuh harap.


"Mohon maaf pak Sakti,,bapak pasti sudah tahu status saya adalah seorang istri,,dan bapak sendiri tahu siapa suami saya.."Ucap Nelam mencoba menghindari tatapan Sakti.


"Kalau memang bapak benar-benar ingin memesan sepasang pakaian yang limited edition,,saya akan mengantarkan bapak langsung ke bagian desainer terbaik kami.."Ucap Nelam tegas dan mencoba berani menatap Sakti.


"Maafkan saya Nelam,,saya serahkan urusan pakaian kepada kamu saja.."Ucap Sakti sambil menghela napas.


"Apakah saya harus membayar uang muka nya dulu..??"Tanya Sakti dengan tatapan sendu ke arah Nelam.


"Iya pak Sakti',,mari saya antarkan ke bagian administrasi.."Nelam berkata sambil mengangguk dan melangkah menuju administrasi tanpa persetujuan dari Sakti.

__ADS_1


Sakti kembali menghela napas dan mengusap wajah nya kasar.


"Nelam,,kamu sudah berubah,,tapi perubahan mu membuat aura kecantikan mu begitu terpancar.."Ucap Sakti dalam hati sambil mengikuti langkah Nelam.


"Silahkan pak Sakti mengurus uang muka nya dengan bagian administrasi kami,, mohon maaf saya tinggal,, karena masih ada yang harus saya kerjakan.."Ucap Nelam tegas dengan memaksakan senyum nya,,dan melangkah meninggalkan Sakti yang menatap nya sendu.


Nelam langsung masuk ke dalam ruangan nya,, sekarang Nelam sudah mempunyai ruangan kerja sendiri.


Nelam menarik napas nya dalam-dalam dan membuangnya kasar,, kemudian menghempaskan pantat nya di sofa yang tersedia di ruang kerja nya.


Nelam merebahkan kepalanya di sandaran sofa dan memejamkan mata nya.


"Wajah dan tatapan mata itu seperti tidak asing.."Ucap Nelam sendiri.


"Tapi di mana..??"Ucap Nelam lagi sambil memijit keningnya mencoba mengingat.


Di saat Nelam sibuk dengan pikiran nya,, tiba-tiba ponsel nya berbunyi,,sebuah nama yang selalu membuat nya rindu,, terpampang di layar ponselnya.


"My Husband.."Gumam Nelam sambil tersenyum,, kemudian menggeser layar hijau ponsel nya.


"Hallo,, Assalamualaikum mas.."Ucap Nelam lembut saat telepon tersambung.


"Waalaikumsalam,,mamah sama Dede bayi sayang lagi apa..?-"Ucap Bima di seberang sana.


"Lagi nunggu telepon dari papah sayang.."Ucap Nelam sambil tertawa kecil.


"Yang benar nie,,wah papah jadi geer dong..."Ucap Bima ikut tertawa.


"Papah kangen ya sama kami..??"Ucap Nelam dengan suara menggoda.


"Wah,,mamah sekarang nakal nie,,kayak nya yang kangen itu mamah nya dech.."Ucap Bima dengan suara menggoda juga.


"Tapi papah senang Khan..??"Ucap Nelam masih menggoda dengan tertawa kecil.


"Oo ternyata ibu hamil,, sekarang nakal ya??"Ucap Bima yang suaranya semakin jelas di telinga Nelam.


"Mas Bima..!!"Teriak Nelam sambil menghambur ke pelukan Bima.


Bima pun langsung membalas pelukan Nelam,,mengusap lembut punggung istrinya dan mencium pucuk kepalanya dengan penuh kasih sayang.


"Hai,, ponselnya mati kan dulu sayang.."Bima berkata sambil mengambil ponsel Nelam dan mematikan nya.


"Mas,,ko ga bilang mau kesini.."Ucap Nelam manja.


"Surprise buat istri dan anak ayah.."Ucap Bima melepaskan pelukan Nelam,, kemudian mengelus dan mencium perut Nelam yang masih rata.


Nelam tertawa geli sambil mengelus rambut Bima yang berada di perut Nelam,,Bima pun berdiri dan menatap dalam wajah istrinya,, membelai lembut wajah nya,, dan membawa Nelam ke dalam ciuman yang penuh kehangatan.


"Mau makan siang beneran atau.."Bisik Bima sambil menggigit pelan daun telinga Nelam.


"Mas Bima geli.."Ucap Nelam sambil mencoba menghindari bibir Bima.


Bima tertawa melihat tingkah laku istrinya.


"Ya sudah demi sang buah hati,,kita makan siang beneran dulu,,habis itu persiapkan dirimu untuk makan siang adik kecil mas.."Ucap Bima sambil mencubit pelan pipi Nelam.


"Ih mas Bima mesum.."Ucap Nelam sambil mendorong pelan tubuh.Bima yang masih memeluk nya.


"Tapi suka Khan..??"Tanya Bima masih dengan mode menggoda.


"Kita ajak mamah ya mas untuk makan siang.."Ucap Nelam untuk mengalihkan pembicaraan.


"Hmm..ya sudah kamu telepon mamah sana.."Ucap Bima melepaskan pelukan nya kemudian mengelus lembut kepala Nelam.


Nelam segera menghubungi Sinta,, ternyata Sinta sudah ada janji dengan teman-teman nya untuk makan siang bersama,,tadi nya Sinta ingin mengajak Nelam,, ternyata sudah Bima duluan yang mengajak nya makan siang.


Akhirnya Bima dan Nelam pergi berdua untuk makan siang,, karena Antasari juga sudah ada janji dengan klien nya.

__ADS_1


Nelam dan Bima memilih resto sunda,, karena tiba-tiba Nelam ingin makan ikan bakar dan sambel dadak.


Kehamilan Nelam membuat nafsu makan nya dua kali lipat,,dan aneh dia tidak merasakan mual dan muntah,,berbeda saat dia hamil Yusuf.


Saat Nelam dan Bima sedang menikmati makan siang mereka,, tiba-tiba Nelam menangkap sepasang mata yang sedang memperhatikan mereka.


Karena posisi Bima yang membelakangi orang itu,, jadi dia tidak mengetahui keberadaan seseorang yang sedang memperhatikan mereka.


Sedangkan posisi Nelam yang berada di depan Bima sangat jelas melihat sepasang mata yang menatap tajam ke arah mereka.


Seketika Nelam yang sedang nafsu menikmati makan siang nya,, mendadak merasa kenyang dan ingin segera pergi dari resto itu.


"Mas,,ko aku mendadak kenyang ya.."Ucap Nelam menatap Bima yang sedang asyik menikmati ikan bakar nya.


Bima mengerutkan keningnya menatap istri nya


"Kamu mual sayang..??"Ucap Bima menatap khawatir istri nya.


"Aku tidak apa-apa,,hanya mendadak kenyang saja,, mas selesai kan saja makannya.."Ucap Nelam lembut sambil tersenyum.


Tatapan Nelam terus menatap suaminya,,dia tidak berani menatap mata elang yang sedang menatap nya dengan tatapan tajam.


"Mana mungkin aku berselera lagi makan,, kalau istri dan anakku tidak makan.."Ucap Bima yang langsung mencuci tangan dengan air dan sabun yang tersedia di dekat meja masing-masing.


Nelam mengikuti Bima mencuci tangan nya juga.


"Maafkan aku ya mas.."Ucap Nelam lirih.


"Hai,,kenapa minta maaf,,lebih baik kamu tidak usah balik ke butik,,kita langsung pulang saja..."Ucap Bima sambil mengelap tangan dan mulut nya dengan tisu.


"Apa mas tidak balik ke kantor..??"Tanya Nelam yang tidak mau beralih dari wajah suaminya.


"Seperti nya tidak,,mas mau menemani kamu saja di rumah,, seperti nya kamu lagi membutuhkan mas.."Bisik Bima lembut dengan suara menggoda.


"Ih,,mas malu ah.."Ucap Nelam sambil mendorong pelan tubuh Bima,,Nelam sedikit melirik ke arah mata itu,,mata yang terlihat merah penuh cemburu, masih menatap tajam ke arah mereka.


Sedangkan Bima tertawa kecil melihat wajah istrinya yang memerah.


"Ayo mas,,kita pulang sekarang.."Ucap Nelam menarik tangan Bima.


"Kamu tidak mau bungkus,, takutnya nanti kamu sama Dede bayi lapar.."Ucap Bima mencoba menahan tangan Nelam.


"Aku sama Dede bayi sudah ga mau makan ikan mas,,kami ingin makan roti saja.."Ucap Nelam tersenyum dan berusaha tenang.


"Oh ya,,oke kalau gitu nanti kita mampir ke toko roti ya sayang.."Ucap Bima sambil mengelus perut Nelam.


"Ya sudah,,ayo mas.."Nelam langsung menarik tangan Bima dan langsung bergelayut manja,, mereka pun pergi meninggalkan resto itu.


Sepasang mata itu mengepal kan tangannya dengan kuat sehingga kuku-kuku nya berwarna putih.


"Lihat saja Nelam,, setelah kamu mengetahui kebenaran,, siapa laki-laki yang sangat kamu cintai itu .."Gumam pria itu dengan wajah dan mata memerah di bakar api cemburu.


*************


Ujian apa lagi ya,,yang akan Bima dan Nelam lewati..???


Mampukah rumah tangga mereka akan bertahan..??


Oh ya para reader,, sebentar lagi author akan mengeluarkan novel kedua.


Semoga Novel kedua author bisa menjadi rekomendasi bacaan yang menghibur buat kalian.


Jangan lupa untuk dukungan,,Vote,, Like dan Komen nya.


Author mengucapkan banyak terimakasih.


Sehat selalu buat kita semua.

__ADS_1



__ADS_2