
Bab 107
"Darah Daging Yang Di Benci "
Antasari,,Sinta dan Bima segera menuju rumah sakit yang di info kan Beni.
Sesampainya di rumah sakit,, mereka langsung menuju ruang perawatan Nelam,,tampak Beni yang sedang menunggu di depan pintu kamar perawatan Nelam.
"Om Beni,, bagaimana keadaan Nelam..??"Tanya Bima dengan wajah penuh cemas.
"Dokter sedang memeriksa nya,,tenang lah.."Jawab Beni.
Tak lama perawat membuka pintu kamar perawatan dan menyuruh keluarga Mahadewa untuk masuk.
Mereka segera masuk,,dan Bima langsung menghampiri Nelam.
"Sayang,,kamu tidak apa-apa??"Apa ada yang sakit,, bilang sama aku sayang.."Bima berkata dengan wajah penuh kekhawatiran,sambil menggenggam tangan Nelam,, dan membelai wajah nya.
"Hati ku yang sakit.."Jawab Nelam parau sambil menipis tangan Bima dengan kasar dan memalingkan wajahnya tidak ingin melihat Bima.
Kemudian memiringkan badannya membelakangi Bima.
"Bim..."Antasari memanggil Bima dan memberikan isyarat untuk tidak memaksa Nelam.
Bima yang berniat memohon dan tangan nya yang ingin sekali menyentuh Nelam, langsung di tahan nya,, dengan wajah sedih dan hati yang hancur,,Bima pun menjauh kan diri nya dari Nelam.
Antasari melangkah mendekati Nelam,, dengan lembut Antasari mengelus kepala Nelam.
"Sayang,,ini papah nak..."Antasari berkata dengan suara parau,,dia sangat tahu jika Nelam sangat kecewa pada dirinya.
Nelam tidak menjawab nya, posisi nya tetap membelakangi Antasari,,air mata Nelam mulai jatuh membasahi pipi nya.
Antasari menarik napas dalam-dalam dan membuangnya kasar.
"Kondisi ibu Nelam tidak boleh stress atau kecapean pak,, karena mempengaruhi janin nya apa lagi baru masuk 15 minggu.."Ucap Dokter spesialis kandungan.
"Saya sarankan ibu Nelam untuk bed rest dulu,, sampai kondisi nya benar-benar pulih,,agar tidak terjadi sesuatu yang mengkhawatirkan.."Dokter menjelaskan sambil menatap bergantian Bima,, Antasari ,dan dan Sinta.
"Dan tolong di jaga emosi ibu Nelam,, jangan sampai merasa tertekan dan banyak pikiran karena akan sangat mempengaruhi kesehatan ibu dan janin nya.."Jelas sang Dokter lagi.
"Baik Dok,,kami akan menjaga dan memperhatikan nya sebaik mungkin.."Ucap Antasari.
"Apa istri saya bisa di rawat di rumah saja Dok..??Tanya Bima.
__ADS_1
"Bisa pak,,tapi kita observasi dulu keadaan nya selama beberapa jam ya.."Ucap sang Dokter.
"Baik Dok,, terimakasih.."Ucap Bima lagi.
"Baiklah kalau begitu saya permisi dulu,,dan saya sarankan biar kan pasien beristirahat.."Ucap Dokter sambil bersiap-siap meninggalkan kamar perawatan Nelam.
"Iya Dok.."Ucap Antasari.
Dokter dan perawat pun meninggalkan kamar perawatan Nelam.
"Sebaiknya mamah saja yang menunggui Nelam.."Sinta berkata sambil menghampiri Nelam,,yang posisi tubuh nya masih membelakangi mereka.
Sinta mengusap dan mencium kepala Nelam,, buliran bening keluar dari sudut mata Sinta,, begitu juga dengan Nelam,, sekuat apa pun dia menahan air mata nya,, tetap saja dia tidak bisa membendung nya.
"Kalau begitu kami akan tunggu di luar,,ayo Bim.."Antasari berkata sambil mengajak Bima keluar.
Sebelum mereka melangkah meninggalkan kamar perawatan,, tiba-tiba...
"Tunggu..!!!"Seru Nelam yang sudah membalikkan tubuhnya,,dan berusaha untuk duduk.
"Nelam,,biar mamah bantu nak.."Sinta berkata sambil berusaha membantu Nelam.
"Tidak usah tante,,saya bisa sendiri.."Nelam berkata sambil menepis pelan tangan Sinta dan berusaha untuk duduk.
"Kenapa kamu bicara seperti ini sama mamah Nelam..??"Sinta berkata sambil terisak.
"Maafkan saya jika berlaku tidak sopan,, bukan berarti saya ingin menyakiti hati orang tua,,tapi tolong kalian mengerti keadaan saya.."Nelam berkata sambil menatap nanar ke arah Bima,, Antasari dan Sinta.
"Pah.."Panggil Sinta lirih.
Antasari langsung menghampiri Sinta,, memeluknya dan mengusap lembut punggung nya.
"Kami tahu kamu sangat terluka sayang,,tapi tolong dengar kan penjelasan kami.."Antasari berkata sambil menatap nanar putri nya.
"Sekali lagi maaf,,aku belum mau mendengar penjelasan kalian,,tapi aku butuh waktu sendiri dan butuh ketenangan,, terutama untuk janin ku.."Nelam berkata sambil mengelus lembut perut nya.
"Nelam.."Ucap Bima sambil melangkah mendekati Nelam.
"Stop...!!"Teriak Nelam dengan tatapan tajam penuh kebencian ke arah Bima.
Bima,, Antasari dan Sinta,, terperanjat kaget.
"Jangan pernah berani mendekati aku lagi apa lagi sampai menyentuh ku...!!"Teriak Nelam lagi.
__ADS_1
"Tapi Nelam..."Belum sempat Bima meneruskan ucapannya Nelam sudah memotongnya.
"Apa kamu tidak mendengar perkataan Dokter tadi..!!"Teriak Nelam lagi dengan mata melotot ke arah Bima.
"Dokter bilang aku tidak boleh stress dan tertekan karena akan mempengaruhi janin ku,,apa kamu mau jika anak dalam kandungan ku terancam nyawa nya hanya karena mempunyai ayah yang sangat jahat seperti mu...!!!"Teriak Nelam lagi dengan tatapan marah dan penuh benci kepada Bima.
"Dan jika nyawa bayi ini juga melayang gara-gara kamu,, berarti kamu sudah menjadi pembunuh kedua anak kandung mu sendiri...!!!!"Nelam berkata dengan mata memerah dan dada nya terlihat sesak naik turun karena menahan amarahnya.
"Nelam,, jangan berkata begitu nak.."Sinta berkata dengan tangisan yang semakin tersedu-sedu.
"Nelam,,kamu tenang sayang.."Ucap Antasari lembut.
Sementara Bima langsung menjatuhkan diri nya di lantai,, berlutut sambil menatap Nelam dengan air mata yang tidak bisa di tahan nya.
Mereka pun kaget melihat Bima berlutut,,tangisan Sinta pun semakin pecah,, sedang kan Nelam jauh di lubuk hati nya,,dia tidak tega melihat suami dan kedua orangtuanya bersedih dan menangis seperti ini.
Tapi ini lah cara dia untuk memberikan pelajaran pada Bima.
"Maaf kan aku Nelam,, katakan pada ku,,apa yang harus aku lakukan untuk mendapatkan maaf dari mu..??"Ucap Bima parau dengan air mata nya,dan tatapan sendu ke arah Nelam.
Nelam membuang pandangannya,,dia tidak mau melihat Bima,, lelaki yang penuh pesona,, kharismatik dan sedikit angkuh itu,,kini berlutut tak berdaya dengan penuh air mata,,hanya untuk mendapatkan maaf dari nya.
"Kuatkan hati mu Nelam,, berikan lah dia pelajaran,, kalau dia benar-benar mencintai mu dengan tulus.."Nelam berkata dalam hati sambil mencoba menguatkan diri nya.
Sesaat Nelam memejamkan mata nya,, berharap keputusan yang di ambil nya adalah awal dari kebaikan dan kehidupan baru bagi dia dan janin nya,, sekaligus menjadi pelajaran bagi Bima,,jika hidup itu tidak selalu di atas serta uang,kekayaan dan kekuasaan bukan segala nya.
Sekaligus Nelam ingin tahu seberapa besar dan tulus cinta Bima kepada nya dan calon bayi mereka.
"Maaf,,hati ku belum bisa menerima semua ini,,aku harap kalian mengerti keadaan ku.."Nelam berkata sambil menatap bergantian Bima,, Antasari dan Sinta.
"Maaf kan dengan sikap ku yang berubah kepada kalian,,dan aku berharap keputusan yang akan aku ambil ini bisa juga kalian terima.."Ana berkata sambil menghela napas dan berusaha sekuat mungkin meyakinkan hati nya.
"Bima Mahadewa,, maaf pernikahan kita sampai di sini,, tolong cerai kan aku..!!!"""""
*********
Akan kah Bima menerima keputusan Nelam untuk bercerai atau sebaliknya...??
Menuju detik-detik terakhir cerita.
Di kepoin terus ya,,biar akhir cerita nya author bikin happy ending..he..he..
Jangan lupa mood booster untuk novel terbaru author,, yang ceritanya ga kalah seru.
__ADS_1