Darah Daging Yang Di Benci

Darah Daging Yang Di Benci
Penyelidikan Bima dan kedatangan Robert


__ADS_3

Bab 40


"...Darah Daging Yang Di Benci.."


Bima dan Bayu meninggalkan kantor, mereka menggunakan mobil Bayu, sengaja Bima tidak memakai mobil nya untuk memudahkan penyelidikan.


****************************


Di dalam kamar hotel tampak Aluna yang baru keluar dari kamar mandi memakai handuk kimono untuk menutupi tubuhnya dan handuk kecil yang di lilitkan rambut nya yang basah.


"Apa rencana kita hari ini om?"Tanya Aluna sambil duduk di meja hias.


Aluna mulai memakai krim tabir surya ke wajahnya , menepuk nya kemudian melapisinya dengan bedak padat,,dan serangkaian kosmetik di gunakan untuk menghiasi wajahnya.


"Hari ini aku akan menemui Sinta.,kamu bersenang-senanglah.."Ucap pria itu yang ternyata Dokter Malik.


Dokter Malik beranjak dari ranjang dan menghampiri Aluna ke meja rias kemudian memeluknya dari belakang.


"Kita mulai mainkan rencana kita hari ini.."Bisik Dokter Malik sambil mencium pipi Aluna mesra.


"Iya om..aku sudah tidak sabar ingin menjadi Ny Bima Mahadewa dan menghancurkan hidup Antasari."Ucap Aluna sambil tersenyum dan memandang wajah Dokter Malik yang terpantul di cermin riasnya.


"Tenang saja,,Sinta pasti menuruti semua keinginan kita.."Ucap Dokter Malik dengan semakin merapatkan wajahnya ke wajah Aluna.


Aluna pun langsung menolehkan wajahnya ke arah wajah Dokter Malik dan langsung mengalungkan tangannya di leher Dokter Malik dan saat bibir mereka akan saling bertaut,. tiba-tiba ponsel Dokter Malik berdering.


"****..."Ucap Dokter Malik kesal sambil melepaskan tangan Aluna dari lehernya dan melangkah ke meja tempat ponselnya di simpan.


"Robert.."Gumam Dokter Malik.


"Hallo.."Ucap Dokter Malik saat menggeser tombol hijau di layar ponselnya.


"Hallo Malik..sudah cukup waktumu bersama Sweety ku,,!!"Ucap Robert sambil tertawa terkekeh-kekeh.


"Dasar maniak ***,,tidak puas kau dengan banyak wanita di sana!!"Ucap Dokter Malik malas.


"Sweety ku itu berbeda ,,pasti kau tahu lah perbedaan nya dimana.."Ucap Robert yang kini tertawa terbahak-bahak.


"Ada perlu apa telepon aku??"Ucap Dokter Malik gusar.


"Hai Malik,,kita ini sama-sama penjahat kelamin,,dan kau lebih parah dariku,seorang Psikiater profesional tapi hobi memperebutkan ************..sopan lah sedikit padaku!!!"Ucap Robert masih terus tertawa.


Wajah Dokter Malik terlihat memerah menahan kesal sambil menatap ke arah Aluna.


Aluna yang tahu siapa yang menelepon,,ikut merasa gusar.


"Aku sekarang sedang berada di depan pintu kamar kalian..cepat buka pintu!!!"Ucap Robert keras.


"Apa..!!!"Teriak Dokter Malik.


"Sudah cukup waktu mu bersama Sweety ku.. sekarang giliran ku!!!!"Ucap Robert kesal.


"Oke tunggu sebentar.""Jawab Dokter Malik sambil menutup telepon dan menatap Aluna.


Aluna pun mendekati Dokter Malik.


"Ada apa??"Tanya Aluna sambil mengelus dada Dokter Malik saat tubuh mereka sudah dekat.


"Maniak *** itu ada di depan ""Ucap Malik sambil mengelus lembut rambut Aluna.

__ADS_1


"Apa.!!!"Ucap Aluna kaget dengan wajah pucat.


"Kenapa bandot tua itu tidak memberi kabar???"Tanya Aluna dengan tatapan nanar.


"Kamu tolong bukakan pintu untuknya ,aku mau mandi dulu,,"Ucap Dokter Malik lembut sambil sekilas mencium bibir Aluna,, kemudian beranjak ke kamar mandi.


Dengan perasaan campur aduk , terpaksa Aluna membukakan pintu untuk Robert.


Saat pintu Apartemen terbuka,, muncullah wajah seorang laki-laki setengah baya berwajah blasteran, berkulit putih, bermata biru langit,tinggi kurus dengan luka bekas gores senjata tajam di wajah nya,, lengkap dengan topi dan jaketnya.


Pria yang tak lain adalah Robert itu menyeringai saat melihat wajah Aluna yang muncul di depan pintu.


"Hallo sayang.."Ucap Robert sambil mendorong tubuh Aluna ke dalam apartemen dan langsung menutup pintunya.


"Aku kangen sekali dengan tubuh mu Sweety.."Ucap Robert yang langsung mendekati Aluna dan membawa kedalam pelukannya.


Robert seperti binatang buas..dia langsung menerkam Aluna tanpa ampun.


Dengan rakus dia menikmati bibir dan seluruh lekuk tubuh Aluna.,, seperti biasa Aluna hanya bisa pasrah mengikuti serangan Robert.


Belum sempat Robert membuka handuk kimono yang di pakai Aluna.. tiba-tiba Dokter Malik keluar dari kamar mandi


"Si*l*n mengganggu saja kau.."Ucap Robert yang langsung melepaskan tubuh Aluna.


Tentu saja tubuh Aluna terhuyung ke belakang,karena Robert yang tiba-tiba melepaskan pelukan dan cumbuan nya.


Dokter Malik langsung memeluk tubuh Aluna agar tidak jatuh.


"Dasar bodoh..mesum saja otak kalian,,tanpa sadar kalau ada yg mengikuti kalian.."Ucap Robert sambil membuka topi dan jaketnya,, kemudian menghempaskan tubuh nya di ranjang.


"Maksud mu ada yang mengintai kami??"Ucap Dokter Malik yang berdiri disamping Aluna, mereka berdua saling tatap.


"Siapa orang itu Robert..???"Tanya Dokter Malik sambil merangkul Aluna sambil membawa Aluna untuk duduk di sofa.


"Hai sweety,,, siapa yang menyuruh mu duduk di samping Dokter mesum itu..,,"Ucap Robert saat Aluna ingin menjatuhkan pantatnya di sofa.


"Kemari..aku sangat merindukan mu sayang.."Ucap Robert lagi sambil menggeser tubuh nya dan menepuk kasur di samping nya.


Aluna membuang napas kasar.


"Kerja rodi lagi..kapan aku bisa menikmati kebebasan ku.."Aluna berkata dalam hati,sambil melangkah mendekati Robert dan duduk disebelah Robert yang sedang terbaring miring di ranjang menghadap sofa di depan nya yang di duduki Dokter Malik.


Aluna pun duduk dengan membelakangi Robert.,tentu saja Robert langsung memeluk tubuh Aluna dari belakang.


"Katakan cepat siapa orang itu????"Tanya Dokter Malik sebelum Robert melakukan tindakan lebih jauh ke Aluna.


Dokter Malik sangat malas kalau harus melihat adegan mesum si maniak *** itu.


"Tentu saja putera yang tidak pernah tahu siapa ayah biologis yang sebenarnya.."Jawab Dokter Robert yang tangan dan bibir nya terus mengerjai Aluna,membuat Aluna bergerak tidak karuan.


"Bima.."!!"Ucap Dokter Malik kaget.


"Mereka sudah tahu kalau kalian berdua ada hubungan.."Ucap Robert yang terus fokus ke Aluna.


Walaupun Aluna dalam keadaan yang tak berdaya dengan rangsangan dan perlakuan Robert,tapi dia masih fokus mendengarkan pembicaraan Robert dan Dokter Malik.


"Apa???Bima ada di sini??Tanya Aluna di sela erangannya.


Robert yang mendengar pertanyaan Aluna, langsung menghentikan aktifitasnya,, langsung tertawa sambil melihat wajah Aluna yang sudah memerah dan berkeringat.

__ADS_1


"Kasihan sekali kamu sweety ku,,sudah bertahun-tahun tapi belum juga berhasil memiliki Bima dan membuat dia tidur dengan mu,,"Ucap Robert mengejek sambil terus menatap wajah Aluna yang benar-benar menikmati permainan nya.


Tapi setidaknya kamu sudah merasakan keperkasaan ayah kandungnya,,"Ucap Robert yang masih berada di atas Aluna dengan tertawa keras .


"Aku ingin menemui Bima!!"Teriak Aluna sambil berusaha bangkit dan mencoba mendorong tubuh Robert dari tubuhnya.


Tapi Robert semakin erat memeluk Aluna..bahkan bibir dan tangannya semakin rakus menikmati Aluna.


Dokter Malik yang terkejut, kalau Bima mengetahui hubungan nya dengan Aluna,,segera mengambil inisiatif.


Dokter Malik pun Langsung bergegas mengganti pakaian nya.


"Aku harus menemui Sinta.."Batinnya.


Dengan cepat Dokter Malik langsung berlalu keluar tanpa mempedulikan apa yang sedang di lakukan Robert dan Aluna.


Aluna yang tahu Dokter Malik sudah keluar meninggalkan kamar,,dia hanya bisa pasrah saja mengikuti permainan Robert yang ganas tanpa ampun.


"Dasar bandot tua, bajingan!!"Umpat Aluna dalam hati.


*****************************


Sementara itu Bima dan Bayu masih berada di lobby hotel,, mereka bertanya pada resepsionis tentang keberadaan tamu yang bernama Aluna dan Dokter Malik.


Tapi menurut resepsionis tidak ada tamu dengan nama tersebut.


Sampai Bayu menunjukkan kepada resepsionis foto Dokter Malik dan Aluna.


Tapi resepsionis itu tetap mengatakan jika tidak ada tamu yang di maksud mereka.


"Tenang kakak ipar..,,biar orang Kepercayaan aku saja yang menyelidikinya"Ucap Bayu sambil menepuk pundak Bima.


Tentu saja ucapan Bayu yang menyebut Bima dengan sebutan kakak ipar, membuat Bima semakin gusar,sampai melotot bulat ke arah Bayu.


Bayu yang melihat kekesalan Bima langsung nyengir kuda.


"Kita main cantik bro.. sekarang kita balik ke kantor lagi,, sebentar lagi kita ada meeting,,"Ucap Bayu dengan tersenyum manis ke arah Bima.


Bima tidak menjawab,,dia langsung melangkahkan kaki nya keluar dari lobby hotel,Bayu pun mengikuti langkah Bima keluar dengan menggaruk kepalanya yang tidak gatal.


Aktifitas keduanya di perhatikan oleh Dokter Malik.


Saat mengetahui Bima sudah pergi,,Dokter Malik pun langsung menghubungi seseorang.


***********************


Siapakah orang yang di hubungi Dokter Malik??


Siapa ayah biologis Bima sebenarnya???


Ikuti terus bab selanjutnya.


Mohon maaf kemarin lupa update,karena terlalu sibuk.


Sehat selalu para reader.


Jangan lupa dukungan,Vote dan like


Terimakasih.

__ADS_1


__ADS_2