
Bab 70
"... Darah Daging Yang Di Benci.."
Akhirnya kesepakatan pun tercapai,Minggu depan Bayu dan Nelam akan melangsungkan pernikahan,,tentu saja yang menjadi seksi sibuk disini para istri-istri Sinta dan Mayang.
"Semoga kali ini Nelam tidak gagal menikah lagi.."Ucap Sinta dalam hati ketika sedang menunggu Nelam fitting baju pengantin.
"Dasar si Bayu,,di suruh fitting baju pengantin aja susah banget...."Mayang tiba-tiba datang sambil ngomel-ngomel dengan memegang ponsel nya.
Sinta yang sedang melamun pun, tersentak kaget.
"Kenapa kamu Mayang?? Marah-marah saja,,kayak nenek-nenek kurang sirih.."Ucap Sinta menatap Mayang heran.
"Gimana aku ga kesal,,dari semalam sudah aku bilang kalau hari ini fitting baju pengantin,,tadi dia telepon,kata nya lagi meeting sama Bima,,nanti dia pulang kerja baru kesini..."Sungut Mayang kesal sambil menghempaskan pantat nya di sofa.
"Untung saja urusan kita sama EO sudah selesai,,Bima juga sudah tahu kalau Bayu mau menjadi pengantin,, Jangankan di kasi cuti,,buat dapat waktu luang saja susah.."Ucap Mayang lagi masih memasang wajah kesal.
"Lho kok jadi Bima yang di salahkan.."Ucap Sinta yang mulai tidak terima dengan ucapan Mayang.
"Mamah Sinta,,mamah Mayang..."Tiba-tiba Nelam muncul dengan kebaya yang indah membalut tubuh rampingnya lengkap dengan jilbab senada.
Sinta dan Mayang yang sedang berdebat,, langsung terpesona saat mereka menoleh ke arah Nelam.
"Ya ampun,,menantu mamah cantik sekali.."Ucap Mayang heboh mendekati Nelam dan memindai penampilan Nelam dari atas sampai bawah.
Nelam hanya tersenyum melihat tingkah Mayang.
"Si Bayu itu pasti menyesal banget dech ga melihat penampilan istrinya yang luar biasa ini.."Ucap Mayang lagi sambil menatap Nelam dengan penuh kebahagiaan.
"Calon istri May.."Ucap Sinta saat sudah dekat dengan Mayang dan Nelam berada.
Sinta langsung memandangi Nelam,,begitu cantik dan sempurna,, itu di pikiran Sinta,,
Seketika mata Sinta berkaca-kaca,, mengingatkan saat Bima dan Nelam merencanakan pernikahan,, sudah 100% tapi bahkan sudah menuju ijab ,tapi kenyataan nya manusia hanya bisa berencana.
Sinta menarik napas,,tapi tiba-tiba teringat sesuatu.
"Dari awal Antasari tahu kalau Bima anak dari Malik,,lalu kenapa waktu itu dia membatalkan pernikahan Bima dan Nelam ya??Aku harus menanyakan kepada Antasari langsung..."Ucap Sinta dalam hati.
"Mamah kok melamun..???"Ucap Nelam sambil menyentuh lembut lengan Sinta.
"Iya maaf sayang,,mamah terharu kita belum lama bertemu,tapi sekarang kamu sudah mau menjadi milik orang lain.."Ucap Sinta sambil menghapus air matanya.
"Hai...Bayu itu bukan orang lain,,dia anakku,, berarti anak mu juga,,kita Khan bersahabat baik dari dulu.."Ucap Mayang sambil memeluk Sinta.
"Mamah jangan sedih,, setiap hari kita masih bisa bertemu,, walaupun aku sudah jadi seorang istri..."Ucap Nelam sambil memeluk Sinta juga.
"Terimakasih sayang,, Mayang.."Ucap Sinta tersenyum dan menangis haru sambil membalas pelukan Mayang dan Nelam.
"Sudah,,kenapa kita jadi Melo gini sie,,ini Khan hari bahagia buat Nelam.."Ucap Sinta sambil melepaskan pelukan Nelam dan Mayang.
"Iya ,, maafkan mamah ya Nelam,,mamah jadi terharu dan terbawa suasana.."Ucap Mayang sambil memegang lengan Nelam.
"Iya mah.."Jawab Nelam tersenyum.
Nelam bersyukur sekali,,dia pernah kehilangan ibunda tercinta nya karena sebuah aib yang tak pernah di pikirkan akan menimpanya.
"Benar kata bi Nur,,kalau semua cobaan itu ada hikmah nya,,dan sekarang Engkau telah membuktikan kebesaran Mu,,karena musibah itu aku bisa di pertemukan dengan ayah kandung ku dan keluarga baru yang sangat menyayangi ku dan sekarang aku mempunyai dua mamah..."Nelam bersyukur dalam hati sambil menghapus air matanya dengan senyum penuh kebahagiaan.
Selesai dengan urusan EO,, fitting baju pengantin dan semua berurusan dengan rencana pernikahan dan pesta.
__ADS_1
Mereka bertiga pun berjalan-jalan ke Mall Terkenal dan terbesar di Jakarta.Melakukan perawatan,,makan dan pasti nya shopping
***************
Sementara di Rumah Sakit.
"Ini aku bawakan makanan,,makanlah,,pasti kamu belum makan.."Ucap Bayu dengan menyerahkan tas belanja yang berisi makanan dan minuman.
"Terimakasih Bay.."Ucap Dokter Intan sambil menerima tas belanja itu dari tangan Bayu.
Bayu hanya mengangguk.
"Bagaimana keadaan Salsa??"Tanya Bayu kepada Dokter Intan sambil menatap wajah puteri nya yang terbaring lemah di ranjang.
"Alhamdulillah,, semuanya stabil,, walaupun ada beberapa efek dari kemoterapi.."Ucap Dokter Intan pelan
Bayu mengelus lembut pipi dan rambut Salsa,, kemudian mencium keningnya.
Hati nya terasa pedih sekali karena pernah menolak kehadiran Salsa dan tidak pernah memperhatikannya.
"Salsa Puteri papah,,papah janji kalau papah akan menjadi papah yang terbaik di dunia ini untuk Salsa.."Bisik Bayu lembut di telinga Salsa,,sambil mengelus tangan mungil yang semakin kecil,,tak terasa air mata Bayu jatuh mengenai pipi Salsa saat Bayu mencium pipi Salsa.
Berlahan Salsa membuka matanya karena merasakan ada air yang membasahi pipinya,,Salsa menatap Bayu dan tersenyum manis.
"Papah kenapa menangis.."Ucap Salsa dengan logat anak kecilnya tanpa cadel.
( itu kelebihan Salsa walaupun badannya rapuh,,tapi dari usia 1,5 tahun sudah pintar bicara )
"Papah ga nangis sayang,,mata papah hanya pedas.."Ucap Bayu sambil mengembangkan senyum nya.
"Kasihan..."Ucap Salsa sambil mencoba menyentuh wajah Bayu dengan tangan kecilnya.
"Badan Salsa sakit pah..."Ucap Salsa tiba-tiba dengan mata yang berlahan redup.
Dokter Intan pun menyudahi makannya yang baru beberapa suap.
"Itu salah satu efek dari kemoterapi Bay.."Ucap Dokter Intan yang sudah berdiri di samping Bayu dan mencoba memberikan penjelasan untuk menghilangkan kecemasan Bayu.
"Aku akan segera menghubungi Dokter,, biasanya kalau Salsa merasakan sakit seperti ini,, Dokter akan menyuntikan obat penghilang nyeri.."Ucap Nelam sambil menghubungi Dokter yang merawat Salsa sekaligus sahabat nya.
"Kita akan segera membawa Salsa ke Singapura.."Ucap Bayu saat Dokter Intan menutup ponselnya.
"Kita akan menikah lusa,, persiapkan lah dirimu.."Ucap Bayu yang terus mengelus Salsa berharap sentuhannya sebagai seorang ayah bisa sedikit mengurangi rasa sakit Salsa.
Dokter Intan terperanjat kaget,,baru saja dia ingin membuka mulutnya,,Dokter dan perawat pun tiba.
"Pak Bayu.."Ucap sang Dokter mengangguk saat melihat Bayu,,dan langsung memeriksa keadaan Salsa.
Dokter memberikan suntikan obat penghilang sakit,,hati Bayu kembali merasakan kesakitan yang di rasakan Salsa ,sedih rasa nya.
"Ini adalah salah satu efek kemoterapi pak Bayu.."Ucap sang Dokter menghampiri Bayu setelah Salsa tertidur kembali.
"Dokter,,saya ingin segera membawa Salsa ke Singapura setelah kami menikah lusa.
Sang Dokter cukup terkejut dengan kata-kata Bayu,,dia pun menoleh ke arah Intan yang sedang berada di samping ranjang Salsa sambil mengelus kepala Salsa,.
Dokter Intan tersenyum tipis ke arah sang Dokter dengan binar kebahagiaan di matanya.
Sang Dokter membalas senyum Dokter Intan dan ikut merasakan kebahagiaan,,karena dia tahu bagaimana perjuangan cinta seorang Dokter Intan kepada Bayu sampai dia mempertahankan Salsa untuk melihat dunia.
"Syukurlah saya ikut bahagia dengan rencana Kalian,, untuk pengobatan Salsa ke Singapura saya akan segera membuat surat rekomendasi Rumah Sakit dan Dokter spesialis yang akan mengobati Salsa.."Ucap sang Dokter sambil menatap bergantian Bayu dan Dokter Intan.
__ADS_1
"Baiklah kalau begitu Dokter,, terimakasih banyak atas bantuannya.."Ucap Bayu.
"Sama-sama pak Bayu,,sudah kewajiban saya sebagai Dokter dan sebagai sahabat baik Dokter Intan dari kami mulai bertugas di Rumah Sakit ini.."Ucap Dokter lagi sambil tersenyum.
"Oo ya pak Bayu harus benar-benar menjaga kesehatan dan pola makan,, untuk mempersiapkan diri bapak saat memberikan sumsum tulang belakang untuk Salsa.."Ucap sang Dokter.
"Siap Dok.."Ucap Bayu.
"Kalau begitu saya pamit dulu,,,pak Bayu,, Dokter Intan.."Ucap Dokter sambil menganggukkan kepalanya berpamitan.
"Intan,,kesini lah.."Ucap Bayu dengan menepuk sofa di sebelah nya,, meminta Dokter Intan duduk di samping nya.
Beberapa saat Dokter Intan tertegun,, karena Bayu menyuruh Intan untuk duduk di samping nya,,biasanya Jangankan duduk dekat-dekat, menatap Dokter Intan pun Bayu enggan.
"Intan.."Panggil Bayu lagi dengan intonasi yang cukup tinggi.
Dokter Intan tersentak.
"I..iya Bay.."Jawab Dokter Intan gugup sambil melangkah mendekati Bayu dan duduk di samping nya.
Seketika jantung Dokter Intan berdegup kencang saat berada di samping Bayu.
"Buka mulut mu...!!"Perintah Bayu sambil memberikan sesendok makanan ke mulut Dokter Intan.
Lagi-lagi Dokter Intan terperanjat kaget dengan kelakuan Bayu.
"A..aku bisa makan sendiri.."Ucap Dokter Intan sambil memundurkan mulutnya.
"Buka mulut nya..!!"Ucap Bayu lagi dengan sedikit keras dengan ekspresi pura-pura kesal.
Dengan terpaksa Dokter Intan pun menerima suapan demi suapan ke mulutnya sampai nasi dalam wadah habis.
"Minumlah.."Ucap Bayu sambil memberikan botol air mineral kepada Dokter Intan.
"T.. terimakasih.."Ucap Dokter Intan sambil menerima botol air mineral dari tangan Bayu.
Dia masih tidak percaya dengan perlakuan manis Bayu.
"Pakailah ini,,dan datang lah ke salon XX,, lakukan perawatan sebaik mungkin,,karena lusa kita akan segera menikah.."Ucap Bayu sambil black card tanpa batas ke tangan Dokter Intan.
Lagi-lagi Dokter Intan dibuat kaget dan heran dengan kelakuan Bayu,,tetapi jauh di lubuk hatinya Dokter Intan merasakan kebahagiaan yang belum pernah dia rasakan,, hatinya berbunga-bunga,, seperti anak ABG yang sedang jatuh cinta.
"Tapi siapa yang akan menjaga Salsa.."Ucap Dokter Intan sambil menerima kartu dari tangan Bayu.
"Aku papah nya aku yang akan menjaganya,,kamu tidak perlu khawatir,, bersenang-senang lah.."Jawab Bayu sambil melangkah kan kakinya ke ranjang Salsa.
"Setelah perawatan,,kamu bisa membeli apa-apa saja yang kamu suka dan kamu butuh,, untuk kebaya pernikahan kamu tidak perlu khawatir karena aku sudah memesan yang terbaik.."Ucap Bayu lagi sambil menoleh sebentar ke arah Dokter Intan.
"Terimakasih Bay.."Ucap Dokter Intan lirih
"Aku yang berterimakasih,,karena kamu sudah mau melahirkan dan merawat anak ku.."Ucap Bayu sambil menatap dalam ke wajah Salsa,,mengelus pipinya kemudian mencium nya.
Dokter Intan menatap Bayu dengan mata berkaca-kaca.
***************
Maaf baru Up ,, Author lagi sakit gigi.
Minta dukungan,, Vote,,like dan komen ya..
Terimakasih.
__ADS_1
"