Darah Daging Yang Di Benci

Darah Daging Yang Di Benci
Tamat Pertemuan yang membahagiakan


__ADS_3

Bab 120


"Darah Daging Yang Di Benci"


Mata Bima menangkap sosok wanita cantik yang amat di rindukan nya selama ini,,tampak dua bocah laki-laki dan perempuan yang sedang berada dalam genggaman tangan Nelam di kiri dan kanan.


"N.. Nelam..??"Ucap Bima sambil melepaskan pelukan nya dari Antasari.


"Pah,,itu...?"Tanya Bima pada Antasari.


"Datang lah pada mereka,,peluk lah, mereka merindukan mu.."Bisik Antasari.


Bima melangkah kan kaki nya berlahan mendekati Nelam dan ke dua bocah kembar dengan tatapan tak percaya.


Ketika Bima sudah sangat dekat dengan mereka,,Bima menatap Nelam dari ujung rambut sampai ujung kaki nya,, tampak Nelam yang bertambah cantik dan dewasa dengan penampilan nya yang elegan.


Netra mereka pun bertemu,Bima merasakan dadanya berdegup kencang, dia pun menjadi gugup seperti baru pertama kali bertemu,,dan jatuh cinta pada pandangan pertama.


Nelam juga merasakan hal yang sama,,hati nya benar-benar berdegup kencang,,tak percaya bahwa hari ini dia akan bertemu dengan laki-laki yang sudah membuat nya jatuh cinta.


Walaupun Bima melakukan kesalahan yang besar karena perbuatan yang tidak di sengaja nya,tapi Nelam tidak bisa membohongi hati nya, kalau dia benar-benar mencintai seorang Bima Mahadewa.


"M..mas Bima.."Ucap Nelam lirih


"N..Nelam..."Jawab Bima tak percaya dengan siapa yang berada di depan nya sekarang.


Kemudian Bima menatap bocah perempuan di sisi kanan Nelam yang tersenyum manis menatap nya,Bima tahu foto bocah perempuan ini yang selalu menghiasi hari-hari nya menjadi lebih semangat untuk segera menghirup udara bebas.


Mata Bima benar-benar penuh kebahagiaan, kemudian Bima melihat bocah laki-laki yang berada di sebelah kiri Nelam, dengan gaya cool nya bocah laki-laki itu melepas kaca mata hitam nya menatap Bima tajam sambil mengerutkan keningnya.


"Are you our daddy..??"Ucap bocah laki-laki yang tak lain adalah Lio dengan tatapan penuh selidik.


Bima langsung mengembangkan senyum nya,, dia yakin kalau bocah laki-laki ini adalah putra nya,, walaupun wajah nya benar-benar serupa dengan Nelam,tapi cara bicara dan tingkah laku nya,Bima seperti melihat cermin dirinya.


"What is your daddy's name..?"Tanya Bima mensejajarkan dan mencondongkan tubuhnya kepada Lio.


"they say my daddy's name is Bima Mahadewa.."Ucap Lio santai dengan gaya cool nya.


Bima semakin melebarkan senyum nya,,hati nya begitu hangat,ternyata dia bukan hanya mempunyai seorang putri yang cantik,,tapi putra yang ganteng.


"Introduce my name is Bima Mahadewa.."Bima berkata sambil mengulurkan tangan nya pada Lio.


"I am your Daddy.."Ucap Bima saat Lio ragu membalas uluran tangan Bima.


Bima mengerutkan keningnya,sifat anak ini benar-benar sama persis dengan nya,selalu hati-hati kepada orang yang baru di kenal nya.


"Are you my son..??"Tanya Bima saat Lio dengan berlahan menerima uluran tangan Bima.

__ADS_1


"Yes.."Ucap Lio menatap tajam Bima.


"What is your name..?"Tanya Bima dengan senyum penuh kebahagiaan.


"Adelio Mahadewa.."Jawab Lio dengan suara tegas.


Senyum kebahagiaan pun semakin memancar di wajah Bima,,dia pun langsung membawa Lio ke dalam pelukannya.


"Putra ku,,ternyata aku mempunyai seorang putra.."Lirih Bima dengan mata berkaca-kaca.


"Daddy,,i am your doughter too...!!"Teriak bocah perempuan yang berada di sebelah kanan Nelam dengan wajah sedih menatap nanar Bima yang sedang memeluk hangat Lio.


Bima tersentak kaget,dan segera menghapus air mata nya,, dengan lembut dia melepaskan pelukan nya dari putra nya,,dan menatap bocah perempuan yang sedang menatap nya penuh kesedihan.


"Adelia,,come here baby.."Bima berkata dengan tersenyum sambil merentangkan tangannya meminta Adelia masuk ke dalam pelukan nya.


"Daddy,,i Miss you.."Adelia berkata dan langsung menghambur ke pelukan Bima yang tubuh nya masih sejajar dengan si kembar.


Bima langsung memeluk hangat Adelia menciumi rambut dan pipi nya.


"I Miss u too my little angel..."Ucap Bima kembali mata nya berkaca-kaca.


"You are a beautiful little girl.."Ucap Bima lagi.


"Come here my handsome boy.."Bima berkata sambil membawa Lio ke pelukan nya.


Antasari,Sinta dan Nelam yang menyaksikan itu ikut menangis.


"Mommy..."Ucap Lio menarik tangan Nelam,, sehingga Nelam ikut dalam pelukan yang penuh haru itu.


"I am very happy.."Ucap Lia sambil mencium pipi Bima dan Nelam bergantian.


"Apakah kita akan tinggal bersama mommy..?"Tanya Adelio


( Adelia dan Adelio akan berbicara bahasa Indonesia jika sedang bersama Nelam,, karena Nelam tidak mau kedua anak nya tidak fasih berbahasa Indonesia, walaupun dia sendiri sudah lancar untuk berbahasa Inggris ).


"Lio,, sekarang kita lihat makam Kakak Yusuf dulu ya,,kita akan membicarakan itu nanti.."Ucap Nelam lembut sambil mengusap kepala Lio.


"Iya handsome,,ayo kita lihat makam ka Yusuf.."Bima berkata sambil mengajak si kembar berdiri,, sedang kan Nelam langsung berdiri saat tangan Bima ingin menyentuh tangan nya.


Bima menatap sendu Nelam,,tapi Nelam menundukkan wajahnya.


Mereka segera menghampiri Antasari dan Sinta yang berdiri di samping makam Yusuf dan Sekar.


"Lio dan Lia ini adalah makam eyang Sekar,orang tua nya mamah,dan ini makam kakak kamu Yusuf.."Nelam berkata sambil menunjukkan dua nisan kepada kedua anak kembar nya.


"Lia bisa membaca nama nya mom.."Ucap Lia lembut.

__ADS_1


"Ya anak-anak mamah memang anak cerdas sudah pandai membaca.."Ucap Nelam sambil tersenyum menatap bergantian anak kembar nya.


"Anak ayah juga dong.."Ucap Bima tak mau kalah sambil menatap penuh cinta dan harapan kepada Nelam.


Lagi-lagi Nelam kembali menunduk kan wajah nya,,dia tidak kuasa menatap mata Bima.


"Ayo kita mulai berdoa,,biar grandfa yang pimpin doa nya.."Ucap Antasari.


Mereka pun berdoa dengan khusyuk di pimpin oleh Antasari.


Nelam menitikkan air mata nya begitu juga dengan Bima,si kembar juga merasakan kesedihan kedua orang tua nya.


Selesai berdoa mereka meninggalkan makam,,menuju kediaman keluarga Mahadewa, sepanjang jalan sampai rumah si kembar tidak pernah jauh dari Bima,,apa lagi Adelia yang terus menempel pada Bima,, sampai akhirnya mereka kelelahan dan tertidur.


Di ruang keluarga, tampak Antasari,,Sinta,Bima dan Nelam sedang duduk bersama.


"Alhamdulillah,, sekarang kita sudah berkumpul kembali,, bagaimana dengan kelanjutan rumah tangga kalian berdua..??"Tanya Antasari sambil menatap bergantian Bima dan Nelam.


"Pernikahan kalian masih tercatat di kantor catatan sipil,,tapi kalian harus menikah kembali secara agama.."Ucap Antasari lagi.


"Iya Bima mengerti,,om Beni sudah memberikan penjelasan.."Ucap Bima.


"Nelam,,hari ini hari pertama kita bertemu lagi setelah berpisah lebih dari 4 tahun.."Bima berkata sambil menatap Nelam yang berada di samping nya.


"Nelam Purnamasari,,hari ini aku Bima Mahadewa melamar mu kembali untuk menjadi kan mu istri,, untuk menemani ku sampai akhir hayat ku,,hidup bahagia bersama anak-anak kita..??"Tanya Bima dengan tatapan penuh cinta dan harap.


Dengan hati yang bergetar dan berbunga-bunga, Nelam menjawab pertanyaan Bima.


"Aku Nelam Purnamasari mau kembali menjadi istri seorang Bima Mahadewa,, membangun rumah tangga, membesarkan dan mendidik anak-anak kita bersama-sama.."Ucap Nelam tersenyum penuh kebahagiaan.


Bima, Antasari,dan Sinta tersenyum penuh kebahagiaan.


"Dan satu lagi,,kita juga akan segera memberikan si kembar adik.."Sambung Bima lagi dengan penuh senyuman.


Nelam hanya diam sambil menelan ludah saat mendengar perkataan Bima.


Sedangkan Antasari dan Sinta mengucapkan Aamiin,, dengan kebahagiaan yang terpancar di wajah mereka.


************


Alhamdulillah "Darah Daging Yang Di Benci"sudah masuk bab akhir.


Author Khan memberikan 1 bab bonus untuk novel ini.


Mohon maaf jika banyak kesalahan dalam penulisan dan kata-kata.


Jangan lupa untuk dukung terus novel author yang kedua yang masuk dalam lomba "You Are Writer Season 7"

__ADS_1



__ADS_2