
Bab 72
".. Darah Daging Yang Di Benci.."
Setelah prosesi acara pernikahan Bayu dan Dokter Intan selesai,,sore hari nya mereka langsung menuju ke Rumah Sakit untuk mengunjungi Salsa.
Tampak Salsa sedang di temani seorang perawat di taman Rumah Sakit.
"Salsa sayang..."Ucap Intan lembut sambil memeluk dan mencium Salsa yang berada di kursi roda.
"Mamah,, papah.."Ucap Salsa bahagia melihat kedatangan Dokter Intan dan Bayu.
"Sayang..."Ucap Bayu yang bergantian dengan Dokter Intan memeluk Salsa.
Bayu pun duduk mensejajarkan tubuh nya dengan tubuh Salsa yang duduk di kursi roda.
"Salsa bahagia hari ini...??Tanya Bayu sambil mengusap rambut Salsa.
"Bahagia,,lihat mamah papah bersama.."Jawab Salsa dengan mata polosnya
"Sayang,, mulai sekarang mamah,papah,akan selalu bersama menjaga dan merawat Salsa..."Ucap Bayu sambil menggenggam tangan mungil Salsa.
"Papah dan mamah akan selalu bersama Salsa setiap hari,,setiap waktu.."Ucap Bayu lagi sambil mengelus lembut pipi mungil Salsa.
"Janji.."Ucap Salsa dengan menatap Bayu sambil memberikan jari kelingking nya kepada Bayu.
"Iya papah janji sayang.."Ucap Bayu tersenyum dan menautkan jari kelingking nya ke jari kelingking Salsa yang kecil.
Salsa pun tertawa senang.
"Mamah.."Ucap Salsa yang kini menatap Intan yang berdiri disamping Bayu.
"Iya sayang.."Ucap Dokter Intan yang langsung duduk di samping Bayu di depan Salsa.
"Janji.."Ucap Salsa sambil memberikan jari kelingking kecil nya ke arah Dokter Intan.
Dokter Intan pun membalas tautan jari kelingking Salsa sambil tersenyum.
Salsa pun tertawa,,membuat hati Bayu dan Dokter Intan bahagia.
Mereka bertiga berpelukan ,,sejenak mereka melupakan penyakit yang menggerogoti Salsa.
Hampir satu jam mereka di taman mengajak Salsa bermain,, sampai perawat datang memberitahu jika Salsa harus istirahat.
Mereka pun kembali ke ruang perawatan.
"Aku mau pergi dulu,,ada yang harus aku urus.."Ucap Bayu sambil melihat Salsa yang sudah terlelap di ranjang nya.
__ADS_1
Dokter Intan mengangguk.
"Aku juga mau mengurus surat pengunduran diri.."Ucap Dokter Intan.
"Apa kamu yakin,,bukankah ini obsesi mu dari dulu.."Ucap Bayu menatap Dokter Intan.
"Ini memang obsesi ku,,tapi suami dan anakku adalah tujuan hidupku.."Ucap Dokter Intan sambil tersenyum membalas tatapan Bayu.
"Kalau begitu,,datang lah besok jam 7 pagi ke rumah orang tua Bima.."Ucap Bayu.
"Ada acara apa??"Tanya Dokter Intan.
"Pembuktian kalau aku serius dengan pernikahan kita,,dan keluarga kecil kita..."Ucap Bayu sambil menyunggingkan senyum misterius nya.
"Ya sudah aku berangkat sekarang.."Ucap Bayu sambil mencium lembut kening Salsa.
"Bay,,ee mas..."Ucap Dokter Intan yang langsung menutup mulutnya.
"Seperti nya kamu ketagihan dengan ciuman ku.."Ucap Bayu dengan tatapan tajam melangkah mendekati Dokter Intan.
"Bukan itu maksud nya..."Ucap Dokter Intan gugup.
Cup
Sebuah ciuman singkat menerpa bibir Dokter Intan.
"Aku berangkat.."Ucap Bayu lembut sambil mengecup kening Dokter Intan dan sedikit mengacak rambutnya.
Jantung nya berdegup kencang sambil memegang dadanya,,antara bahagia dan kaget,, tidak menyangka akan di perlakukan semanis ini dari seseorang yang dari dulu di rindukannya sekarang sudah berstatus suami nya.
Tapi hati nya bertanya kenapa pagi-pagi Bayu meminta nya ke rumah orang tua Bayu.
"Ada apa ya??"Tanya Dokter Intan pada diri sendiri.
****************
Keesokan harinya
Hari ini adalah hari pernikahan Nelam dan Bayu,,tampak di kediaman Antasari sudah terlihat sibuk dan ramai dari dua hari yang lalu, untuk mempersiapkan prosesi acara pernikahan yang mengusung adat Jawa modern.
Tampak semua keluarga dan kerabat sudah hadir dan rapi dengan seragam masing-masing,, keluarga besar mempelai pria dan wanita sudah siap dengan pakaian adat jawa.
Seorang pengusaha muda dengan memakai pakaian pagar bagus tampak begitu gagah,, aura ketampanan nya begitu terlihat mempesona, walaupun jauh di lubuk hatinya begitu terluka melihat wanita pujaan hatinya akan bersanding dengan sahabat baik nya sendiri.
Tepat jam tujuh rombongan mempelai pria tiba dengan di sambut serangkaian adat,,senyum bahagia menghiasai wajah semua orang yang hadir.
Bayu tampak gagah dengan busana adat Jawa yang di pakai nya untuk prosesi Ijab Kabul,,dan semua tamu undangan sudah berkumpul untuk melihat prosesi acara pernikahan.
__ADS_1
Di salah satu tamu undangan, tampak sepasang mata yang sudah berkaca-kaca saat melihat mempelai pria beserta rombongan keluarganya datang dan memasuki ruangan prosesi Ijab Kabul,,sekuat mungkin sepasang mata itu menahan air matanya dan menahan sakit di hatinya.
Prosesi akad pun akan segera di mulai,,tampak pak penghulu yang sudah duduk di depan meja akad dengan Antasari di samping nya dan Bayu di hadapan penghulu dan Antasari,,tampak juga Adam dan Mayang beserta para saksi yang berada di dekat meja akad.
Sedangkan tamu yang hadir dari mulai kerabat dan sahabat duduk di kursi yang sudah di sediakan untuk tamu.
Tak lama sesosok bak bidadari hadir dengan di gandeng oleh Sinta disampingnya,,yang tampil begitu cantik dan anggun ,,Sinta terlihat tampak lebih muda dari usia nya dan para pagar ayu mengiringi di belakang mereka.
Semua mata terpukau dengan kecantikan sang mempelai wanita,,Bayu yang melihat Nelam yang begitu cantik membuang pandangannya ke arah wanita yang sudah menahan air matanya dari tadi.
Bayu tersenyum dan mengangguk,, seakan memberi kode kalau semua akan baik-baik saja.
Bima menatap Nelam tanpa berkedip sedikit pun,, kemudian menundukkan wajahnya berusaha menahan gemuruh di dadanya.
Kemudian penghulu menyuruh Nelam untuk duduk di samping calon mempelai pria,,Sinta pun duduk di belakang Nelam.
Bayu tersenyum menatap Nelam,, sedangkan Nelam tertunduk apa lagi saat netra nya beradu pandang dengan Bima.
"Hari ini cerita cinta kita sudah berakhir mas Bima.."Ucap Nelam dalam hati sambil menahan kesedihan yang teramat dalam.
Bayu yang tahu ekspresi Bima dan Nelam hanya menyunggingkan senyuman,, kemudian mengangguk ke arah Antasari.
Antasari pun membalas anggukan Bayu.
"Pak penghulu maaf,bisa kita mulai sekarang??Ucap Antasari kepada penghulu.
"Baik pak..."Ucap pak penghulu sambil mengangguk kepada Antasari.
"Kita mulai sekarang,,sudah siap mempelai pria??"Ucap pak penghulu lagi sambil tersenyum menatap Bayu.
Bayu menarik napas.
"Maaf pak,,nama saya Bayu Sudrajat,, sedangkan di berkas dan di buku itu atas nama Bima Mahadewa,,coba pak penghulu perhatikan lagi foto pada buku nikah itu..."Ucap Bayu dengan wajah tenang.
Semua orang terperanjat kaget dan menatap Bayu menuntut penjelasan.
"Bayu apa-apaan sie kamu..."Ucap Mayang melotot dan berteriak ke arah Bayu.
"Pah,, tolong tenangkan mamah dulu,, setelah akad selesai Bayu akan menjelaskan semuanya.."Ucap Bayu sambil bangkit dari duduknya dan menghadap Bima yang berada di belakang nya,,yang sedang terdiam tak percaya dengan apa yang di dengar nya.
"Bim,,cepat duduk sini,,ini tempat Lo bukan tempat gw.."Ucap Bayu sambil menghampiri Bima yang terus menatap Bayu tanpa berkata sepatah kata pun.
**************
Kelanjutan nya di Bab berikut nya aja ya...
Biar reader tambah kepo,,dan selalu memberikan dukungan pada author..he..he..
__ADS_1
Jangan lupa senam jari nya Vote..like dan komen.
Selamat berlibur.