Darah Daging Yang Di Benci

Darah Daging Yang Di Benci
Rencana pembebasan Aluna


__ADS_3

Bab 58


"..Darah Daging Yang Di Benci.."


Aluna yang sedang melamun, tersentak kaget karena tiba-tiba pintu kamar di buka kasar oleh seseorang.


Tampak Robert datang menghampiri Aluna dengan seringai liciknya dan sorot mata membunuh ke arah Aluna,,Aluna yang tahu sekali karakter Robert mencoba setenang mungkin.


"Malam ini aku akan mengadakan pertemuan dengan bos-bos kelas kakap,,cepat rapikan penampilan mu dan ganti pakaian mu.."Ucap Robert yang mengamati wajah Aluna sambil tersenyum puas dengan kerja obat yang di berikan Dokter Edward.


Aluna menghela napas,,sudah larut malam Robert mengajaknya menemui bos-bos kelas kakap, pasti ada maksud dan tujuan tertentu.


"Oke..akan aku ikuti permainan mu Robert.."Ucap Aluna dalam hati.


Aluna segera mengganti baju dan berdandan sangat cantik dengan pakaian yang seksi, Robert menatap Aluna penuh ga***h.


"Dari kecil sampai dewasa,kamu benar-benar menggoda,,tapi sayang malam ini kamu harus melayani seseorang yang akan memberikan aku keuntungan besar.."Ucap Robert di telinga Aluna dengan seringai liciknya.


"Dasar ib**s,,kamu akan menjual ku??!!"Ucap Aluna dengan tatapan penuh amarah ke wajah Robert yang hanya berjarak 5 cm dari wajahnya.


"Anak pintar,,itu juga yang aku lakukan pada Rossa si pe**ur itu,, sehingga dia melahirkan mu,!!!anak haram..."Ucap Robert sambil mencoba mencium Aluna.


Plak..


Sebuah tamparan kencang mendarat di pipi Robert.


"Dasar manusia ib**s,, bajingan,!!kamu yang telah menghancurkan hidup mamahku,dan kamu pura-pura datang sebagai pahlawan untuk kami,, padahal kamu juga yang telah menghancurkan hidup dan masa depan ku dari kecil,,,mamah ku meninggal pasti karena kamu,,kamu telah membunuh nya..!!!!!!Aluna berkata sambil berteriak histeris sambil mendorong Robert.


Tapi karena tubuh Robert yang kekar dan tenaga nya yang kuat dorongan Aluna tidak ada artinya,,bahkan tangan Aluna di pelintir oleh Robert,,Aluna langsung menjerit kesakitan.


"Anak pintar,, tebakan mu benar,,karena si pel***r bodoh itu tetap mencintai si Antasari.."Ucap Robert penuh penekanan di telinga Aluna.


"Dan satu lagi kamu tau sweety,,dari kamu kecil aku sudah memperhatikan tubuh mu dan aku tahu kalau kamu mempunyai tubuh yang sangat menggoda.."Ucap Robert sambil menggigit cukup keras telinga Aluna,, seketika Aluna memekik kesakitan,apa lagi Robert lebih menguatkan pelintiran nya di tangan Aluna.


"Sayang,, malam ini ada yang menginginkan mu,,kalau tidak sudah ku siksa kamu sampai besok."Ucap Robert sambil melepaskan pelintiran nya dan mendorong tubuh Aluna sampai tersungkur ke lantai.


"Ayo berangkat,,kita sudah di tunggu,,!!Ucap Robert sambil mencengkram pundak Aluna kasar untuk berdiri dan membawa Aluna bersama nya melangkah keluar kamar.


************


Di sebuah Kelab malam terkenal di New York,,di ruang VIP tampak sudah ada tiga orang bos besar,,di sana sudah ada juga Aluna dan Robert yang baru saja datang.


"Hai,, Aluna apa kabar??Tambah cantik saja kamu.."Ucap salah satu bos berambut botak dan perut Buncit dengan tatapan nakal memperhatikan Aluna dari ujung rambut sampai ujung kaki.

__ADS_1


"Kabar baik..."Jawab Aluna dengan senyum terpaksa dan duduk di hadapan pria botak itu.


Sedangkan dua pria yang hadir dengan postur tubuh yang tinggi dan wajah cukup tampan dengan usia yang jauh lebih muda dari Robert hanya menatap Aluna dengan tersenyum.


"Bagaimana pak Angkasa dengan tawaran saya.."Ucap Robert sambil menatap pria berpostur tinggi dengan kulit putih dan mata sedikit sipit yang bernama Angkasa.


"Saya terima tawaran nya,,tapi apa nona ini bisa menemani saya sampai besok malam.."Jawab pria yang bernama Angkasa itu sambil menatap tajam Aluna.


Aluna bernapas lega,, setidaknya bukan pria botak berperut buncit yang menginginkan nya.


"Aku akan membuat pria ini membantu ku lepas dari jeratan ib**s ini.."Batin Aluna.


Aluna tersenyum manis kepada Angkasa.


"Oh silahkan,, pakailah dia sepuas pak Angkasa,, asal kan bapak bisa memberikan keuntungan berlipat-lipat kepada saya..."Ucap Robert sambil melirik Aluna dengan seringai jahatnya.


Aluna membuang pandangan dari Robert.


"Wah sayang sekali,, penawaran saya kalah tinggi dari pak Angkasa,, padahal saya sudah membayangkan bersama Aluna yang aduhai..:"Ucap pria berkepala botak sambil menelan ludah menatap Aluna.


"Tenang saja,,anda pasti bisa mencicipi nya dengan sepuasnya..."Ucap Robert sambil tertawa.


"Saya juga mau lah pak Robert.."Ucap pria satu lagi dengan badan tegap berkulit sawo matang,,yang terus menatap Aluna.


Mereka semua tertawa terbahak-bahak sambil menatap penuh napsu ke Aluna.


"Jangan lama-lama kau pakai dia kawan.."Ucap pria botak itu lagi kepada Angkasa.


"Bisa di atur itu.."Ucap Angkasa santai sambil mengedipkan matanya.


Mereka kembali tertawa,,Aluna merasa dirinya bagaikan barang yang sedang di perebutkan dan di jadikan sebagai alat bisnis bajingan seperti Robert.


****************


Sementara di kantor Antasari, tampak Antasari,Bima,Bayu dan Beni sedang berada di ruangan Antasari.


"Bagaimana Ben,,sudah ada info tentang Aluna?.."Tanya Antasari menatap Beni.


"Ternyata Robert membawa Aluna ke mansion nya bukan apartemen, menurut info sesampainya di New York Aluna selalu mendapatkan siksaan dari Robert,,dan Robert berniat menjual Aluna kepada rekan-rekan bisnisnya.."Ucap Beni dengan menatap bergantian Antasari,Bima dan Bayu.


"Kurang ajar..!!!"Ucap Antasari geram.


"Tapi pak Antasari tenang saja,, karena salah salah satu Intel sudah berhasil masuk ke bisnis Robert dan Aluna akan bersama nya,, karena Intel itu sudah berhasil mengelabui Robert.

__ADS_1


"Oh ya?.. Syukurlah.."Ucap Antasari.


"Ternyata ibu Rossa juga di jual oleh Robert,, sehingga ibu Rossa hamil dan melahirkan Aluna di Rumah Sakit Jiwa, sampai akhirnya Aluna di titipkan di panti asuhan."Beni menjelaskan.


",Tapi atas obat yang di berikan Dokter Malik ibu Rossa bisa sembuh dari gangguan jiwa nya dan lupa kalau Robert yang menghancurkan hidupnya,, seperti nya Dokter Malik memberikan obat yang sama seperti obat yang dia suntikan ke pak Antasari,,, sehingga ibu Rossa mau di nikahi nya, , sampai akhirnya Robert membunuh nya saat Aluna berusia 10 tahun..."Beni menjelaskan.


"Dan Robert memperkosa Aluna sebelum usia Aluna genap berusia 12 tahun.."Beni menjelaskan lagi sambil menundukkan wajahnya.


"Kurang ajar,, bajingan., aku berjanji pada Rossa akan ku bunuh bajingan itu..!!!"Ucap Antasari geram dengan wajah merah padam dan tangan mengepal.


"Tenang pak Antasari,,Aluna ada di tangan yang aman sekarang,,saya akan kesana menjemput Aluna.."Ucap Beni mencoba menenangkan Antasari.


"Pah,,biar Bima bersama om Beni yang berangkat ke New York untuk menjemput Aluna,,"Ucap Bima.


"Papah juga ikut ke New York,, papah ingin menghancurkan bajingan itu dengan tangan papah sendiri.."Ucap Antasari masih dengan penuh kemarahan.


"Baiklah kalau begitu kita berangkat sekarang.."Ucap Beni.


Bima dan Antasari mengganguk.


"Bay.. urusan kantor Lo yang handle dulu ya,, jangan bilang Nelam dan mamah kalau kami ke New York untuk menemui Robert.."Ucap Bima menatap ke arah Bayu.


"Oke bro,,Lo tenang aja,,gw juga ga mau calon istri dan calon mertua gw sedih,.."Ucap Bayu sambil meninju pelan pundak Bima.


Bima hanya tersenyum kecut.


"Oke,,kita berangkat sekarang.."Ucap Antasari sambil beranjak dari duduknya.


"Kalian hati-hati ya.."Ucap Bayu.


Antasari,Beni,dan Bima mengangguk,, mereka pun bergegas ke bandara untuk penerbangan ke New York.


*****************


Bisakah Antasari dan Bima membebaskan Aluna..???


Ikuti bab selanjutnya..


Dukungan kalian selalu author nantikan.


Vote,,like dan komen selalu author.


Selamat menjalankan ibadah puasa.

__ADS_1


Sehat selalu buat kita semua.


__ADS_2