
Delano keluar dari mobil dengan sikap siaga. Untuk mengecek siapa orang yang sudah berani menghadang perjalanan mereka. Tangannya sudah siap berada di pinggang kanan jika memang harus mengeluarkan senjatanya untuk melindungi nyonya besarnya.
Pria yang memiliki profesi tidak main-main itu terus melangkah mendekati mobil fan yang berada tepat di depan mobilnya, yang hanya berjarak sekitar 5 meter saja.
Ketika langkahnya semakin dekat, seseorang keluar dari mobil fan berwarna hitam. Delano sangat mengenali orang yang baru saja keluar dari mobil tersebut. Merasa orang tersebut tidak terlalu membahayakan, pria itu mengendurkan sikap siaganya walau masih tetap berjaga-jaga jika saja seseorang yang menghadangnya itu memiliki niat jahat.
"Del, kau bersama dengan Nyonya Seren?" tanya seseorang itu ketika mereka hanya berjarak sejengkal langkah saja.
"Iya, Tuan. Ada apa sampai anda mencegat perjalanan kami?" tanya Delano heran.
Tidak biasanya seseorang itu sampai mencegat perjalanannya, biasanya jika memang ingin menemui nyonya besarnya, orang itu akan datang atau sekedar meminta bertemu di suatu tempat.
"Aku perlu bicara dengannya," jawabnya santai.
"Baiklah, saya tanyakan Nyonya Seren lebih dulu." Pria itu langsung membalikkan tubuhnya untuk menghampiri sang nyonya besar.
__ADS_1
Sementara di dalam mobil, Syifana yang memang terbangun karena mobil mengerem mendadak kini sedang di tenangkan oleh Mama Seren. Awalnya perempuan muda itu begitu ketakutan, akan tetapi saat melihat siapa orang yang sejak tadi tertutup tubuh sang sopir itu membuatnya rasa takutnya perlahan sirna.
Ketukan di kaca mobil membuat Mama Seren langsung membuka kaca mobil tersebut. Wanita paruh baya dan perempuan muda yang ada di dalam mobil itu juga mengenali pria yang menghadang jalan mereka.
"Ada apa, Del? Kenapa Reiner menghadangku?" tanya wanita itu ketika sang bodyguar sekaligus supirnya itu mendekat.
"Tuan Reiner perlu bicara dengan anda, Nyonya, apa anda tidak keberatan?"
Delano langsung menyampaikan maksud pria yang tengah menunggu mereka di tempatnya itu. Sesekali Delano kembali memandang Reiner yang dengan sabar menunggu.
Delano akhirnya kembali menemui Reiner yang masih setia di tempatnya, pria itu tidak berubah tempat sedikitpun. Masih dengan sabar menanti jawaban yang akan di dapatkan.
"Tuan, Nyonya bersedia, tetapi menyuruh Anda untuk menunggu di cafe biasanya." Delano tanpa basa-basi menyampaikan jawaban dari nyonya besarnya.
Reiner memijit pelipisnya setelah mendengar jawaban yang di dapatkannya. Pria gagah itu menatap sang bodyguar nyonya Seren dari atas sampai bawah.
__ADS_1
"Aku yang akan menyampaikan sendiri maksudku kepada Nyonya Seren, Del, bolehkan? Aku tidak mungkin menunggu lagi dan membuang-buang waktu," ujarnya memberi penawaran.
Delano terlihat bimbang untuk memberikan jawabannya, cukup lama pria kepercayaan Nyonya Seren itu terdiam, menimang keputusan yang akan dia berikan kepada pria yang bukan orang sembarangan di hadapannya.
"Tapi, Tuan ...."
"Aku menjamin keselamatan Nyonya Seren dengan nyawaku sendiri, Del, apa kau tidak percaya?" sela Reiner mencoba meyakinkan agar pria di depannya memberikan dia izin untuk menemui wanita paruh baya itu.
Meski ragu, akan tetapi akhirnya Delano memberikan izin kepada Reiner untuk menemui Nyonya mudanya. Lagi pula sepertinya pria berkuasa itu tidak memiliki niat jahat kepada nyonyanya.
Mereka melangkah beriringan hingga sampai di samping mobil, Delano menghentikan langkahnya. Pria itu kembali menimang keputusannya. Apakah yang dia ambil tidak salah kali ini. Namun, Nyonya Seren justru keluar dari mobil. Wanita itu penasaran karena Reiner mengikuti tangan kanannya sampai ke mobilnya.
"Ada apa, Rei? Bukankah sudah aku bilang tunggu aku di cafe?" tanyanya seraya menghampiri kedua pria yang berada di samping mobilnya.
"Maaf, Aunty, tapi ini urgent!"
__ADS_1
Bersambung...