Dendam Cinta Tuan Alvin

Dendam Cinta Tuan Alvin
Dimana Adiku


__ADS_3

Usahanya menghubungi Reiner tidak membuahkan hasil, Alvino memutuskan untuk mendatangi markas Deadly Scorpion. Pria itu tanpa permisi melenggang masuk ke dalam markas tersebut. Beberapa anggota yang melihat kedatangan pria yang merupakan anak dari musuh klan mereka hanya menatap sengit ke arah pria yang tengah berjalan masuk tanpa rasa malu sedikitpun.


Alvino sama sekali tidak memperdulikan tatapan-tatapan yang mengarah kepada dirinya. Pria itu tetap berjalan dengan angkuh meskipun tahu semua anggota di tempat itu tidak suka dengan kedatangannya.


Reiner yang kebetulan baru keluar dari ruangannya, melihat kedatangan Alvino. Pria itu segera melangkah mendekati pria yang tidak memiliki sopan santun saat masuk ke tempat orang lain.


"Mau apa kau kesini?" tanya Reiner saat sudah berada di depan Alvino.


Alvino tidak menjawab, pria itu justru menarik kerah kemeja yang digunakan Reiner dengan kencang. Sementara Reiner yang mendapat serangan tiba-tiba hanya membalas lewat seringai licik.


"Katakan, dimana kau sembunyikan istriku!" bentak Alvino dengan berani.


"Aku tidak salah dengar? Kau bertanya tentang istrimu kepada orang lain," jawab Reiner santai.


Pria itu bahkan tidak merasa terpojok dengan apa yang di lakukan oleh Alvino. Beberapa anggota Deadly Scorpion ingin melerai, akan tetapi justru di tahan oleh sang pemimpin.


Ferry yang melihat tuan mudanya di serang oleh Alvino juga diam saja. Tidak berniat melindungi Reiner yang masih terlihat santai tanpa beban.

__ADS_1


"Kau jangan jadi pengecut, Kak! Aku yakin, kau yang sudah menculik istriku." Alvino mendorong tubuh Reiner menjauh.


Reiner mengibaskan tangannya di tempat Alvino menyerang. Pria itu seperti sedang membersihkan kotoran yang menempel di pakaiannya.


"Memangnya aku mendapatkan keuntungan apa kalau menculik seorang istri yang tidak di anggap oleh suaminya sendiri? Aku rasa lebih baik menculik Ara dari Ali," jawabnya tanpa menatap Alvino sedikitpun.


Saat mendengar ucapan Reiner, Alvino semakin terbakar amarah. Belum selesai urusan Syifana, kini Reiner justru membahas tentang Ara. Perempuan yang saat ini sedang berusaha dia lupakan.


"Sebelum istriku di culik, hanya kau yang mengancamku, Kak!" tuduh Alvino yang semakin kesal.


Teriakan dan umpatan yang keluar dari mulut Alvino sama sekali tidak di hiraukan oleh Reiner. Pria itu tetap pergi dari markasnya tanpa menoleh sedikitpun ke belakang.


"Tuan, apa tidak masalah kalau meninggalkan dia di markas kita?" bisik Ferry.


"Tidak perlu khawatir, dia tidak mungkin berani menghancurkan markasku," ucap Reiner dengan santainya.


"Kalian kembali pada tugas kalian masing-masing, tidak perlu memikirkan pria tidak waras itu!" perintah Reiner ketika para anggota Deadly Scorpion justru memperhatikan Alvino.

__ADS_1


Sedangkan Alvino yang tidak di hiraukan oleh Reiner, akhirnya memutuskan untuk pergi dari tempat itu.


Alvino memasuki mobil yang dia kendarai seorang diri. Melajukam mobil itu dengan cepat untuk kembali ke markas Wild Wolf. Pria itu sangat yakin bahwa Reiner yang sudah menculik Syifana.


"Fana, plis kembalilah! Aku janji tidak akan pernah menyakiti kamu lagi," gumamnya penuh keyakinan.


Saat sedang mengendarai mobilnya, ponsel Alvino berdering. Pria itu segera menerima panggilan tersebut tanpa melihat dulu siapa yang menghubunginya.


"Apa?" sentaknya dengan suara lantang.


"Adik ipar macam apa kau, berani sekali membentakku."


Alvino langsung gelagapan saat mendengar suara yang tidak asing di telinganya. Meskipun belum pernah berbincang dengan pria yang merupakan kakak kandung sang istri, akan tetapi beberapa kali dia pernah mendengar suara tersebut.


"Dimana adikku?"


Bersambung...

__ADS_1


__ADS_2