
Sesuai dengan yang di perintahkan oleh Alvino. Saat menjelang pagi tiba, Alvino dan Andri baru saja sampai di mansion. Mereka segera menuju gedung penyimpanan untuk memeriksa pekerjaan para bawahannya. Ketika masuk, senyum lega terpancar dari wajah tampan pria itu.
"Bagus, kalian benar-benar bisa di andalkan." Alvino memuji para anak buahnya yang sudah selesai menyingkirkan setiap anggota tubuh manusia yang semula disimpan di tempat itu.
"Terimakasih, Tuan." Para anggota menjawab kompak.
"Kalian boleh istirahat, nanti siang kumpulkan semua anggota wild wolf di markas. Aku tidak mau ada satupun yang tidak hadir!"
"Baik, Tuan. Kami permisi," pamitnya pada atasan.
Mereka semua segera meninggalkan tempat tersebut. Meski banyak sekali pertanyaan yang ada di benak mereka karena si bos tiba-tiba memerintahkan mereka menguburkan semua barang yang susah-susah mereka kumpulkan.
Kini gudang tersebut sudah bersih. Hanya tersisa deretan berbagai senjata koleksinya. Andri masih memperhatikan wajah bosnya yang sama sekali tidak menampakkan raut kesal karena telah membuang semua bisnis gelapnya tersebut.
"Tuan, boleh saya bertanya?"
__ADS_1
Alvino yang semula masih melihat sekeliling menoleh pada Andri di sampingnya. "Tanya apa, Ndri?"
"Sebelumnya maaf jika saya lancang, tapi saya benar-benar penasaran kenapa anda memulai perubahan anda dari gudang ini?" tanya Andri dengan hati-hati, dia takut jika bosnya akan tersinggung.
Wajah Alvino seketika berubah sendu ketika mendapatkan pertanyaan tersebut. Senyum kecut menghiasi wajah tampannya. Ingatannya kembali pada saat dia menghukum sang istri di dalam gudang ini. Saat itu bahkan Syifana hampir menjadi mangsa ular berbisa peliharaannya.
"Kau ingat, aku pernah mengurung Fana di gudang ini? Dia pasti ketakutan ketika melihat banyaknya organ tubuh manusia yang kita simpan disini. Aku bahkan hampir membunuh dia dengan ular-ular peliharaanku," jelas Alvino penuh rasa sesal.
Andri mengangguk paham karena dialah yang menjadi saksi bagaimana saat istri kecil sang bos hampir dimangsa beberapa ular. Beruntung dia memutuskan untuk kembali ke gudang untuk memeriksa keadaan nona mudanya. Jika tidak, mungkin perempuan itu sudah kehilangan nyawanya.
"Kau akan tahu nanti, sekarang istirahatlah!" perintah Alvino sebelum melenggang pergi.
Lelah yang mendera tubuhnya membuat Alvino tidur dengan nyenyak. Pria itu bersikap seolah-olah tidak memiliki beban, padahal bebannya saat ini luar biasa. Terpaksa harus menjauhi istri yang baru saja dicintai serta kehilangan calon keturunannya merupakan beban yang tidak semua orang mampu memikulnya.
Pada pukul setengah dua belas siang Alvino baru saja terbangun dari tidur nyenyaknya. Pria itu mengelus sebuah bingkai foto yang diambil dari kamar sederhana Syifana. Sebuah potret pernikahan keduanya saat itu.
__ADS_1
"Sabar sampai aku berhasil memantapkan diriku untukmu, Fana. Semoga kamu juga bisa kuat menjalani ujian ini," ujarnya dengan senyum kecut.
Alvino menaruh kembali bingkai foto itu keatas nakas lalu beranjak menuju kamar mandi. Dia tidak bisa bersantai karena masih banyak yang perlu dikerjakan olehnya.
Selesai membersihkan dirinya dan berganti pakaian Alvino keluar dari kamarnya. Pria itu berjalan dengan langkah lebar memasuki mobil untuk segera menuju markas.
Setelah menempuh perjalanan hampir tiga puluh menit akhirnya Alvino sampai di markas Wild Wolf. Ketika masuk ternyata seluruh anggota sudah berkumpul untuk menyambut kedatangan sang pemimpin. Semua anggota termasuk Andri menunduk hormat pada Alvino.
"Andri, sudah kau pastikan bahwa tidak ada satupun yang tertinggal? Aku tidak mau ada satu anggotaku yang ketinggalan pengumuman penting yang akan aku sampaikan saat ini."
"Saya sudah pastikan sendiri, Tuan. Mereka sudah lengkap," jawab Andri dengan tegas.
Alvino menghela napas panjang sebelum menyampaikan informasi penting mengenai masa depan wild wolf nantinya. Pria yang merupakan pewaris tunggal klan bengis setelah sang pendiri meninggal dunia sudah mengambil sebuah keputusan yang pasti akan menimbulkan pro dan kontra antar anggota.
"Langsung saja, saya akan menyampaikan keputusan saya mengenai wild wolf. Sebelum itu saya mempersilahkan jika ada yang keberatan dengan keputusan yang saya ambil, kalian boleh pergi dari sini." Alvino menjeda ucapannya, membuat seluruh anggotanya penasaran.
__ADS_1
"Sebagai pewaris tunggal klan yang didirikan oleh ayah saya, Tuan Rico Maladeva. Mulai saat ini, saya akan membubarkan klan mafia bengis wild wolf." Informasi yang diberikan oleh si pemimpin membuat seluruh anggotanya terlonjak kaget.