Dendam Cinta Tuan Alvin

Dendam Cinta Tuan Alvin
Berubah


__ADS_3

Seperti yang dikehendaki oleh Alvino. Andri akhirnya memanggil beberapa anggota wild wolf untuk membantunya menyingkirkan semua barang yang ada di gudang penyimpanan. Jika hanya dia dan sang bos yang mengerjakan itu, dia yakin akan memakan banyak sekali waktu yang terbuang sia-sia. 


"Tuan, apakah tuan muda serius dengan keputusannya sekarang? Padahal sayang sekali jika bisnis ini di tinggal begitu saja." Seorang anggota bertanya pada Andri dengan berbisik lirih. 


Andri yang semula sedang sibuk membereskan beberapa peliharaan si bos langsung menoleh ke arah anggota yang bertanya padanya. Dia memelototi si anak buah agar tidak banyak bertanya. 


"Kau jika tidak ingin membantu, silahkan keluar. Tuan muda tidak membutuhkan anak buah banyak omong sepertimu," ancamnya pada bawahannya. 


Mendapatkan ancaman seperti itu tentu saja bawahan itu langsung diam. Tidak ingin kehilangan pekerjaannya jika terus menuruti rasa ingin tahunya itu. 


"Andri, kau sudah selesai mengumpulkan peliharaanku?" Teriak Alvino dari arah pintu gudang. 


Andri menoleh ke arah sang bos lalu mengangkat tangan bagian ibu jarinya sebagai tanda bahwa dia sudah selesai membereskan beberapa peliharaan beracun yang selama ini di pelihara oleh Alvino. 


"Bagus! Ayo kita lepaskan mereka di hutan belantara. Yang lain, tetap kerjakan pekerjaan kalian masing-masing. Aku mau saat kembali nanti, setidaknya separuh dari tub*h-tub*h itu sudah selesai di bereskan!" perintahnya dengan nada tegas. 


"Baik, Tuan muda." Semua anggota yang ada di tempat itu menjawab serentak. 

__ADS_1


Andri membawa keluar wadah-wadah yang menjadi tempat menaruh binatang peliharaan Alvino keluar dari gudang dengan dibantu oleh dua bawahannya. Mereka segera memasukkan semuanya ke sebuah truk yang sudah siap di depan pintu gudang. 


Setelah selesai, Andri mengendarai sendiri truk itu. Sedangkan Alvino duduk di sampingnya. Wajah pria itu terlihat mengulas senyum tipis. Andri dapat melihatnya melalui pantulan spion di atasnya. 


"Ini adalah langkah awal perubahanku, Fana. Semoga ini keputusan terbaik yang saya ambil," gumam Alvino lirih. 


Andri yang mendengar gumaman lirih sang bos, tersenyum lega. "Ternyata sekarang anda sudah lebih dewasa, Tuan. Berbeda dengan ketika anda kehilangan Nona Ace. Sepertinya anda sudah benar-benar menemukan cinta sejati anda. Saya akan lebih fokus membantu anda dalam usaha anda kali ini," batin Andri dengan tekatnya. 


Kedua pria tampan yang memiliki kuasa di klan wild wolf itu saat ini sedang menuju hutan lindung. Alvino sengaja ingin melepaskan semua binatang peliharaannya di tempat asal dia mengambilnya. 


Setelah menempuh perjalanan yang cukup panjang, Andri menghentikan laju truk yang di kendarainya di tempat yang menurutnya aman. Mereka melepaskan satu persatu binatang itu persis di tempatnya. Meski kedua pria itu juga harus berjalan cukup jauh untuk masuk ke dalam hutan. Namun, itu sama sekali tidak merubah tekad Alvino. 


"Sudah selesai, Ndri. Sekarang kita pulang ke mansion!" 


"Baik, Tuan." 


"Apa kau lelah, Ndri? Mau bergantian?" tawar Alvino ketika Andri akan masuk ke bagian kemudi. 

__ADS_1


"Tidak, Tuan. Saya baik-baik saja," tolak Andri dengan sopan. 


 "Baiklah, tapi jika kau lelah bilang saja padaku." Alvino akhirnya masuk ke bagian samping kemudi. 


Mereka sekarang dalam perjalanan pulang ke mansion. Beberapa kali Andri melirik si bos yang duduk dengan tenang di sampingnya. Pria itu terlihat seperti orang yang tidak memiliki beban apapun. Padahal Andri sangat mengerti bahwa bosnya itu saat ini sedang menyembunyikan sesuatu darinya. 


"Tuan," panggil Andri lirih. 


"Kenapa, Ndri? Kau lelah?" tanya Alvino yang mengira sekretarisnya itu mengajak bergantian untuk mengemudikan truk besar itu. 


"Tidak, Tuan. Saya masih bisa mengemudikan truk ini. Saya hanya ingin memastikan, anda benar-benar dalam keadaan baik." 


Alvino tertawa ringan seraya menyandarkan punggungnya. "Jika kau tidak percaya bahwa aku baik-baik saja, maka bantu aku untuk berubah, Ndri. Aku ingin menjadi pria yang lebih baik lagi demi …." 


"Demi Nona Syifa?" tebak Andri dengan cepat. 


Gelengan kepala Alvino membuat Andri merasa bingung. Jika bukan untuk Syifana, lalu untuk siapa perubahan itu di lakukan oleh bosnya. 

__ADS_1


"Aku ingin berubah demi diriku sendiri, Ndri. Aku ingin Fana melihatku tanpa rasa takut," lirihnya dengan tatapan lurus kedepan. 


__ADS_2