
Pagi itu di suatu daerah di Wajo yang dinamakan Sengkang tepatnya sebuah kota yang tak begitu terkenal di kalangan masyarakat Indonesia, terlihat seorang gadis kecil yang begitu riang bermain di depan sebuah rumah kecil berdinding rotan di bawah pohon mangga yang rindang. Gadis kecil itu bernama Adra , ia bermain dengan begitu riangnya bersama teman-temannya yang tak lain adalah tetangga dekatnya sendiri.
Terlihat Adra sedang bertugas mencari 4 temannya yang bersembunyi setelah ia mengitung sampai sepuluh.
“ Mmmm... Mereka sembunyi di mana yah?” gumam Adra dalam hati sembari menggaruk-garuk kepalanya yang tak gatal dan melihat sekeliling.
Ketika sedang sibuk mencari teman-temannya, tiba-tiba sebuah sandal jatuh dari pohon dan hapir menimpa Adra.
“Huufftt... hampir saja kena” gumam Adra.
“Aduuhh... sendal gua pake jatuh segala” Ucap seorang anak laki-laki sambil menepuk jidatnya dan terus mengutuk kebodohannya hingga seceroboh itu. Ketika Adra menghindari dari sendal itu, ia kemudian menengok ke atas.
__ADS_1
“Naaahhh.. Zein ketemu!!!” sorak Adra kegirangan. Zein pun berkali-kali menepuk jidatnya dan menunjukkan muka kecewanya karena Adra menemukannya petama kali.
“Kenapa sih lu harus nemuin gua duluan” sungut Zein kesal.
“Yaa salah sendiri, siapa suruh ngejatuhin sendal, weekk” saut Adra dengan menjulurkan lidahnya lalu menarik bawah matanya tanda mengejek.
“Yee emang itu maunya gua apa!” tukas Zein.
“Tapi, Ra...”
“Apa lagi sih, udah cepet turun siniii!” jawab Adra memotong perkataan Zein karena kelamaan menunggu.
__ADS_1
“Gua gabisa turun” ucap Zein dengan wajah yang memelas.
“Aduuhh elu gimana, sih! Pintar manjat tapi gatau cara turunnya. Yaudah tunggu disini bentar!” ucap Adra.
“Eheheh..okey! cepetan ya Raa” kata Zein sambil menaikkan jarinya dengan menyatukan ujung telunjuk dan ibu jarinya tanda ia setuju.
Tak lama kemudian Adra datang dengan membawa tangga dari bambu kering yang tak terlalu berat hingga Adra tak membutuhkan bantuan orang dewasa untuk mengangkatnya. Adra memanglah seorang gadis kecil yang cantik namun dia ternyata memiliki sifat lelaki yang kuat atau bisa dibilang dia memiliki sifat tomboy hingga tenaganya hampir seperti laki-laki, termasuk kebiasaannya.
Setelah meletakkan tangga tersebut ke batang pohon agar Zein bisa turun dari pohon, Adra mengelap keringat yang bercucuran di keningnya karena sedikit kewalahan mengangkat tangga itu.
Setelah Zein turun, mereka pun melanjutkan permainan dan berusaha mencari temannya yang lain. Tiba-tiba Adra menghentikan langkahnya lalu menahan Zein agar berhenti berjalan.
__ADS_1