
Sudah hampir satu bulan ini Jasmine mengikuti pelajaran melalui online. Semua temannya belum tahu kondisi Jasmine sekarang kecuali Maya. Hari ini Mama Sinta datang ke butik tante Fira. Ia sengaja memesan gaun sambil mencari informasi tentang Jasmine.
"Selamat pagi..." ucap mama Sinta pada Dara saat baru memasuki butik.
"Selamat pagi bu..." sambut Dara ramah.
"Bisa saya bertemu bu Fira dan bu Tika?" tanyanya langsung.
"Bisa bu... mari saya antarkan" kata Dara lalu berjalan beriringan dengan mama Sinta.
Setelah mengetuk pintu ruangan atasannya Dara pun masuk untuk memberitahu jika bu Sinta ingin bertemu. Tante Fira dan mama Tika pun terkejut pasalnya sejak mereka memberitahu jika Jessica sudah tidak bekerja disana baik pak Adam mau pun ibunya tak pernah lagi datang ke butik mereka. Namun mereka langsung menyambutnya dengan hangat.
Setelah berbasa-basi dengan alasan ingin memesan gaun pada mama Tika, akhirnya bu Sinta pun bisa lebih akrab dengan kedua wanita itu. Memang bu Sinta yang bersifat supel sangat mudah melakukan pertemanan dalam waktu singkat. Demikian pula dengan mamaTika dan tante Fira yang langsung nyaman berbincang dengan bu Sinta.
Dari masalah butik hingga merembet pada masalah keluarga kedua wanita itu tak sadar jika bu Sinta sedang mengorek informasi dari keduanya tentang Jasmine. Tapi untung saja Jasmine yang pernah meminta mamanya untuk menutupi keadaannya sekarang pada semua orang termasuk para pelanggannya. Jadi mama Tika dan tante Fira hanya memberikan informasi palsu tentang Jasmine yang sedang ikut pertukaran pelajar di luar negeri.
Bu Sinta pun percaya sebab melihat kemampuan Jasmine bisa di pastikan gadis itu bisa melakukannya. Setelah mendapatkan informasi yang ia inginkan bu Sinta pun pamit dan meninggalkan butik. Mama Tika dan tante Fira bahkan mengantar bu Sinta hingga ke depan butik. Setelah masuk ke dalam mobil bu Sinta pun langsung menghubungi putranya Adam.
Saat Adam mendengarkan informasi dari mamanya ia pun merasa lega karena ternyata gadisnya tak apa-apa. Kini ia bisa fokus mengurus bisnisnya di Sidney. Saat ini ia akan membiarkan Jasmine sendiri dengan studynya dan berharap waktu tiga tahun segera berlalu dan ia bisa kembali menemuinya.
...............
Jasmine baru saja selesai dengan kelas onlinenya saat mama Tika masuk ke dalam kamar gadis itu.
"Bagaimana sayang? apa belajarmu lancar?" tanyanya sambil mendekat pada Jasmine.
"Iya ma... tapi tetap saja lebih menyenangkan jika bisa belajar langsung di sekolah..." ucap Jasmine.
"Kenapa tidak kau lakukan saja? bukankah sekolahmu juga ramah pada anak-anak dengan keadaan sepertimu?" ujar mama Tika yang memang ingin putrinya kembali ke sekolah.
"Tapi apa aku tidak akan merepotkan temanku yang lain ma?" tanya Jasmine yang sesungguhnya juga rindu dengan teman sekolahnya.
__ADS_1
"Tentu saja tidak sayang... malah Maya sudah bilang sama mama kalau teman-teman sekelasmu sudah sering menanyakanmu" sahut mama Tika.
"Baiklah ma... Jasmine mau kembali ke sekolah..." kata Jasmine yang langsung mendapat pelukan dari mama Tika.
Keesokan harinya tampak Jasmine sudah rapi dengan mengenakan seragam sekolahnya. Mama Tika pun sudah mengganti mobilnya dengan yang bisa digunakan untuk membawa Jasmine yang berkursi roda. Setelah sarapan keduanya pun langsung pergi ke sekolah Jasmine.
Saat tiba di sekolah tampak Maya sudah menunggunya di gerbang sekolah. Ketika melihat mobil baru mama Tika ia pun segera menghampiri. Setelah mengeluarkan Jasmine dari dalam mobil dan mendudukkannya di kursi rodanya mama Tika pun mendorong kursi roda itu menuju ruang kelasnya bersama Maya.
Tampak para siswa memandang kearah Jasmine dengan pandangan iba namun ada juga yang memandangnya dengan tatapan menghina terutama Angel dan kawan-kawannya. Apalagi Cindy yang sudah bersorak dalam hati karena Jasmine kini cacat. Mereka berfikir jika Jasmine cacat maka berarti Rio tak akan lagi menyukai gadis itu. Hanya Jasmine dan Maya yang tahu jika Rio kini kekasih Maya.
Jasmine sudah tidak memperdulikan pandangan orang lain padanya. Ia hanya ingin kembali belajar dan menyelesaikan sekolahnya tepat waktu. Dan sejak hari itu Jasmine kembali menjalani kegiatan sekolahnya walau dengan menggunakan kursi roda.
.................
Tiga tahun kemudian...
Seorang gadis tengah mendorong kursi rodanya keluar dari ruang kuliah yang sudah kosong. Dia Jasmine yang kini telah kuliah semester dua di sebuah universitas negeri di kota B. Sejak lulus SMU ia dan Maya terpaksa berpisah karena Maya harus melanjutkan kuliahnya di luar negeri demi memenuhi keinginan kedua orang tuanya. Hingga ia harus berpisah bukan hanya dengan Jasmine tapi juga dengan Rio cinta pertamanya di SMU. Sebab sebelumnya Rio sudah kuliah terlebih dahulu di kota Y.
Mama Tika semula sangat keberatan dan khawatir jika putrinya itu jauh darinya namun berkat bantuan dari Maya dan tante Fira akhirnya Jasmine dapat meyakinkan mama Tika bahwa ia bisa hidup mandiri walau sekarang fisiknya mempunyai kekurangan. Dan selama satu tahun ini Jasmine sudah membuktikannya bahwa ia bisa hidup mandiri dan tetap berprestasi.
Setelah mendorong kursi rodanya sampai depan gerbang kampus Jasmine pun menunggu sopirnya menjemput. Memang salah satu syarat mama Tika memperbolehkan Jasmine kuliah diluar kota jika ia mau diberikan sopir yang akan mengantarkannya kemana pun.
Tak berapa lama mobil jemputan Jasmine pun datang. Dengan sigap sopir paruh baya itu membukakan pintu penumpang untuk Jasmine lalu gadis itu pun langsung mendorong kursi rodanya untuk masuk ke dalam. Mobil itu memang sudah dimodifikasi oleh mama Tika agar Jasmine dapat keluar masuk mobil dengan mudah.
"Apa kita langsung pulang non?" tanya sang sopir.
"Iya Mang hari ini aku ingin cepat istirahat..." sahut Jasmine.
Mobil itu pun langsung meluncur menuju kosan Jasmine. Ya walau mama Tika menyediakan mobil dan sopir pribadi Jasmine tetap tinggal di kosan seperti mahasiswa lainnya. Dia juga memilih kosan khusus putri dengan ibu kos yang juga tinggal di sana.
Setelah turun dari mobil dan berpamitan pada mang Oding sopirnya, Jasmine pun mendorong kursi rodanya memasuki rumah kosnya. Tampak beberapa teman satu kosnya sudah ada yang berada di kosan karena memang sudah agak sore.
__ADS_1
Jasmine pun menyapa mereka dengan ramah dan mereka pun membalasnya dengan ramah pula. Disini tampak semua orang bersikap baik padanya dan tak pernah menyinggung cacat fisiknya. Hal inilah yang membuatnya betah ditempat kosannya ini. Apa lagi ibu kosnya yang memperlakukan setiap anak kosnya seperti putrinya sendiri.
Sesampainya di kamar kosnya Jasmine segera memindahkan tubuhnya ke atas tempat tidur. Ia ingin berbaring sejenak setelah seharian ini duduk di kursi roda. Tanpa ia sadari ia pun tertidur karena kelelahan. Jasmine terbangun saat mendengar suara ketukan dari luar kamarnya.
"Jess... apa kau tidur?" terdengar suara ibu kosnya.
"Sebentar bu..." ucap Jasmine seketika mencoba berpindah pada kursi rodanya.
Jasmine memang sudah bisa berdiri walau hanya bisa sebentar namun itu bisa mempermudahnya saat berpindah dari dan ke kursi roda. Hal ini terjadi bukan dengan mudah. Jasmine terus melakukan terapi selama dua tahun hingga ia kini bisa berdiri walau cuma sebentar.
"Ada apa bu?" tanya Jasmine saat sudah membuka pintu kamar.
"Ini sudah hampir magrib Jess... apa kamu sudah mandi?" tanya bu Ratih ibu kosnya.
"Ini baru mau mandi bu... soalnya tadi aku ketiduran" kata Jasmine.
"Ya sudah sana mandi dulu..." suruh bu Ratih sambil tersenyum.
Setelah membersihkan diri dan sholat magrib Jasmine pun keluar dari kamarnya dan menuju ruang makan sebab di dalam kosan bu Ratih setiap anak kosnya harus makan bersama saat berada di dalam tempat kosnya. Sehingga membuat semua penghuni kosannya menjadi seperti keluarga.
Setelah makan malam Jasmine dan teman kosnya duduk-duduk sebentar di teras kosan sebelum mereka beristirahat di kamar masing-masing. Mereka saling mengobrol akrab yang membuat suasana di sana menjadi ramai. Bahkan bu Ratih juga ikut bergabung bersama anak kosnya.
Setelah lelah bercengkrama satu persatu mereka pun kembali ke dalam kamar masing-masing. Begitu juga dengan Jasmine. Saat baru saja ia merebahkan tubuhnya diatas tempat tidur terdengar ponselny berbunyi. Tampak di layar ponselnya nama mamanya....
"Halo Jess... bagaimana kabarmu sayang?" tanya mama Tika saat Jasmine mengangkat ponselnya.
"Jasmine baik-baik saja ma..." sahut Jasmine sambil tersenyum kecil.
Keduanya pun mengobrol sebelum akhirnya mama Tika mengakhiri panggilan ponselnya. Setelah itu barulah Jasmine mulai mencoba untuk tidur. Namun saat matanya mulai terpejam tiba-tiba ia teringat pada Adam. Bagaimana keadaan pria itu sekarang? apakah ia masih ingat dengan Jasmine gadis cupu yang sering menghabiskan waktu dengannya. Atau bahkan sudah melupakan Jasmine yang dianggapnya hanya sebagai anak kecil.
Jasmine mendesah pelan harapannya untuk bertemu dengan Adam kembali rasanya tak mungkin sejak ia sengaja menghilang karena kini ia telah cacat. Jasmine tak ingin dirinya menjadi beban bagi orang yang dicintainya itu.
__ADS_1