
Saat mama Tika baru saja memintakan ijin pada wali kelas Jasmine ia bertemu dengan Maya di depan kelas.
"Tante kenapa kemari? dan Jasmine mana?" tanya Maya.
"Hari ini Jasmine ga berangkat sekolah May...".
"Kenapa tante? apa Jasmine sakit?"
"Ga ... cuma kelelahan saja sebab semalam dia ga bisa tidur dan daripada dia ngantuk disekolah lebih baik tante suruh istirahat dulu di rumah" terang mama Tika.
Maya pun merasa lega karena ternyata sahabatnya itu baik-baik saja.
"Tante bolehkan kalau nanti aku ke rumah?"
"Tentu saja sayang..."
"Terima kasih tante"
"Ya sudah tante pergi dulu" kata mama Tika yang harus segera ke butik.
Maya pun mengangguk. Di rumah Jasmine hanya bisa tertidur sebentar karena tak terbiasa tidur di pagi hari. Dengan sedikit terhuyung ia keluar dari kamar dan menuju ke dapur untuk mengambil air minum.
"Non mau makan siang apa? tadi nyonya sudah memberitahu kalau hari ini nona ga berangkat sekolah" tanya bik Darti yang juga sedang berada di dapur.
"Eum belum tahu bik... nanti aku pesan makanan online aja..." sahut Jasmine sambil meneguk minumannya.
"Baik non..." jawab bik Darti lalu melanjutkan pekerjaannya sedang Jasmine kembali ke dalam kamar.
Karena tak mempunyai kegiatan di rumah membuat Jasmine merasa bosan. Akhirnya ia pun memutuskan untuk keluar sekedar menghilangkan rasa bosannya.
"Bik aku keluar sebentar ya..." pamitnya pada bik Darti.
"Lho non mau kemana?"
"Mau ke mini market di depan sebentar ada yang mau aku beli" jawab Jasmine memberi alasan.
"O.. tapi jangan lama-lama ya non... nanti kalau nyonya telpon saya jawab apa?"
"Bilang aja kalau aku lagi tidur bik... lagi pula aku ga akan lama kok" terang Jasmine.
Bik Darti pun mengangguk lalu kembali ke belakang unruk melanjukan perkerjaannya.
Dengan perasaan senang Jasmine pun berjalan keluar dari rumah. Ia sengaja berjalan kaki karena ingin menikmati suasana komplek yang sepi. Tanpa disadarinya ada seseorang yang tengah mengawasi dan mengikutinya.
"Dia sudah keluar dari rumahnya bos" ucap orang itu lalu mematikan sambungan ponselnya.
Sementara di seberang sana tampak pak Adam sedang tersenyum ternyata gadis pujaannya tidak apa-apa. Tak lama ia pun bangkit dari tempat duduknya dan berjalan keluar dari ruangannya.
"Tolong atur ulang jadwal saya hari ini... saya akan keluar sebentar" katanya pada sekretarisnya yang berada di depan ruangannya.
"Baik pak..." jawab sekretarisnya itu tanpa bertanya.
Dengan cepat Adam masuk ke dalam lift dan menekan tombol menuju lantai dasar. Sesampainya di lantai dasar ia langsung berjalan ke parkiran tempatnya memarkir mobilnya. Tak dihiraukannya sapaan dari para karyawan yang dilewatinya. Para karyawan yang biasa mendapatkan balasan ramah darinya pun merasa heran. Apalagi wajah atasannya itu tak menunjukkan ada masalah malah terlihat sangat bahagia. Tapi mereka tak berani menyinggungnya. Dengan tersenyum kecil Adam menyalakan mobilnya dan melajukannya ke sebuah mini market yang terletak cukup jauh dari kantornya.
"Apa dia masih disana?" tanyanya pada seseorang melalui ponselnya.
"Masih bos"
"Baiklah tetap awasi dia!" perintahnya dan diiyakan oleh orang yang di seberang sana.
Jasmine yang sejak tadi berkeliling di dalam mini market sedang kebingungan pasalnya ia tak tahu apa yang ingin ia beli sebab ia kemari karena terlanjur beralasan pada Artnya akan kemari.
__ADS_1
"Ufh... mau beli apa ya... kok jadi bingung sih!" gumamnya sambil melihat-lihat berbagai macam snack yang ada didepannya.
Sesekali ia meraih salah satu snack dan membolak-baliknya tapi kemudian ia pun mengembalikannya ketempatnya semula.
"Ah.. apa aku beli coklat sama ice cream saja ya... bukankah itu dapat membuat mood kita lebih baik?" batinnya.
Kemudian senyumnya pun mengembang lalu ia pun segera pergi ke tempat ice cream dan mengambil beberapa buah dengan varian rasa berbeda. Setelah itu ia pun berjalan ke arah kasir.
Sebelum ia membayar disempatkannya untuk mengambil beberapa batang coklat yang berada di depan meja kasir dan menyerahkannya pada petugas kasir untuk dihitung sekalian dengan ice cream yang sudah dipilihnya. Saat menunggu petugas kasir menghitung barang belanjaannya terdengar suara yang dikenalnya.
"Hai.." seketika Jasmine pun membalikkan badannya.
Tampak Adam tengah tersenyum menatapnya. Jasmine yang tak menduga akan bertemu dengan Adam di tempat itu terkejut dan tak mampu berkata-kata.
"Kamu tidak berangkat sekolah?" tanyanya.
Jasmine hanya menggelengkan kepalanya. Adam kembali tersenyum melihat tingkah polos Jasmine.
"Totalnya seratus tiga puluh lima ribu rupiah dek..." terdengar suara petugas kasir yang menyadarkan keterkejutan Jasmine.
"Biar saya yang bayar" ucap Adam langsung memberikan dua lembar uang merah dan biru.
"Kembaliannya buat mbaknya saja" sambungnya lalu mengambil keresek berisi belanjaan Jasmine. "Ayo ... " ucapnya lagi sambil menggandeng tangan Jasmine untuk keluar dari dalam mini market.
"Kenapa Om yang bayar? ini kan belanjaan saya" kata Jasmine saat keduanya sudah berada di depan mini market.
"Ga pa-pa sekali-kali bolehkan saya mentraktir kamu" ucap Adam.
"Seharusnya saya yang traktir sebagai tanda terima kasih karena pernah menolong saya" kata Jasmine merasa tak enak.
"Memang kamu udah kerja mau traktir saya?" tanya Adam.
"Tapi kan saya juga diberi uang sama mama saya untuk jajan" ucap Jasmine yang tak mungkin mengaku jika kemarin ia mendapatkan gaji saat menyamar sebagai Jessica.
"Mau ku antar pulang?"
"Memangnya om tahu di mana rumahku?"
"Kau kan bisa memanduku" jawab Adam yang tak ingin gadis itu tahu jika ia mengawasinya selama ini.
Jasmine pun mengangguk. Lalu mereka pun masuk ke dalam mobil.
"Kenapa kamu tidak berangkat sekolah?" tanya Adam sambil mengemudikan mobilnya.
Jasmine terdiam, tidak mungkin ia mengaku jika ia tidak jadi berangkat sekolah karena semalam tidak bisa tidur karena memikirkan pria yang ada disampingnya ini.
"Hem itu... tadi pagi aku sedikit kesiangan jadi dari pada terlambat sekalian saja tidak usah berangkat" ucapnya terpaksa berbohong.
"Apa kau sering melakukannya?"
"Tentu saja tidak... baru kali ini aku bolos seperti ini" kata Jasmine.
"Lalu kenapa kau bisa terlambat bangun ha? apa kau tidur larut semalam?"
"Bukan tidur larut... tapi memang tidak bisa tidur semalaman dan semua ini karena kamu..." batin Jasmine.
"I.. iya" jawabnya sedikit terbata.
"Lalu kenapa om bisa ada mini market tadi? bukannya seharusnya om berada di kantor?" tanya balik Jasmine yang memang penasaran mengapa pria itu bisa berada di sana pada saat jam kantor.
"Tadi aku ada urusan di sekitar situ lalu aku mampir kesana" ucap Adam beralasan.
__ADS_1
"Kenapa tidak beli apa-apa malah membayar belanjaanku?"
"Aku tidak menemukan yang aku cari dan saat melihatmu aku ingin mentraktirmu" terang Adam.
"O..." balas Jamine sambil mengangguk.
"Hem... kau mau langsung pulang ke rumah atau ....?"
"Eum... pulang aja... lagian ga ada yang temenin aku"
"Kan ada aku... kalau kau mau akan aku temani. Sekarang kau mau ke mana? akan aku antar...".
"Emangnya om ga kerja?" tanya Jasmine polos.
"Hari ini kebetulan ada jam kosong... kalau kau mau akan ku temani" tawar Adam yang sebenarnya ingin menghabiskan waktu dengan Jasmine.
Seketika wajah gadis itu bersinar. Sebenarnya ia memang bosan berada di rumah sendirian walau pun ada bik Darti.
"Mungkin sekali-kali aku bisa berbuat nakal dengan main di luar sebentar" batin Jasmine sambil tersenyum.
"Kalau begitu temani aku main di mall saja..." ucap Jasmine dengan semangat.
"Baiklah..." sahut Adam segera memutar mobilnya menuju ke mall terdekat.
Sesampainya di sana mall masih dalam keadaan sepi karena masih agak pagi. Jasmine segera menenteng belanjaannya tadi begitu turun dari mobil.
"Kenapa kau bawa? tinggalkan saja di mobil" kata Adam.
"Tapi nanti ice creamnya mencair om" ungkap Jasmine.
"Ya sudah kita makan dulu saja..." usul Adam.
Jasmine pun membuka kresek belanjaannya itu dan menunjukkannya pada Adam.
"Berapa banyak ice cream yang kau beli tadi?" tanya Adam saat melihat beberapa ice cream yang ada di dalam kresek.
"Lima om... soalnya aku pikir tadi sekalian buat stok di rumah" jawab Jasmine sambil meringis.
"Lalu bagaimana kita bisa menghabiskannya?" tanya Adam sambil memandang Jasmine.
Gadis itu pun menunduk tak enak.
"Baiklah kita ambil seorang satu lalu berikan sisanya pada orang lain" usul Adam.
"Kau jangan khawatir nanti saat akan pulang kita beli lagi" sambungnya.
Saat itulah melintas seorang tukang parkir. Adam langsung memanggilnya dan memberikan kresek berisi ice cream dan coklat padanya. Orang itu pun langsung mengucapkan terima kasih.
"Kenapa di berikan semua?" tanya Jasmine protes.
"Masih terlalu pagi untuk makan ice cream" ucapnya sambil mengacak rambut Jasmine lalu menggandeng tangan gadis itu masuk ke dalam mall.
Kurang lebih satu jam Jasmine bermain di area bermain mall. Bahkan sesekali Adam ikut bermain bersama gadis itu. Dan seperti janjinya Adam pun membelikan ice cream dan coklat untuk Jasmine. Pria itu bahkan membelikannya lebih banyak. Kemudian ia pun mengantar Jasmine sampai di depan rumah gadis itu tentu saja dengan petunjuk dari Jasmine.
"Cukup sekali ini saja kamu bolos dari sekolah oke?"
"Oke... aku janji" jawab Jasmine tersenyum.
"Belajarlah yang tekun dan cepat besar" ucap Adam yang dijawab dengan anggukan oleh Jasmine.
"Sudah sana masuk dan istirahatlah..." sambung Adam.
__ADS_1
Jasmine pun menurut dan segera keluar dari mobil. Gadis itu pun melambaikan tangannya saat Adam melajukan mobilnya meninggalkan tempat itu.