Dia Itu Aku

Dia Itu Aku
Kembali


__ADS_3

Di bandara .... setelah turun dari pesawat yang baru saja ditumpanginya tampak seorang pria dengan penampilan karismatik berjalan dengan tenang menuju pintu keluar. Seorang sopir sudah menunggunya di depan pintu keluar bandara.


"Selamat datang tuan...." sambut sopir tersebut dengan ramah.


"Terima kasih pak Karta..." sahut pria itu yang tak lain adalah Adam yang baru saja kembali dari Sidney.


Waktu tiga tahun sungguh membuat pria itu tampak bertambah tampan dan kedewasaannya membuat banyak wanita jatuh hati padanya. Tak terkecuali para wanita yang sejak tadi bertemu dengannya selama perjalanan dan didalam bandara.


Namun tak sedikit pun pria itu tertarik dengan pesona para wanita yang selalu menggodanya bahkan saat ia masih di negeri orang. Adam berjalan diiringi sopirnya yang membawakan kopernya menuju mobil yang sudah diparkirkan dekat pintu keluar.


"Bagaimana keadaan mama pak?" tanya Adam saat keduanya telah berada didalam mobil dan dalam perjalanan menuju rumahnya.


"Nyonya sangat baik tuan... beliau bahkan sudah menyiapkan pesta kecil-kecilan untuk menyambut anda..." sahut mang Karta sambil tersenyum.


Adam pun ikut tersenyum. Bisa ia bayangkan betapa hebohnya mama Aya menyambut kedatangannya karena memang sudah tiga tahun ia tak pernah pulang. Hanya mamanya saja yang terkadang datang ke Sidney untuk mengunjunginya.


Adam memandang keluar jendela, ingatannya kembali pada saat ia akan pergi tiga tahun yang lalu.


"Bagaimana keadaan kamu sekarang Jess? apa kau masih ingat padaku?" gumamnya dalam hati.


Tak lama mobil yang membawanya sudah tiba di depan rumahnya. Tampak beberapa pelayan sudah menyambutnya di depan rumah. Dan saat Adam masuk ke dalam rumah tampak mama Sinta sudah berdiri menyambut kedatangannya. Bahkan ia sudah mengundang beberapa teman dan kerabat dekat mereka.


"Mama..." panggilnya Adam.


"Sayang..." sambutnya langsung memeluk putra semata wayangnya itu.


Setelah berpelukan sebentar mama Sinta pun memulai pesta penyambutan kedatangan Adam. Beberapa tamu pun tampak membawa putri mereka untuk dikenalkan pada Adam. Namun pria itu hanya bersikap dingin pada setiap wanita yang dikenalkan padanya. Hanya mamanya yang tahu mengapa Adam bersikap seperti itu.


Setelah pesta itu selesai tampak Adam langsung masuk ke dalam kamarnya. Kamar yang sudah tiga tahun ini tidak ia tempati namun tempat itu tetap sama tak ada yang berubah. Saat membuka balkon kamarnya ia dapat melihat pemandangan kota yang selama tiga tahun ini tidak ia lihat. Fikirannya pun langsung melayang pada seorang gadis berkaca mata yang membuatnya menutup hatinya untuk setiap wanita yang mencoba mendekatinya.


"Kini kau sudah cukup umur Jess... aku akan segera menjemputmu..." gumam Adam sambil tersenyum membayangkan wajah Jasmine.


.........


Hari ini mama Tika datang ke kota B untuk mengunjungi Jasmine karena gadis itu tidak bisa sering pulang ke rumah. Saat Jasmine baru saja pulang dari kuliah ia terkejut saat melihat mobil mamanya sudah berada di pekarangan rumah kosannya. Saat ia turun dari mobil pun sudah tampak mamanya sedang berbincang dengan ibu kosnya.


"Assalamualaikum...." sapa Jasmine pada kedua wanita yang sedang asyik berbincang itu.


"Kamu sudah pulang nak?" tanya bu Dewi ibu kosnya.


"Iya bu...." sahutnya.


"Mama kapan datang?" tanya Jasmine pada mamanya sambil mencium tangan mamanya itu.


"Baru saja sayang..." sahut mama Tika langsung memeluk kepala putrinya.


"Sebenarnya ada apa mama datang kemari?" tanya Jasmine.

__ADS_1


"Kau lupa sayang? besok kan ulang tahun Dafa yang kedua.... tante Fira mengundang kita apa kau ingat?"


Dafa adalah putra tante Fira dan om Dani setelah hampir tujuh belas tahun menanti kehadiran seorang anak. Bayi gembul itu sangat lucu dan menggemaskan membuat setiap orang yang memandangnya langsung jatuh cinta termasuk Jasmine dan juga mamanya.


"Aih kenapa aku bisa lupa..." sahut Jasmine sambil menepuk keningnya pelan.


"Mama sudah menduganya...." kata mama Tika sambil tersenyum.


"Karena itu mama kemari untuk menjemput kamu... apalagi besok kan weekend.... jadi kamu libur kuliah kan?"


"Iya ma... kalau begitu aku mandi dulu ya ma..."


"Iya sana..."


Mama Tika pun melanjutkan obrolannya dengan bu Dewi sedang Jasmine masuk ke dalam kamarnya untuk bersiap.


Selesai mandi dan berkemas Jasmine lalu keluar dari kamarnya dan menemui mamanya di luar.


"Aku sudah siap ma..." kata Jasmine sambil memangku tasnya diatas kursi roda.


"Baiklah bu Dewi... kami permisi dulu" pamit mama Tika pada ibu kos Jasmine.


"Iya bu... sama-sama"


"Bu ... Jasmine pergi dulu ya..." pamit Jasmine.


Jasmine dan mama Tika pun segera masuk ke dalam mobil. Jasmine yang sudah bisa berdiri walau sebentar kini dapat berpindah dari kursi rodanya sendiri dan duduk di kursi depan di samping kemudi.


Setelah Jasmine masuk ke dalam mobil mama Tika langsung menutup pintu mobil lalu melipat kursi roda Jasmine dan menaruhnya di dalam bagasi. Lalu mama Tika pun masuk ke dalam mobil dan mengemudikan mobilnya kembali ke kota J untuk pulang.


Jasmine sangat senang kini ia bisa kembali duduk di depan bersama mamanya. Karena sejak ia lumpuh baru kali ini ia bisa duduk bersisian dengan mamanya di dalam mobil berdua.


"Kau sudah banyak kemajuan sayang" ungkap mama Tika.


"Iya ma... walau belum bisa berjalan setidaknya sekarang Jasmine sudah tidak terlalu merepotkan"


"Kamu tidak pernah merepotkan sayang...." kata mama Tika sambil menggenggam tangan Jasmine dengan sebelah tangannya.


Jasmine tersenyum. Memang semua kerja kerasnya dalam menjalani fisioterapi yang kadang terasa sangat menyakitkan bagi Jasmine kini sudah mulai menampakkan hasilnya. Walau pun terasa sangat lambat namun perkembangannya saat ini sudah sangat mengagumkan pasalnya dulu sang dokter pernah memvonis ia akan lumpuh selamanya.


Namun berkat do'a semua orang yang menyayanginya kini Jasmine sudah menunjukkan perkembangan dalam kesembuhannya.


"Ma... nanti temani Jasmine beli kado untuk Dafa dulu ya..." ucap Jasmine.


"Iya sayang..." sahut mama Tika.


Mereka pun melanjutkan perjalanan dengan saling bercerita tentang kegiatan mereka sehari-hari. Tak terasa mereka pun sudah sampai di kota J. Sebelum sampai di rumah mama Tika mengajak Jasmine untuk makan malam dulu di restoran langganan mereka.

__ADS_1


Setelah memesan menu favorit mereka keduanya pun kembali mengobrol sambil menunggu pesanan mereka datang. Setelah pesanan mereka datang keduanya langsung menyantap makanan yang ada didepan mereka lahap.


Mereka sampai di rumah sudah jam sepuluh malam. Setelah sholat isya' Jasmine pun langsung tidur karena sudah lelah sebab tadi sepulang kuliah langsung ikut mamanya pulang.


Jasmine bangun dengan perasaan senang karena ia akan bertemu Dafa yang menggemaskan. Setelah bersiap-siap Jasmine dan mama Tika pergi untuk membeli kado terlebih dahulu. Mereka sengaja masuk ke toko mainan karena Jasmine ingin membeli mainan sebagai kado untuk Dafa. Saat keduanya tengah memilih mainan mana yang cocok Jasmine dikejutkan dengan kehadiran Cindy yang langsung menyerangnya dengan kata-kata pedas.


"Wah...wah...wah... ternyata si lumpuh sedang belanja..." sindirnya pada Jasmine.


Jasmine yang tak mau menggubris ucapan Cindy pun hanya berlalu meninggalkan Cindy. Cindy pun mendengus kesal karena tak digubris oleh Jasmine.


Mama Tika yang kebetulan mendengar perkataan Cindy menjadi geram. Ia tak mau putrinya dibully. Saat Cindy baru saja hendak berbalik setelah ditinggal Jasmine terkejut saat tiba-tiba tangannya ditarik keras. Dan saat ia menoleh tampak mama Tika sudah berada dihadapannya.


"Tan...tante..." ucap Cindy tergagap.


Ia tahu siapa mama Tika. Walau bukan orang yang berkuasa namun mama Tika memiliki bukti rahasia Cindy yang tak diketahui oleh orang lain.


"Jangan sekali-kali kau ganggu putriku lagi! atau kau ingin masa depanmu hancur jika kubeberkan semua rahasia kecilmu hah!"


"A...anak?"


"Ya .... Jasmine putriku jadi.... jangan macam-macam!" kata mama Tika sambil berlalu.


"Sial.... kenapa selalu saja ada yang melindungi gadis cacat itu sih!" gerutu Cindy sambil menghentakkan kakinya karena kesal.


Sementara mama Tika sudah menghampiri Jasmine yang sudah berada didepan kasir untuk membayar barang belanjaannya. Sengaja Jasmine meminta untuk sekalian membungkus mainan yang ia beli agar bisa langsung ia berikan pada Dafa. Setelah itu mama Tika dan Jasmine pun pergi ke tempat pesta ulang tahun Dafa yang diadakan di sebuah kafe.


"Kamu tidak apa-apa sayang?" tanya mama Tika saat melihat Jasmine melamun saat mereka dalam perjalanan di mobil.


"Ga pa-pa ma..." sahut Jasmine mencoba menutupi rasa tidak enaknya karena perkataan Cindy tadi.


"Jangan dengarkan kata orang yang hanya ingin menghinamu nak...." ucap mama Tika.


"Mama tahu?" tanya Jasmine sambil menoleh pada mama Tika.


Mama Tika hanya mengangguk.


"Orang yang suka menghina orang lain belum tentu lebih baik dari orang yang mereka hina... jadi kamu tidak usah memikirkan ucapan yang tidak berguna seperti tadi" kata mama Tika.


Jasmine pun mengangguk menyetujui ucapan mamanya.


"Iya ma... Jasmine ga akan terpengaruh lagi" sahut Jasmine tersenyum.


"Itu baru putri mama..." kata mama Tika sambil menggenggam tangan Jasmine.


Mereka pun melanjutkan perjalanan mereka. Kita memang tak dapat membuat setiap orang menyukai dan bersikap baik pada kita. Namun dengan tetap berbuat yang terbaik akan ada orang baik yang selalu menolong kita entah mereka keluarga atau orang lain sekalipun.


Mama Tika dan Jasmine tiba di tempat acara saat masih beberapa orang saja yang hadir. Kebanyakan mereka adalah keluarga dari tante Fira dan om Dani. Karena mama Tika dan Jasmine juga mengenal mereka maka keduanya pun langsung bergabung tanpa merasa canggung.

__ADS_1


__ADS_2