
Jasmine mengerjapkan matanya saat terbangun dari tidurnya. Suara iqamat membuatnya tersadar jika sudah waktunya sholat subuh. Dengan perlahan ia mengguncing tubuh Adam yang ada disampingnya untuk membangunkan suaminya itu.
"Dear... bangun... sudah subuh" ucap Jasmine.
"Hemm..." hanya deheman yang keluar dari mulut Adam namun pria itu malah semakin mengeratkan pelukannya pada Jasmine.
"Dear!" seru Jasmine sedikit keras tepat ditelinga Adam.
Ia benar-benar gemas dengan tingkah suaminya itu yang mirip anak kecil jika harus bangun pagi. Adam langsung berjengkit dan terbangun akibat suara yang mendengung ditelinganya itu. Mata pria itu mengerjap pelan. Setelah mengumpulkan nyawanya pria itu memandang istrinya dalam.
"Kenapa kau galak sekali?" tanyanya dengan suara parau khas bangun tidur.
"Subuh sudah hampir habis Dear... kita harus bangun!" sahut Jasmine berganti dengan nada lembut.
Adam pun menguap pelan lalu mengikuti langkah istrinya ke kamar mandi untuk mengambil air wudhu. Setelah selesai keduanya pun melaksanakan sholat berjamaah.
"Kita jadi pulang hari ini Dear?" tanya Jasmine saat membereskan peralatan sholatnya.
"Iya... apa kau masih ingin disini? jika begitu kita bisa tunda kepulangan kita" kata Adam sambil memeluk Jasmine dari belakang.
"Hemmm... itu yang kau mau kan? tapi bukannya kau harus kembali ke kantor? pasti banyak pekerjaan yang sudah menunggumu..." sahut Jasmine sambil membalikkan badannya dan tersenyum pada Adam.
Adam membetulkan anak rambut di kening istrinya itu sambil tersenyum.
"Kau memang sangat pengertian Honey... tapi kau benar banyak pekerjaan yang sudah menungguku" ucap Adam.
"Jika tidak maka bukannya satu minggu tapi satu bulan kita akan berada disini" sambungnya kembali memeluk tubuh Jasmine dan meletakkan dagunya dikepala istrinya itu.
"Kalau begitu aku akan membereskan pakaian kita sekarang..." kata Jasmine berusaha melepaskan pelukan Adam.
"Nanti saja membereskannya... toh hanya pakaian... lagi pula ada hal yang lebih penting yang harus kita kerjakan sekarang..." kata Adam sambil menciumi tengkuk istrinya itu.
Tubuh Jasmine jadi meremang dengan kelakuan Adam ditambah perkataan pria itu tentang hal penting sudah membuat Jasmine faham kemana maksud perkataan suaminya itu. Jasmine pun hanya pasrah dan mengikuti kemauan suaminya. Jadilah pagi itu Adam kembali menggempur Jasmine hingga istrinya itu terkulai lemas akibat perbuatannya. Alhasil wanita muda itu langsung kembali terlelap setelah selesai melayani suaminya.
Adam yang melihat istrinya yang kembali tertidur setelah kegiatan panas mereka tersenyum puas. Kemudian ia turun dari tempat tidur dan langsung membersihkan dirinya di kamar mandi. Selesai membersihkan diri ia pun memasukkan semua pakaiannya dan Jasmine ke dalam koper lalu membawanya ke dalam mobil. Selesai dengan kegiatannya barulah Adam menghubungi penjaga villa untuk datang dan menyiapkan sarapan untuk dirinya dan juga Jasmine.
__ADS_1
"Honey... bangunlah..." panggil Adam sambil menciumi wajah istrinya yang masih tertidur.
Merasa terganggu dengan ulah Adam, Jasmine pun akhirnya mengeliat dan mulai bangun dari tidurnya. Saat melihat suaminya yang sudah rapi membuat Jasmine berjingkat kaget.
"Ini sudah jam berapa Dear?" tanyanya panik.
"Jam sembilan Honey" sahut Adam tenang.
"Apa! kenapa kau tidak membangunkanku? aku harus membereskan pakaian kita..." kata Jasmine berusaha bangun dari tempat tidur.
"Tenanglah Honey... kau bersihkan saja dulu dirimu lalu kita sarapan... ok?" ucap Adam.
"Tapi pakaiannya..."
"Sudah aku bereskan... sekarang ayo mandi... atau kau mau aku mandikan?" tanya Adam dengan seringai menakutkan.
"Tidak... aku mandi sendiri saja!" tolak Jasmine cepat lalu bergegas menarik selimut untuk menutupi tubuhnya kemudian langsung masuk ke kamar mandi.
Adam tersenyum melihat tingkah istrinya itu yang ketakutan saat ia mengatakan akan memandikannya. Sambil menunggu Jasmine selesai mandi ia pun mengecek ponselnya sekaligus memberitahukan pada ibu dan juga ibu mertuanya jika ia dan Jasmine akan pulang hari ini. Tak lama Jasmine keluar dari kamar mandi dengan mengenakan kimono dan rambut yang terlilit handuk dan terlihat masih agak basah. Adam langsung mendekat kearah Jasmine dan membantunya untuk mengeringkan rambut istrinya itu. Jasmine tersenyum senang dengan perlakuan Adam.
"Iya sama-sama..." sahut Adam sambil menciumi rambut Jasmine yang wangi.
"Dear sudah... biarkan aku bersiap dulu..." ucap Jasmine yang mulai merasa perutnya keroncongan karena belum sarapan.
Akhirnya pria itu membiarkan istrinya bersiap setelah suara perut Jasmine menyadarkan pria itu jika sedari pagi mereka belum sarapan. Setelah memoles wajahnya tipis-tipis dan berganti pakaian Jasmine pun menggandeng lengan Adam dan keduanya langsung turun ke ruang makan untuk sarapan. Disana telah tersedia makanan yang dipesan Adam pada penjaga villa dan istrinya.
Selesai sarapan keduanya pun pamit pada penjaga villa dan istrinya. Kemudian mereka pun berangkat. Sementara ditempat lain pak Seno baru saja mendapatkan laporan dari mata-matanya jika pasangan yang diincarnya telah meninggalkan villa. Ia kemudian menghubungi anak buahnya yang lain.
"Kau cepat laksanakan rencana kita... mereka sudah keluar dari villa!" perintahnya.
Segera anak buahnya yang berada diseberang menyanggupinya. Mereka langsung meluncur ke tempat dimana sepasang pengantin baru itu sedang dalam perjalanan pulang dari bulan madu mereka.
Adam dan Jasmine tampak menikmati perjalanan pulang mereka dari villa. Adam bahkan melajukan mobilnya tidak terlalu cepat agar mereka dapat menikmati pemandangan sekitar selama perjalanan mereka. Keduanya terlihat sering terlibat obrolan seru diselingi tawa dan juga canda. Kebahagiaan tampak menyelimuti keduanya hingga mereka tak sadar jika kini ada sebuah mobil yang mengikuti di belakang mereka.
"Dear... sepertinya ada yang aneh pada mobil yang ada di belakang kita" kata Jasmine yang mulai menyadari adanya keanehan saat beberapa kali memergoki mobil yang ada di belakang mereka seperti mencoba menjaga jarak agar tak terlihat mengikuti.
__ADS_1
"Kau benar... coba aku pancing mereka..." sahut Adam sambil menekan gas menambah kecepatan mobilnya.
"Hati-hati Dear..." ucap Jasmine yang mulai merasa was-was.
Benar saja saat mobil yang dikendarai oleh Adam melaju lebih kencang mobil yang ada di belakang mereka pun ikut menambah kecepatan mereka. Kini terjadi kejar-kejaran antara mobil Adam dengan mobil yang ada di belakangnya. Tampaknya kini orang yang ada di dalam mobil yang sedari tadi mengikuti mobil Adam sudah tak ingin sembunyi-sembunyi lagi mengikuti.
Kejar-kejaran yang terjadi antara kedua mobil berlangsung cukup lama. Hingga saat tiba di sebuah jembatan tiba-tiba dari arah depan ada sebuah truk yang melaju kencang dan langsung menabrak mobil Adam saat pria itu tengah fokus menghindar dari mobil yang mengejarnya. Tabrakan itu membuat mobil Adam terpental dan terguling hingga ke bibir jembatan. Baru saja Adam dan Jasmine tersadar dari kejadian tabrakan barusan dari belakang mobil yang sedari tadi mengikuti mereka langsung menabrak mobil Adam hingga mobil itu langsung meluncur terjun bebas ke dalam sungai sebelum kedua penumpang yang ada di dalamnya sempat keluar.
Melihat mobil Adam yang terjun bebas ke dalam sungai membuat pengemudi mobil yang baru saja menabraknya langsung keluar dan melihat ke bawah jembatan memeriksa untuk memastikan jika kedua penumpang yang ada didalamnya tidak selamat. Setelah menunggu hingga beberapa lama dan melihat mobil Adam tenggelam tanpa menunjukkan tanda-tanda jika penumpang di dalamnya ada yang berhasil keluar dengan selamat orang itu pun langsung menghubungi tuannya.
"Kita berhasil bos... mobil mereka masuk ke dalam sungai dan mereka tidak ada satu pun yang berhasil keluar..." lapornya.
"Bagus... segera tinggalkan tempat itu agar tidak ada jejak!" titah sang tuan.
Pengemudi mobil itu pun langsung masuk ke dalam mobilnya dan meninggalkan tempat itu. Begitu juga dengan sang sopir truk yang ternyata juga bagian dari rencana untuk mencelakai Adam dan Jasmine. Sementara di seberang sana tampak pak Seno tengah merayakan keberhasilannya melenyapkan orang-orang yang telah menyebabkan putranya masuk ke dalam rumah sakit jiwa. Ia juga langsung menghubungi mantan istrinya.
"Halo Rasti... sebentar lagi kau akan menerima kabar meninggalnya orang-orang yang membuat putra kita menderita dari berita media..." katanya dengan senyum puas.
"Bagus... sesuai janjiku kau akan bisa menemui Ghani mulai minggu depan" sahut bu Rasti lalu langsung mematikan sambungan telfonnya.
Hati wanita itu kini merasa sangat senang karena dendamnya pada Adam dan Jasmine sudah terlaksana. Keduanya sudah mati dan tak akan lagi bisa menikmati kebahagiaan.
Sedangkan di dalam mobil Adam...
Saat mobil yang mereka tumpangi terguling hingga ke tepian jembatan Adam dan Jasmine yang masih sadar langsung berusaha untuk membuka sabuk pengaman mereka. Namun baru saja keduanya terlepas dari sabuk pengaman tiba-tiba terjadi benturan lagi yang diakibatkan oleh mobil yang menabrak mereka. Adam dapat melihat dengan jelas jika mobil itu adalah mobil yang tadi sempat kejar-kejaran dengannya.
"Dear!" seru Jasmine ketakutan saat mobil mereka meluncur bebas ke dalam sungai.
Tubuh keduanya langsung terpental hingga membentur atap mobil saat mobil itu membentur air sungai dan mulai tenggelam. Adam langsung meraih tangan Jasmine. Untung saja jendela kaca mobil mereka hanya retak hingga air belum begitu banyak masuk ke dalam mobil.
"Kita akan keluar dari dalam sini Honey... percayalah" kata Adam sambil menggenggam tangan Jasmine.
Wanita muda itu pun mengangguk yakin. Ia tak lagi merasa takut saat melihat wajah suaminya yang terlihat tenang. Adam berusaha membuka pintu mobil yang rusak. Setelah beberapa kali mencoba akhirnya ia dapat merasakan jika pintu itu dapat dibuka.
"Bersiaplah Honey... ambil nafas yang banyak... kita akan menyelam!" kata Adam.
__ADS_1
Jasmine langsung mengangguk dan melakukan perintah suaminya itu. Keduanya secara bersamaan langsung mengambil nafas panjang lalu Adam mulai membuka pintu mobil.