
Selesai sarapan Jasmine mengikuti mama Tika ke butik untuk mencoba baju yang segaja disiapkan mama Tika untuk wisudanya. Saat baru saja selesai mencoba bajunya ponsel Jasmine tiba-tiba berdering. Tampak nama Adam tertera dilayar ponselnya. Dengan segera Jasmine pun menerima panggilan tersebut.
"Halo...kak?"
"Kau ada dimana?" tanya Adam langsung.
"Aku di butik sama mama... memang ada apa kak?"
"Apa kau sudah selesai?"
"Sudah..."
"Kalu begitu aku akan menjemputmu sekarang" tukas Adam.
"Baiklah..." sahut Jasmine.
Tak lama sambungan telfon pun terputus dan Jasmine pun segera mengganti bajunya dengan pakaian yang ia kenakan tadi.
"Ma... kak Adam akan menjemputku sebentar lagi..." kata Jasmine saat sudah keluar dari kamar ganti.
"Kalian mau kemana?" tanya mama Tika.
"Aku juga ga tahu ma... kak Adam cuma bilang mau menjemputku... itu saja" terang Jasmine.
Tak lama pintu butik pun terbuka dan Adam masuk ke dalam.
"Maaf tante... bisa saya ajak Jasmine keluar?" tanya Adam setelah berbasa-basi sebentar dengan mama Tika.
Mama Tika pun mengijinkan Adam untuk membawa putrinya. Setelah berpamitan Adam dan Jasmine pun segera keluar dan masuk ke dalam mobil Adam yang terparkir di depan butik.
"Kita mau kemana kak?" tanya tanya Jasmine saat keduanya sudah berada di dalam mobil.
"Kau lihat saja nanti..." jawab Adam sambil tersenyum kecil.
Jasmine hanya bisa mengerucutkan bibirnya saat Adam mulai main rahasia-rahasiaan padanya.
"Kau jangan menggodaku Jess..." ucap Adam yang gemas dengan bibir mungil Jasmine yang mengerucut.
"Ish... siapa juga menggoda kakak..." sahut Jasmine sambil memalingkan wajahnya karena kesal.
"Kau begitu menggemaskan jika sedang merajuk" kata Adam sambil terkekeh seakan tak perduli jika gadis yang ada disebelahnya ini semakin merajuk.
Wajah Jasmine pun memerah saat mendengar kata-kata Adam. Namun tetap saja gadis itu menekuk wajahnya yang masih kesal. Perjalanan mereka yang cukup panjang dan pemandangan yang ada di kanan kiri mereka sedikit membuat Jasmine mengingat kemana tujuan mereka berdua saat ini.
"Benarkah kak Adam akan kembali membawaku ke sana?" batin Jasmine sambil terus menatap samping mobil.
Dan saat mobil yang mereka tumpangi masuk ke area pantai membuat Jasmine langsung menoleh ke arah Adam. Wajah gadis itu sudah berubah menjadi ceria saat menyadari kemana tujuan Adam membawanya.
"Aku sengaja membawamu kemari..." terang Adam saat mobil mereka sudah berhenti.
"Apa kau suka?" tanya Adam.
"Suka... suka sekali kak... terima kasih karena sudah membawaku kembali kemari..." sahut Jasmine sambil menganggukkan kepalanya dan tersenyum cerah.
"Ayo!" ajak Adam sambil menggandeng tangan Jasmine saat keduanya sudah turun dari dalam mobil.
__ADS_1
Lalu keduanya pun berjalan ditepi pantai dengan bertelanjang kaki sebab alas kaki mereka sudah mereka lepas dan diletakkan di samping mobil Adam.
Jasmine tampak sangat senang bermain air dan sesekali ia mencipratkan air ke arah Adam. Pria itu pun seolah berubah menjadi anak kecil dan membalas gadis itu sambil tertawa lebar. Bahkan keduanya sudah tidak perduli saat pakaian mereka juga ikut basah. Setelah lelah keduanya pun beranjak dari bibir pantai dan beristirahat dibawah pohon yang ada di tepi pantai. Keduanya pun duduk bersisian diatas pasir sambil memandang ke arah laut.
Jasmine menyandarkan kepalanya di bahu Adam sambil jarinya sesekali mencorat-coret pasir yang ada didepannya.
"Jess..." panggil Adam yang membuat Jasmine menghentikan kegiatannya.
Gadis itu langsung mendongakkan kepalanya memandang ke arah Adam. Adam menatap Jasmine dengan intens dan menggenggam tangan gadis itu.
"Jess... maukah kau menikah denganku?" tanya Adam mengeratkan genggamannya.
Jasmine tampak terkejut dengan lamaran Adam yang tiba-tiba. Namun gadis itu langsung tersenyum sambil menganggukkan kepalanya.
"Iya kak..." sahut Jasmine dengan suara bergetar karena haru.
Adam langsung memeluk Jasmine dan menghujani gadis itu dengan ciuman diwajahnya. Sesaat Adam menghentikan ciumannya saat bibirnya berada di depan bibir gadis itu. Diusapnya lembut bibir Jasmine yang sudah sejak lama menggodanya. Lalu dengan perlahan Adam mendekatkan wajahnya pada Jasmine dan mulai menempelkan bibirnya pada bibir gadis itu dengan lembut.
Tak ada penolakan dari gadis itu membuat Adam memperdalam ciumannya. Keduanya saling melepaskan diri saat merasa kehabisan nafas. Degub jantung keduanya masih sangat kencang namun mereka saling tersenyum.
"I love you Jasmine..." ucap Adam sambil mengeluarkan sebuah sebuah cincin dari dalam saku celananya dan menyematkannya di jari gadis itu.
Jasmine hanya terdiam dengan mata yang sudah berkaca-kaca tak menyangka jika Adam juga telah menyiapkan cincin untuknya. Sebuah cincin mungil bertahtakan berlian yang sangat indah.
"I love you too..." balas Jasmine lalu memeluk tubuh kekasihnya itu.
"Apa kau keberatan jika kita segera menikah?" tanya Adam setelah mengurai pelukannya.
"Tidak..." sahut Jasmine sambil tersenyum.
"Iya..."
Adam tersenyum bahagia karena gadis yang sudah lama ditunggunya kini akan segera menjadi istrinya. Keduanya kembali memandang ke arah lautan dengan tangan saling bertautan.
"Apa mama kamu tidak keberatan kita menikah setelah kau wisuda?" tanya Adam.
"Justru mama pasti akan senang... karena kemarin ia menyuruhku untuk tidak menunda jika kau melamarku" terang Jasmine bersandar di dada bidang Adam.
Lengan lelaki itu pun sudah melingkar di pinggang Jasmine.
"Syukurlah..." ucap Adam lega.
Ia pun mencium puncak kepala Jasmine lembut. Keduanya pun terdiam menikmati suasana.
"Ayo kita pulang..." kata Adam kemudian.
Jasmine pun mengangguk dan mereka pun beranjak dari tempat itu. Sebelum mengantar Jasmine pulang Adam membawa gadis itu untuk makan siang terlebih dahulu. Dia pun mengajak Jasmine makan di restoran tempat mereka dulu makan saat perpisahan sebelum Adam pergi ke Sidney.
Jasmine yang menyukai pemandangan laut dari lantai atas sangat senang saat Adam kembali mengajaknya kesana. Keduanya pun menikmati makan siang mereka dengan suasana yang romantis. Selesai makan mereka pun langsung pulang. Selama perjalanan pulang Adam sesekali menggenggam tangan Jasmine dan meciuminya. Jasmine pun hanya tersenyum dengan perlakuan Adam.
Mereka sampai dirumah ketika hari sudah sangat siang. Tampak Adam masih betah didalam mobil bersama Jasmine.
"Aku masuk dulu ya kak..." kata Jasmine karena merasa sudah terlalu lama tidak turun dari dalam mobil Adam.
"Sebentar lagi Jess... aku masih ingin bersamamu" sahut Adam masih ingin berlama-lama dengan gadisnya.
__ADS_1
"Tapi kak... nanti orang lain akan salah sangka mengira kita melakukan hal yang tidak-tidak..."
"Hemmm.... baiklah" ucap akhirnya.
Keduanya pun keluar dari dalam mobil. Adam mengantar Jasmine hingga ke depan pintu rumahnya.
"Jess beritahu mama kamu jika nanti malam aku akan datang bersama mamaku untuk melamar kamu" ucap Adam.
"Baik kak..." sahut Jasmine.
"Baiklah ... aku pulang dulu..." kata Adam lalu mencium kening Jasmine kemudian ia pun beranjak ke mobilnya.
Setelah mobil yang dikendarai oleh Adam menjauh dan menghilang dari pandangannya barulah Jasmine masuk ke dalam rumah. Ia pun segera pergi ke dalam kamarnya untuk membersihkan diri dan melaksanakan sholat dhuhur. Selesai sholat ia pun menghubungi mama Tika untuk memberitahu jika nanti malam Adam dan mamanya akan datang ke rumah untuk melamarnya.
Mendengar jika Adam dan mamanya akan datang untuk melamar Jasmine, mama Tika pun segera meminta izin pada tante Fira agar bisa pulang lebih cepat untuk menyambut calon menantu dan juga calon besannya.
Malam harinya Adam dan mama Sinta benar datang ke rumah mama Tika dan Jasmine. Dan sesuai dengan perkataan Adam mereka datang untuk melamar Jasmine. Mama Tika menyambut baik keinginan Adam dan mamanya. Tapi tentu saja semuanya ia serahkan pada putrinya Jasmine untuk menjawabnya.
"Bagaimana Jess? apa kau bersedia menerima lamaran Adam?" tanya mama Sinta sambil menatap Jasmine.
"Iya ma... aku bersedia..." sahut Jasmine sambil tersenyum.
"Alhamdulillah... akhirnya kita jadi besanan ya Jeng..." ucap mama Sinta pada mama Tika.
"Iya... setelah semua yang terjadi akhirnya kita bisa melihat mereka bersatu..." sahut mama Tika sambil menyusut air matanya yang sempat mengalir karena teringat kejadian kecelakaan dan juga penculikan Jasmine.
"Jadi kapan kalian akan meresmikan hubungan kalian ini?" tanya mama Tika pada Adam dan Jasmine.
"Kami sepakat akan melaknakan pernikahan setelah acara wisuda Jasmine tante..." terang Adam.
"Hemmm... tante setuju... lebih cepat lebih baik..." kata mama Tika.
Mereka pun meneruskan mengobrol membahas rencana pernikahan Adam dan Jasmine. Setelah itu Adam dan mamanya pun pamit karena hari sudah semakin larut. Kini Jasmine bukan hanya mempersiapkan diri untuk acara wisudanya tapi juga pernikahannya.
Kegugupan sudah mulai ia rasakan. Mama Tika yang menyadari kegugupan putrinya pun menghampiri Jasmine yang tengah termenung di dalam kamarnya.
"Jess..." panggil mama Tika.
"Iya ma?" tanya Jasmine.
"Apa kau gugup sayang?" tanya mama Tika lembut sambil mendekat ke arah Jasmine yang tengah duduk di tepi tempat tidurnya.
"Sedikit ma..." sahut Jasmine.
Mama Tika pun ikut duduk disamping Jasmine dan membelai rambut putrinya itu pelan.
"Tidak perlu khawatir sayang... semua akan baik-baik saja..." kata mama Tika.
"Kau sudah dewasa sekarang... sebentar lagi kau akan menikah dan tinggal dengan suamimu... mama hanya berharap kamu bisa semakin dewasa dan bisa menjadi istri yang baik bagi suamimu..." nasehat mama Tika.
"Iya ma... tapi Jasmine khawatir sama mama..." ucap Jasmine lirih.
Gadis itu sudah memeluk mamanya itu dengan erat. Bahkan air matanya sudah menggenang disudut matanya.
"Jangan khawatirkan mama sayang... mama masih bisa dirumah ini sendiri... jadi jangan khawatir"
__ADS_1
Jasmine hanya bisa mengangguk. Namun di dalam hatinya ia ingin mamanya dapat tinggal bersamanya setelah menikah dengan Adam.