Dia Itu Aku

Dia Itu Aku
Balas Dendam


__ADS_3

Mirna mengerjapkan matanya perlahan. Saat ia itulah ia baru sadar jika tangan dan kakinya susah terikat. Dalam keadaan panik dan ketakutan ia berusaha berteriak untuk meminta tolong. Tapi sayang hingga suaranya habis tak seorang pun yang datang menghampirinya untuk menolong atau pun orang yang sudah menyekapnya. Dengan tenggorokan yang kering karena sejak tadi berteriak Mirna memandang ke sekelilingnya. Tampaknya ia dikurung di ruang kosong mirip gudang tua yang terbengkalai. Ia juga mulai berfikir siapa orangnya yang berani melakukan hal ini padanya.


Saat ia tengah sibuk dengan fikirannya terdengar suara pintu di buka dari luar. Segera Mirna memicingkan matanya untuk melihat siapa yang mendatanginya.


"Mirna!" seru seseorang yang lansung berlari mendekat.


Mirna terkejut saat melihat bu Nike berlari ke arahnya. Wanita paruh baya itu langsung berusaha membuka ikatan pada tangan Mirna saat ia sudah berada didepan wanita itu. Namun gerakannya langsung terhenti saat terdengar suara tepukan tangan dari arah pintu.


Prok! prok! prok!


Kedua wanita ibu dan anak itu pun seketika membeku. Tanpa melihat siapa mereka pun tahu jika orang itulah yang telah menyekap dan mengikat Mirna.


"Siapa kau?" tanya Mirna lantang.


"Ha... ha... ha... tanyakan saja pada ibumu! dia pasti tahu dengan siapa dia berhadapan saat ini" sahut pemuda yang baru saja masuk.


Di belakangnya ada sekitar lima orang pria yang mengikutinya dan bisa dipastikan jika mereka anak buah pemuda itu.


"Aku sama sekali tidak mengenalmu! tapi kau selalu saja menerorku!" seru bu Nike tak terima.


"Apa kau masih bisa mengatakan jika kau tidak mengenalku saat aku melihat wajahku?" tanya Rudi yang datang mendekat dan menampakkan wajahnya didepan bu Nike.


"Ja... Jaka? tidak kau bukan Jaka! Jaka sudah mati!" teriak bu Nike saat melihat wajah pemuda yang ada dihadapannya.


"Jaka memang sudah mati nyonya... tapi tidak dengan anaknya!" sergah pemuda itu dingin.


"Ka... kau?"


"Iya... aku anak Jaka dan Asih... wanita yang dip**k**a karena suruhanmu!" terang pemuda itu dengan tatapan tajam.

__ADS_1


Bu Nike langsung membeku. Ia tak menyangka jika pemuda yang selalu menerornya itu anak dari dua orang yang sudah ia celakai di masa lalu.


"Kau terkejut nyonya?" tanya Rudi sambil tersenyum sinis.


"Sudah bertahun-tahun... apa kau fikir kau sudah bebas dari hukuman atas kejahatanmu?" sambungnya yang membuat bu Nike bergetar takut.


"Mirna tidak ada hubungannya dengan masalah kita... bebaskan dia!" seru bu Nike mencoba bernegosiasi.


"Kau salah nyonya... putrimu itu menuruni sifat j*l**gmu itu! tapi dia berurusan dengan orang yang salah..."


"Apa maksudmu?"


Saat itulah seseorang datang dan para pria yang tadi ada dibelakang Rudi langsung memberikan jalan pada orang itu untuk maju ke depan. Kini bukan hanya bu Nike yang terkejut tapi juga Mirna. Wanita itu membelalakan matanya saat melihat siapa yang baru saja datang.


"A... Adam?" desisnya tak percaya.


Sedang Adam hanya melihat sekilas pada Mirna dan langsung menoleh pada Rudi yang ada disampingnya.


"Mereka akan merasakan apa yang ibu dan ayahku rasakan... dia harus melihat bagaimana putri semata wayangnya dip**k**a sebagaimana yang ayahku alami... biar dia merasakan sakit yang sama... demikian juga putrinya yang akan depresi seperti ibuku hingga akhir hayatnya..." terang Rudi dengan wajah dinginnya.


"Apa kau tidak merasa itu terlalu kejam?"


"Kejam? setelah apa yang wanita itu lakukan pada ibu dan ayahku? tidak tuan... hukuman ini sangat pantas bahkan bagi keduanya... dan tuan pasti tidak akan berkata seperti tadi setelah tuan melihat rekaman ini" kata Rudi sambil memperlihatkan ponselnya yang berisi rekaman vidio Mirna dengan seseorang.


"Kau cukup membius wanita itu saat akan ke toilet... lalu kau bisa membawanya ke tempat yang sudah aku siapkan... setelah itu kau bisa bersenang-senang dengannya... dan saat itu terjadi aku akan membawa suaminya agar dia menyangka jika wanita itu sudah berselingkuh" perintah Mirna pada orang suruhannya.


Adam menggeretakkan giginya menahan amarah. Tanpa aba-aba pria itu langsung meraih dagu Mirna dan mencengkeramnya.


"Kau fikir kau siapa hah? berani sekali kau berencana menyakiti istriku!" serunya.

__ADS_1


Mirna yang kesakitan hanya bisa meringis tanpa bisa mengeluarkan suaranya karena tangan Adam mencengkeram dagunya sangat keras hingga ia merasa jika rahangnya akan copot.


"Lakukan apa yang mau kau lakukan padanya... dan pastikan jika itu dua kali lipat lebih menyakitkan dari apa yang sudah kau rencanakan karena aku mau orang yang berani mencoba menyakiti istriku mendapatkan hukuman yang setimpal!" titah Adam setelah melepaskan cengkramannya lalu kemudian berlalu pergi.


"Maafkan aku Adam! jangan lakukan ini padaku!" seru Mirna saat melihat Adam berlalu dari sana.


Adam langsung menoleh dan menatap tajam pada Mirna.


"Kau fikir aku akan luluh karena ucapanmu? jika saja rencanamu berhasil maka saat ini istriku pasti sudah hancur! karena itu sebelum kau mengulangi lagi perbuatanmu aku yang akan menghancurkanmu terlebih dahulu" sergah Adam lalu kembali melanjutkan langkahnya.


Mirna kembali berteriak memanggil Adam berusaha meminta pengampunan namun sudah terlambat pria itu sudah pergi dengan menulikan telinganya saat mendengar teriakan Mirna. Sementara bu Nuke juga sudah diamankan oleh anak buah Rudi. Kini keadaannya sama seperti putrinya yang terikat di sebuah kursi. Rudi tersenyum miring saat melihat ibu dan anaknya itu dalam keadaan terikat. Ia pun memberikan perintah pada anak buahnya untuk membalaskan dendamnya.


Dan tanpa di suruh dua kali tiga anak buah Rudi pun langsung melaksanakan perintah tuannya. Mereka seakan mendapatkan durian runtuh diberi kesempatan untuk mencicipi tubuh Mirna meski mereka tahu jika wanita itu bukan perawan. Sedang dua yang lainnya bertugas menjaga dan memastikan bu Nike menyaksikan semuanya. Jika ketiga rekannya sudah puas maka akan datang giliran untuk keduanya.


Mirna sangat ketakutan saat para pria itu mulai mendekatinya. Meski ia sering berhubungan dengan pria namun itu terjadi karena suka sama suka dan bukan digilir seperti ini. Ia berusaha memberontak namun tenaganya kalah jauh. Mirna berteriak dan meraung berusaha melawan saat ia mulai dilecehkan. Sementara bu Nike yang berusaha berontak untuk menolong putrinya pun tak bisa melawan dua orang yang menjaganya. Wanita paruh baya itu pun terpaksa menyaksikan putrinya dip**k**a di depan matanya.


Sedang Rudi tampak menyaksikan adegan itu di pojok ruangan. Senyuman sadisnya menggambarkan kepuasan karena telah membalaskan dendam kedua orangtuanya. Sekilas ia mengingat masa lalunya saat berusia sepuluh tahun. Saat itu tiba-tiba saja rumahnya di masuki beberapa orang bertopeng. Ia yang tidur sendiri di kamarnya langsung bersembunyi di lemari kamarnya. Tapi dia bisa mendengar semua perkataan orang-orang yang menerobos rumahnya dan juga kedua orang tuanya.


"Toong nyonya... lepaskan istri saya..." terdengar suara ayahnya memohon pada seorang wanita yang ia tak tahu wajahnya.


"Melepaskannya? kau tahu... kau sudah melukai harga diriku karena memilih setia pada wanita kampung ini! karena itu aku akan membuatnya merasa tak berharga dihadapanmu sehingga dia akan meninggalkanmu! dan kau juga akan merasakan sakit yang sama sepertiku"


Lalu terdengar oleh Rudi suara jeritan ibunya dan teriakan ayahnya yang mencoba menyelamatkan istrinya. Namun semua itu teredam dengan suara tawa iblis karena mendapatkan kemenangannya dimalam itu. Meski tidak melihat secara langsung tapi Rudi sudah bisa membayangkan apa yang terjadi pada kedua orangtuanya. Saat para biadab itu pergi Rudi pergi menghampiri keduanya yang tergeletak dalam keadaan menyedihkan di ruang tengah rumah mereka.


Ia bisa melihat ayahnya yang babak belur dengan tangan dan kaki yang terikat. Sementara ibunya terlihat pingsan dan penuh luka dengan tubuh yang polos tanpa sehelai benang pun yang melekat di tubuhnya. Sambil menangis Rudi berlari ke kamar dan mengambil selimut untuk menutupi tubuh ibunya. Lalu ia pun membuka tali yang mengikat ayahnya. Ayahnya yang masih sadar langsung bangkit meski dengan tubuh yang lemah. Pria itu tergopoh menghampiri istrinya dan bersusah payah membopong tubuh istrinya dibantu Rudi kemudian membawanya ke dalam kamar.


Pria itu tampak tertekan dan penuh amarah. Bisa diduga jika ia sedang berperang dengan hatinya. Sebagian hatinya ingin langsung membalaskan perbuatan keji mereka yang telah merusak istrinya. Namun disisi lain ia juga tidak bisa meninggalkan istrinya sendirian dalam keadaan trauma bersama putra kecil mereka Rudi. Karena miskin ayahnya tidak bisa menuntut bu Nike pada pihak kepolisian karena tak memiliki bukti kuat yang karena semua bukti yang ada tentu saja sudah dihilangkan oleh bu Nike dan anak buahnya. Disamping itu ia juga ingin menjaga mental istrinya akibat kejadian itu. Terpaksa mereka pindah ke luar kota demi menghilangkan trauma pada Asih. Namun tetap saja wanita itu depresi dan akhirnya meninggal saat tak sengaja tertabrak mobil ketika wanita itu tengah berlarian di jalan saat penyakitnya kumat.


Sejak kematian Asih istrinya... Jaka pun bertekad membalaskan dendamnya pada bu Nike... tapi sekali lagi usahanya gagal karena miskin. Sedang bu Nike sejak kejadian itu sengaja melarikan diri ke luar negeri. Namun setiap hari pria itu teguh mengumpulkan uang agar ia bisa membalaskan dendam suatu saat nanti. Ia yakin wanita itu pada akhirnya akan kembali... dan jika saat itu tiba ia akan siap membalaskan dendamnya. Tapi takdir kembali mengecewakanya... sebab karena terlalu bekerja keras pria itu malah menderita penyakit parah yang membuatnya tidak berumur panjang. Dan di sisa hidupnya ia masih sempat membuat putranya berjanji akan meneruskan balas dendamnya pada wanita keji itu apa pun caranya.

__ADS_1


"Mama... papa... aku harap pembalasanku cukup membuat kalian berdua tenang di sana..." batin Rudi kemudian melangkah pergi dari tempat itu.


Ia tak ingi berlama-lama menyaksikan adegan ngeri yang ia siapkan sendiri sejak bertahun yang lalu. Sesungguhnya ia hanya pemuda biasa yang tak bisa berbuat keji pada orang lain. Namun dendam dan sakit hati sudah merubahnya. Walau begitu ia sama sekali tidak menyesal karena semua demi kedua orangtuanya yang harus menderita karena perbuatan bu Nike.


__ADS_2