Dia Itu Aku

Dia Itu Aku
Pernikahan


__ADS_3

Seperti yang sudah dijanjikannya Maya datang dan menginap di rumah Jasmine dua hari sebelum hari pernikahan Jasmine. Keduanya pun tidur satu kamar sebelum akhirnya Jasmine melepas masa lajangnya. Keduanya benar-benar menghabiskan waktu berdua seperti dulu saat keduanya masih sekolah.


"Bagaimana perasaanmu Jess? apa kau gugup?" goda Maya saat keduanya tengah tiduran di atas tempat tidur Jasmine.


"Iya..." sahut Jasmine sambil tersipu malu.


Maya pum tersenyum melihat sahabatnya sejak kecil itu malu-malu.


"Ah.. rasanya baru kemarin aku bantuin kamu bersandiwara pada kak Adam... dan sekarang kau malah akan menikah dengannya..." ujar Maya menerawang teringat kisah pertemuan Jasmine dan Adam.


"Hemm...iya May..." sahut Jasmine.


"Kau tahu saat itu aku sangat ketakutan saat harus berpura-pura untuk menggantikan Mama..." sambung Jasmine.


"Eh... tapi sampai sekarang aku masih penasaran dari mana kak Adam tahu kalau Jessica dan kamu itu orang yang sama?" kata Maya penasaran.


"Aku juga ga tahu May... tapi waktu itu aku dan tante Fira pernah diikuti seseorang... apa mungkin itu orang suruhan kak Adam ya?"


"Wah berarti sandiwaramu tidak cukup berhasil" ucap Maya sambil menggoda Jasmine.


Jasmine langsung terlihat kecut. Jika benar calon suaminya itu sudah tahu sejak awal maka sangat memalukan sekali semua yang ia lakukan sejak awal berpura-pura menjadi Jessica namun ternyata Adam sudah mengetahuinya.


"Aku jadi malu bertemu dengan kak Adam May..." ujar Jasmine.


"Kau tidak usah malu Jess... sebenarnya kau sudah sangat baik dalam menjalankan sandiwaramu... tapi mungkin saja kak Adam sudah jatuh cinta padamu saat menjadi Jessica jadi dia menyelidiki latar belakang Jessica dan akhirnya ia bisa tahu jika Jessica bukan wanita yang sudah ia bayangkan" terang Maya.


"Apa kau tidak sadar Jess... jika kak Adam begitu sabar menunggumu hingga kau cukup umur?" sambungnya.


Jasmine mengerjapkan matanya menatap sahabatnya itu. Kenapa ia tak berfikir sejauh itu? Ya saat pertemuan pertama mereka sebagai dirinya sendiri di depan mall saat itu terlihat sekali jika Adam selalu memberinya perhatian yang membuatnya merasa nyaman dan akhirnya jatuh cinta pada pria dewasa itu.


"Jadi..."


"Iya Jess... kak Adam pasti jatuh cinta padamu saat menjadi Jessica dan saat tahu jika ternyata Jessica itu gadis berusia 15 tahun dia berusaha untuk menunggumu" terang Maya lagi.

__ADS_1


Jasmine tertegun dengan penjelasan Maya. Sungguh selama ini ia tidak pernah berfikir sejauh itu. Ia sadar jika kepintarannya di bidang akademis tak membuatnya pandai dalam percintaan.


"Aku jadi merasa bersalah pada kak Adam"


"Kenapa?"


"Aku merasa jika aku kurang peka pada perasaannya selama ini..." terang Jasmine.


"Kau tidak perlu terlalu merasa bersalah Jess... kau dan aku sama... kita itu termasuk bodoh jika soal percintaan..." kekeh Maya.


Jasmine pun ikut terkekeh. Memang ia akui jika apa yang dikatakan Maya itu seratus persen benar. Kedua sahabat itu pun melanjutkan obrolan mereka hingga keduanya kelelahan dan akhirnya sama-sama tertidur.


Tak terasa jika hari ini adalah hari H dimana Jasmine akan resmi menjadi nyonya Adam. Acara pernikahan yang akan dilaksanakan di hotel agar bisa langsung dilanjutkan dengan acara resepsi. Sejak pagi mama Tika dan Jasmine sudah berada di hotel tempat acara akan dilaksanakan. Begitu juga dengan Maya yang selalu mendampingi sahabatnya itu. Setelah di make up oleh MUA dan mengenakan pakaian pengantinnya Jasmine pun akhirnya siap.


Gadis itu tampak sangat cantik dengan kebaya modern rancangan mama Tika yang dirancang khusus untuknya. Dengan polesan make up yang sengaja dibuat natural membuat kecantikan Jasmine semakin terpancar dan membuat semua orang yang melihatnya sangat terpesona. Acara akad akan segera dimulai, calon pengantin pria dan rombongannya pun sudah datang.


Jasmine yang menunggu di dalam ruangan yang lain terlihat gugup. Pengantin wanita memang sengaja tetap berada di dalam kamar yang berada disamping ruang diadakannya akad. Barulah setelah akad selesai maka pengantin wanita akan dibawa keluar untuk menemui pengantin pria. Ditatapnya layar LED yang terpampang di depannya yang menampilkan suasana di ruangan dimana akad akan dilaksanakan dengan hati berdebar. Terlihat olehnya Adam yang tampak gagah mengenakan pakaian pengantinnya yang juga merupakan rancangan mama Tika.


Sesampainya didepan Adam, Jasmine langsung meraih tangan suaminya itu dan mencium punggung tangannya. Adam pun mengecup kening gadis yang kini sudah resmi menjadi istrinya itu. Suasana langsung riuh melihat kedua mempelai yang tampak malu-malu. Setelah beristirahat sejenak dan berganti pakaian mereka kedua pengantin pun bersiap untuk melangsungkan acara resepsi.


Kedua mempelai pun terlihat sangat bahagia dan selalu menyunggingkan senyum bahagianya saat menerima ucapan selamat dari para tamu undangan. Meski harus berdiri cukup lama diatas panggung karena tamu undangan yang banyak namun tak membuat senyum keduanya luntur. Kebahagiaan juga tengah dialami oleh Maya ... pasalnya tanpa ia duga Rian yang sudah sejak beberapa bulan terakhir ini menjadi kekasihnya melamar dirinya tepat ditengah-tengah acara resepsi.


Sontak peristiwa lamaran Rian itu membuat suasana semakin meriah. Jasmine bahkan turun dari pelaminan untuk mengucapkan selamat pada sahabatnya itu. Adam yang berada disampingnya pun terlihat sabar menghadapi kelakuan absurd dari istri barunya itu. Acara pun berlangsung hingga menjelang sore saat semua tamu undangan sudah mulai pulang. Begitu juga dengan para keluarga yang pulang paling akhir. Setelah acara resepsi selesai kedua mempelai pun beristirahat di kamar hotel yang sudah mereka pesan.


Saat keduanya tengah berada di dalam kamar tiba-tiba suasana menjadi canggung diantara Adam dan Jasmine.


"Ehemm... apa kau ingin membersihkan dirimu terlebih dahulu Jess?" tanya Adam mencairkan suasana setelah keduanya terdiam beberapa saat.


"Eumm... baiklah" sahut Jasmine lalu melangkah ke dalam kamar mandi.


Segera Jasmine mengunci pintu kamar mandi saat ia sudah berada di dalam. Walau dengan sedikit kesusahan akhirnya Jasmine dapat membuka gaun pengantinya. Setelah itu ia pun segera membersihkan diri karena ia tidak ingin Adam terlalu lama menunggu. Selesai mandi Jasmine pun keluar dari dalam kamar mandi dengan mengenakan pakaian lengkap. Ia sengaja melakukannya karena tak ingin menggoda suaminya sebab sudah terdengar suara azan ashar.


Melihat Jasmine yang sudah keluar dari dalam kamar mandi gantian Adam yang masuk untuk membersihkan dirinya. Sambil menunggu Adam selesai, Jasmine segera menyiapkan pakaian untuk Adam tak lupa dengan peralatan sholat. Karena ini adalah pertama kalinya mereka sholat sebagai suami istri. Selesai sholat keduanya memutuskan untuk beristirahat sambil menunggu magrib.

__ADS_1


"Kemarilah Jess!" panggil Adam dari atas tempat tidur.


Dengan ragu-ragu Jasmine pun mendekat ke arah Adam. Lalu ia pun naik ke atas tempat tidur dan duduk disamping Adam yang sudah terlebih dahulu duduk bersandar pada kepala tempat tidur. Adam menatap Jasmine lembut. Ia tahu jika istrinya ini kini tengah gugup.


"Kemarilah!" kata Adam lagi sambil menarik tubuh Jasmine sehingga gadis itu sudah berada di dalam pelukannya.


"Jangan khawatir... kita hanya akan istirahat..." ucapnya sambil mengecup puncak kepala Jasmine.


Jasmine pun menganggukkan kepalanya dan semakin menyusup di dada bidang suaminya sambil memejamkan mata. Tak lama sudah terdengar dengkuran halus dari gadis itu pertanda jika ia telah tertidur. Adam tersenyum kecil melihat wajah Jasmine yang terlihat damai di dalam pelukannya.


"Selamat tidur Jess..." bisik Adam di telinga Jasmine dan ia pun kemudian menyusul istrinya itu ke alam mimpi.


Waktu menunjukkan pukul lima sore saat Jasmine mulai mengeliat dan merasakan jika saat ini tubuhnya terasa sesak. Sepertinya ada yang memeluk tubuhnya. Saat Jasmine mengerjapkan matanya dan berusaha untuk melihat ia pun terkejut saat mendapati jika saat ini Adam tengah tertidur sambil memeluk dirinya. Barulah ia mengingat jika saat ini telah menjadi istri Adam dan mereka baru saja resmi beberapa jam yang lalu.


Jasmine tersenyum saat memandang wajah Adam yang tengah tertidur pulas. Tampak wajah pria itu yang terlihat sangat tampan meski dalam keadaan tertidur. Perlahan tangan Jasmine menyentuh wajah Adam. Seakan meresapi apa yang ia sentuh saat ini Jasmine menyentuh wajah suaminya itu sangat lembut.


"Kau tampan sekali kak..." gumamnya tanpa sadar.


"Kau baru menyadarinya hem?" tanya Adam yang tiba-tiba membuka matanya dan menggenggam tangan Jasmine yang masih berada diatas wajahnya.


Jasmine yang terkejut terdiam dan membulatkan matanya tak menyangka jika Adam sudah terbangun.


"Maaf..." ucap Jasmine lirih dan berusaha menarik tangannya.


Namun Adam malah menahannya. Pria itu juga mencium tangan Jasmine lembut.


"Untuk apa kau minta maaf hem? bukankah kita sudah sah? jadi kau bisa menyentuhku sesukamu..." ujar Adam.


Wajah Jasmine langsung memerah apa lagi Adam sudah mendekatkan wajahnya dan mulai mengecup bibir Jasmine lembut. Gadis itu pun tampak pasrah dan mulai membalas perlakuan Adam. Keduanya pun saling menyesap dan ******* hingga keduanya mulai kehabisan nafas dan menghentikan kegiatannya.


"Sudah... ayo kita mandi... sebentar lagi maghrib" ucap Adam tersenyum sambil membersihkan bibir Jasmine yang basah akibat perbuatannya barusan.


Keduanya pun beranjak dari tempat tidur dan bersiap untuk mandi.

__ADS_1


__ADS_2