
Tak terasa usia kandungan Jasmine sudah memasuki tujuh bulan dan hari ini ia dan suaminya akan mengadakan cara tujuh bulanan untuk kehamilannya yang kedua. Putra pertama mereka Aby tampak antusias saat melihat banyak orang berlalu lalang dan menghias rumah kedua orangtuanya itu. Balita gembul itu tampak tidak bisa diam sehingga membuat kuwalahan kedua omanya. Meski begitu kedua wanita paruh baya itu tampak bahagia dan tidak merasa lelah mengurus cucu pertama mereka itu. Ya kini kedua oma itu menghabiskan hari-hari mereka dengan ikut membantu Jasmine merawat Aby. Apa lagi kehamilan Jasmine yang semakin besar membuat wanita itu tidak bisa bergerak bebas mengikuti putranya yang sangat aktif.
Acara tujuh bulanan ini akan dihadiri oleh sahabat, keluarga dan juga anak-anak dari panti asuhan. Dan yang paling membuat Jasmine bahagia adalah kembalinya Maya bersama keluarga kecilnya. Ya setelah beberapa tahun menetap di luar negeri akhirnya sahabatnya itu memutuskan untuk kembali. Kedua sahabat itu pun langsung saling melepas rindu. Maya yang membawa putri kecilnya pun mengenalkannya pada Aby. Karena itulah ia sengaja datang sejak pagi.
Dua balita itu pun langsung terlihat akrab. Raya... itu nama yang disematkan oleh Rian dan Maya pada putri pertama mereka.
"Lihatlah May... anak-anak kita langsung bisa akrab padahal baru ketemu..." ucap Jasmine sambil tersenyum.
"Mungkin karena sudah ada bounding dari kita berdua Jess..." sahut Maya.
"Oh iya... apa kau sudah yakin memutuskan untuk kembali tinggal disini May?"
"Heum... aku yakin Jess... tinggal di negara asing ternyata tak seenak di negeri sendiri..." terang Maya sambil terkekeh.
__ADS_1
Jasmine ikut terkekeh. Betapa tidak sebab meski Maya dulu sering keluar negeri dengan kedua orangtuanya namun selera sahabatnya itu memang masih Indonesia banget jika soal kuliner. Meski bisa makan makanan luar namun ia lebih nyaman dengan masakan Indonesia. Kedua sahabat itu pun saling bercerita santai. Siang hari rumah Adam dan Jasmine semakin ramai karena para tamu sudah berdatangan. Sengaja keduanya mengadakan acara pada siang hari di hari minggu dan bukannya pada malam hari. Sebab mengingat mereka juga mengundang anak-anak panti. Sehingga mereka tidak ingin anak-anak itu mengantuk saat acara berlangsung.
Para tamu yang berdatangan langsung di ajak ke kebun belakang yang cukup teduh karena terdapat pepohonan sebagai pelindung dari panas. Dan diantara para tamu undangan terlihat Rio dan Hana yang datang bersama putra mereka. Dan bahkan Hana juga terlihat tengah mengandung anak keduanya dengan Rio. Kehidupan keduanya kini pun lebih baik karena Rio sudah memiliki pekerjaan yang cukup mapan dan meski tidak bisa melanjutkan pendidikannya karena ia kini fokus mengurus keluarga kecilnya. Kedua orangtuanya pun kini sudah mulai menerima Hana dan Raka sebagai menantu dan cucu mereka.
Dan kini untuk pertama kalinya sejak sekian lama akhirnya Rio dan Maya bertemu muka. Maya yang dulu sempat pergi ke luar negeri demi untuk menghindar bertemu dengan cinta pertama yang mengkhianatinya itu pun kini mampu bertatap muka tanpa merasa sakit sedikit pun. Ya cinta dan kesetiaan suaminya Rian selama ini membuat luka yang dulu masih membekas kini sudah hilang sepenuhnya. Tak lagi ada rasa sakit atau pun marah yang Maya rasakan. Ia sudah benar-benar melupakan masa lalunya dengan Rio. Wanita itu bahkan tampak tak canggung saat menyambut kedatangan Rio dan keluarga kecilnya.
Sedang Rio meski ia juga tampak biasa saja saat bertemu muka dengan Maya namun dalam hatinya masih tersimpan keinginan untuk mengucapkan kata maaf yang belum sempat ia ucapkan pada Maya sejak dulu. Tapi sepertinya itu tidak mungkin karena Maya seolah tak ingin mengingat masa lalu mereka. Meski begitu Rio merasa lega karena Maya masih mau bertemu dan bersikap ramah padanya tanpa menyinggung masa lalu keduanya.
Acara tujuh bulanan kehamilan Jasmine berjalan dengan lancar. Bahkan Aby sangat menikmati acara itu meski belum mengerti maksud dari acara itu dilaksanakan. Yang balita itu tahu saat ini ia bisa bertemu dengan banyak teman baru. Apa lagi anak-anak panti sangat menyukai bocah gembul itu dan mereka senang bermain dengannya. Begitu juga dengan putri Maya, mungkin karena ketika berada di luar negeri ia jarang bermain dengan teman sebayanya yang bisa berbahasa yang sama sehingga ia terlihat sangat senang.
Selain Mirna, ia pun kini sudah memiliki dua orang karyawan untuk membantu. Keadaan Mirna pun lebih baik. Ia tak lagi trauma pada kejadian yang pernah menimpanya. Apa lagi sejak keluar dari rumah sakit Rudi sama sekali tidak menemuinya. Terlebih karena kini ia dan bu Dita juga sudah pindah keluar kota. Dan Mirna pun sudah tak lagi menjalani kehidupannya yang seperti dulu. Ia lebih suka berada di rumah bersama bu Dita. Bu Dita juga sudah berpisah dengan pak Bima meski pria itu semula mencoba mempertahankan pernikahan keduanya. Tapi wanita itu tetap pada pendiriannya. Bukan apa-apa... wanita itu hanya ingin hidup damai dalam sisa usianya bukannya harus terus menerus sakit hati atas tingkah pak Bima yang menurutnya tidak akan pernah berubah.
Sementara bu Nike, ia juga menjalani kehidupan barunya. Ia juga berpisah dengan pak Pambudi, pria yang dulu ia rebut dari sepupunya sendiri. Meski tak hidup semewah seperti saat bersama pak Pambudi tapi setidaknya ia masih memiliki harta yang bisa ia gunakan untuk menyambung hidup. Dan juga ia juga memilih untuk tinggal tak jauh dari tempat tinggal bu Dita dan Mirna. Baru kini ia merasakan arti bahagia yang sesungguhnya yang mana bukan melulu hanya tentang harta semata.
__ADS_1
Pagi ini Mirna tampak bersemangat membantu mamanya di toko karena hari ini mereka mendapat pesanan kue yang cukup banyak. Ya setelah beberapa bulan membantu bu Dita, Mirna pun kini sudah mulai mahir membuat kue meski ia belum berani untuk membuat sendiri tanpa didampingi oleh bu Dita. Dengan cekatan ia pun mulai membuat adonan sementara bu Dita membuat kue lainnya namun tetap berada di dekat Mirna. Karena wanita itu tetap saja masih sering meminta mamanya untuk mengecek hasil kerjanya karena masih takut salah. Selesai membuat kue giliran kini ia mulai memasukkan kue-kue yang sudah jadi pada etalase toko. Dua karyawan toko pun ikut membantu Mirna.
Saat ia tengah sibuk menata kue tiba-tiba pintu toko dibuka dari luar.
"Selamat pagi... ada yang bisa kami bantu?" tanya Fitri salah satu karyawan toko.
"Hemm... saya mau lihat-lihat dulu..." ucap orang itu sambil menghampiri etalase untuk memilih kue yang diinginkannya.
Deg!
Suara itu... meski sudah beberapa bulan ia sudah berusaha melupakannya namun ia masih bisa mengenalinya saat ia mendengar suara orang itu lagi. Seketika tubuh Mirna sedikit bergetar. Ia tak berani menoleh untuk memastikan orang itu tapi ia tidak ingin orang itu tahu jika ia bekerja di toko ini. Dengan segera ia masuk ke bagian belakang toko untuk bersembunyi dan menenangkan dirinya.
Sementara orang yang ditakuti Mirna sesungguhnya sudah menyadari keberadaannya. Melihat tubuh wanita yang pernah disakitinya itu bergetar membuat pria itu tak ingin mendekat. Ia tahu jika Mirna masih merasa trauma dan takut kepadanya.
__ADS_1
"Sampai kapan aku harus berusaha membuatmu mau memaafkan semua kesalahanku Mirna? sedang untuk melihatku saja kau masih ketakutan" batin Rudi.
Ya hari ini Rudi mencoba untuk muncul dihadapan Mirna berharap wanita itu mau untuk menemuinya sehingga ia bisa meminta maaf lada wanita yang pernah disakitinya itu.