
Sudah dua hari Jasmine berada diruang ICU dan kondisinya pun berangsur membaik walau gadis itu belum juga sadar. Setelah dirasa kondisinya stabil dokter pun memindahkan Jasmine ke ruang rawat biasa dan hanya tinggal menunggu gadis itu sadar. Mama Tika pun setiap hari menjaga putri semata wayangnya itu. Sedang pekerjaan di butik di handle oleh tante Fira. Hanya urusan desain saja yang masih ia lakukan sendiri itu pun melalui online.
Pada hari ke sepuluh setelah ia dipindahkan ke ruang perawatan akhirnya Jasmine pun sadar. Saat pertama kali ia membuka matanya ia melihat mamanya yang sedang tertidur disampingnya karena kelelahan.
"Ma...ma..." panggil Jasmine pelan.
Mama Tika yang tertidur namun tak nyenyak itu pun langsung bisa mendengar suara putrinya. Seketika ia langsung terbangun dan melihat putrinya sudah membuka matanya. Dan senyum sudah mengembang di bibir gadis itu walau dengan wajah yang pucat.
"Sayang... kau sudah sadar nak" ucap mama Tika yang langsung mencium kening putrinya itu.
Segera mama Tika memencet tombol untuk memanggil perawat. Tak lama dokter dan perawat yang menangani Jasmine pun datang. Mereka segera melakukan pemeriksaan kepada Jasmine. Dan hasilnya dokter mengatakan jika kondisi Jasmine sudah membaik dan jika dalam dua hari kedepan gadis itu sudah bisa pulang. Namun dokter dan mama Tika belum memberitahu gadis itu jika kini ia mengalami kelumpuhan.
Siang harinya seperti biasa Maya datang untuk menjenguk sahabatnya itu. Ketika Maya membuka pintu ruang perawatan Jasmine dan menemukan sahabatnya itu telah sadar ia tak dapat menahan harunya hingga ia langsung memeluk Jasmine sambil menangis.
"Syukurlah Jess... kamu segera sadar" ucapnya.
"Makasih May... udah sering jengukin aku" ujar Jasmine tersenyum.
"Ma... aku ingin ke kamar mandi..." ucap Jasmine sambil berusaha untuk bangun.
Namun ia kaget saat ia tak dapat menggerakkan kedua kakinya.
"Ma aku kenapa?" tanyanya panik ketika ia menyadari jika sedari tadi ia juga tak merasakan apa-apa pada kedua kakinya.
"Sabar sayang..." ucap Mama Tika sambil memeluk tubuh putrinya.
Sedang Maya sudah langsung menangis namun tak berani mengeluarkan suaranya. Jasmine yang melihat itu semakin panik. Ia berusaha untuk menggerakkan kedua kakinya namun tetap saja kakinya tak merespon perintah dari otaknya.
"Mama...!!!" teriak Jasmine mencoba melepaskan pelukan mama Tika.
Namun mama Tika tetap memeluk putrinya itu dengan erat. Ia tak ingin Jasmine semakin terluka.
"Sabar sayang... kamu hanya lumpuh sementara... jadi jangan berhenti berjuang ...kamu pasti sembuh" ucap mama Tika masih memeluk Jasmine erat.
Tubuh Jasmine pun lemas... ia tak lagi berontak fikirannya langsung kosong. Ia tak dapat membayangkan bagaimana nanti masa depannya dengan keadaannya sekarang yang lumpuh. Merasakan jika Jasmine sudah tak berontak mama Tika pun perlahan melepaskan pelukannya. Dipandanginya wajah putrinya yang terlihat pucat lalu ditangkupnya dengan kedua tangannya.
"Dengarkan mama sayang.... kau hanya sementara berada dalam keadaan seperti ini jadi kau harus menurut pada mama untuk terus berusaha agar kau cepat sembuh ya..." ucapnya menatap wajah Jasmine lekat.
Jasmine hanya mengangguk pelan tanpa mengeluarkan suara. Fikirannya kosong. Tiba-tiba terlintas dibenaknya wajah Adam. Apa pria itu sudah tahu keadaannya saat ini? tidak dia tidak boleh tahu jika sekarang Jasmine sudah cacat.
"Ma.... bisakah kita pindah rumah?"
"Kenapa sayang?" tanya mama Tika terkejut.
"Aku tak akan bisa naik tangga ke kamarku ma ..." ucapnya sendu.
__ADS_1
Cresss.....
Seperti tertusuk pisau tajam dada mama Tika mendengar perkataan Jasmine. Namun gadis itu benar... ia tak mungkin menaiki tangga dalam keadaan seperti ini.
"Baiklah... nanti kita fikirkan... sekarang kamu fokus saja pada kesembuhanmu nak...." ucap mama Tika.
Jasmine pun mengangguk pelan.
"May bisa kau temani Jasmine sebentar? tante ada urusan sebentar" kata mama Tika.
"Iya tante... " sahut Maya.
"Jasmine mama keluar sebentar ya..."
"Iya ma..."
Mama Tika pun segera keluar lalu menghubungi tante Fira.
"Halo Fir... aku bisa minta tolong?"
Mama Tika pun memberitahukan apa yang terjadi pada Jasmine dan rencananya untuk pindah rumah. Tante Fira pun berjanji akan membantu mencarikan rumah yang cocok untuk keduanya. Sementara mama Tika pergi keluar Maya pun mendekati Jasmine dan memegang tangan sahabatnya itu.
"Jess... aku tahu ini sangat berat buat kamu... tapi percayalah jika suatu saat nanti kau pasti sembuh" ujarnya memberi semangat.
"Terima kasih May... bisakah aku minta tolong sama kamu?"
"Aku mohon jangan beritahu mama alasan aku pergi ke bandara" kata Jasmine memohon.
"Tentu saja Jess... tanpa kau minta pun aku sudah melakukannya..." ucap Maya sambil tersenyum.
"Aku juga ingin agar kau menyembunyikan keadaannku yang sebenarnya dari kak Adam.... aku tidak mau dia kepikiran dan merasa bersalah" lanjut Jasmine.
"Tapi Jess bukannya dia juga bisa tahu dari tante Fira atau mama kamu?"
"Dia ga mungkin bertanya pada mereka May... tapi walau begitu aku juga akan menyuruh mama dan tante Fira merahasiakannya setelah aku menemukan alasan yang tepat" kata Jasmine.
Maya pun mengangguk setuju. Lalu keduanya pun berbincang tentang hal lain sambil menunggu mama Tika kembali.
..........
Setelah dua hari Jasmine pun keluar dari rumah sakit. Dengan bantuan tante Fira, mama Tika sudah menemukan rumah kontrakan yang cocok untuk dirinya dan Jasmine karena hanya memiliki satu lantai. Sedang rumah mereka rencananya juga akan dikontrakkan.
Dari rumah sakit mereka langsung menuju rumah kontrakan. Sesampainya di sana Jasmine langsung diantar ke kamar barunya. Walau tidak terlalu besar namun cukup nyaman. Di sana terdapat sebuah jendela besar hingga pemandangan kebun belakang terlihat jelas dari dalam kamar dan Jasmine pun sangat menyukainya. Walau jujur saja ia masih merindukan kamar lamanya.
"Ma.... apa Jasmine masih bisa sekolah?" tanyanya pada mama Tika saat keduanya tengah makan malam.
__ADS_1
"Tentu saja sayang... tapi untuk sementara kamu ikut kelas online saja ya... nanti mama akan bicara pada pihak sekolah" kata mama Tika.
Jasmine pun menggangguk setuju. Setidaknya ia masih bisa melanjutan sekolahnya dan akan berusaha agar tidak sampai tinggal kelas.
...............
Di benua lain tampak Adam tengah memeriksa laporan dari orang suruhannya untuk mengawasi Jasmine. Sepertinya gadis itu benar tidak jadi pergi ke bandara karena saat orang suruhannya memeriksa cctv bandara gadis itu sama sekali tak pernah muncul bahkan hingga beberapa jam setelah keberangkatan Adam. Bahkan saat Adam mencoba menghubungi gadis itu saat dirinya tiba di Sidney nomor ponselnya juga sudah tidak aktif.
Saat orang suruhannya mengawasi rumah gadis itu terlihat jika sepertinya gadis itu dan ibunya sedang pergi karena rumah itu tampak kosong. Walau pun penasaran kemana perginya Jasmine dengan mamanya tapi Adam tak bisa menyuruh orangnya untuk bertanya langsung pada tante Fira atau pun pegawai butik karena bisa saja mereka curiga.
Setelah berfikir lama akhirnya ia memutuskan untuk meminta bantuan mamanya untuk mencari tahu kabar mama Tika dan Jasmine pada tante Fira. Lalu ia pun segera menghubungi mamanya dan mengutarakan maksudnya. Mama Sinta pun langsung menyetujui keinginan putranya dan berjanji segera mendatangi butik tante Fira untuk menanyakan kabara Jasmine dan mamanya.
............
Jasmine yang sedang duduk di dekat jendela menoleh karena mendengar suara pintu kamarnya di buka dari luar. Ternyata mamanya yang hendak mengingatkan Jasmine untuk meminum obatnya.
"Sayang ... kau sudah minum obat nak?" tanyanya lembut.
"Belum ma..." sahut Jasmine.
"Diminum sekarang ya nak... kalau nanti-nanti bisa lupa" bujuknya.
Jasmine pun memutar kursi roda dan mengarahkannya pada mamanya yang sudah menyiapkan obat dan air minum ditangannya. Jasmine pengambil obat dari telapak tangan mamanya dan langsung meminumnya dengan air pemberian mamanya. Selesai minum obat Jasmine tampak ingin bicara sesuatu oada mamanya.
"Ma ... boleh Jasmine bicara sebentar?"
"Tentu saja sayang..." jawab mama Tika.
"Bagaimana kalau keadaan Jasmine ini jangan sampai diketahui siapapun termasuk semua klien mama?" kata Jasmine hati-hati.
"Kenapa sayang ... apa kamu malu?"
"Sedikit ma... tapi yang paling Jasmine takutkan nanti mereka membatalkan kerja sama karena mengira kinerja mama akan menurun karena harus mengurus anak mama yang lumpuh" terang Jasmine.
"Memangnya kenapa? kamu kan anak mama... sudah pasti mama akan lebih mengurus kamu dibanding pekerjaan mama" kata mama Tika.
"Bukan begitu ma... "
"Mama tahu maksud kamu sayang.... baiklah mama akan minta semua orang dibutik menutup informasi apa pun yang menyangkut tentang kecelakaan dan kelumpuhan kamu..." sahut mama Tika sambil memeluk putri semata wayangnya itu.
"Juga teman disekolah ya ma..."
"Iya sayang ... nanti mama akan bicara dengan guru kamu di sekolah" ucap mama Tika yang tak ingin Jasmine tertekan.
"Sekarang tidurlah ..." ucap mama Tika lalu ia pun membantu Jasmine untuk naik keatas tempat tidurnya.
__ADS_1
Setelah membetulkan selimut yang menutupi tubuh Jasmine mama Tika pun kembali ke kamarnya sendiri. Sebelum memejamkan matanya Jasmine berdo'a dalam hati agar semua rencananya berjalan lancar sehingga Adam tak akan tahu tentang kondisinya sekarang. Ia pun sengaja mengganti nomor telfonnya sehingga Adam tak akan lagi bisa menghubunginya. Sekarang Jasmine bertekad untuk menjauh dari Adam karena ia tak ingin dikasihani oleh pria itu. Sekarang dia bukan Jasmine yang dulu ... dia sudah menjadi gadis yang berbeda. Gadis yang cacat...