Dia Itu Aku

Dia Itu Aku
Hilang


__ADS_3

Sambil mengemudikan mobilnya Adam berusaha untuk terus terhubung dengan Jasmine melalui ponselnya yang ia letakkan di tempat yang tersedia khusus di dashboard mobilnya.


"Jess... apa kau berhasil menjauh dari sana?" tanya Adam karena sedari tadi Jasmine tidak mengeluarkan suara.


"A..ku.. se...dang... men...co..ba...nya... kak..." sahut Jasmine terbata.


Terdengar suara nafas Jasmine yang memburu. Tampaknya gadis itu kesulitan untuk menggerakkan tubuhnya. Adam semakin panik, pasalnya ia takut jika rumah yang terbakar itu roboh sedang Jasmine belum beranjak menjauh dari sana.


"Ma tolong terus ajak Jasmine bicara... jangan sampai dia kehilangan kesadarannya sebelum menjauh dari tempat itu" ucap Adam pada mama Sinta.


Mama Sinta pun langsung mengangguk dan segera meraih ponsel Adam.


"Jasmine sayang.... kamu masih bisa mendengar mama sayang? ini mama Sinta nak... kami saat ini sedang menuju ke rumah kamu untuk menjemput mama kamu sayang... kami semua akan segera menemui kamu jadi kamu harus kuat dan segera menjauh dari sana" kata mama Sinta mencoba memberi semangat pada Jasmine.


"Mama... mama akan kemari?" terdengar suara Jasmine lirih.


"Iya sayang kami semua akan kesana untuk menjemput kamu... jadi kamu harus selamat" ucap mama Sinta.


Saat itulah mobil Adam tiba di depan rumah mama Tika. Tampak mama Tika sudah menunggu di depan rumah. Begitu mobil Adam berhenti mama Tika langsung membuka pintu penumpang dan lansung naik ke dalam mobil.


"Bagaimana? apa sudah ada kabar dari Jasmine?" tanya mama Tika begitu ia duduk di kursi penumpang.


Mama Sinta langsung mengangsurkan ponsel Adam pada mama Tika dan memberitahu padanya jika ponsel Adam masih tersambung dengan ponsel Jasmine. Setelah menerima ponsel tersebut mama Tika lansung berbicara pada putrinya itu.


"Jess kamu dengar suara mama nak?"


"Mama... Jasmine takut ma... hiks...hiks..." isak Jasmine begitu mendengar suara mamanya.


Saat ini Jasmine yang sedang berusaha menyeret tubuhnya hanya bisa mendengarkan suara orang-orang yang menyayanginya memberikan semangat padanya. Ponselnya masih didalam tas kecil yang tergantung dilehernya dan saat ini sudah ia pindahkan ke arah punggungnya.


"Jangan takut sayang... mama, Adam dan mama Sinta akan segera sampai disana... kamu jangan menyerah ya nak..." ucap mama Tika yang menahan suara tangisnya agar putrinya tak bertambah takut.


"I...iya... ma..." sahut Jasmine.


"Sekarang teruslah berusaha sayang mama akan menemani kamu ..." sambung mama Tika.


Adam yang mengemudikan mobilnya dengan kecepatan tinggi membuat mereka dapat sampai lebih cepat apalagi jalanan yang mereka lewati sudah cukup lengang.

__ADS_1


"Sayang... kami sudah sampai ... kamu ada dimana?" tanya mama Tika begitu turun dari mobil.


"Mama... uhuk... uhuk... disini panas ma... uhuk... uhuk..." ucap Jasmine yang membuat mama Tika takut.


"Sayang kamu bisa lihat sekeliling kamu tidak?"


"Gak ma... uhuk.. uhuk... disini banyak asap... uhuk..." jawab Jasmine sambil terbatuk.


"Mama... maafin Jasmine kalau selama ini Jasmine ada salah... uhuk... uhuk..."


"Sayang jangan bilang seperti itu..." ucap mama Tika semakin takut.


"Bilang sama semuanya ... Jasmine sayang kalian..." kemudian tak lagi terdengar suara Jasmine.


Sementara Adam tengah berusaha untuk dapat masuk ke rumah kosan Jasmine yang masih terbakar... namun para petugas pemadam kebakaran dan juga petugas kepolisian menahannya.


"Tolong pak... calon istri saya ada di dalam sana" ucap Adam memohon.


"Tidak bisa... sangat berbahaya jika anda memaksa untuk masuk ke sana karena kobaran api masih sangat besar!" kata salah satu petugas kepolisian yang menahannya.


"Tapi pak..."


Mama Tika yang tak lagi mendengar suara putrinya menjawab dari ponselnya menjadi histeris. Dia langsung merangsek agar dapat memasuki arean kebakaran.


"Jasmine... kamu dimana nak? ini mama sudah datang sayang..." teriaknya sambil berlari namun langsung ditahan oleh para petugas yang berjaga disana.


"Jasmine!!" teriak mama Tika frustasi.


Mama Sinta langsung memeluk mama Tika. Begitu juga ibu kos Jasmine yang langsung meminta maaf karena saat kebakaran ia melupakan Jasmine yang masih berada di dalam kamarnya.


"Maafkan saya bu Tika... karena kelalaian saya Jasmine belum sempat keluar dari dalam kamarnya" ucap bu Ratih sambil menangis.


"Ini bukan salah siapa-siapa bu... ini murni musibah" kata mama Sinta.


Sedang mama Tika hanya terdiam dengan pandangan kosong karena terlalu syok memikirkan keadaaan Jasmine.


Di tempat lain...

__ADS_1


Jasmine yang sudah kepayahan berusaha menjauh dari rumah kosnya yang terbakar. Namun meski ia sudah berusaha menjauh tapi panasnya kobaran api yang besar masih dapat dirasakannya di tambah asap tebal dan hitam membuat penglihatannya kabur juga merasakan sesak pada saluran pernafasannya.


Jasmine yang sudah merasa kelelahan akhirnya menyerah. Tapi sebelumnya ia berpamitan pada mamanya. Sungguh hatinya sangat menyesal sudah mengecewakan orang-orang yang disayanginya karena tak lagi sanggup untuk menyeret tubuhnya. Apalagi saat ia teringat dengan Adam.


Asap hitam dan tebal semakin membuat pandangannya kabur dan matanya menjadi perih. Belum lagi dadanya yang terasa sesak seperti tercekik karena menghirup asap itu. Dalam hatinya Jasmine sudah pasrah dan memejamkan matanya. Tiba-tiba ia merasa seseorang menyentuh tubuhnya dan beberapa saat kemudian ia merasakan jika tubuhnya melayang. Ternyata seseorang tengah menggendongnya dan menjauhkannya dari kobaran api.


Karena terlalu banyak menghirup asap Jasmine pun pingsan. Ia tak merasakan saat orang itu justru membawanya menjauh dari para petugas dan juga mamanya. Mama Tika yang masih histeris terus saja berteriak memanggil nama putrinya. Para petugas pemadam kebakaran berusaha keras memadamkan api yang berkobar hingga akhirnya setelah beberapa truk pemadam dikerahkan selama dua jam akhirnya api pun dapat di padamkan.


Setelah yakin jika api sudah benar-benar padam para petugas pemadam pun mylai menyisir tempat itu untuk mencari Jasmine yang diperkirakan tak sempat keluar dan menyelamatkan diri. Bahkan Adam pun ikut bersama mereka. Melihat rumah kos yang kini hanya tersisa puing-puing membuat para petugas tidak yakin jika Jasmine bisa selamat. Sementara Adam tak mau menyerah karena ia tahu jika Jasmine sudah berhasil keluar dari dalam kamarnya.


Saat memeriksa keadaan kamar Jasmine terlihat di sana kursi roda gadis itu teronggok di samping bekas jendela yang terbakar. Saat ia memeriksa bagian luar terlihat ada jejak bekas seseorang atau sesuatu yang diseret. Dengan cepat Adam mengikuti arah jejak tersebut. Namun tiba-tiba saja jejak itu berhenti di dekat pagar pembatas rumah. Dalam fikirannya Adam menduga jika ada seseorang yang telah menolong Jasmine. Namun yang tidak ia mengerti kenapa orang itu justru membawa gadis itu pergi dan bukannya membawa pada petugas pemadam dan kepolisian yang berada disana.


Mama Tika yang masih dalam keadaan syok dibawa oleh Adam dan mamanya untuk menginap di hotel. Adam yang sudah menceritakan penemuannya pada mamanya dan juga mama Tika. Walau begitu mama Tika masih tetap khawatir karena tak tahu bagaimana nasib dari putrinya saat ini.


"Tik... kamu harus kuat ... walau kita tidak tahu dimana keberadaan Jasmine sekarang namun setidaknya kita tahu jika Jasmine masih hidup" kata mama Sinta memencoba memberikan semangat pada mama Tika.


"Aku khawatir jika orang yang membawa putriku sebenarnya berniat jahat mbak..." ucap mama Tika mengeluarkan unek-uneknya.


"Aku juga khawatir... oleh karena itu kita harus fokus dan jangan sampai lemah karena Jasmine masih membutuhkan kita..." kata mama Sinta lagi.


Saat itulah Adam datang bersama beberapa orang suruhannya.


"Ada apa Dam? kenapa mereka ikut kemari?" tanya mama Sinta yang sudah mengenal orang yang bersama Adam.


"Aku ingin mereka mencari Jasmine ma..." sahut Adam.


"Dan sepertinya mereka sudah mulai mendapatkan petunjuk" sambungnya.


"Coba jelaskan apa maksud dari perkataan dari anak saya!" kata mama Sinta pada orang yang baru datang.


"Begini bu... setelah kami memeriksa sekitar tempat kejadian kami mendapati jika rumah disebelah lokasi kebakaran terdapat cctv yang menghadap ke lorong tempat terakhir jejak nona Jasmine ditemukan ... dan saat kami memeriksanya kami mendapatkan rekaman ini" kata orang itu sambil menunjukkan rekaman cctv yang telah mereka simpan pada laptop yang mereka bawa.


Adam dan mama Sinta begitu juga mama Tika langsung melihat isi rekaman cctv tersebut. Saat melihatnya mereka terkejut. Sebab ternyata penyebab kebakaran adalah karena ada orang yang sengaja membakar rumah itu. Namun mereka tak dapat mengenali pelakunya karena memakai masker dan juga jaket hoody.


Rekaman kemudian berlanjut dengan saat Jasmine berusaha keluar dari dalam kamar. Tampak saat gadis itu terjatuh saat keluar dari jendela dan kemudian berusaha menyeret tubuhnya menjauh dari rumah yang sudah terbakar dengan hebat. Mama Tika dan mama Sinta tak dapat menahan kesedihannya saat melihat perjuangan Jasmine agar bisa menjauh dari sana. Air mata keduanya langsung menetes dengan deras.


Begitu pun dengan Adam ia juga tak dapat menyembunyikan rasa perih di hatinya saat melihat orang yang dikasihinya merangkak perlahan menjauhi lokasi kebakaran. Kemudian terlihat setelah Jasmine berhasil merangkak cukup jauh tampaknya gadis itu sudah mulai kehilangan kesadarannya dan tengkurap tak bergerak dari posisinya. Tak berselang lama tampak seseorang datang dan menghampiri tubuh Jasmine lalu kemudian orang itu pun menggendong Jasmine dan membawanya pergi dari tempat itu.

__ADS_1


Melihat rekaman tersebut setidaknya mereka yang ada diruangan itu merasa sedikit lega pasalnya bukan orang yang sudah menyebabkan kebakaran yang membawa pergi Jasmine. Namun mereka juga penasaran mengapa orang itu tidak mengembalikan Jasmine pada keluarganya.


__ADS_2