
Pertemuan Jasmine dengan Rio dan keluarga kecilnya tak diceritakannya pada Maya. Sebab fikir Jasmine meski sudah berpisah lama dan kini Maya pun akan segera menikah namun tetap saja Rio merupakan kenangan yang tak ingin diingat oleh Maya. Biarlah sahabatnya itu menyongsong hari bahagianya tanpa bayang-bayang masa lalu yang hanya akan membuka luka lamanya. Setelah satu minggu sejak Jasmine menyerahkan rancangannya pada tante Fira dan mamanya hari ini akhirnya ia akan melihat hasilnya. Bersama Maya ia akan melihat hasil rancangannya itu sekaligus agar Maya juga bisa langsung mencobanya.
Jasmine langsung diantar oleh Adam ke butik tante Fira karena mama Tika harus pergi menemui kliennya terlebih dahulu sebelum ia ke butik. Saat sampai di butik tante Fira, Jasmine langsung disambut oleh Dara yang antusias karena kehamilan Jasmine. Keduanya pun mengobrol akrab sambil menunggu kedatangan Maya dan juga Rian. Saat itulah salahbseirang karyawan butik datang memberitahu Dara jika ada seseorang yang ingin melamar pekerjaan disana. Dara yang merupakan karyawan senior pun mendapatkan kewenangan untuk melakukan seleksi awal penerimaan karyawan baru sebelum nantinya menghadap tante Fira untuk seleksi akhir.
"Aku tinggal dulu sebentar ya Jess... ga pa-pa kan?" tanya Dara.
"Ga pa-pa kok kak... kakak lanjutkan saja pekerjaan kakak..." sahut Jasmine tersenyum.
Dara pun lamgsung menemui calon karyawan baru itu di ruangan lain sedang Jasmine menunggu Maya di depan ruang ganti. Tak berapa tampak Maya dan Rian datang dan langsung menghampiri Jasmine.
"Sorry Jess... kami telat... habisnya tadi ada klien yang cerewet minta aku dan kak Rian yang langsung menemuinya..." kata Maya.
"Ga pa-pa kok May... lagi pula aku juga baru datang..."
Kemudian Jasmine pun meminta karyawan butik yang ada disana untuk mengambilkan gaun dan jas yang di pesan oleh Maya dan Rian. Dan setelah mencobanya keduanya tampak sangat cocok dan serasi mengenakan hasil rancangan Jasmine. Maya dan Rian pun menyatakan kepuasan mereka atas hasil rancangan Jasmine.
"Jess... terima kasih sudah mau merancang pakaian pengantin kami berdua..." ucap Maya setelah ia dan Rian mengganti pakaiannya dengan pakaian yang mereka kenakan tadi.
"Sama-sama May... oh iya... gimana kabar Moci? apa dia semakin gemuk?" tanya Jasmine teringat dengan kucing yang telah menolongnya dulu dan menjadi perantara cinta antara Maya dan Rian.
"Hemmm... dia semakin gemuk dan manja Jess... apa lagi kalau sudah ada Maya... aku pasti dimusuhi dan tak boleh mendekati Maya..." sahut Rian mengingat tingkah Moci yang seolah menganggap Maya miliknya.
"Ha... ha... Moci memang gemesin..." ujar Jasmine mendengar tingkah kocak kucing hitam putih itu.
Tak lama Maya dan Rian pun pamit karena mereka masih harus memeriksa persiapan pernikahan mereka. Jasmine pun mengantarkan keduanya ke depan. Saat itulah mereka melihat Rio tengah berada di parkiran butik. Maya dan Jasmine langsung menegang. Sedang Rian yang tak mengenal Rio pun langsung menuju ke mobilnya sambil menggandeng Maya. Dengan isyarat mata Jasmine dan Maya seolah sedang berkomunikasi.
"Tenang May... pura-pura saja tidak melihatnya dan cepat pergi dengan kak Rian..." Jasmine memberi isyarat dengan kode mata.
"Iya Jess..." sahut Maya juga dengan kode matanya.
"Aarrgh... apes banget aku ketemu dia dua kali hari ini..." batin Maya.
__ADS_1
Namun ia berusaha untuk tenang dan berjalan biasa dalam gandengan Rian. Maya bertekad tidak akan terpengaruh dengan keberadaan Rio disana. Sebab kini ada Rian disampingnya dan Rio adalah masa lalu yang telah usai. Yang pasti Rio bukanlah mantan terindah bagi Maya namun sebaliknya... dan Maya tak ingin mengingatnya lagi.
Untung saja Rio tengah duduk diatas motornya dan sedang memainkan ponselnya sehingga ia tak melihat jika Maya dan Rian lewat didepannya. Saat melihat Maya dan Rian sudah masuk ke dalam mobil mereka Jasmine pun langsung masuk kembali ke dalam butik. Meski begitu ia tetap mengawasi dari dalam butik melalui jendela kaca. Ketika mobil yang dinaiki oleh Maya dan Rian sudah pergi meninggalkan area parkir barulah Jasmine masuk ke dalam ruangan mamanya. Tapi baru saja Jasmine akan masuk ke dalam sana tiba-tiba Dara memanggilnya hendak mengenalkan pegawai baru yang lolos tahap seleksi awal.
Alangkah terkejutnya Jasmine saat menatap calon karyawan baru itu. Ternyata ia Hana... istri Rio. Pantas saja pria itu berada di parkiran butik tadi. Tapi tunggu dulu... bukannya Rio itu anak orang kaya? kedua orang tuanya adalah pengusaha yang cukup sukses... tapi kenapa menantu mereka harus bekerja di butik sebagai karyawan biasa? aneh...
Lamunan Jasmine langsung terhenti saat Hana memanggilnya.
"Jasmine?" ucapnya yang juga terkejut melihat Jasmine ada di sana.
"Eh kak Hana..." sahut Jasmine canggung.
"Lho... kalian sudah saling kenal?" tanya Dara yang tak mengira jika Jasmine dan Hana sudah saling kenal.
"Iya kak... kami baru kenal kemarin saat di rumah sakit..." terang Jasmine.
"Apa kau bekerja di sini juga?" tanya Hana saat Dara harus pergi untuk melayani pembeli dan menyuruh Hana untuk menunggu tante Fira yang sebentar lagi akan datang setelah bertemu klien di luar bersama mama Tika.
"Eumm... enggak kok kak... mama aku yang bekerja di sini..." sahut Jasmine.
"Maaf kak... kalau kakak bekerja lalu Raka bagaimana?" tanya Jasmine.
"Raka akan sama ayahnya... sebab mas Rio kerja malam jadi satpam..." sahut Hana.
Jasmine tersentak tak menduga jika Rio bisa bernasib seperti itu... bukannya dulu dia sudah lulus kuliah? lalu kenapa ia malah jadi satpam? bukannya Jasmine menghina profesi itu namun mengingat prestasi Rio yang cukup baik dan keluarganya yang cukup terpandang bagaimana bisa Rio kini hanya menjadi seorang satpam. Tapi Jasmine tidak mungkin mengorek keterangan lebih lanjut pada Hana yang malah nantinya akan menimbulkan kecurigaan.
Akhirnya mereka berdua pun hanya mengobrol tentang hal umum seputar kehamilan karena saat Hana tahu jika Jasmine tengah mengandung ia jadi antusias memberikan tips yang berguna bagi ibu hamil seperti Jasmine. Saat mengobrol bersama Jasmine bisa menilai jika Hana bukan tipe wanita penggoda. Mungkinkah saat itu Rio yang mata keranjang sehingga Hana juga hanya seorang korban? Jasmine tidak ingin memikirkannya. Apa lagi Hana juga tidak menceritakan kisahnya hingga ia bisa menikah dengan Rio. Dan Jasmine juga tidak ingin tahu.
Tak lama tante Fira dan mama Tika datang dan menghampiri keduanya. Begitu juga dengan Dara yang segera bergabung begitu melihat tante Fira dan mama Tika datang. Setelah Dara menjelaskan tentang Hana yang menjadi kandidat karyawan baru tante Fira pun mengajak Hana masuk ke dalam ruangannya untuk melakukan sesi wawancara langsung dengannya. Sementara Jasmine ikut mama Tika ke dalam ruangannya.
"Apa Maya dan Rian puas dengan hasil rancanganmu Jess?" tanya mama Tika saat keduanya sudah berada di dalam.
__ADS_1
"Alhamdulillah ma... mereka berdua suka dengan hasilnya... terima kasih ya ma... mama dan tante Fira mau membantu membuatkan rancangan Jasmine...".
" Iya sayang... sama-sama... oh iya apa hari ini bayi dalam kandunganmu rewel?" tanya mama Tika sambil mengelus perut Jasmine yang mulai buncit.
"Alhamdulillah ma... calon cucu mama hari ini sangat pengertian..." sahut Jasmine.
"Nanti kamu akan disini menemani mama atau ingin pulang sekarang Jess?"
"Aku pulang nunggu di jemput kak Adam ma... tadi dia bilang akan menjemputku..."
"Ya sudah kau duduklah di sini dan kalau ada perlu apa-apa bilang mama... sekarang mama mau melanjutkan pekerjaan mama dulu ya..."
"Iya ma..." sahut Jasmine.
Tak lama Adam pun datang menjemput Jasmine. Setelah berpamitan dengan mama Tika, keduanya pun langsung pulang. Dalam perjalanan Jasmine terlihat sering melamun membuat Adam penasaran apa yang membuat istrinya itu tampak murung.
"Kamu kenapa Honey? apa ada yang mengganggu fikiranmu?"
"Hemmm... hanya masalah kecil saja Dear" sahut Jasmine.
"Walau kecil jika itu mengganggumu lebih baik kau bicarakan padaku agar kau tidak terbebani... ingat saat ini kau tengah mengandung dan tidak boleh stres... karena itu akan mempengaruhi calon anak kita..." kata Adam.
"Sebenarnya hari ini aku bertemu lagi dengan kak Rio dan istrinya. Ternyata istrinya melamar pekerjaan di butik tante Fira... aku takut Dear... masa lalu kak Rio dan Maya akan mengganggu rencana pernikahan Maya dan kak Rian..."
"Bukannya kau bilang Rio sudah menikah?" tanya Adam.
Sedangkan Jasmine hanya menganggukkan kepalanya sebagai jawaban.
"Kalau begitu kau tidak perlu khawatir Honey... mereka sudah menemukan pasangan mereka masing-masing jadi mereka sudah punya kehidupan sendiri dan tak mungkin saling mengganggu satu sama lain..."
"Semoga saja kau benar Dear... sebab aku merasa tidak tenang setelah kejadian hari ini..."
__ADS_1
Adam mengelus kepala Jasmine lembut lalu meraih tangan istrinya itu lalu mengecupnya pelan berusaha memberikan ketenangan pada Jasmine. Meski pun hatinya tengah gundah namun perlakuan Adam membuatnya sedikit merasa tenang. Dan benar kata Adam, mana mungkin Rio akan macam-macam pada Maya saat ada istri dan juga putranya.
Sementara Maya sudah melupakan kejadian tadi di depan butik. Ia kini tengah sibuk bersama Rian mengecek segala sesuatunya agar pesta pernikahan mereka berjalan dengan lancar. Saat selesai mengecek semuanya keduanya tampak puas dengan hasil yang dikerjakan WO mereka. Kini keduanya dapat dengan tenang menunggu tanggal pernikahan mereka.