
Sejak mama Tika sadar Jasmine jadi lebih sering menginap di rumah sakit untuk menemani mamanya walau begitu ia tak melupakan sekolah juga tugas yang ia terima dari pak Adam. Sedang tante Fira juga segera datang ke rumah sakit begitu mendapat kabar jika mama Tika sudah sadar. Dengan bantuan tante Fira juga Jasmine bisa terhindar berurusan dengan perusahaan pak Adam sebentar.
Tante Fira sengaja beralasan jika Jasmine sedang pulang kampung merawat ibunya yang sakit saat sekretaris pak Adam menanyakan alasan ketidak hadiran Jessica pada pertemuan terakhir mereka. Namun saat ditanya alamat kampung halaman Jessica, tante Fira berlagak lupa karena takut jika mereka mencari kesana. Sedang pak Adam jadi semakin penasaran namun ia tak mungkin memaksa tante Fira untuk bicara sebab akan menimbulkan kecurigaan.
Setelah satu minggu mama Tika sadar dari koma akhirnya ia diijinkan untuk pulang ke rumah. Jasmine sangat bahagia karena akhirnya ia juga bisa kembali ke rumah sebab selama ini ia masih menumpang di rumah Maya menunggu hingga mamanya sudah pulang dari rumah sakit. Desain yang harus dikerjakan Jasmine pun telah selesai membuat Jasmine bertambah lega karena sebentar lagi ia tak harus bersandiwara. Apalagi kini mamanya sudah sadar dan sebentar lagi bisa beraktifitas di butik tante Fira. Jadi Jasmine bisa kembali pada kehidupan normalnya sebagai murid SMU biasa.
Namun semua tinggal rencana saat pak Adam mengatakan akan mengadakan acara launcing seragam terbaru untuk perusahaannya. Mau tidak mau sebagai desainer dari seragam tersebut Jasmine harus menghadirinya. Saat tante Fira dan Jasmine membahas masalah tersebut tanpa mereka ketahui ternyata mama Tika juga ikut mendengarnya.
"Apa maksud kamu menyuruh anakku menyamar Fira?" tanya mama Tika marah.
Ia tak menyangka jika sahabatnya memanfaatkan putrinya.
"Maaf Tika .... tapi saat itu keadaannya sangat mendesak karena kau dalam keadaan koma, sedang yang mengerti detail desain kamu cuma Jasmine" ucap tante Fira berusaha untuk menjelaskan.
"Jika saat itu Jasmine maju sebagai dirinya sendiri mana ada yang mau percaya dengan kemampuan bocah 15 tahun yang setahu mereka tak pernah berkecimpung dibidang desain..." sambungnya.
"Maafin tante Fira... Ma, tante Fira hanya tidak ingin kerjasamanya gagal..." bela Jasmine.
Mama Tika hanya bisa menghembuskan nafasnya kasar. Ia tahu jika sebenarnya sahabatnya itu tak bermaksud untuk memanfaatkan Jasmine. Namun ia khawatir jika putrinya menyamar sebagai wanita dewasa maka akan ada pria yang salah faham dan mengira jika mereka dapat berhubungan dengan gadis itu. Padahal ia tahu jika putrinya itu masih sangat polos mengenai percintaan apalagi umurnya yang masih 15 tahun. Dengan gamblang mama Tika menjelaskan alasannya marah dengan penyamaran yang mereka lakukan.
"Maafkan aku Tika... aku tak berfikir hingga sejauh itu..." ucap tante Fira penuh penyesalan.
"Lalu apa yang harus kita lakukan? Haruskah aku berterus terang pada pak Adam?" tanya tante Fira.
"Jika kau bicara sekarang yang ada kita malah akan dituntut dengan pasal penipuan ..." kata mama Tika yang kini jadi ikut pusing padahal dirinya belum sembuh benar.
__ADS_1
"Jadi apa yang akan kita lakukan sekarang?" tanya tante Fira lagi.
"Terpaksa kita lanjutkan lagi penyamaran Jasmine seperti yang kau katakan tadi... tapi kali ini aku akan mendampinginya selalu" terang mama Tika.
"Dan jika acara ini selesai kita harus segera mencari cara untuk membuat karakter Jessica menghilang selamanya" sambung mama Tika.
Ia benar-benar tak ingin jika putrinya harus terus terjebak dalam sandiwara itu. Tante Fira dan Jasmine pun langsung menyetujui rencana mama Tika. Kini setelah mamanya tahu Jasmine merasa sedikit lega karena tak harus menyembunyikannya lagi dari mamanya. Acara yang diadakan oleh perusahaan pak Adam diselenggarakan dengan mewah. Sebab bukan hanya sekedar launcing biasa tapi juga sekaligus memperkenalkan butik tante Fira yang telah menjadi bagian dari perusahaan tersebut. Sejak sore Jasmine dan mama Tika sudah bersiap. Bukan masalah hanya make up tapi juga mengajari Jasmine agar bisa berbaur dengan baik diantara para orang dewasa.
"Nanti disana kamu jangan jauh-jauh dari mama atau pun tante Fira ya" kata mama Tika.
"Baik ma.."
"Jangan lupa juga kamu jangan sembarangan mengambil makanan terutama minuman karena mungkin saja disana mereka menyediakan minuman beralkohol" sambung mama Tika mewanti-wanti Jasmine.
Jasmine pun mengangguk mengerti. Sekitar jam 7 malam keduanya pun berangkat ketempat acara. Sedang tante Fira akan menunggu mereka disana bersama suaminya. Sesampainya di hotel tempat acara itu diadakan tampak tante Fira yang sudah menunggu di depan pintu masuk bersama suaminya. Saat keduanya menghampiri tampak jika om Dani suami tante Fira pun tak mengenali Jasmine dalam dandanannya.
Inilah yang sangat ia takutkan. Putrinya yang masih bau kencur dan sangat polos diperhatikan oleh pria dewasa yang memiliki rasa layaknya pada wanita dewasa pula. Melihat gelagatnya ia merasa jika pak Adam pasti akan menyatakan perasaannya pada Jasmine yang disangkanya Jessica. Karenanya ia harus mencari cara untuk mengeluarkan Jasmine dari tempat itu segera.
Kemudian ia pun menghubungi Maya agar segera menjemput Jasmine dengan menggunakan taxi online. Lalu ia pun memberi kode pada tante Fira agar mengalihkan perhatian. Setelah itu ia mengajak Jasmine untuk pergi ke toilet. Jasmine yang tidak tahu dengan apa yang akan terjadi hanya menurut saja dengan apa yang mamanya perintahkan. Sesampainya di dalam toilet ia pun segera menghapus riasan pada wajah putrinya.
Kemudian ia menyuruh Jasmine agar menukar bajunya dengan yang sengaja ia bawa dari rumah. Setelah itu ia pun menyuruh Jasmine agar keluar terlebih dahulu dari toilet dan segera pergi ke arah parkiran, karena disana Maya sudah menunggunya. Tanpa bertanya Jasmine pun langsung melakukan apa yang mamanya suruh. Namun naas saat ia akan memasuki lift menuju lantai dasar ia berpapasan dengan Nana yang sepertinya sedang sibuk mempersiapkan sesuatu.
Untung saja dengan penampilannya yang sekarang Nana tak mengenalinya. Sebab dengan memakai baju baby doll ditambah dengan kaca mata dan rambut ekor kuda Jasmine sudah kembali menjelma menjadi gadis imut berusia 15 tahun. Tak ada yang akan menyangka jika 10 menit yang lalu ia adalah gadis 20 tahun yang menawan.
Sesampainya di lantai dasar ia pun segera mencari Maya di parkiran. Ternyata sahabatnya itu sudah menunggunya di samping mobil sehingga Jasmine bisa langsung melihatnya. Lalu keduanya pun langsung masuk kedalam mobil dan kemudian dengan cepat taxi itu pun melaju meninggalkan hotel dan menuju ke rumah Jasmine. Sementara pak Adam yang baru saja memberikan sambutan langsung turun dari panggung begitu ia menyadari jika Jessica sudah tidak ada diantara para tamu undangan. Dengan cepat ia menghampiri tante Fira dan suaminya yang duduk di kursi undangan.
__ADS_1
"Maaf bu Fira ... apakah anda melihat Jessica? Sebenarnya saya juga akan memperkenalkannya juga sebagai desainer kepada para kolega saya" katanya ramah.
"Maaf pak sepertinya tadi dia pergi dengan bu Tika..." jawab tante Fira dengan hati yang was-was.
Kini ia menyadari jika pria yang ada di hadapannya itu sedang berusaha untuk mendekati Jasmine.
"Benar kata Tika... ternyata benar ada yang naksir Jasmine..." gumamnya dalam hati.
"Sebenarnya pak Adam itu orang yang baik dan sempurna jika dijadikan pasangan. Hanya saja Jasmine masih dibawah umur" ucapnya lagi didalam hati.
Saat mereka berbincang mama Tika datang bergabung.
"Bu Tika apakah anda tahu dimana Jessica tadi bu Fira bilang jika Jessica pergi dengan anda" kata pak Adam tanpa basa-basi.
"Oh iya pak... tadi memang kami ke toilet bersama, tapi saat saya masih di dalam toilet dia pamit katanya dapat telpon yang mengharuskannya untuk segera pulang" alasan mama Tika.
"O..." kata pak Adam sambil memgangguk mengerti.
Kemudian ia pun permisi untuk menemui tamu lain. Setelah pak Adam pergi tante Fira langsung berbisik pada mama Tika.
"Maaf Tik... sepertinya apa yang kau takutkan benar terjadi"
Mama Tika hanya bisa menghela nafas pelan.
"Iya..." ucapnya lirih.
__ADS_1
Acara pun berlanjut dan berlangsung dengan meriah namun di dalam suasana meiah itu ada seseorang yang hatinya sedang berkabut.
"Kenapa kau selalu datang dan menghilang sesuka hatimu hah?" tanyanya dalam hati.