
Jasmine berniat untuk menghubungi Maya untuk mengabarkan tentang hubungannya dengan Adam yang baru saja terjalin. Namun ternyata justru Maya yang lebih dulu menghubunginya lewat vc. Saat melihat wajah sahabatnya itu Jasmine tahu jika saat ini Maya dalam masalah.
"Kamu kenapa May?" tanya Jasmine langsung.
"Jess... aku putus dengan kak Rio..." ungkap Maya dengan suara bergetar.
"Tapi kenapa May? bukankah selama ini kalian baik-baik saja?"
"Dia selingkuh Jess..."
"Kamu yakin?"
"Iya Jess... soalnya aku melihatnya sendiri" sahut Maya.
"Jadi kamu sudah pulang?"
"Iya Jess... aku cuti kuliah sebentar karena kangen kalian semua disini... dan aku fikir akan menemui kak Rio dulu dan memberinya kejutan ternyata...." terang Maya sambil sesenggukan.
"Kamu dimana sekarang May?"
"Aku dikamar hotel Jess..." sahut Maya.
"Apa mama sama papa kamu tahu kalau kamu udah pulang?" tanya Jasmine hati-hati.
"Udah Jess... aku juga udah ijin untuk menemui kak Rio dulu... tapi ternyata sampai disini aku malah harus menyaksikan pengkhiatannya ...." ujar Maya kembali menangis.
"May... kamu yang tegar ya... kamu istirahat saja dulu besok kita bicara lagi... atau besok kau langsung pulang saja nanti kita ketemu di rumahmu" usul Jasmine.
Maya hanya mengangguk pelan.
"May..."
"Hemm..."
"Jangan berbuat bodoh ya..."
"Iya Jess..."
"Tidurlah aku akan menungguimu sampai kau tidur..." ucap Jasmine sambil menatap wajah sahabatnya yang sudah sembab itu.
"Terima kasih Jess...."
"Iya... sama-sama"
Jasmine pun menunggui Maya hingga tertidur baru kemudian ia mematikan ponselnya. Jasmine mendesah pelan. Ia tak menduga jika Rio yang selama ini terlihat baik ternyata bisa mengkhianati sahabatnya.
Pagi hari Jasmine langsung menghubungi ponsel Maya... ia takut terjadi apa-apa pada sahabatnya itu. Jika saja ia sudah bisa berjalan mungkin sudah sejak semalam ia akan menyusul sahabatnya itu. Jasmine menjadi khawatir sebab panggilannya tak juga diangkat oleh Maya. Fikirannya sudah berkelana membayangkan hal buruk yang mungkin menimpa sahabatnya itu.
Barulah pada panggilan ketiga Maya mengangkat ponselnya.
"Kamu kemana saja May? kenapa dari tadi tidak menjawab panggilanku?" tanya Jasmine yang sangat cemas.
"Maaf Jess... tadi aku masih dikamar mandi..." sahut Maya.
"Aku fikir terjadi apa-apa denganmu May..."
"Ga Jess... aku bukan cewek bodoh yang frustasi karena cowok b***g**k seperti Rio..." ucap Maya.
"Baguslah... aku lega May... jadi kapan kamu pulang ke rumah?" tanya Jasmine.
"Setelah sarapan aku langsung pulang Jess..."
"Kalau begitu kita ketemu di rumahmu ya..."
"Oke..."
Mereka pun mengakhiri sambungan telfon mereka. Jasmine segera membersihkan dirinya dan berniat berpamitan pada ibu kosnya untuk pulang ke rumah orangtuanya hari ini. Kebetulan sekali jika hari ini tidak ada mata kuliah yang harus diikutinya jadi ia bisa langsung pulang dengan diantar mang Oding.
Jasmine sengaja pergi ke butik terlebih dahulu untuk menemui mamanya. Mama Tika tampak sangat bahagia saat melihat Jasmine datang menemuinya.
__ADS_1
"Tumben kamu datang bukan waktu weekend sayang?" tanya mama Tika.
"Sebenarnya aku pulang untuk menemui Maya ma... dia lagi ada masalah" sahut Jasmine sendu.
"Masalah?"
"He em ... masalah anak muda" ujar Jasmine.
"Hemm...mama tahu... pasti Maya lagi patah hati" tebak mama Tika.
"Iya ma... pacarnya berkhianat... aku ingin menemaninya bolehkan ma?"
"Tentu saja boleh sayang... tapi memangnya dia ada disini?"
Jasmine pun mengangguk membenarkan mama Tika.
"Baiklah... tapi setelah itu kamu pulang ke rumah ya... mama kan juga kangen sama kamu..." ucap mama Tika.
"Iya ma..."
Kemudian Jasmine pun pamit untuk ke rumah Maya. Tapi sebelumnya ia menghubungi sahabatnya itu untuk memastikan jika Maya sudah sampai di rumahnya.
Kedua sahabat itu saling berpelukan saat keduanya bertemu. Maya sudah tak bisa menahan rasa sakitnya saat bertemu Jasmine. Gadis itu pun sesenggukan di bahu Jasmine saat keduanya sudah berada di dalam kamar Maya. Jasmine pun membiarkan sahabatnya itu untuk mengeluarkan rasa sakitnya. Setelah beberapa saat akhirnya Maya pun berhenti menangis.
"Sudahlah May... kau jangan terlalu sedih seperti ini... kasihan orangtuamu ... mereka pasti khawatir" kata Jasmine mencoba menenangkan Maya.
"Iya Jess... aku hanya akan menangis kali ini saja ... setelahnya tidak akan ada lagi air mata untuk pria b***g**k itu..." sahut Maya sambil mengelap hidungnya dengan tissu.
"Aaah...legaa..." sambung Maya setelah selesai menangis.
"Apa kedua orangtuamu sudah tahu masalahmu?"
Maya hanya mengangguk.
"Jadi mereka tahu kalau kak Rio selingkuh?"
"Ga Jess... aku hanya bilang kalau kami putus karena ga cocok lagi aja..."
"Lagi di rumah nenek... sebentar lagi juga pulang... karena itu aku seneng banget kamu udah kemari sejak tadi jadi mereka ga tahu aku kayak tadi...." terang Maya.
"May ... maaf aku ga bisa bantu kamu..."
"Apaan sih Jess... kamu ada disini sekarang dan mau mendengarkan curhatanku itu sudah sangat membantuku..." sahut Maya sambil menggenggam tangan Jasmine.
"Kalau begitu berjanjilah akan segera melupakan si b***g**k itu dan cari yang lain yang lebih baik" ucap Jasmine memberi semangat pada Maya.
"Iya aku janji... lagi pula dengan begini aku bisa cari cowok bule buat pacar baruku nanti he...he...he..." ujar Maya yang sudah mulai ceria kembali.
"Aku setuju... carilah bule yang ga cuman ganteng tapi juga tajir oke!" sambung Jasmine.
"Oke!" sahut Maya.
Keduanya pun tertawa bersama. Kesedihan Maya pun jadi berkurang setelah bersama Jasmine. Maya merasa sangat bersyukur karena memiliki sahabat seperti Jasmine yang rela datang dari jauh walau dalam keadaan yang masih dengan kursi roda. Tak lama kedua orangtua Maya pun datang. Mereka pun mengobrol banyak namun tak membahas masalah Maya.
.........
Sore hari Jasmine pamit pulang karena sudah berjanji pada mamanya. Maya pun maklum karena bagaimana pun Jasmine memang jarang pulang jadi wajar jika mamanya merindukan putrinya itu.
Mang Oding yang bertugas menjemput Jasmine pun datang menjemput Jasmine di rumah Maya. Setelah berpamitan pada Maya dan kedua orangtuanya Jasmine pun pulang dengan diantar mang Oding.
Sesampainya dirumah tampak mama Tika sudah pulang dari butik dan sedang menunggunya di teras rumah.
"Assalamualaikum ma..." sapa Jasmine saat mendorong kursi rodanya ke dalam rumah.
"Waalaikum salam..." jawab mama Tika yang langsung mendekati putrinya itu.
"Bagaimana keadaan Maya sayang" tanya mama Tika setelah keduanya masuk ke dalam rumah.
"Alhamdulillah... sepertinya sudah tidak apa-apa ma..." sahut Jasmine.
__ADS_1
"Kalau sedih pasti masih... tapi setidaknya dia sudah bisa mengatasinya..." terangnya.
"Alhamdulillah kalau begitu... semoga saja masalah ini tidak mengganggu kuliahnya..." do'a mama Tika.
"Aaamiin..." sahut Jasmine.
Keduanya pun lalu berbincang melepaskan rindu antara ibu dan anak. Saat malam harinya setelah menerima vc dari Maya, Jasmine pun bersiap untuk tidur. Namun baru saja ia akan memejamkan matanya ponselnya kembali bergetar.
Ternyata kali ini Adam yang menghubunginya.
"Iya kak?" tanya Jasmine saat menjawab panggilan Adam.
"Kenapa seharian ini aku tidak bisa menghubungimu Jess?" tanya Adam dengan suara panik.
"Maaf kak ... sedari tadi ponselku dalam mode silent jadi aku tak tahu jika kakak memghubungiku" sahut Jasmine dengan nada menyesal.
"Oh ...ga pa-pa kalau begitu... aku cuma khawatir sama kamu Jess"
"Terima kasih kakak sudah mengkhawatirkan aku..." ucap Jasmine.
"Kau ini... aku sangat memcintaimu Jess jadi wajar jika aku mengkhawatirkanmu..."
"Iya... sekali lagi aku minta maaf ya..."
"Iya..."
"Sekarang kamu ada dimana?"
"Di rumah mama..."
"Kenapa ga bilang?"
"Soalnya tadi aku pergi mendadak karena Maya baru pulang dari luar negeri..." terang Jasmine.
"Lalu kamu kembali ke kota B kapan?"
"Mungkin besok pagi kak... soalnya aku ada mata kuliah siang..."
"Kenapa cepat sekali?"
"Ini kan bukan weekend kak..."
"Oke... kalau begitu bolehkah aku mengantarmu?"
"Tapi bagaimana dengan mama?"
"Sekalian besok pagi aku akan bicara dengan mamamu Jess..." kata Adam.
"Tapi kak apa mama akan setuju dengan hubungan kita?"
"Kita coba saja dulu untuk memberitahunya..." sahut Adam.
"Baiklah..."
"Kalau begitu kau tidurlah.... besok pagi aku akan ke rumahmu..." kata Adam.
"Iya kak..."
Lalu mereka pun memutuskan panggilan telfon mereka. Jasmine lalu merebahkan dirinya dan memejamkan matanya berusaha untuk tidur. Sedang Adam dia menemui mamanya untuk memberitahukan hubungannya dengan Jasmine.
Mendengar jika Jasmine dan Adam sudah menjalin hubungan yang serius membuat mama Sinta sangat bahagia. Adam yang semula ragu jika mamanya tetap setuju saat mengatakan tentang keadaan Jasmine yang sekarang lumpuh menjadi lega karena ternyata mamanya sama sekali tak keberatan dan menerima Jasmine apa adanya.
Mamanya bahkan setuju jika Adam segera mau meresmikan hubungannnya dengan Jasmine ke jenjang pernikahan. Adam pun merasa sangat bahagia dan ia pun berjanji pada mamanya akan segera mewujudkan keinginan mamanya itu.
Pagi hari Jasmine bangun dengan perasaan gelisah. Ya pagi ini Adam akan datang untuk menemui mamanya. Ada sedikit rasa takut dihati Jasmine jika mamanya akan menolak hubungannya dengan Adam.
Walau selama ini mamanya terlihat bersikap baik pada Adam namun jika menyangkut hubungannya dengan Jasmine, mama Tika belum bisa dikatakan memberikan restu.
"Semoga saja mama tidak marah padaku dan mau merestui hubunganku dengan kak Adam" batin Jasmine berharap.
__ADS_1
Saat sarapan pagi pun Jasmine terlihat sedikit gugup. Mama Tika pun bisa melihat jika sikap putrinya pagi ini terlihat agak aneh. Namun ia berusaha untuk tidak menanyakannya terlebih dahulu pada Jasmine. Biarlah gadis itu sendiri yang akan mengatakannya langsung pada mama Tika.