Dia Itu Aku

Dia Itu Aku
Sisi Gelap


__ADS_3

Hari ini Mirna tampak senang karena ia telah menemukan cara untuk mendekati Adam. Pertemuannya semalam dengan seseorang yang mau membantu rencananya membuatnya tambah percaya diri jika apa yang diinginkannya akan segera terwujud. Saat turu dari kamarnya dia tampak terus menyunggingkan senyumnya. Namun saat ia sampai di meja makan senyumnya langsung menghilang saat dilihatnya wajah papanya yang kusut serta tidak adanya bu Dita wanita yang selama ini ia panggil mama.


"Papa kenapa? dan kenapa mama tidak ikut sarapan?" tanya Mirna yang melupakan masalah kedua orangtuanya karena sibuk dengan masalahnya sendiri.


"Mama kamu sudah tidak tinggal disini lagi... dia benar-benar akan meninggalkan kita..." sahut pak Bima dengan suara parau.


Ya pak Bima tidak menyangka jika istrinya itu benar-benar membuktikan ucapannya untuk meninggalkan rumah dan mengurus perceraian mereka. Sedang Mirna tampak mulai berusaha mencerna apa yang sedang terjadi pada keluarganya.


"Jadi mama benar-benar meninggalkan papa?" tanyanya masih tidak percaya jika yang dikatakan papanya itu benar.


Pak Bima hanya bisa menganggukkan kepalanya. Arrgh!! kenapa juga istrinya itu meminta cerai setelah mereka puluhan tahun menikah? batin pak Bima. Pria itu sama sekali tidak sadar jika kesabaran manusia itu ada batasnya. Sedang dia selalu saja mengulang kesalahan yang sama yang membuat hati bu Dita tak bisa lagi menerima kesalahan suaminya itu.


Pagi itu keduanya pun melanjutkan sarapan dengan saling diam dan sibuk dengan fikiran mereka masing-masing. Pak Bima tampak frustasi dengan tuntutan cerai dari bu Dita sementara Mirna malah sibuk dengan rencananya untuk menaklukkan Adam. Tampaknya sifat buruk kedua orangtua kandungnya memang menurun kepadanya. Hingga ia masih saja memikirkan urusan pribadinya dari pada masalah kedua orangtuanya.


Sementara Adam tampak tengah menginstruksikan pada asistennya untuk menghandle segala sesuatu yang berurusan dengan kerjasama dengan perusahaan pak Bima. Ia sengaja menutup semua akses yang bisa membuat Mirna bisa berada disekitarnya. Ia tak ingin menciptakan celah yang dapat membuat wanita itu menjalankan rencananya. Bukan hanya itu, Adam juga memperketat pengawalan pada istri dan juga buah hatinya. Namun ia tetap melakukannya secara sembunyi-sembunyi agar Jasmine tetap merasa nyaman dan tidak merasa terkekang. Karena ia tahu jika Mirna bisa saja berbuat nekat dengan mencelakai keluarga kecilnya.


Jasmine yang belum mengetahui apa yang terjadi pada suaminya pun mulai merasakan firasat tentang Adam. Entah mengapa ia merasa jika suaminya itu tengah menghadapi masalah. Namun ia belum berani menanyakannya pada Adam. Tak disangka ia malah mendapatkan jawabannya dari Alya. Ya akhirnya Alya memutuskan untuk memberitahukan pada Jasmine tentang obsesi Mirna pada Adam. Dalam fikiran Alya akan lebih baik jika wanita itu tahu kenyataannya bahwa ada seseorang yang ingin merebut suaminya.


Alya yang mulai menganggap Jasmine seperti adiknya merasa harus memberitahu Jasmine agar wanita itu dapat bersiap menghadapi Mirna yang ia tahu akan melakukan segala cara untuk mendapatkan keinginannya.


"Jadi wanita itu sudah ditolak oleh kak Adam?"


"Benar Jess... tapi aku tahu sifat Mirna... dia tidak suka untuk ditolak... maka dari itu aku memberitahukanmu semuanya agar kau juga waspada dan tidak mudah terpengaruh apa bila ada berita yang menyudutkan suamimu... sebab bisa saja Mirna melakukan cara licik untuk mendapatkan keinginannya..." terang Alya.

__ADS_1


Jasmine mengangguk mengerti. Pantas saja ia merasa jika suaminya itu begitu protektif padanya akhir-akhir ini dengan menyuruhnya untuk tidak sering keluar dari rumah jika bukan urusan penting. Meski sebenarnya ia juga jarang keluar dari rumah. Malam hari saat ia dan Adam sudah berada di kamar mereka Jasmine berniat menanyakan tentang Mirna pada Adam. Bukan ia tak mempercayai suaminya namun Jasmine hanyaa ingin agar Adam mau terbuka padanya dan mau berbagi permasalahannya dengannya.


"Dear... apa kau sedang ada masalah?" tanya Jasmine lembut saat keduanya tengah berbaring berdampingan di tempat tidur.


"Tidak ada Honey..." sahut Adam cepat.


"Jangan berbohong padaku Dear... kak Alya sudah menceritakan semua tentang wanita itu... apa dia benar-benar mengganggumu?" tanya Jasmine sambil mengelus lengan suaminya itu.


"Hemmm... dia benar-benar sudah menggangguku Honey... karena itu aku tidak ingin dia menyakitimu..." kata Adam setelah tidak bisa menyembunyikan kebenaran tentang Mirna dari Jasmine.


Mungkin benar jika istrinya itu juga harus tahu tentang wanita itu yang sepertinya tidak kapok untuk mengganggu rumah tangganya dengan Jasmine.


"Jangan khawatir... aku akan menjaga diriku dengan baik Dear... dan apa pun yang terjadi aku akan selalu mempercayaimu..." ucap Jasmine yang sangat melegakan Adam.


"I love you Jasmine..." bisik Adam ditelinga istrinya itu.


"I love you to Dear..." sahut Jasmine sambil menyusupkan kepalanya ke dada bidang suaminya.


Malam itu keduanya dapat tidur dengan tenang setelah sama-sama terbuka tentang permasalahan Mirna. Meski esok akan banyak tantangan dan permasalahan keduanya kini tahu bahwa dengan saling terbuka bisa membuat keduanya lebih kuat menghadapi segala cobaan. Baik itu dari pihak lain mau pun ujian yang lainnya.


Sementara di sebuah club nampak pak Bima dan Mirna berada di tempat yang berbeda. Jika pak Bima memilih ruang privat untuk menghilangkan suntuknya maka Mirna tengah duduk di dekat bar dan sedang menunggu seseorang.


"Selamat malam manis..." ucap seorang pria yang baru datang dan menghampirinya sambil tersenyum.

__ADS_1


"Tidak perlu basa-basi... cepat berikan apa yang aku minta kemarin..." sahut Mirna datar.


"Ck... sekarang kau sungguh membuatku seperti seorang pesuruhmu saja sayang..." desis pria itu.


"Apa kau lupa jika dulu kau sangat menyukaiku dan selalu menginginkan pelayananku?" godanya.


"Kau tahukan... aku hanya ingin mendapatkan kepuasan darimu... bukan yang lain... jadi jangan bersikap seolah-olah kita ini sepasang kekasih yang dimabuk cinta!" sahut Mirna dongkol.


"Aku tahu... tapi apa kau tidak menginginkan aku malam ini hem? bukankah kita masih bisa menghabiskan waktu bersama selagi kau belum bisa mendapatkan pria bodoh itu?" rayu pria itu tak mau menyerah.


Ya ia tak mau rugi dengan memenuhi permintaan Mirna tanpa imbalan yang menurutnya pantas ia dapatkan selain uang apa lagi kalau bukan kembali bisa mencicipi tubuh wanita itu lagi. Meski ia tidak begitu tertarik dengan Mirna namun untuk sekedar melepaskan hasrat ia mau melakukannya dengan wanita itu. Mana ada kucing yang menolak ikan mentah yang ada didepannya bukan? batin pria itu sambil tersenyum smirk.


Mirna memandangi pria yang ada dihadapannya dengan intens. Ia saat ini sebenarnya malas melayani kemauan pria itu tapi ia juga butuh pelepasan saat ia belum bisa mendapatkan Adam. Pergaulan Mirna yang sangat bebas memang membuatnya sudah berkali-kali berhubungan badan dengan setiap pria yang disukainya meski tanpa ikatan atau pun komitmen bahkan untuk sekedar status kekasih saja. Dan ia sangat pandai menutupi kebobrokannya itu dari kedua orangtuanya dan bahkan Alya.


Alya memang tahu jika Mirna suka datang ke club namun karena hanya suka minum dan bersenang-senang saja bukan untuk one night stand para setiap pria yang diinginkannya. Karena sesungguhnya sifat Alya dan Mirna bertolak belakang karena Alya tak pernah mau ikut menginjakkan kakinya ke club meski pun itu dengan Mirna.


Meski sifat keduanya sangat berbeda tapi entah mengapa keduanya bisa akrab saat pertama kali mereka bertemu ketika mereka masuk SMU dan sejak saat itu keduanya pun menjadi sahabat. Entah karena Mirna pandai menyembunyikan sifat liarnya dari Alya ataukah Alya yang terlalu polos hingga mengira jika Mirna hanya gadis manja yang haus perhatian dari orang lain dan suka bersenang-senang saja.


Nyatanya Alya hingga terakhir ia memutuskan untuk tidak mendukung Mirna tentang Adam gadis itu sama sekali tidak tahu jika sahabatnya itu memiliki sisi gelap yang tidak pernah ia bayangkan. Dan kini di saat Mirna yang masih menginginkan Adam namun ia tak bisa menolak godaan pria yang selama ini sering menghabiskan malam panas dengannya hanya atas dasar suka sama suka. Dan seperti yang sudah-sudah Mirna kembali melakukan hubungan terlarang dengan pria itu malam ini.


Sementara pak Bima meski ia sudah menghabiskan banyak botol minuman dan ditemani dua orang wanita penghibur tak jua merasakan kesenangan seperti biasa. Tampaknya masalahnya dengan bu Dita sudah mulai mengusik hatinya. Ia yang biasanya bisa bersenang-senang tanpa merasa bersalah sama sekali pada istrinya itu kini malah tak bisa lagi merasakan kesenangan yang biasa ia rasakan. Keberanian bu Dita untuk meninggalkannya cukup membuat pria itu syok.


Karena wanita yang selama ini ia anggap lemah dan tak berdaya yang hanya bisa pasrah menerima semua kesalahannya termasuk harus menerima dan merawat putrinya dari hasil perselingkuhannya dengan bu Nike kini sudah menunjukkan keberaniannya dengan meninggalkan laki-laki brengsek seperti dirinya meski terkesan sudah sangat terlambat karena butuh puluhan tahun bagi wanita itu untuk pergi meninggalkannya.

__ADS_1


__ADS_2