
Sepulang sekolah Jasmine langsung pergi ke butik tante Fira. Kali ini Maya tidak bisa mengantarnya karena sedang ada urusan keluarga. Jasmine pun menggunakan taxi online. Sesampainya di butik gadis itu langsung di permak oleh tante Fira menjadi Jessica. Tak lama pak Adam pun datang untuk menjemputnya. Keduanya pun kemudian pergi setelah berpamitan dengan tante Fira. Sesampainya di tempat penjahit tampak mama Tika sudah berada di sana. Jasmine pun merasa lega sebab ada mamanya di sana. Ternyata memang pengerjaan pesanan pak Adam dan ibunya sudah hampir seratus persen hingga bisa segera di fitting. Pak Adam pun terlihat sangat puas dengan hasilnya. Melihat itu mama Tika dan Jasmine merasa lega itu artinya kerja keras keduanya berhasil.
"Jadi kapan kami bisa melakukan fitting?" tanya pak Adam pada mama Tika.
"Besok siang sudah bisa pak..." kata mama Tika sambil tersenyum.
Hati mama Tika sekarang ini tengah merasa bahagia sebab sebentar lagi putrinya akan terbebas dari sandiwara ini. Jasmine pun sama gadis itu sejak tadi sudah tersenyum bahagia saat tahu jika besok pak Adam dan ibunya bisa fitting dan jika semuanya lancar maka pesanan tersebut bisa langsung diambil.
"Kau terlihat sangat bahagia..." ucap pak Adam tiba-tiba. Jasmine yang mendengar pun terkejut. Ternyata pak Adam sedari tadi sudah memperhatikannya.
"Eh...i...iya .... soalnya ternyata kerja keras kami berhasil sebab anda menyukainya" kilah Jasmine. Pak Adam pun tersenyum.
"Ada-ada saja alasanmu bocil..." batin pak Adam yang sudah dapat membaca pikiran Jasmine yang ingin segera mengakhiri sandiwaranya.
Kemudian pak Adam pun pamit dengan alasan akan menghadiri meeting. Mama Tika pun langsung menyatakan akan pulang ke butik dengan Jasmine. Pak Adam pun langsung menyetujuinya.
Sepeninggalnya pak Adam, mama Tika dan Jasmine pun langsung kembali ke butik. Hari ini keduanya senang karena sebentar lagi segala sesuatu akan kembali normal dan Jasmine akan kembali pada kehidupannya yang normal. Sementara pak Adam ternyata bukan menemui klien melainkan menemui mamanya yang sudah menunggunya di rumah.
"Bagaimana Dam? apa hasilnya bagus?" tanya mama Sinta.
"Iya ma... dan mungkin besok kita sudah bisa mencobanya" kata pak Adam.
"Lalu bagaimana dengan sandiwara mereka?".
"Tampaknya mereka akan segera mengakhirinya ma...."
"Baguslah jadi kau bisa mendekati gadis itu dengan identitas aslinya" kata mama Sinta.
"Tapi ma... apa aku tidak seperti pedofil yang mengejar anak ingusan seperti dia?" tanya Adam yang merasa risih membayangkan umur Jasmine.
__ADS_1
"Jika kau mengejarnya sekarang mungkin orang akan menuduhmu seperti itu... tapi yang mama maksud kau buat gadis itu nyaman denganmu dan memiliki kesan yang dalam dihatinya agar saat umurnya cukup kau bisa terang-terangan mendekatinya..." kata mama Sinta panjang lebar.
"Tapi...tetap saja saat melihat wajahnya yang sangat polos membuatku seperti orang jahat saja... karena sudah memiliki rasa yang dewasa padanya" ungkap Adam frustasi.
"Tapi kau kan tidak merusaknya sayang... kau hanya menjaganya dari jauh agar saat waktunya tiba hatinya akan jadi milikmu" terang mama Sinta.
Pria 30 tahun itu pun hanya mengangguk pelan.
Sementara itu di rumahnya Jasmine sedang menikmati saat santai bersama mamanya sambil menonton televisi.
"Sayang bulan depan kan ulang tahunmu yang ke 16... apa kau ingin merayakannya?" tanya mama Tika.
"Eum... sebenarnya aku sama Maya ingin merayakannya bersama ma..."
"Tapi apa kedua orangtua Maya tidak keberatan kalian terus merayakan ulang tahun bersama? ya walau memang tanggal kalian lahir itu sama..." kata mama Tika lagi.
"Mama tahu Maya pasti merasa senang bisa selalu merayakannya... tapi mama merasa tak enak sebab selama ini keluarga merekalah yang selalu mengeluarkan biaya..." ungkap mama Tika.
"Jasmine tahu ma... mungkin kali ini Jasmine bisa membujuk Maya agar tak merayakannya secara berlebihan..."
"Baiklah sayang... terserah kamu saja mama hanya tak ingin kita selalu merepotkan orang lain"
"Iya ma..."
Keesokan harinya saat di sekolah Jasmine pun berusaha untuk berbicara dengan Maya. Ia bahkan memberikan ide untuk melakukan camping keluarga untuk berganti suasana. Maya yang jarang sekali menikmati waktu bersama kedua orangtuanya langsung menyetujui ide Jasmine itu. Bahkan gadis itu sudah mulai mencari tempat camping yang sesuai dengan keinginannya.
"Kau tahu Jess... idemu kali ini adalah yang terbaik..." ucapnya sambil memeluk Jasmine.
"Iya... tapi apa kedua orangtuamu akan setuju May?"
__ADS_1
"Semoga saja... do'akan aku ya..." ucap Maya seperti hendak berangkat perang.
Jasmine pun mengangguk dan terkekeh dengan tingkah sahabatnya itu. Siang itu pulang sekolah Jasmine sudah di jemput oleh mama Tika sedang Maya juga sudah di jemput pak sopir. Sebelum berpisah Maya kembali meminta do'a dari Jasmine agar permintaanya dikabulkan oleh kedua orangtuanya. Jasmine pun menurutinya.
Sesampainya di butik Jasmine kembali dirubah menjadi Jessica karena hari ini fitting baju pesanan pak Adam dan ibunya. Dan mungkin setelah hari ini tidak akan ada lagi yang namanya Jessica. Baru saja Jasmine berganti pakaian pak Adam dan ibunya sudah datang. Keduanya langsung melakukan fitting dan hasilnya baju yang mereka pesan sangat cocok dan tinggal finishing saja dan akan segera dikirim ke rumah mereka begitu selesai. Pak Adam tak menyangka jika rancangan Jasmine sangat elegan dan juga nyaman dipakai. Padahal gadis itu baru pertama kali merancang pakaian pria. Demikian juga dengan mama pak Adam yang langsung menyukainya begitu melihat penampakan gaun itu untuk pertama kalinya. Selesai fitting keduanya langsung pamit karena masih ada keperluan. Sedang Jasmine menunggu mamanya untuk pulang bersama.
Malam harinya saat Jasmine baru saja sholat isya' terdengar suara ponselnya berbunyi. Ternyata Maya yang menghubunginya.
"Halo Jess ... mama sama papa setuju kita rayain sederhana dan bareng keluarga kita aja... tapi kata papa jangan camping" kata Maya.
"Terus?"
"Ya kata papa lebih baik kita ke villa aja... itu lho villa milik papa peninggalan kakek dulu.."
"Oke... terserah kamu aja... nanti aku bilang dulu sama mama"
Keduanya pun akhirnya sepakat. Setelah mematikan ponselnya Jasmine pun memberitahukan rencana Maya pada mamanya. Dan tampaknya mama Tika setuju. Jasmine pun langsung menghubungi Maya dan memberitahukan kabar itu padanya. Melihat anaknya yang begitu bahagia membuat mama Tika teringat dengan almarhum suaminya.
"Lihatlah mas... anak kita sebentar lagi sudah 16 tahun... tak terasa mas kau sudah 5 tahun tak lagi bersama kami dan menyaksikan pertumbuhan putri kita" batinnya.
Tak terasa air matanya pun menetes mengingat kepergian suaminya untuk selamanya.
Mama Tika langsung mengirimkan pesanan pak Adam dan ibunya begitu pakaian itu jadi. Dan saat mama Sinta menanyakan Jessica saat menghubungi mama Tika di butik ia langsung mengatakan jika Jessica sudah tak bekerja lagi di sana. Mama Sinta yang cukup terkejut dengan cepatnya Jessica ditiadakan membuatnya berfikir jika ibu dari Jasmine itu benar-benar tak ingin lagi anaknya terjebak dalam peran dewasanya. Dalam hatinya ia malah bersyukur sebab akhirnya ia bisa mengenal Jasmine dengan identitas aslinya. Agar tak membuat mama Tika tertekan ia pun tak lagi menanyakan kabar Jessica begitu pula dengan pak Adam.
Hari ini adalah weekend dan besok bertepatan dengan ulang tahun kedua gadis kembar beda orangtua itu. Sejak semalam Jasmine sudah mempersiapkan keperluannya ke villa. Dan pagi ini rencananya mereka akan berangkat dari rumah masing-masing dan berkumpul di taman kota sebelum akhirnya berangkat bersama menuju villa. Bahkan tante Fira dan suaminya pun ikut serta. Karena itulah mama Tika memutuskan untuk ikut dengan mobil tante Fira agar tak kebanyakan menggunakan mobil. Dan jam 6 pagi tampak mobil tante Fira yang dikemudikan suaminya sudah stanby di depan rumah mama Tika. Begitu mobil datang Jasmine dan mama Tika langsung mengunci rumah dan masuk ke dalam mobil agar tak kesiangan.
Saat bertemu di taman kota Maya langsung meminta agar Jasmine berpindah mobil dan ikut satu mobil dengannya. Karena sudah terbiasa dengan kedekatan keduanya yang sudah mirip dengan pasangan kembar, para orangtua pun membiarkan Jasmine satu mobil dengan Maya. Dan selama perjalanan keduanya bak anak balita yang baru pertama kalinya diajak berkendara. Keduanya asyik memperhatikan setiap hal yang mereka lihat selama perjalanan. Bahkan kedua orangtua Maya berasa memiliki dua putri saat Jasmine bersama mereka. Namun mereka bahagia karena putri mereka menemukan sahabat yang seperti saudara.
Hari sudah hampir siang saat mobil yang mereka tumpangi memasuki halaman villa. Suasana yang sejuk serta pemandangan yang indah membuat semua orang sangat senang. Terutama kedua gadis yang sedang merayakan ulang tahunnya itu. Setelah semua barang yang mereka bawa dimasukkan ke dalam villa mereka pun beristirahat setelah melakukan perjalanan panjang. Selesai makan siang Maya dan Jasmine memutuskan untuk berjalan-jalan di sekitar villa. Keduanya senang saat menemukan ada danau yang berada tak jauh dari villa tempat mereka menginap. Melihat kejernihan air dan pemandangan yang indah membuat kedua gadis itu memutuskan untuk berfoto selfie disana. Setelah puas keduanya pun kembali ke villa saat menjelang sore. Ketika tiba di villa keduanya terkejut karena tak ada seorang pun disana. Keduanya sudah mulai khawatir jika ditinggal sendirian disana apalagi suasana sudah menjelang sore dan hampir gelap.
__ADS_1