
Ketika waktu perlombaan tiba, mereka semua berangkat ke Bulu Rokeng menggunakan mobil truk hingga bisa menampung bambu yang panjang untuk patok tenda dan banyak barang lainnya karena mereka akan berkemah disana selama lebih kurang 1 minggu.
Ternyata Fahri telah mengungkapkan perasaannya dengan Rena 3 hari sebelum berangkat ke lokasi perkemahan melalui chat WA namun ia tak memberitahukan pada Adra. Karena Adra sempat meminjam hp Fahri ketika di truk, jadi dia sempat membaca percakapan Fahri dan Rena.
Saat sedang asyik membaca, Fahri merasa hal yang aneh terjadi pada Adra karena sedari tadi dia perhatikan, Adra terus menyengirdan bahkan sesekali tertawa kecil karena takut mengganggu yang lain. Fahri kini mendekati Adra dan melihat apa yang sedang Adra lakukan pada ponselnya itu.
Fahri sangat terkejut melihat Adra membuka percakapan chatnya dengan Rena. Sontak Fahri menariik paksa ponselnya dari tangan Adra . Adra hanya tersenyum penuh kemenangan dengan menatap Fahri. Sesekali di truk dia menggoda Fahri dan terus mengejeknya dengan Rena. Namun Adra mengejek hanya dengan berbisik agar tak mengganggu yang lainnya yang sedang tertidur sambil menunggu sampai di lokasi.
Empat hari telah berlalu, dan selama itu pula Adra dan teman\-temannya telah berkemah di Bulu Rokeng, Makassar. Namun sayangnya, Adra dan semua perwakilan dari sekolahnya harus menanggung rasa kecewa dikarenakan panitianya melakukan kecurangan hingga pengumuman hasil lombanya tidak sesuai dengan kenyataan. Maka, pembina pramuka Adra harus menamanatkan kepada dampingannya untuk pulang ke Wajo meski belum waktunya untuk pulang.
Padahal waktu itu, Adra baru saja akrab dengan orang\-orang dari tenda sebelahnya. Dan ternyata, Adra diam\-diam mengagumi salah satu peserta dari tenda sebelahnya itu. Pada saat akan pulang, Adra merasa sangat berat karena dia baru akrab dengan tetangga sebelah.
“ maaf yah, kita baru akrab hari ini tapi rombongan gua udah mo pulang” ucap Adra dengan mata berkaca-kaca lalu memeluk teman barunya yang berkunjung pada tenda saat persiapan pulang ke Wajo.
__ADS_1
“Adra jahat yah, baru aja akrab udah main pulang ajah!” kata Sarah salah satu teman barunya.
“Iya, nih. Kan kasian kak Juan harus kamu tinggal. Tuh liat, dia ga berenti-berenti natap elu tuh” Kata Moli sambil mengarahkan matanya ke Juan.
Setelah akrab dengan mereka, awalnya Adra memang telah bercerita bahwa dia kagum pada salah seorang peserta laki-laki dari rombongan mereka, jadi mereka sesekali menggoda Adra dengan Juan.
Adra hanya bisa tersenyum tersipu malu bila di goda oleh teman-teman barunya itu, begitu pula dengan Juan.
Ketika akan pulang, Adra dan seluruh rombongannya berpamitan dengan teman\-teman baru mereka. Mereka berpelukan satu persatu, bahkan pipi Adra sempat basah karena belum ikhlas untuk berpisah dengan teman\-teman barunya.
Sementara di depan tenda tetangga, Juan hanya menatap perpisahan teman-temannya dengan Adra. Sesekali dia tersenyum melihat temannya yang selalu menggoda Adra dengan dirinya
“*ya kali, gua malu kali! Lebih baik gua diem aja disini”
“laki kok pengecut banget, kalo diem disini aja dia mana tau. Oh gua tau nih, lu pasti lebih milih mendam perasaan lu kan? Semacam cinta dalam dia gitu*?”
Juan yang tadinya hanya menatap ke teman-teman perempuannya yang sedang mengucapkan salam perpisahan kini berbalik menoleh Dedi dengan tatapan tajam.
Tak lama kemudian wajah sangarnya pudar dan langsung tersenyum lalu diiringi anggukan.
__ADS_1
Kini Adra dan seluruh rombongannya sudah naik di truk yang mereka gunakan sebelumnya untuk berangkat. Adra melambaikan tangannya kepada teman barunya di atas truk tanda mengucapkan perpisahan.
Semua anak itu nampak tidak rela melilhat kepulangan teman barunya hingga tak sanggup membalas lambaian Adra selain hanya memperlihatkan wajah sedih mereka.
“Hati-hati yah, yang penting jangan lupakan kami!!” sorak Juan membalas lambaian Adra hingga membuat semua teman Adra dan temannya menggoda mereka.
"hmmm cie cie kayaknya ada yang ngerasain cinta sebatas patok tenda, nih" Dedi menggoda kedua remaja itu.
Karena malu, Adra yang tadinya menggunakan bangku untuk bertengger langsung melompat dari bangku dan Juan pun sontak masuk kedalam tendanya.
Satu persatu teman Adra di antar pulang ke rumahnya masing\-masing. Ketika Rena sudah turun dari truk saat tiba d rumahnya, Adra kembali menaiki bangku agar bisa melihat temannya itu dari atas truk. Ketika truk sudah melaju kembali, Adra berpegangan pada truk agar tak terjatuh.
.
.
.
.
__ADS_1
Tolong like dan komennya yah..biar Author bisa lebih termotivasi.. sebelumnya mkasih buat yang udah ngikutin sampe d sni😊