
Hari ini Adam akan mengajak Jasmine untuk ikut menghadiri pesta salah satu koleganya. Sangat Jarang Adam menghadiri acara seperti itu namun kali ini ia harus menghadirinya. Selain karena sang pemilik acara adalah salah satu rekan bisnis yang sudah sangat dekat dengannya tapi juga karena ia harus menjalankan rencananya untuk membuat seseorang jera dan tak lagi bisa berbuat ulah padanya.
Jasmine dan Adam sengaja menitipkan Aby pada kedua omanya. Dan seperti biasa keduanya sangat senang jika harus menjaga cucu mereka satu-satunya itu. Saat Adam dan Jasmine tiba di tempat acara tampak sepasang mata sudah mengawasi keduanya sejak tadi. Meilhat penampilan Jasmine yang sangat mempesona membuat orang itu menggeretakkan rahangnya. Seketika wanita itu merasa tidak percaya diri saat melihat langsung penampilan Jasmine yang begitu memukau. Wanita itu bahkan tidak tampak sudah pernah melahirkan bahkan justru terlihat bagai seorang gadis saja karena tubuhnya yang terlihat sangat ideal.
Meski begitu ia tak mau mundur sekarang apa lagi rencana sudah disusunnya dengan matang. Ia yakin jika setelah ini pasangan bahagia itu akan segera berpisah. Dan saat itulah ia yang akan mendapatkan keuntungan. Namun baru saja ia akan melangkah ke tempat ia akan melaksanakan rencananya tiba-tiba seseorang memanggil namanya.
"Mirna... kau juga ada di sini nak?"
Mirna langsung membalikkan badannya dan menoleh ke arah suara. Tampak bu Nike berjalan menghampirinya.
"Ck... anak? sejak kapan anda mengakui saya sebagai anak anda?" tanya Mirna yang langsung tersulut emosi karena teringat saat wanita itu dengan tegas tidak mengakuinya sebagai anak saat didepan suaminya.
"Maafkan ibu nak... ibu saat itu hanya terkejut..." ucap bu Nike berusaha membela diri.
"Tidak perlu bersandiwara di depan saya nyonya... saya sudah tahu bagaimana sifat anda sebenarnya... jadi tidak usah menunjukkan tampang seolah anda tidak berdosa seperti itu pada saya..." potong Mirna.
Tanpa memperdulikan bu Nike yang kini kehilangan kata-kata Mirna langsung melangkah pergi. Dalam hatinya ia mengutuk wanita yang telah melahirkannya itu karena sudah menghambat langkahnya tadi. Sementara bu Nike yang baru saja tersadar langsung hendak mengejar Mirna namun langkahnya kembali terhenti saat ia melihat mantan istri suaminya juga terlihat datang di pesta itu.
"S***! kenapa perempuan itu bisa berada di sini juga sih?" batinnya sambil matanya mencari keberadaan suaminya berharap agar pria itu belum melihat kedatangan mantan istrinya itu.
Seketika tubuh bu Nike membeku saat ia melihat ternyata suaminya juga sudah melihat dan tengah memandangi mantan istrinya itu dengan pandangan yang berbeda.
__ADS_1
"Mas Budi!" panggil bu Nike mencoba memutus pandangan suaminya pada bu Citra.
Pak Pambudi hanya menoleh sekilas pada bu Nike saat mendengar wanita itu memanggil namanya. Tapi pria itu sama sekali tidak terusik dengan kehadiran istrinya itu dan malah kembali memandang ke arah bu Citra yang kini tampak lebih segar dan cantik meski tanpa make up tebal dan wajah hasil operasi. Ada yang tengah mengusik hati pria itu setelah bertahun-tahun tidak pernah lagi melihat wajah mantan istrinya itu sejak perceraian keduanya. Memang meski masih tinggal dalam satu kota pak Pambudi tidak pernah lagi menemui mantan istrinya itu meski mereka sudah memiliki Alya. Bahkan sudah bertahun-tahun pula ia tidak menjalankan kewajibannya sebagai seorang ayah dengan tidak memberikan nafkah pada putrinya itu dan bahkan untuk sekedar bertemu.
Baru kemarin ia menemui putrinya itu setelah sekian tahun. Maka tak heran jika sambutan dingin yang diterimanya dari Alya. Meski begitu ia ingin mulai memperbaiki semuanya termasuk menjalin hubungan baik dengan mantan istrinya. Sementara di ruang pesta tampak Mirna tengah menjalankan rencananya. Saat ia melihat Jasmine yang tengah duduk sendiri di depan meja yang disediakan untuk para tamu Mirna langsung mendekatinya.
Dengan sedikit drama Mirna berhasil menumpahkan gelas minuman yang sedari tadi dibawanya pada gaun Jasmine.
"Oh... maafkan aku..." ucap Mirna seolah merasa bersalah pada Jasmine.
"Tidak apa-apa..."Jasmine sambil tersenyum.
Wanita itu langsung mengambil tissu untuk membersihkan tumpahan air minum pada gaunnya.
"Tidak perlu nyonya... ini hanya terkena sedikit saja jadi tidak mengganggu..." sahut Jasmine membuat Mirna mendengus kesal.
Bagaimana tidak... sebenarnya ia sudah menyiapkan sesuatu untuk Jasmine di dalam toilet jika wanita itu membersihkan gaunnya di sana. Namun ekspektasinya salah... Jasmine tampak santai dengan gaunnya yang sedikit basah dan tidak berniat ke toilet untuk membersihkannya sehingga rencana yang sudah disusunnya untuk menjebak Jasmine gagal total. Sebenarnya Jasmine juga merasa risih dengan gaunnya yang basah karena ulah Mirna. Tapi ia mengenali wanita itu sebagai orang yang ingin merebut suaminya.
Ya saat memberitahu Jasmine tentang obsesi Mirna pada Adam, Alya juga menunjukkan foto Mirna padanya. Sehingga ia langsung dapat mengenali wanita itu saat dengan sengaja menumpahkan air minum pada gaunnya. Tentu saja Jasmine tahu jika wanita itu memang sengaja melakukannya karena sangat tidak mungkin Mirna menjatuhkan minumannya tanpa sengaja karena disekitar tempat duduk Jasmine keadaan cukup lengang karena semua orang tengah berkumpul di depan panggung. Apa lagi saat ia melihat wajah Mirna dan ia langsung mengenalinya.
Jadi Jasmine sengaja tidak membersihkan gaunnya di toilet karena merasa jika wanita itu sengaja menggiringnya untuk ke sana. Entah apa yang sedang direncanakan oleh wanita itu dengan menumpahkan minuman pada gaunnya. Yang pasti Jasmine tidak akan masuk dalam perangkapnya. Dan akhitnya dengan terpaksa Mirna pun berlalu dari sana. Melihat kekesalan di wajah Mirna membuat Jasmine semakin yakin jika wanita itu memang tengah merencanakan sesuatu. Tapi Jasmine sudah tidak perduli... yang pasti dia harus selalu waspada sebelum wanita itu bisa dibuat tidak berkutik lagi.
__ADS_1
Tanpa diketahui apa yang dilakukan Mirna pada Jasmine telah diamati sedari tadi oleh seseorang. Dan orang itu langsung tersenyum sinis. Sepertinya ia sudah memiliki cara untuk bisa mendekati Mirna... tanpa ia sadari jika saat ini ia juga tengah diawasi dengan seksama oleh seseorang yang bertahun-tahun sudah menyimpan dendam padanya.
"Ternyata j***n* itu anaknya... pantas saja sifat mereka sebelas dua belas..." batin orang itu.
"Ah... sepertinya Tuhan maha adil... kali ini bukan hanya satu tapi dua orang yang paling aku benci akan bisa aku hancurkan dalam satu genggaman" batinnya sambil tersenyum.
Acara pesta itu pun berlangsung dengan sangat meriah. Adam langsung menghampiri Jasmine saat dirinya sudah selesai berbincang dengan para koleganya. Adam memang menyuruh Jasmine untuk duduk saja di tempat yang sudah disediakan agar istrinya itu tidak merasa kelelahan karena terlalu lama berdiri. Memang kebanyakan para tamu lebih senang mengobrol sambil berdiri didekat panggung.
"Apa kau baik-baik saja Honey?"
"Iya... aku baik-baik saja Dear... memangnya kenapa?"
"Aku hanya takut kau merasa bosan disini..."
"Tidak apa-apa..." sahut Jasmine sambil tersenyum.
"Baju kamu kok basah?" kata Adam saat melihat gaun Jasmine yang sedikit basah.
"Ah ini... tadi ada yang tidak sengaja menumpahkan minumannya... tapi sekarang sudah agak kering kok..."
"Tapi nanti kau masuk angin Honey... lebih baik kita pulang saja sekarang... lagi pula aku juga sudah tidak betah disini..."
__ADS_1
"Baaiklah..." sahut Jasmine setuju.
Akhirnya keduanya pun berpamitan pada tuan rumah dan segera meninggalkan tempat itu.