
Hari pernikahan Maya semakin dekat membuat Maya kini harus mengikuti perintahbkedua orangtuanya untuk tetap berada di rumahbdan tidak bertemu dengan Rian terlebih dahulu. Meski merasa berat namun kedua calon pengantin itu mengikuti perkataan orangtua mereka. Karena itu gaun pengantin Maya pun dikirimkan ke rumah Maya dua hari sebelum acara pernikahannya dilaksanakan. Dara yang disuruh langsung oleh tante Fira untuk mengantarkan gaun itu pun sangat senang karena bisa bertemu Maya sebelum hari pernikahannya.
Karena Dara harus membawa gaun pengantin dengan harga yang mahal dan bukan hanya satu satu saja membuatnya meminta Hana membantunya membawa gaun itu ke rumah Maya. Kini Dara yang sudah bisa menyetir sendiri meski ia tidak memiliki mobil pun akhirnya menggunakan mobil tante Fira untuk ke rumah Maya. Tante Fira memang sengaja menyuruh Dara belajar menyetir agar bisa mengantarkan gaun pesanan pelanggan butik sehingga terjamin jika gaun itu sampai ke tujuan dengan baik. Dia juga membiarkan Dara menggunakan mobilnya untuk keperluan pengantaran itu.
"Mbak... rumahnya gede banget...." ucap Hana saat melihat rumah Maya.
"Tentu saja Han... mereka kan keluarga pengusaha terkenal..." sahut Dara sambil tersenyum melihat Hana yang terkagum-kagum dengan rumah Maya.
"Udah ayo cepat kita bawa gaun-gaun ini ke dalam..." ajak Dara.
Hana pun mengangguk dan langsung langsung turun dari dalam mobil dan membantu Dara mengeluarkan gaun pesanan Maya dengan hati-hati. Saat keduanya sudah sampai di depan pintu terlihat pintu rumah terbuka dari dalam. Tampak Maya yang keluar dari dalam rumah.
"Kak Dara kau sudah datang?"
"Iya May... ini aku mengantarkan gaun pesananmu..."
"Kalau begitu mari masuk ke dalam kak..." ajak Maya ramah.
Dara dan Hana pun mengikuti Maya masuk ke dalam rumah. Ketika mereka sampai di dalam Maya menyuruh Artnya untuk membawa gaun-gaun itu ke dalam kamarnya. Sementara Maya mengajak Dara dan Hana untuk berbincang sebentar di ruang tamu.
"Kak nanti kakak datang ya ke pesta pernikahanku..." kata Maya pada Dara dan Hana.
"Tentu saja May... kakak pasti datang..." sahut Dara.
Sementara Hana tampak sedikit terkejut saat Maya juga mengundangnya datang kepernikahannya. Pasalnya ia hanya karyawan baru dan dia juga baru berkenalan dengan Maya. Namun gadis itu sudah mau mengundangnya ke acara pernikahannya. Maya yang melihat wajah Hana yang terkejut pun langsung mengatakan jika seluruh karyawan di butik tante Fira memang diundang. Setelah mengobrol sejenak Dara dan Hana pun pamit. Setelah kepergian keduanya Maya pun masuk ke dalam kamarnya dan melihat kedua gaun yang kini sudah tergantung di dalam kamarnya.
Melihat kedua gaun itu membuat Maya merasa gugup. Karena itulah ia pun kemudian menghubungi Jasmine. Ia ingin meminta sahabatnya itu untuk menginap di rumahnya sebelum hari pernikahannya digelar. Jasmine yang mengerti dengan keadaan sahabatnya itu pun menyanggupinya dan mengatakan jika ia akan meminta izin pada Adam terkebih dahulu sebelum ia menginap di rumah Maya.
Malam harinya saat Jasmine hanya berdua dengan Adam di dalam kamar, ia pun mengutarakan keinginannya untuk menginap di rumah Maya sebelum hari pernikahannya. Tak lupa Jasmine juga menjelaskan jika dulu Maya pun melakukan hal yang sama saat ia akan menikah dengan Adam dulu.
"Hemm... baiklah Honey... tapi kau tahu kan jika aku sebenarnya tidak bisa jauh-jauh darimu... karena itu..."
"Karena itu apa Dear?" tanya Jasmine saat Adam menggantung kalimatnya.
"Karena itu sebelum kau menginap di sana kau harus memberiku bekal yang cukup agar aku tidak lemas karena terlalu merindukanmu..." terang Adam dengan manja.
__ADS_1
"Bekal? kalau begitu kau mau besok aku memasakkanmu makanan apa?" tanya Jasmine polos.
"Kau tidak perlu repot memasak untukku Dear... cukup kau temani aku seharian dan biarkan aku memakanmu..." sahut Adam tersenyum nakal.
Plaakk!
"Auch... sakit Honey..." ringis Adam sambil memegangi lengannya yang panas akibat geplakan Jasmine.
"Makanya jangan terlalu mesum! kau kan tahu aku masih mengandung anakmu... bisa-bisanya kau mau mengurungku seharian untuk melayanimu!" sungut Jasmine yang kesal dengan sifat Adam yang semakin kesini semakin mesum padanya.
"Ya ga gitu juga Honey... aku hanya ingin seharian bersamamu... dan jika sesekali meminta jatahkan ga pa-pa..." sahut Adam enteng.
Jasmine pun mendelik dengan ucapan Adam yang semakin mesum. Tapi bukan Adam namanya jika ia tak mau menyerah untuk membuat Jasmine mau menuruti permintaannya. Dengan segala bujuk rayu dan rengekan bak anak kecil pria itu terus membujuk Jasmine hingga membuat wanita itu akhirnya luluh. Apa lagi jika pria itu sudah menggunakan anak dalam kandungannya untuk memuluskan keinginannya.
Akhirnya setelah drama panjang yang dibuat oleh Adam keduanya pun akhirnya bisa tidur setelah Jasmine menuruti keinginan suaminya itu dengan keduanya melakukan pertempuran panas hingga membuat keduanya terkapar lemas.
"Terima kasih Honey..." ucap Jasmine sambil mengecup kening istrinya yang sudah terlelap akibat ulahnya.
Sesuai janjinya semalam hari ini seharian Jasmine pun menemani suaminya. Sejak pagi ia sudah mengikuti suaminya itu berangkat ke kantor karena ternyata hari ini Adam ada meeting penting dengan kliennya sehingga ia tidak bisa menundanya. Jasmine terpaksa menunggu suaminya itu diruangannya selama Adam melakukan meeting. Untung saja selama menunggu ia saling bertukar kabar dengan Maya sehingga ia tidak merasa bosan.
Merasa ada orang yang didekatnya Jasmine pun mulai terbangun. Saat dilihatnya Adam yang tengah memperhatikannya dengan wajah bersalah Jasmine pun tersenyum kecil.
"Maaf Dear... aku ketiduran..." ucapnya pelan.
Adam menggelengkan kepalanya tegas.
"Aku yang harusnya meminta maaf padamu Honey karena sudah memaksamu menemaniku kemari..." ujarnya penuh penyesalan.
Jasmine pun langsung membenarkan posisinya dan menatap suaminya lembut.
"Seharian ini aku juga ingin bersamamu Dear..." sahut Jasmine tak ingin suaminya merasa bersalah.
"Hemm... kalau begitu sekarang kita jalan-jalan dulu ya..."
"Tapi bagaimana dengan pekerjaanmu Dear?"
__ADS_1
"Tidak usah kai fikirkan Honey... aku kemari memang cuma untuk menghadiri meeting saja... setelahnya aku sudah mewakilkan semuanya pada asistenku..." terang Adam.
Kemudian keduanya pun segera keluar dari dalam ruangan Adam dan segera menuju ke mobil. Keduanya memutuskan untuk pergi ke kafe terlebih dahulu karena Jasmine sudah mulai merasa lapar. Setelah seharian menghabiskan waktu bersama sore harinya Adam pun mengantarkan Jasmine untuk menginap di rumah Maya. Meski sebenarnya ia masih tidak rela jika istrinya itu menginap di tempat lain tidak bersamanya walau pun hanya satu malam.
Rumah Maya juga terlihat sudah ramai dengan kedatangan saudara dari kedua orangtuanya. Meski pernikahannya diadakan di gedung namun keluarga kedua orangtuanya memilih untuk menginap di rumah orangtua Maya. Karena menurut mereka jarang sekali mereka dapat berkumpul seperti ini selain saat lebaran dan ada acara yang serupa. Jasmine yang mengenal Maya dan keluarganya sejak kecil tentu saja mengenal beberapa diantara saudara dari keluarga Maya. Karena itulah ia sudah tidak merasa canggung lagi berada diantara mereka.
Saat berdua dengan Maya di dalam kamarnya, Jasmine tampak sedang menenangkan Maya yang tengah gugup dengan acara pernikahannya besok.
"Jangan terlalu tegang May... besok semuanya pasti berjalan lancar..." ucap Jasmine sambil mengelus lengan Maya pelan.
"Iya Jess... tapi aku tidak bisa menahan rasa gugup ini..." leluh Maya sambil memegang dadanya yang sedari tadi berdegub kencang.
"Tenang May... atau bagaimana jika kita berusaha untuk tidur sekarang agar kau besok tampak lebih segar..." usul Jasmine.
"Tapi bagai mana Jess... aku terlalu gugup hingga aku juga merasa tidak bisa tidur..."
"Hemm... bagaimana jika kita mengenang masa sekolah dulu saja..."
"Maksudnya?"
"Kau ingat... saat kita dulu kita TK? ada anak yang suka menggodamu dengan sering mengerjaimu dengan menaruh benda-benda aneh ke dalam tasmu?"
"Ah iya... itu si Bara... anak nakal dari kelas sebelah... memangnya kenapa Jess?"
"Kau tahu kenapa ia akhirnya tidak lagi mengerjaimu?"
Maya pun menggelengkan kepalanya.
"Hemm... dia terakhir ingin mengerjaimu dengan memasukkan kodok ke dalam tasmu... tapi tertangkap basah oleh bu Anna dan dia dihukum oleh bu Anna..."
"Iya... aku ingat sekarang... dia dihukum menangkap kodok yang sempat terlepas dari toples yang dibawanya kan?" sahut Maya sambil tertawa mengingat semuanya.
"Iya..." ujar Jasmine yang juga ikut tertawa.
Tak terasa keduanya mengobrol hingga akhirnya keduanya kelelahan dan tertidur. Pagi harinya setelah sarapan Jasmine ikut dengan Maya dan keluarganya ke hotel tempat diadakannya acara. Adam pun sudah menjemput Jasmine dan mereka berangkat bersama dengan keluarga Maya. Setelah di make up oleh MUA Maya tampak sangat cantik mengenakan kebaya rancangan Jasmine. Sedang Jasmine juga mengenakan kebaya yang senada dengan keluarga Maya.
__ADS_1
Setelah Rian mengucapkan ijab kabul disamping Maya akhirnya keduanya kini resmi menjadi suami istri. Semua orang tampak terharu dengan momen sakral yang baru saja berlangsung. Tapi ada yang menggelitik semua tamu undangan karena Moci juga ikut dalam acara tersebut. Bahkan kucing itu tampak tenang dengan duduk diatas meja tempat akad seolah ia juga menjadi saksi pernikan majikannya Rian dengan Maya. Momen ini pun tak luput dari kamera para tamu undangan yang hadir. Mereka langsung merekam tingkah Moci yang sangat menggemaskan itu.