
Acara ulang tahun Dafa berlangsung sangat meriah beberapa saudara tante Fira yang juga mengajak anak mereka yang masih bocah membuat suasana semakin heboh dengan kelakuan mereka. Para orang tua yang mengantar pun tampak kuwalahan dengan tingkah anak-anak mereka yang kadang sangat jahil. Namun begitu pesta tersebut dapat dikatakan berjalan lancar.
Saat acara makan tiba-tiba Jasmine yang duduk agak di pojok ruangan mendengar suara yang sudah lama ia rindukan. Seketika tubuhnya menegang dan berusaha untuk menyembunyikan wajahnya.
"Selamat siang bu Fira..."
"Eh pak Adam... sejak kapan pulang dari Sidney" tanya tante Fira sambil tersenyum ramah.
"Kalau saya tahu anda sudah pulang pasti saya undang" sambungnya.
"Baru kemarin bu... ini pesta ulang tahun putra anda?" tanya Adam.
"Iya... alhamdulillah setelah sekian lama kami akhirnya dikaruniai momongan" jawab tante Fira sambil menunjukkan bayi Dafa yang ada dalam gendongannya.
"Wah tampan sekali..." puji Adam.
"Terima kasih pujiannya"
Jasmine segera membelokkan kursi rodanya dan mengarahkannya ke pintu belakang yang berada tak jauh dari tempatnya tadi. Walau Jasmine berusaha bergerak cepat namun tetap saja Adam masih sempat melihat sosoknya sekilas sebelum menghilang diantara kerumunan tamu yang lain. Untung saja pria itu tak mengenalinya dengan kursi roda dan wajahnya yang tak terlihat karena posisinya yang membelakangi Adam.
Mama Tika yang tidak sengaja melihat dari kejauhan segera menyusul Jasmine. Saat berhasil menyusul dilihatnya Jasmine sedang terisak di sudut belakang kafe tersebut. Seketika mama Tika mendekati putrinya itu dan memeluknya dari belakang.
"Kamu kenapa sayang?" tanyanya sambil membalikkan kursi roda yang diduduki Jasmine dan berjongkok agar dapat menatap wajah putrinya itu langsung.
"Jasmine ingin pulang sekarang ma...." ucap gadis itu masih dengan terisak.
"Baiklah kita pulang sekarang..." kata mama Tika lalu mendorong kursi roda Jasmine menuju parkiran.
Untung saja bagian belakang kafe itu juga terdapat jalan tembus sampai ke tempat parkir yang ada di depan kafe yang biasa digunakan para karyawan keluar masuk membawa kebutuhan kafe sehingga keduanya tak harus kembali ke dalam ruangan kafe terlebih dahulu.
Setelah keduanya masuk ke dalam mobil mama Tika langsung menyalakan mobilnya dan meninggalkan kafe tersebut. Mama Tika membawa Jasmine ke sebuah taman yang terletak tak jauh dari kafe tadi.
"Mama mohon Jess ceritakan sejujurnya ada hubungan apa kamu sama pak Adam? kenapa kau sangat takut bertemu dengannya?" tanya Mama Tika.
Keduanya masih berada di dalam mobil. Sengaja mama Tika hanya memarkirkan mobilnya di dekat taman tanpa berniat turun.
Jasmine terdiam. Dia juga masih bingung dengan nama hubungan yang ia jalani dengan Adam. Sebab tak sekalipun laki-laki itu menyatakan perasaannya pada Jasmine. Hanya sekedar makan dan jalan bersama belum bisa dikatakan menjalin hubungan lebih bukan. Mungkin saja hanya Jasmine yang terlalu berharap besar selama ini.
"Jess... jawab mama! jangan buat mama berfikiran buruk bahwa telah terjadi sesuatu diantara kalian!" ucap mama Tika lagi.
"Maafin Jasmine ma...." sahut Jasmine.
Lalu gadis itu pun menceritakan semuanya tentang Adam yang telah mengetahui sandiwaranya sebagai Jessica dan bagaimana keduanya telah sering bertemu diam-diam tanpa sepengetahuan mama Tika sebelum Adam pergi ke Sidney.
"Tapi beneran ma... kak Adam dan aku ga pernah berbuat aneh-aneh. Bahkan dia juga ga tahu kalau aku suka sama dia" terang Jasmine.
"Lalu apa kecelakaan kamu itu karena kamu ingin menemui Adam di bandara sebelum dia pergi?"
"Iya ma... maafin Jasmine... tapi kak Adam ga tahu kalau Jasmine mau kesana... jadi jangan salahin kak Adam karena dia ga tahu apa-apa..." ujar Jasmine sambil menggenggam tangan mamanya.
"Yang salah itu Jasmine ma... udah pergi tanpa minta ijin dulu sama mama..." sambungnya.
Mama Tika terdiam. Bukan hanya putrinya yang salah namun juga dirinya ikut membuat keadaan menjadi rumit karena sejak awal melarang Jasmine dekat dengan Adam.
__ADS_1
"Lalu sekarang kamu maunya apa Jess? apa kamu sama sekali tak mau menemui Adam?" tanya mama Tika memandang putrinya itu.
Sebenarnya mama Tika dapat menduga jika putrinya tak mau menemui Adam karena kini dia sudah lumpuh dan hanya duduk di kursi roda.
"Jasmine ga mau kak Adam merasa terbebani dengan keadaan Jasmine sekarang ma..." ujarnya.
Gadis itu menatap lurus ke depan dengan pandangan sendu.
"Jasmine hanya ingin hidup tenang tanpa belas kasihan orang lain" sambungnya.
"Baiklah... apa pun keputusan kamu mama akan dukung. Hanya mama minta tetaplah ikut latihan fisio teraphy bukankah kamu ga ingin merepotkan orang lain?" kata mama Tika.
"Iya ma... Jasmine janji..."
Mama Tika pun menjalankan mobilnya kembali dan mereka pun pulang ke rumah. Sesampainya di rumah Jasmine dan mama Tika pun langsung masuk ke dalam untuk beristirahat.
Tak lama ponsel mama Tika berdering. Ternyata itu panggilan dari tante Fira yang menanyakan keberadaan mama Tika dan Jasmine.
"Maaf Ra... Jasmine sepertinya kelelahan jadi aku ajak dia pulang duluan. Maaf aku tadi lupa pamit sama kamu.."
"Ga pa-pa Tik... tadi aku hanya khawatir karena kamu dan Jasmine tiba-tiba ga ada"
"Ra... bisa aku minta tolong?"
"Ya..."
"Tolong jangan beritahu pak Adam keadaan Jasmine... dan keberadaannya saat ini... nanti aku akan menceritakan semua alasannya sama kamu" kata mama Tika.
"Baik Tik ... aku akan melakukan apa yang kamu pinta" janji tante Fira.
Sementara tante Fira yang baru saja mematikan ponselnya terkejut dengan kehadiran Adam yang tiba-tiba sudah berada di sampingnya.
"Maaf bu Fira ... saya hanya ingin bertanya apa besok saya bisa bertemu dengan bu Tika? sebab sedari tadi saya tidak melihatnya" kata Adam.
"I...iya... pak ... bu Tika memang tadi cuma kemari sebentar lalu pergi karena ada urusan" ucap tante Fira.
"Jika besok bapak ingin menemuinya silahkan saja datang ke butik kami" sambungnya.
"Baiklah... kalau begitu saya besok kesana saja" sahut Adam.
Setelah itu Adam pun pamit dan tante Fira pun melanjutkan acara dengan keluarganya.
.......
Keesokan paginya mama Tika yang sedang sibuk memasak sarapan di dapur mendadak harus menghentikan kegiatannya karena ponselnya berbunyi. Tampak nama tante Fira tertera di sana.
"Ya ada apa Ra?"
"........."
"Baiklah ... aku akan menemuinya" sahut mama Tika.
Mama Tika mendesah pelan. Baru saja tante Fira memberitahu jika Adam ingin menemuinya. Ia tahu pria itu pasti akan menanyakan soal putrinya. Sedangkan Jasmine sudah memintanya untuk tak memberikan informasi apa pun pada Adam.
__ADS_1
"Mama kenapa?" tiba-tiba Jasmine sudah berada di dekatnya.
"Mama tadi ditelfon tante Fira katanya ada yang ingin menemui mama" terang mama Tika.
"Siapa?"
"Adam"
Jasmine terkejut tak menyangka jika Adam akan begitu cepat menemui mamanya.
"Ma..." ucap Jasmine.
"Mama tahu sayang... kalau begitu hari ini kamu kembali ke kota B dengan mang Oding saja ya..."
"Iya ma... nanti biar Jasmine saja yang menghubunginya mama bisa berangkat dulu ke butik"
"Baiklah... kalau begitu kita sarapan saja dulu" ajak mama Tika.
Setelah sarapan mama Tika pun berangkat ke butik sedang Jasmine segera menghubungi mang Oding untuk menjemputnya. Selama menunggu Jasmine pun masuk ke dalam kamarnya. Sementara mama Tika yang sudah sampai di butik segera menemui tante Fira untuk menjelaskan masalah Jasmine dan juga Adam.
"Jadi putrimu berniat menghindar dari pak Adam?" tanya tante Fira.
"Iya..." sahut mama Tika sambil mengangguk.
"Itu akan sulit Tik... masalah Jasmine menjadi Jessica saja dengan cepat dia mengetahuinya..."
"Kau benar... tapi mau bagaimana lagi? putriku masih belum mau menemuinya..."
"Bagaimana jika kau beri alasan untuk mengulur waktu... sementara itu kita bujuk Jasmine agar mau bertemu dan menyelesaikan masalah mereka berdua... bagaimana?" usul tante Fira.
"Baiklah aku setuju..." sahut mama Tika.
Jasmine yang sedang berada di dalam kamar terlihat tak bersemangat. Ia takut jika mamanya tak bisa membuat alasan agar ia tak bertemu lagi dengan Adam.
"Kenapa kamu kembali lagi kak..." batinnya.
Seandainya saja ia bisa menghilang selamanya ... fikir Jasmine sambil membereskan barang-barangnya yang akan ia bawa ke kosannya.
"Non.... mang Oding sudah datang..." terdengar panggilan dari bik Darti.
"Iya bik..." sahut Jasmine.
Lalu ia pun keluar dengan membawa tas berisi barang bawaannya yang ia letakkan di atas pangkuannya. Bik Darti langsung membantu mendorong kursi roda Jasmine. Sementara mang Oding langsung membawakan tas milik Jasmine.
"Mama benar aku harus tetap berlatih agar tak lagi merepotkan orang lain" batin Jasmine saat melihat bik Darti dan mang Oding membantunya.
Setelah berpamitan pada bik Darti, Jasmine pun kembali ke kota B diantar oleh mang Oding. Selama perjalanan gadis itu tampak sering melamun. Mang Oding yang melihatnya hanya bisa diam dan membiarkannya tak berani menanyakan sebabnya.
............
Sementara Adam sudah berada di butik tante Fira untuk menemui mama Tika. Dengan ramah mama Tika menyambutnya dan bersikap seolah ia bekum tahu tujuan Adam menemuinya. Setelah berbasa-basi sebentar akhirnya Adam pun mengutarakan niatnya yang sebenarnya menemui mama Tika.
Adam bahkan menceritakan semua yang ia rasakan pada Jasmine semenjak mengenal gadis itu saat menyamar sebagai Jessica. Dia juga menjelaskan mengapa ia baru mengatakan hal ini pada mama Tika bahkan Jasmine pun belum mengetahui tentang perasaannya pada gadis itu.
__ADS_1
Mama Tika semakin merasa dilema... di satu sisi ada Adam yang terlihat sangat mencintai putrinya dan terbukti jika pria itu dapat menjaga perasaannya selama ini dan juga tak mau mengejar Jasmine sebelum cukup umur.
Sedang di sisi lain putrinya Jasmine yang menjadi sangat sensitif karena kelumpuhannya juga tak dapat ia abaikan.