Dia Itu Aku

Dia Itu Aku
Otw Nikah


__ADS_3

Setelah masuk ke dalam kamarnya Jasmine langsung menghubungi Maya. Ia ingin memberitahu sahabatnya itu tentang rencana pernikahannya dengan Adam. Setelah beberapa panggilan yang tidak diangkat akhirnya Jasmine memutuskan untuk mengetik pesan pada sahabatnya itu. Selesai mengetik pesan untuk Maya, Jasmine pun langsung membersihkan diri untuk sholat kemudian tidur.


Baru saja ia akan memejamkan matanya bunyi panggilan dari ponselnya membuatnya membuka matanya kembali. Jasmine pun lalu bangun dan mengambil ponselnya yang berada diatas nakas. Jasmine langsung tersenyum saat melihat siapa yang menghubunginya. Segera digesernya tombol hijau pada layar ponselnya. Dan terpampangkah wajah Maya sahabatnya. Ya Maya melakukan vidio call.


"Halo..."


"Halo Jess..." sahut Maya di seberang sana.


"Iya..."


"Beneran kamu mau nikah sama kak Adam setelah wisuda?" tanya Maya langsung.


"Iya May..." sahut Jasmine sambil tersenyum.


"Lalu apa mama kamu setuju kamu langsung nikah dan ga mencoba untuk bekerja dulu?"


"Ga kok May... mama malah setuju.... dia bilang hal baik ga boleh ditunda..."


"Hemmm... mama kamu benar Jess... aku dukung keputusan kamu" ucap Maya.


Lalu mereka pun melanjutkan obrolannya dengan membahas hal yang lain. Setelah puas mengobrol keduanya pun mengakhiri panggilan mereka. Tampak Jasmine sudah sangat mengantuk. Hari ini sungguh hari yang melelahkan sekaligus membahagiakan baginya. Tak lama gadis itu pun akhirnya tertidur.


Pagi hari...


Jasmine terbangun saat mendengar suara azan subuh. Segera ia bangun dan membersihkan diri sebelum akhirnya ia menunaikan ibadahnya. Baru kemudian ia keluar dari dalam kamarnya dan menemui mama Tika yang sudah berada di dapur.


"Ma..." panggil Jasmine saat melihat mamanya yang tengah sibuk membuat nasi goreng untuk sarapan.


"Iya sayang?" tanya mama Tika tanpa menoleh karena tengah mengaduk nasi diatas wajan.


"Aku pasti akan merindukan mama jika aku sudah menikah dengan kak Adam..." ujar Jasmine dengan suara sendu.


Mama Tika langsung mematikan kompor dan mendekati putrinya itu. Dielusnya pundak anak gadisnya yang sebentar lagi akan menikah dan menjadi seorang istri.


"Mama tahu sayang... mama juga akan merindukan anak mama yang manja ini!" kata mama Tika lalu memeluk putri semata wayangnya itu.


"Apa ga bisa aku bicara sama kak Adam agar mama bisa tinggal bersama kami?"


"Sayang ... dalam berumah tangga itu alangkah baiknya jika kalian bisa hidup mandiri agar kalian bisa menjalani rumah tangga kalian dengan baik tanpa campur tangan orang lain" terang mama Tika yang tahu kecemasan Jasmine.

__ADS_1


"Tapi ma... apa aku bisa jadi istri yang baik?" tanya Jasmine meragu.


"Tentu saja kau pasti akan jadi istri yang baik sayang... walau tidak sempurna tapi siapa yang bisa jadi manusia sempurna hemm? Adam pasti tahu itu. Dan mama tahu dia juga pasti akan membimbingmu dengan baik" ungkap mama Tika.


Jasmine memeluk mamanya dengan erat. Mama Tika pun membalas pelukan putrinya itu.


"Mama mengerti kecemasan kamu sayang... tapi setiap orang pasti akan mengalami hal yang sama denganmu saat pertama kali berumah tangga" sambung mama Tika sambil mengelus punggung putrinya.


Jasmine pun mengangguk mengerti.


"Sudah... ayo kita sarapan sekarang!" ajak mama Tika.


Kemudian mereka pun sarapan bersama setelah mama Tika memindahkan nasi goreng masakannya ke dalam piring. Selesai sarapan Jasmine ikut dengan mama Tika ke butik tante Fira. Hari ini mama Tika ingin mengukur badan Jasmine untuk membuat gaun pernikahannya. Mama Tika sengaja ingin membuatkan gaun khusus rancangannya untuk putri kesayangannya.


Adam menyusul ke butik tante Fira saat tahu jika Jasmine tengah berada di sana. Pria itu tampak sangat senang saat tahu jika Jasmine tengah diukur untuk membuat gaun pengantinnya. Mama Tika bahkan sekalian mengukur tubuh Adam untuk membuatkan setelan jas untuknya. Setelah selesai Adam langsung berpamitan pada mama Tika dan tante Fira untuk mengajak Jasmine mengurus keperluan lain untuk pernikahan mereka. Termasuk mendatangi WO yang telah dipilih oleh Adam.


Sepasang calon pengantin itu tampak sangat mesra saat mengurus keperluan pernikahan mereka. Adam bahkan tak pernah melepaskan genggaman tangannya dari tangan Jasmine. Bukannya risih Jasmine malah merasa bahagia calon suaminya terlihat sangat mencintainya. Namun saat keduanya tengah berbincang dengan pihak WO tanpa mereka sadari ada sepasang mata yang sedari tadi mengawasi keduanya dengan pandangan tak suka.


Orang itu bahkan tampak mengepalkan tangannya dengan erat menahan emosinya saat melihat Adam dan Jasmine memperlihatkan kemesraan mereka.


"Awas saja kalian! sebentar lagi tidak akan ada lagi senyuman dibibir kalian setelah apa yang kalian lakukan padaku!" batinnya dengan wajah yang memerah karena menahan amarahnya.


Sementara itu setelah bertemu dengan pihak WO dan menyepakati desain pernikahan yang mereka inginkan Adam dan Jasmine memutuskan untuk makan siang terlebih dahulu sebelum Adam mengantarkan Jasmine kembali ke butik tante Fira.


......


Tak terasa hari ini adalah hari dimana Jasmine akan diwisuda. Mama Tika dan yang lainnya sangat bersemangat menghadiri acara wisuda Jasmine. Namun dalam hari bahagianya itu ia tak dapat berkumpul dengan sahabatnya Maya karena gadis itu juga sedang menyiapkan sidang akhirnya. Tapi Maya berjanji akan mengusahakan untuk dapat menghadiri pesta pernikahan Jasmine yang akan dilaksanakan seminggu lagi.


Hari ini dengan penuh haru Jasmine menghadiri acara wisudanya. Pada saat seperti ini ia teringat pada almarhum ayahnya. Juga perjuangan mamanya untuk menghidupinya sebagai single parent. Begitu pun mama Tika saat melihat putrinya berdiri menerima sertifikatnya.


"Mas... lihatlah! putri kita sudah menyelesaikan kuliahnya... dan sebentar lagi dia juga akan menikah... tugasku untuk menjaganya sudah hampir selesai..." batin mama Tika sambil meneteskan air mata bahagia.


Setelah acara wisuda selesai saatnya untuk acara foto yang membuat acara yang semula hidmat berubah menjadi heboh. Baik para wisudawan maupun keluarga yang mendampingi tampak sangat antusias. Selesai acara wisuda Adam membawa Jasmine dan yang lainnya untuk makan siang di restoran yang telah dipesannya. Suasana tampak meriah meski hanya dihadiri oleh keluarga dan sahabat. Bahkan Maya melakukan vidio call demi ikut merayakan kelulusan Jasmine.


Hari sudah beranjak sore saat Adam mengantarkan Jasmine dan mama Tika pulang ke rumah. Setelah mama Tika masuk ke dalam rumah, Adam minta ditemani Jasmine sebentar sebelum ia pulang. Sebab ini terakhir kali mereka dapat bertemu sebelum hari pernikahan keduanya. Mama Tika memang menyuruh Jasmine untuk dipingit selama seminggu sebelum hari pernikahannya. Makanya Adam ingin menghabiskan waktu berdua dengan Jasmine sebelum gadis itu mulai dipingit. Keduanya memilih untuk berbicara di teras depan rumah Jasmine.


"Jess mulai besok kita tidak bisa bertemu dulu... bisakah kau memberiku bekal agar aku tidak terlalu merindukanmu?"


"Bekal?" tanya Jasmine bingung.

__ADS_1


"Iya..." sahut Adam dengan senyum licik.


"Tapi bekal apa kak? bukannya tadi kita baru saja makan?" tanya Jasmine polos.


"He emm... kemarilah! akan kau beritahu" ucap Adam sambil menarik tangan Jasmine agar gadis itu mau mendekat kearahnya.


Tarikan tangan Adam membuat tubuh Jasmine bukan hanya dekat tapi sudah menempel pada dada bidangnya.


"Kak!" jerit Jasmine lirih.


"Kalau ada yang melihat bagaimana?" sambungnya sambil melihat ke sekelilingnya.


"Tidak ada yang melihat Jess" ujar Adam dengan wajahnya yang sudah mendekat pada wajah Jasmine.


Nafasnya pun sudah mulai memburu dan dapat dirasakan oleh Jasmine. Seketika gadis itu sadar apa yang diinginkan oleh kekasihnya itu. Namun Jasmine masih berusaha untuk mengelak karena takut jika mamanya keluar dari dalam rumah dan memergoki mereka.


"Aku mohon Jess..." pinta Adam lirih.


Tubuh Jasmine seketika meremang. Dan tanpa aba-aba Adam sudah ******* bibir gadis itu lembut membuat Jasmine tak dapat menolaknya. Ciuman mereka berlangsung beberapa saat hingga keduanya kehabisan nafas dan mengakhiri kegiatan mereka. Adam mengelap sudut bibir Jasmine yang basah akibat perbuatannya dengan ujung ibu jarinya lembut.


"Terima kasih Jess..." ucapnya lirih sambil menyatukan keningnya dengan Jasmine.


Jasmine hanya bisa tersenyum menanggapi tingkah calon suaminya yang semakin agresif.


"Baiklah... lebih baik aku pulang sekarang sebelum aku kembali tergoda untuk melakukannya lagi" kata Adam sambil mencium kening Jasmine sebagai tanda perpisahan.


"Hati-hati kak!" ucap Jasmine saat mobil Adam mulai meninggalkan rumahnya.


Setelah mobil Adam sudah tidak terlihat lagi barulah Jasmine masuk ke dalam rumahnya. Di dalam mama Tika ternyata sudah menunggunya.


"Apa Adam sudah pulang?" tanya mama Tika.


"Iya ma... baru saja" jawab Jasmine lalu duduk di samping mamanya.


"Mulai besok kamu sudah tidak boleh keluar rumah jadi jika ada perlu apa-apa bilang saja sama mama" kata mama Tika.


"Baik ma..." sahut Jasmine menurut.


Malam harinya Maya menghubungi Jasmine dan mengatakan jika dirinya akan pulang dua hari sebelum hari pernikahan Jasmine. Mendengar itu Jasmine pun merasa bahagia sebab itu berarti jika mereka masih bisa berbincang dan tidur bersama sebelum ia menikah. Setelah berbincang dengan Maya, Jasmine pun kemudian bersiap untuk tidur karena mamanya menyuruhnya untuk tidak tidur terlalu malam.

__ADS_1


Tak terasa sudah hampir satu minggu Adam tidak dapat bertemu atau pun menghubungi Jasmine karena ternyata ponsel gadis itu dipegang oleh mama Tika. Sedangkan mama Tika juga tidak memperbolehkan Adam untuk menghubungi Jasmine sebelum hari pernikahan keduanya meski lewat ponsel.


__ADS_2