
" Tegak kan dagu mu tidak perlu malu semua orang pernah berbuat salah." ujar ku sambil menggandengnya keluar cafe.
Anindya hanya diam membisu dia terus menunduk aku dapat memakluminya pasti dia merasa sangat malu dengan adanya kejadian ini .
" Bisa nyetir ?mas antar pulang ya hmm?." Ujar ku merasa khawatir dengan keadaanya.
" Saya bisa pulang sendiri mas terima kasih."
" Nin tatap mata mas kalau bicara." ujar ku sambil mengangkat wajahnya.
Tangisnya tiba tiba pecah.
" Saya malu mas .... malu..." serunya sambil terisak.
ku rengkuh dia dalam pelukan ku dan segera membimbingnya masuk kedalam mobil ku.
Saya malu mas.." Ujarnya mengulang kata katanya.
" Ssst ..sudah semua manusia tidak luput dari kesalahan "ujar ku seraya meraih tangannya.
"Mas antar pulang ya ,mas khawatir kalau kamu nyetir dalam keadaan begini." Ujar ku lagi akhirnya dia setuju aku mengantar nya pulang malam itu.
" Arya gw on the way loe dimana." tanya Anton sahabat ku itu melalui telfon.
" Gw sedikit terlambat bro ,ada urusan dikit" Ujar ku.
" Ok Ok."
Sepanjang perjalanan Anindya lebih banyak diam aku bisa menebak apa yang berkecamuk dalam benaknya pastinya merasa malu dan terhina di permalukan di tempat umum seperti itu.
Saat aku fokus sedang fokus menyetir tiba tiba Anindya nyeletuk.
" Mas pastinya jijik ya setelah tahu semua." dengan suara parau.
Aku melirik melalui spion dalam diatas kepala ku
" Mas bukan Tuhan yang bisa menghakimi, jadi kamu sudah lama dengan Hendrawan?." Ujar ku hati hati.
" Sudah Mas , anak kami sekarang berusia 5 tahun." Sahutnya.
" Oh ya? seusianya anak mas kalau begitu perempuan atau laki laki?." Sahut ku bersikap seolah olah tidak tahu apa apa, padahal aku pernah memergokinya saat dia membawa putrinya itu berjalan jalan di mall.
__ADS_1
" Perempuan mas."
" Pasti cantik ya seperti mamanya."
Anindya menyunggingkan semyum yang tampak di paksakan matanya sembab .
" Mas terimakasih banyak, tetap mau bertemu sama saya kan ?." ujarnya sebelum turun dari mobil ku.
"Anindya ...please dont be stupid ,kamu tetaplah istimewa buat mas, pastinya mas tetap mau bertemu kamu." Sahut ku.
Aku berpamitan pada Anindya karena Anton sudah menunggu ku.
" Mas pergi dulu ya, jangan berfikir yang aneh aneh okay." Ujar ku mewanti wanti aku sedikit khawatir dengan mentalnya setelah kejadian tadi sore yang dia alami di kafe.
" Iya mas, hati hati." Sahutnya.
Setibanya di club aku segera bergegas masuk kedalam , bartender yang tengah berbincang dengan Anton melambaikan tangan kearah ku
Refleks Anton membalikan badan dan menyambut ku
.
" Sibuk bro?." Tanyanya.
Saat tengah menikmati alunan lagu yang sedang di putar .. Secara tiba tiba kejadian sore tadi saat istri sah Hendrawan melabrak Anindya terbayang kembali dalam benak ku .
Ternyata ini yang membuat dia menutup rapat rapat kehidupan pribadinya ternyata dia seorang simpanan?,.
Aku menggelengkan kepala berkali kali ternyata Anindya yang di mata ku adalah seorang high value woman ternyata menyimpan rahasia sekelam ini.
ku mengusapkan tangan ke wajah berkali kali, untuk menepis bayangan Anindya dan kejadian tadi sore di cafe, seperti biasa gerak gerik ku tidak luput dari pengamatan Anton.
" Loe gak enjoy sepertinya malam ini bro kenapa?."
" Entah lah ton, banyak hal yang terjadi diluar ekspektasiku."
" Sudah lah rilex hidup ini gak usah di buat ruwet gila loe nanti." Ujar nya sambil tergelak.
“Hahhah iya bener juga loe bro.” Sahut ku sambil mengajak nya bersulang.
“ Nach gitu dong hidup ini terlalu singkat untuk memikirkan hal hal yang gak penting. “ Imbuhnya lagi.
__ADS_1
Aku mengangukan kepala membenarkan apa yang Ia ucapkan memang benar hidup terlalu singkat untuk memusingkan hal yang tidak penting.
Aku Kembali menjalani rutinitas di kantor seperti biasanya tugas berat kini ada di Pundak ku mengingat aku pernah berjanji pada almarhum Hananto Lie.
Pemilik perusahaan ini yang notabene adalah Ayah dari Hendrawan lie untuk bisa mengembalikan kejayaan perusahaan ini seperti sedia kala.
Almarhum ayah ku dan almarhum ayahnya Hendrawan adalah sahabat kental aku tidak mengerti mengapa dia tidak mempercayakan tampuk kepemimpinan perusahaan ini ada di tangan anak nya sendiri.
Itu sebabnya Hendrawan terkadang begitu terang terangan menyerang ku dengan kelemahan yang ada padaku.
Namun kejadian di café tempo hari akan menjadi senjata ampuh buat ku jika ia berani meleceh kan kan seperti yang sudah sudah
“ Hendrawan tamat kamu kali ini.” Gumam ku dalam hati sambil menyunggingkan senyum culas.
Sementara itu waktu terus berjalan tidak terasa hari ulang tahun Alex tinggal dua hari lagi aku berinisiatif untuk mengundang Anindya dan putrinya untuk turut menghadiri perayaan ulang tahun Alex nanti.
Aku menyambar ponsel yang terletak diatas meja kerja ku untuk menghubungi Anindya.
“ Hallo.. Nind apakabar. “ sapa ku sedikit berbasa basi sebelum aku mengutarakan niat ku untuk mengundang nya dipesta nya Alex nanti.
“ Ya .. mas baik sebalik nya mas apa kabarnya?." Sahutnya dengan suara lembutnya yang terdengar sangat melenakan telinga ku.
“ Mas juga baik, gini Nind mas berencana untuk mengundang kamu dan anak kamu untuk datang kepesta ulang tahun anak mas apa kamu ada waktu?.” harap ku sedikit cemas takut dia akan menolak undangan ku.
“ Untuk mas saya usahakan , suatu kehormatan di undang di pesta pak CEO.” ucapnya sambil sedikit menggoda ku.
“Please.. Anindya jangan begitu mas mengundang mu secara personal tidak ada kaitannya dengan perusahaan .“ Ucap merasa sedikit tidak nyaman dengan candaan nya.
“Maaf dech… pak Arya heheeh.” Timpalnya dengan terkekeh.
“ Argggghhh …..Anindyaaa, oh ya jangan sampai tidak datang loch ya.” Sahut ku mewanti wanti yang sekaligus menjadi gemas karena dia terus menggodaku dengan candaan nya.
‘’ Maaf ..saya akhiri dulu ya mas ada yang mesti saya kerjakan.” pamitnya sebelum mengakhiri panggilan percakapan diantara kami siang ini.
“Ok have a great day byee .“ Sahut ku seraya menekan tombol end pada ponsel.
Aku sedikit lega mengetahui dia baik baik saja aku sempat mengkhawatirkan kesehatan mental nya pasca kejadian di café tempo hari.
Meskipun sekarang aku tahu dia sebagai simpanan ,tak membuat ku menjaga jarak dengannya bagiku dia tetap lah wanita dengan sejuta pesona yang tidak dimiliki oleh Wanita lain.
Aku segera melakukan reservasi pada sebuah hotel yang cukup mentereng untuk merayakan pesta ulang tahun putra semata wayang ku.
__ADS_1
Aku ingin moment ini menjadi berkesan yang akan ia kenang kelak saat dia dewasa bahkan menua nanti.
Sekaligus untuk menebus rasa bersalah ku yang jarang meluangkan waktu untuk sekedar bercengkerama dengannya sperti hal nya yang di lakukan orang tua pada umumnya.