
"Segitu frustasinya?"
"Kamu??"
"ada apa kesini? " tanyanya
"aku mencari toilet dan entah kenapa sekarang malah berada disini" jawabku
"toiletnya di sebalah sana" jawabnya tanpa memandang kearahku
"ohh, apa kamu bisa menolongku? "
"apa? " jawabnya singkat
"temenin aku yaa please, aku takut lagian disini juga sepi"
Dia hanya menganggukan kepala dan mulai berjalan medahuluiku, aku pun mengekor di belakangnya.
"makasih ya :)"
"hem" balasnya
Tiba-tiba
"Raka ya? Selamat yaa, ohiya aku calon istrimu. Aku selina djohan"
"oh ya? Aku raka dan dia pacarku" ucapnya dan merangkulku
"apa maksudmu? " kataku bingung
Tiba-tiba dia menarik tanganku dan bergegas pergi meninggalkan wanita tadi, calon istrinya.
"aku mau di bawa kemana? " ucapku protes ketika dia manariku masuk kedalam mobilnya
"ikut aku"
"tidak, aku tidak akan pergi kemanapun" jawabku tegas
"aku mohon bantu aku"
"baiklah" jawabku pasrah dan mulai masuk ke dalam mobilnya
"sekarang kita mau kemana? "
"entahlah, aku hanya ingin pergi dari tempat terkutuk itu"
"kita pergi tanpa tujuan yang jelas"
"baiklah, aku akan membawamu ke suatu tempat"
******
#AUTHOR POV
Disisi lain yoga tiba di apartemennya, manarik paksa dasinya untuk di lepaskan dan terduduk di sofa
"aaa bagaimana mungkin? Bagamaina mungkin aaaa sialan!!" ucapnya sambil melempar pas bunga
Drrtttt dering ponselku
"ada apa? " jawabku
"maaf pak mengganggu waktu bapak, ada seorang perempuan ingin menemuimu pak? "
"aku sedang sibuk dan tidak ingin menemui siapapun saat ini" jawabku dan mematikan sambungan telepon secara sepihak.
akupun mulai menelpon anak buahku
__ADS_1
"bagaimana pak, ada yang bisa saya lakukan? "
"Tolong kamu selidiki semua data tentang Alisa Pratiwi Sekar anak dari Dani renaldi secepatnya"
"baik pak akan saya lakukan"
akupun memutus sambungan telepon setelah anak buahku mengiyakan permintaanku.
bagamaina bisa ini terjadi? siapa sebenarnya alisa? apa benar dia adalah anak dari dani renaldi
"Ahh siall!! "
aku harus memeriksa kembali dokumentnya. Aku berjalan dengan langkah cepat menuju ruangan kerjaku.
ku cari dokument berisikan semua data Dani Renaldi. Butuh beberapa menit untuk menemukannya karena dokumen kerjaku juga sangat banyak. tak mudah untuk mencarinya lagi.
semua sudah ku selidiki dengan sangat jelas 4 tahun yang lalu. apakah ada yang salah dengan penyelidikanku?
atau apakah dia sengaja menyembunyikan putrinya.
"nah ini dia dokumennya" ku buka beberapa lembar data mengenai Dani renaldly.
fakta yang bener-benar membuktikan bahwa ia tak memiliki anak adalah data rumah sakit yang menyatakan dani renaldi mandul.
"disini tertulis sangat jelas, lalu bagaimana mungkin? apakah orangku melakukan kesalahan? aku harus menghubungi mereka kembali"
ku ambil handphoneku
"iya pak"
"tolong kamu selidiki kembali Rumah sakit X yang mengeluarkan hasil pemeriksaan Dani renaldi"
*****
#Alisa POv
"kalau kamu capek aku saja yang nyetir" tawarku
Dia hanya menoleh sekilas padaku dan tidak mengucapkan apapun
"sudahlah jangan di paksakan, wajahmu terlihat lelah biar aku saja"
"emang bisa? "
"bisa kok. Udah di ajarin sama supirku" jawabku antusias
"tidak usah, sebentar lagi kita sudah sampai"
Setelah mendengar jawaban yang dia ucapkan, aku memilih diam. Tidak ada lagi percakapan yang tercipta. Lelaki ini sungguh dingin bagaikan es yang tak bisa mencair.
Setelah 10 menit saling diam, ia pun menepikan mobilnya ke pinggir pantai, ah rupanya dia membawaku ke pantai.
"ayo turun" ucapnya dan bergegas turun dari dalam mobilnya
"emm ngapain kita kesini? " tanyaku sambil melihat suasana pantai yang sepi
"kalau tidak mau turun, duduk saja di sini" ucapnya dan pergi meninggalkanku begitu saja
"heii tunggu, brengsekk" teriaku dan bergegas turun mengejarnya
Suasana pantai saat ini sangat sepi, dan dingin. Tidak ada satupun pengunjung disini kecuali aku dan dia. Hanya ada dua lampu di pesisir pantai, dan sebuah resort yang berada di tepian pantai sehingga suasana pantai tak gelap.
Dia pun memilih duduk diatas batu besar yang berada di pesisir pantai, sambil memandang air laut yang menghantam tepian.
"terima kasih"
"untuk? " jawabku bingung
__ADS_1
"sudah mau menolongku meloloskan diri dari tempat terkutuk itu"
"ha apa maksudmu? Bukankah itu hari penyambutanmu sebagai pimpinan baru perusahaan dan hari pertunanganmu di umumkan. Harusnya kamu merasa bahagia bukan malah sebaliknya"
"aku tak menginginkannya"
"jadi?? "
"dia memaksaku menuruti semua keinginannya"
"siapa? " jawaku
"ayahku" katanya
"semua ayah ingin melakukan yang terbaik untuk putranya dan aku yakin tujuan ayahmu melakukan apa yang dia kehendaki hanya untuk kebahagiannmu"
"tidak. Dia tak pernah tau apa yang membuatku bahagia. Hey kamu kenapa? Kedinginan? "
"tidak kok, aku hanyaa.. " tiba2 dia berdiri dan melepas jasnya dan memakaikan padaku.
"pakailah, lain kali tidak usah berpakain seperti ini. Kalau membuatmu tak nyaman"
"ha? Kok kamu tau sih? "
"ekspresi wajahmu menjelaskan semuanya"
"haha aku pikir kamu peramal"
Ia hanya menoleh ke arahku dan tersenyum sekilas
"aku pikir kamu kutub es, yang gak bisa cair gitu. Ternyata bisa ngomong panjang juga. Yaa meskipun gak panjang-panjang amat sih" kataku dan tersenyum ke arahnya "oh iya aku alisa " lanjutku sambil mengulurkan tanganku.
"Aku Raka" jawabnya menerima uluran tanganku
"aku rasa kita harus kembali sekarang, biar aku antar kamu pulang. Ekspresi kedinginmu itu membuatku tak tahan melihatnya"
"heyy tungguiin, hobby banget sih kamu jalan duluan terus" ucapku rada kesal dan menyeimbangkan langkahnya
Rakapun mengantarku sampai di rumah. aku mengajaknya untuk mampir sebentar, tetapi ia menolak dan bergegas pergi begitu saja.
benar-benar pria dingin. ku langkahkan kakiku masuk kedalam rumah, terlihat mama dan papa menunggu di dalam dengan keadaan terlihat khawatir.
"Ya ampun sa akhirnya kamu pulang juga" ucap mama sambil memeluku
ketika melihat ke arah papa, akupun teringat bahwa aku pergi meninggalkan pesta begitu saja tanpa memberitahunya.
"bersama siapa kamu pergi? apa dengan lelaki kemarin sa?" tanya ayahku dengan nada tegas
"engga kok pah" sanggahku
"lalu jas siapa yang kau pakai itu"
"astaga sial, aku lupa mengembalikan jasnya raka" gumamku dalam hati
"pokonya papa gak suka kamu memiliki hubungan dengan laki-laki itu sa, papa harap kamu tidak akan pernah lagi bertemu dengannya"
"kenapa pah? "
"kamu tidak perlu mengetahuinya" ucap papa dengan tegas
"siapa sebenarnya laki-laki itu pah, kenapa alisa tidak boleh mendekatinya?" tanya mama
"yoga mah namanya" timpalku
"apa hubungannya yoga dengan kamu pa?" tanya mama
"jangan sebut nama itu, aku benci mendengarnya karna dia itu adalah... "
__ADS_1
#TBC