
Setelah Anggoro cs di tangkap otomatis beberapa posisi penting di perusahaan kosong .
Sudah ada beberapa kandidat untuk mengisi posisi Anggoro yang telibat penggelapan dana dan telah di tetapkan sebagai tersangka utama.
Akhirnya diputuskan untuk kembali menggelar
RUSLB karena untuk mengangkat anggota direksi harus menunggu persetujuan para investor nantinya.
Memang GCG perusahaan inu buruk ini terlihat dari tidak adanya transparansi dalam proses merekrut karyawan yang lekat dengan permainan uang sehingga orang orang yang tidak capable bisa menduduki posisi yang stategis.
Santer terdengar jika di perusahaan ku ada permainan uang dalam merekrut karyawan yang parahnya ini ditingkat management.
TOK..TOK .. TOK!
“Masuk!".
Sahutku tidak lama Risa memasuki ruangan menyerahkan data yang kuminta .
“ Pak silah kan ini data karyawan yang bapak minta.”
“ Terima kasih.. Risa” sepeninggal Risa aku segera mengecek data karyawan yang aku curigai.
“ Ris ,suruh Vera keruangan saya segera.” Ujar ku pada sekretraris.
“ Baik pak.” Tidak lama yang bersangkutan memasuki ruangan.
“ Bapak memanggil saya? .” Tanya nya.
“Betul, silahkan duduk Vera .”
Aku segera menanyakan perihal salah satu karyawan yang menduduki posisi manager .
“ Apa ini Vera? Bagaimana dia bisa kamu terima di posisi ini? dia mencantum kan sertifikat nya sebagai *****?.” Ujar ku mengintrogasi Vera Sebagai hrd.
“ Tapi pak waktu kita membuka lowongan kan memang terbuka untuk semua jurusan." elaknya.
“ Saya tidak mempermasalahkan dari jurusan apa , masalahnya dia membranding diri sebagai professional****.”
“ Harus bisa memvalidasi dong jika memang punya kecakapan di bidang itu ,dengan menunjukan sertifikat asli bukan fotocopy ini masalah serius Vera.”
“ Yang bersangkutan mengatakan sertifikat asli menyusul pak.”
“Yang bersangkutan sudah bekerja selama enam bulan, dan belum bisa menunjukan sertifikat asli kamu follow up tidak?.” Vera hanya terdiam menunduk.
“ Kalau casenya begini ibarat makanan yang dijual online dia ini over rated di lebih lebih kan padahal kualitas nya biasa saja tapi harganya mahal."
“Analogi sederhananya begini, memang nya kamu mau membeli tempe dengan harga steak?.”
“ Noted ,segera saya follow up kembali” sahutnya.
“ Ya sudah itu saja.”
Aku memang sedang melakukan pembenahan di perusahaan yang aku mulai dari para SDM nya ini menyangkut janji ku pada almarhum Hananto Lie untuk mengembalikan perusahaan ini pada masa kejayaanya.
__ADS_1
Sound too good to be true tapi tidak ada salah nya mencoba Ujar ku mencoba keep optimis apalagi kini Hendrawan mendukung setelah berhasil mengungkap penyelewengan dana yang di lakukan oleh Anggoro cs.
...****************...
Anindya menghubungi ku sekedar menanyakan kabar karena sudah lama tidak saling kominikasi di sebab kan kesibukan masing masing.
" Apa kabarnya mas." Sapanya.
" Baik kamu gimana kabar nya Nind?." Ujarku balik bertanya.
" Baik juga mas , tampaknya sibuk sekali pak CEO." Goda Anindya.
" Iya nich Nind perusahaan Lagi kacau balau, banyak tikus di dalamnya." Sahut ku.
Anindya yang salah menafsirkan ucapan ku dia mengira bahwa tikus yang aku maksud adalah tikus binatang pengerat yang menjijikan itu .
" Serius mas? masa perusahaan Bonafide ada tikus iiihh." Sahut nya.
" Hahahahhahaha what do you think about?." Sahut ku sambil terkekeh mendengar nada suara Anindya yang terdengar geli."
"Tikus kan, kok mas malah tertawa?." Timpalnya masih dengan nada polos.
Aku menjelaskan bahwa tikus yang ku maksud adalah koruptor.
" Oalahh, terus gimana mas sekarang sudah di proses."Tanya nya lebih lanjut.
" Sudah, sudah di tetap kan sebagai tersangka utama."
" Paling ajak Nazwa ke mall ,ke puncak pasti macet mas."
" Betul betul , tapi Kalau jumat berangkat bisa lah." Sahut ku memberi kode.
" Mas mau kesana?."
" Iya kalau mau sekalian bawa anak anak kebetulan Villa mas sudah lama hanya di tempati penjaga saja.
" Dimana nya mas?"
" Cipanas Nind."
" Ok pasti Nazwa senang sekali apalagi ada Alex."Sahutnya antusias.
...****************...
Aahkkkh ! aku merentangkan tangan terasa tenang sekali memandangi hamparan tanaman padi yang tampak menghijau dari kejauhan.
Alex dan Nazwa tampak riang berlari larian di sekitar villa , sesampainya kami di villa di temani para pengasuhnya.
Sementara mbok Minah tengah sibuk menyiapkan makan malam di bantu Anindya , ternyata Anindya terampil dalam urusan masak memasak selain dia juga terampil dalam urusan pekerjaan .
"Memang kamu bisa masak Nind." Goda ku saat menemuinya di dapur ia tengah sibuk memotong motong daging.
"Pelecehan kamu mas, tinggal sebutkan saja mas mau dimasakin apa saya buat kan." Sahut nya sambil tersenyum.
__ADS_1
" Iya pak Bu Anindya pintar memasak, itu sudah ada yang siap." Timpal Mbok Minah sambil melangkah kearah meja dan kembali dengan piring berisi gurami Asam manis yang tampak menggoda.
" Silahkan di coba." Ujar Mbok Minah
Aku mencuil daging ikan gurami yang berlumur saus itu.
Harus akui masakan Anindya terasa lezat.
" Wooow, gak nyangka mas nind." Puji ku
" Enak Tidak ?."
" Perfecto." Sahutku seraya mengacungkan dua jempol kearahnya.
Malam itu kami makan bersama terasa hangat layaknya sebuah keluarga di selingi canda tawa
"Alex mau ikan sayang." Ujarnya pada Alex.
Ia menganggukan kepala dengan sigap Anindya memisahkan ikan dari durinya dan di taruh nya pada piring Alex yang tampak lahap menyantapnya.
Usai makan malam kami sempat bercengkerama sesaat, sebelum akhirnya masing masing memutuskan masuk kedalam kamar karena dinginnya hawa di daerah sini memang membuat ingin segera menyelinap di bawah selimut tebal.
Lagi lagi Aku terserang Insomnia akhirnya aku putuskan menuju balkon, menikmati pemandangan kelap kelip lampu dari villa sekitar cuaca dingin dan suara jangkrik menambah kesyahduan di malam itu.
Angan melayang pada moment 7 tahun silam di Villla ini yang menjadi saksi betapa romantisnya saat aku dan Soffie menikmati secangkir wedang jahe dan roti bakar buatan Minah di temani derai hujan di malam itu.
" Nanti kalau sudah menua kita tinggal disini mas rasa nya damai jauh dari hiruk pikuk kebisingan kota." ujar Soffie sambil menggelayut manja di bahuku.
" Mas setuju sayang pasti menyenang kan habiskan masa tua dan cucu yang lucu lucu sesekali mengunjungi kita." Timpal ku.
" Mas coba tengok kearah sana." Ujar soffie menujuk kearah pesawahan.
" Apa yang kamu lihat, orang begitu."
" Ayolah tengok dulu " saat aku menolehkan kepala kearah yang ia tunjuk dia mengecup pipiku sambil berbisik mesra.
" I love you i need you ."
" We have mutual feeling sayang." Timpal ku seraya mendekap nya dalam pelukan ku.
Tiba tiba aku merasakan tepukan di bahuku yang membuat ku terlonjak.
"Anindya! Untung mas gak terkena serangan jantung mendadak." Seru ku sambil memegangi dada untuk mengurangi ras terkejut ku.
" Hahahah hahahah, melamun saja sich dari tadi di panggil tidak dengar."
Ia terkekeh melihat ekspresi ku yang seperti melihat hantu.
" Kenapa mas Mengira saya hantu?." Timpalnya lagi.
" Hehehe kalau hantunya cantik kaya kamu ,ya bukannya takut tapi diajak nikah." Seloroh ku
Yang membuat Anindya tersipu malu.
__ADS_1