Diantara Dua Hati

Diantara Dua Hati
Keinginan Renata


__ADS_3

Renata tidak bisa fokus bekerja, ia lebih banyak melamun. Renata sempat menjatuhkan beberapa file kelantai sehingga ia harus bersusah payah mengambil dan merapikan file itu.


Tanpa sengaja Renata juga menabrak office girl yang sedang membawa gelas, gelas itupun pecah berantakan


"Maaf, saya tidak sengaja." Renata meminta maaf.


Renata membereskan pecahan gelas itu.Selesai membereskan pecahan gelas itu, Renata masuk kedalam ruang meeting.


Atasan Renata marah karena Renata datang terlambat, bukan hanya itu Renata juga sering diam ketika diajak bicara. membuat atasannya kesal.


Karena banyak kekacauan yang ia buat, Renata memilih untuk pulang. Renata meminta ijin pulang pada atasannya.


Renata sebenarnya malas untuk pulang kerumah, tapi karena merasa lelah Renata akhirnya memutuskan untuk pulang. Sesampainya dirumah, Renata melihat Arfi sedang menonton acara siaran langsung bola.


"Goal... goal... " ucap Arfi penuh semangat


"Jadi Arfi sudah pulang dari rumah sakit? Aku tidak bisa fokus bekerja, tapi kelihatannya Arfi tidak merasa bersalah." Renata bicara sendiri.


"Arfi." Panggil Renata.


"Renata." Arfi menoleh, ia terkejut becampur senang melihat kedatangan Renata.


Renata melangkahkan kakinya mendekati sofa, ia kemudian duduk disebelah Arfi. Renata mengambil remote tv yang berada diatas meja, ia lalu mematikan tv.


"Kenapa dimatikan?" Arfi kesal.


"Dimana Kevin?" Renata tidak perduli dengan Arfi yang sedang kesal, ia justru membicarakan hal lain.


"Kevin belum pulang sekolah." Jawab Arfi dengan malas.


"Karena Kevin belum pulang dan kebetulan kita berdua ada dirumah, aku mau bicara." Renata kelihatan serius.


"Arfi, apa benar? kamu dan Nayra sudah menikah?" Renata berharap Arfi mengatakan, semua itu tidak benar. Renata berharap ia salah dengar, tapi rasanya itu sesuatu yang tidak mungkin.


"Maafkan aku Renata." Tidak ada yang bisa Arfi lakukan selain meminta maaf.


Plak...


Renata tiba tiba menampar Arfi, darah keluar dari sudut bibir Arfi.


"Jadi kamu selingkuh? kamu Sudah menghianati aku? Kamu jahat Arfi! aku benci kamu!" Renata ingin memukul Arfi tetapi Arfi memegangi kedua tangan Renata.


"Renata aku minta maaf. aku tahu aku salah tapi, apa kamu tahu? kenapa aku melakukan kesalahan ini? ini semua karena kamu."


Kata kata Arfi membuat Renata sedih bercampur marah, bagaimana bisa Arfi menyasalahkan dirinya.


"Aku?" Renata menepis tangan Arfi.


"Renata, kamu sadar atau tidak? sejak jabatan kamu naik dan karir kamu semakin sukses kamu mulai berubah. Kamu tidak pernah melakukan tugas kamu sebagai seorang istri." Arfi bicara panjang lebar agar Renata mengerti, apa yang ia rasakan.


Kamu tidak pernah lagi masak untukku, kamu tidak pernah lagi menyiapkan bajuku. sudah beberapa bulan aku tidak menyentuhmu karena kamu selalu menolak dengan alasan cape, cape dan cape. apa kamu tahu? aku merasa seperti tidak punya istri." Arfi kembali bicara, ia berharap kata katanya mampu menyentuh hati Renata.

__ADS_1


"Tapi, bukan berarti kamu bisa menikah lagi. kalau aku punya salah atau kekurangan seharusnya kamu beritahu aku, supaya aku bisa memperbaiki semua." Renata mencoba membela diri.


"Aku sudah sering menegurmu, tapi kamu tidak perduli. kamu tidak mau mendengarkan aku, kamu sibuk dengan dunia kamu sendiri."


Renata teringat sikapnya selama dua tahun terakhir, ia sibuk bekerja. Renata juga sering menolak ketika Arfi memintanya untuk memasak atau sekedar menemaninya makan dan Renata baru menyadari kalau sudah beberapa bulan Arfi tidak menyentuhnya.


Renata tidak bermaksud menolak Arfi, tapi karena ia merasa lelah dengan terpaksa ia mengabaikan kewajibannya sebagai istri.


"Arfi, aku tahu aku salah. aku akan memperbaiki semua, tapi aku minta kamu ceraikan Nayra." permintaan Renata membuat Arfi terkejut.


Renata, aku pikir dia akan menangis sambil memukulku atau dia akan berteriak dan membanting barang barang. seperti cerita difilm film aku membayangkan Renata pergi dari rumah lalu dia minta cerai, ternyata aku salah, Renata perempuan yang kuat. Arfi memuji Renata dalam hati.


"Kenapa kamu diam? kamu kira aku akan minta cerai? aku tidak akan minta cerai. aku juga tidak meminta kamu untuk memilih diantara aku dan Nayra, aku ingin mempertahankan rumah tangga kita dan ini semua aku lakukan demi Kevin. Ya sudah aku mau istirahat, aku tunggu perceraian kamu dan Nayra."


Setelah mengatakan apa yang ia inginkan Renata pergi beristirahat kekamar.


Arfi, aku tidak akan kalah dari pelakor itu. kalau kamu tidak mau bercerai dengan Nayra. aku sendiri yang akan membuat kalian bercerai. Tekad Renata sudah bulat, ia ingin mempertahankan rumah tangganya.


...****************...


Nayra datang kesekolah karena permintaan pak Hardi Kelapa sekolah Kevin. pak Hardi memintanya datang kesekolah, ia mengatakan ada sesuatu yang ingin ia bicarakan.


"Silahkan duduk bu Nayra." Pak Hardi mempersilahkan Nayra duduk saat Nayra sudah berada diruangannya.


Nayrapun duduk, ia tidak tahu kenapa pak Hardi memanggilnya. ia sudah mengundurkan diri dan sudah tidak bekerja disekolah itu lagi tapi, kenapa pak Hardi ingin bicara dengannya? apa yang ingin pak Hardi katakan?


Pertanyaan pertanyaan itu muncul dalam pikiran Nayra.


"Tidak apa apa pak, apa yang ingin bapak bicarakan?" Nayra ingin tahu.


"Begini bu Nayra. sudah beberapa hari semenjak ibu tidak bekerja disini, saya berusaha mencari pengganti ibu." Pak Hardi mulai bicara.


"Tapi, sampai sekarang saya belum mendapatkan pengganti ibu. apa ibu mau bekerja disekolah ini lagi?" Pak Hardi berharap Nayra kembali bekerja disekolah itu.


Nayra memang belum sempat mencari pekerjaan baru. Nayra juga ingin bekerja kembali disekolah itu, tapi Nayra merasa malu jika ia harus membantalkan surat pengunduran dirinya. Nayra tidak menduga pak Hardi memintanya bekeja kembali.


"Baiklah pak, kalau memang saya masih dipercaya untuk mengajar murid murid disekolah ini. saya terima tawaran bapak." Dengan senang hati Nayra langsung menerima permintaan Pak Hardi.


"Syukurlah. saya pikir bu Nayra akan menolak. mulai besok ibu bisa mulai bekeja lagi , karena sekarang sudah siang dan murid murid disekolah ini sebentar lagi akan pulang." Pak Hardi menjelaskan.


Beberapa saat kemudian


Nayra keluar dari ruangan pak Hardi setelah ia selesai bicara dengan pak Hardi


Sebentar lagi murid murid disekolah ini akan pulang. siapa yang akan Menjemput Kevin? Arfi atau Renata? Arfi masih sakit jadi tidak mungkin dia menjemput Kevin. apa mungkin Renata? Nayra bertanya tanya.


"Bu Nayra!" Nayra mendengar suara seseorang memanggilnya.


Nayra menengok kebelakang ternyata Kevin yang memanggilnya. Saat keluar dari ruangan kelas Kevin melihat Nayra dari kejauhan. Kevin sangat senang, ia lalu berlari kecil untuk menghampiri Nayra.


"Bu Nayra, jangan pergi dulu." Nafas Kevin terengah engah.

__ADS_1


"Kevin, kenapa lari lari? nanti kamu jatuh." Nayra memperingatkan Kevin.


"Aku kangen sama ibu. engga ada ibu, sekolah ini sepi."


"Ibu sakit makanya ibu enggga datang kesekolah, tapi besok ibu sudah bisa datang kesekolah ini. seperti biasanya."


"Horee.. " Kevin bersorak kegirangan.


"Semua teman teman kamu sudah pulang, kamu belum dijemput?" Saat itu Nayra dan Kevin bicara didepan sekolah.


"Belum." Kevin kecewa.


Arfi, apa dia lupa untuk menjemput Kevin? seperti waktu itu. Nayra melamun.


Nayra tersadar dari lamunannnya ketika sebuah mobil berhenti dihadapannya, seseorang keluar dari mobil itu. orang itu adalah Satria asisten Kevin.


"Nyonya Nayra." Satria tersenyum ramah.


Jadi Satria yang menjemput Kevin. kenapa aku merasa sedih? kenapa aku berharap Arfi yang datang. Nayra kelihatan sedih.


"Bu Nayra aku sudah dijemput, aku pulang dulu." Kevin masuk kedalam mobil yang sudah dibuka oleh Satria.


"Nyonya, mau sekalian saya antar?" Satria menawarkan diri.


"Tidak perlu, saya bisa naik taksi. Satria tolong jangan panggil saya nyonya." Nayra merasa risih dan tidak biasa mendengar sebutan nyonya.


"Nyonya Nayra, nyonya itu istrinya pak Arfi sudah sepantasnya saya memanggil Nyonya."


"Tidak bisa, pokoknya saya tidak mau dipanggil Nyonya. panggil saya ibu Nayra." Meskipun maksud Satria baik dan ingin menghargai Nayra, tapi Nayra tetap menolak.


"Ibu mirip sekali dengan pak Arfi." ucap Satria.


"Mirip apanya?" Nayra merasa, ia dan Arfi berbeda bahkan sangat berbeda. tapi kenapa Satria mengatakan mereka mirip.


"Pak Arfi juga tidak suka dipanggil tuan."


"Ya ampun Satria, begitu saja kamu bilang mirip. bukan cuma Arfi yang tidak suka dipanggil tuan, diluar sana juga masih banyak orang orang yang tidak suka dipanggil tuan." Nayra kesal.


"Om Satria, kapan kita pulang?" Kevin Membuka jendela mobil.


Karena asik ngobrol Satria sampai melupakan Kevin.


"Iya Kevin, kita pulang sekarang." Satria kemudian masuk kedalam mobil.


"Bu Nayra, ayo masuk." Kevin meminta Nayra masuk kedalam mobil.


"Tapi... " Nayra ragu ragu.


"Bu Nayra, kita ini searah. biar saya antar ibu pulang." ucap Satria.


"Bu, Ayo cepat. diluar panas." Kevin merengek.

__ADS_1


"Iya, iya." Nayra menuruti permintaan Kevin dan Satria.


__ADS_2