Diantara Dua Hati

Diantara Dua Hati
Jangan ambil anakku


__ADS_3

Arfi sedikit mengantuk namun ia tetap memaksakan diri untuk pergi kerumah sakit, Arfi menelphone Satria agar asistentnya itu mengantarnya kerumah sakit.


Sesampainya dirumah sakit, muka Arfi langsung merah. Arfi teramat sangat marah karena ia melihat Nayra yang sudah berada didalam taksi. Taksi itupun berjalan dan membawa Nayra pergi.


"Nayra, dia mau kabur lagi. Satria cepat kejar taksi itu."


Sesuai dengan perintah Arfi Satria lalu mengejar taksi itu.


Satria menghadang taksi yang dinaiki Nayra, saat taksi itu sedang berjalan ditempat yang sepi, Satria menghentikan mobilnya didepan taksi yang sedang berjalan itu.


Taksi itupun mengerem secara mendadak membuat Nayra kaget.


"Ada apa pak?" perasaan Nayra menjadi tidak enak, ia memiki firasat buruk tapi ia juga tidak tahu apa itu.


"Ada mobil yang tiba tiba berhenti didepan taksi saya bu." supir taksi itu sedikit takut, ia takut ada perampok atau pencuri yang mau berbuat jahat.


Nayra melihat mobil yang menghadang taksi, mobil yang sangat ia kenal. pintu mobil itu dibuka, Nayra sangat terkejut bercampur was was. Nayra melihat Arfi keluar mobil itu.


"Ternyata benar itu mobil Arfi." tanpa diminta Nayra membuka kaca jendela taksi itu.


Nayra bisa saja meminta supir taksi itu memundurkan taksinya lalu ngebut dan pergi melalui jalan lain, tapi Nayra tahu sifat Arfi yang tidak suka menyerah. Arfi pasti akan mengejar taksi yang dinaiki Nayra, alhasil mereka akan kejar kejaran seperti sedang balapan mobil.


Nayra sebenarnya lebih suka menghindar dari Arfi. ia tidak perduli meski harus kebut kebutan mobil, sayangnya Nayra tidak mungkin melakukan itu karena ia sedang bersama anak anaknya.


Arfi menghampiri Nayra, ingin rasanya ia memarahi Nayra. tapi lagi lagi ia mencoba bersabar karena Nayra baru melahirkan dan mungkin saja Nayra masih lemah.


"Buka pintunya." Perintah Arfi dengan sorot matanya yang menakutkan.


"Ada apa?" Nayra sudah tahu kalau Arfi marah karena ia ingin kabur lagi, namun Nayra berlagak bodoh dan pura pura tidak tahu.


"Ada apa, ada apa. mau Kemana kamu?" Arfi berdiri didepan pintu taksi yang sudah terbuka.


"Aku mau pulang." Nayra membohongi Arfi agar Arfi tidak marah padanya.


"Pulang malam malam begini? Kamu pikir aku tidak tahu? kamu mau kabur lagi kan?" Arfi membentak Nayra lalu ia mengambil Bintang dari pangkuan Nayra.


"Arfi, tolong jangan ambil bintang." Nayra mulai panik.


Arfi tidak menghiraukan Nayra, ia lebih memilih untuk memanggil Satria.

__ADS_1


"Satria, kemari!" Arfi setengah berteriak.


"Iya pak." Satria yang semula duduk dimobil segera menghampiri Arfi.


"Bawa anak saya kedalam mobil." Arfi memberikan anaknya pada Satria.


Setelah mengambil Bintang Arfi ingin mengambil Bulan yang sedang terbaring disebelah Nayra duduk.


Nayra berusaha menghalangi Arfi, tapi sia sia, Arfi memegangi kedua tangan Nayra.


"Satria kemari lagi, cepat!" Arfi kembali memanggil Satria.


Satria sudah meletakan Bintang didalam mobil, mendengar Arfi memanggilnya lagi Satria bergegas menghampiri Arfi.


"Ambil anak saya yang satu lagi dan bawa kedalam mobil." Arfi memegangi kedua tangan Nayra agar Satria bisa mengambil Bulan.


"Arfi lepasin tanganku." Nayra berusaha berontak tapi tentu saja dia tidak berhasil.


Satria tidak bisa mengambil Bulan melalui pintu taksi sebelah kanan karena disana ada Arfi yang sedang berdiri sambil memegangi tangan Nayra.


Satria berjalan memutar. ia ingin mengambil Bulan melalui pintu taksi sebelah kiri, pintu taksi disebelah kiri ternyata dikunci karena Satria kesulitan untuk membukanya.


"Nay, Buka pintunya!" Arfi meminta Nayra membuka pintu taksi sebelah kiri.


"Maaf pak, bapak ini siapa? kenapa bapak ingin mengambil anak ibu ini? Kalau bapak mau menculik anak, saya akan berteriak. supaya warga datang kesini lalu membawa bapak kekantor polisi." Supir taksi itu mengancam Arfi.


Sebenarnya supir taksi itu takut ia mengira Arfi seorang penculik anak, tapi ia berusaha memberanikan diri untuk menolong Nayra.


"Memangnya wajah saya kelihatan seperti penculik? Mereka ini anak dan istri saya. istri saya mau kabur, karena itu saya mengambil anak anak saya. biar istri saya mau pulang kerumah." Arfi memberi penjelasan.


Supir taksi itu percaya pada Arfi dan ia membiarkan saja saat Arfi kembali ingin mengambil anaknya.


Karena pintu sebelah kiri terkunci dan Nayra tidak mau membukanya, maka Arfi sendiri yang mengambil anaknya meski harus melewati Nayra.


Bulan berada disamping Nayra duduk, ketika badan Arfi masuk dan ia ingin mengambil Bulan wajah dan tubuhnya berada sangat dekat dengan Nayra.


Jantung Nayra berdetak kencang, saat wajah Arfi berada dekat didepannya. ia bahkan tidak menyadari kalau Arfi sudah mengambil Bulan dari sampingnya. .


"Arfi berikan anakku atau aku laporkan kamu kepolisi atas tuduhan penculikan anak." ucap Nayra saat ia menyadari Arfi sudah menggendong anak.

__ADS_1


"Mereka juga anak anakku." Arfi masih berdiri dididepan taksi yang dinaiki Nayra.


"Aku yang menggandung, aku juga yang melahirkan Bintang dan Bulan jadi aku yang berhak atas mereka." ujar Nayra penuh penekanan.


"Oh ya..kamu pikir, tanpa aku kamu bisa hamil?" Arfi tidak mau kalah.


"Arfi, aku tahu kamu meinginkan anak anak kita. aku akan memberikannya, tapi aku mohon jangan bawa dua duanya. Arfi kamu bisa memilih antara Bintang atau Bulan." Nayra memohon.


"Maaf Nay, aku tidak bisa memilih antara Bintang dan Bulan sama seperti aku tidak bisa memilih antara kamu dan Renata."


"Kamu ini memang serakah Arfi, aku benci kamu!" Air mata Nayra berjatuhan.


"Nay, dengarkan aku. kalau kamu tetap ngotot minta cerai, aku akan membawa anak anak kita. jangan harap kamu bisa bertemu lagi dengan mereka." Suara Arfi terdengar merdu ditelinga namun menyakitkan dihati Nayra.


Arfi sepertinya ingin memaksa Nayra untuk merubah keputusannya tentang perceraian.


"Tidak aku tidak mau. aku tetap mau kita pisah." Nayra keras kepala.


"Terserah."


Arfi dan Nayra sama sama keras kepala, Arfi sebenarnya tidak ingin mngambil anak anaknya, ia melakukan itu karena ia tidak ingin bercerai dengan Nayra dan untuk kedua kalinya Arfi memberikan anaknya pada Satria.


"Satria, cepat bawa anakku kemobil." untuk kedua kalinya juga Arfi memerintahkan Satria membawa anaknya. Satria lalu membawa Bulan kedalam mobil Arfi.


Kasihan Nayra. sudah jadi istri yang tak dianggap, sekarang anak anaknya juga ingin diambil. Satria sebenarnya keberatan menjalankan perintah Arfi, tapi karena ia bekerja dengan Arfi. ia terpaksa melakukannya.


Nayra tidak rela melihat kedua anaknya diambil secara paksa oleh Arfi. badannya memang masih terasa lemas dan Nayra tidak bisa menghalangi Arfi membawa Anak anaknya, tapi Nayra tetap berusaha untuk mengambil Bintang dan Bulan.


Nayra memaksakan dirinya untuk keluar dari taksi, dengan susah payah dan dengan tenaganya yang belum pulih benar Nayra akhrinya keluar dari taksi itu.


"Arfi, aku mohon jangan ambil anakku." lagi lagi Nayra memohon.


Meskipun Nayra sudah memohon sambil menangis, tetapi Arfi tetap tidak mau merubah keputusannya.


Arfi kemudian meninggalkan Nayra sendirian, Arfi masuk kedalam mobilnya. lalu ia pergi bersama Satria dan anak anaknya.


"Arfi tunggu!" Nayra melihat Arfi sudah berada didalam mobilnya.


Mobil yang membawa Arfi dan kedua anaknya kemudian berjalan, hal itu membuat Nayra semakin panik. Nayra lalu masuk kembali kedalam taksi ia meminta supir taksi itu untuk mengejar mobil Arfi.

__ADS_1


Semula supir taksi itu menolak, tapi karena Nayra terus memohon supir taksi itu akhirnya mau menuruti keinginan Nayra. supir taksi itu mengejar mobil Arfi. Mobil Arfi dan taksi itupun kejar kejaran.


Karena melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi taksi yang membawa Nayrapun mengalami kecelakaan, kecelakaannya lumayan parah. taksi itu sampai berguling guling lalu kemudian taksi itupun terbalik.


__ADS_2