Diantara Dua Hati

Diantara Dua Hati
PART 5


__ADS_3

#Alisa POV


Rutinitas kampus selalu seperti ini, banyak tugas yang harus di kerjakan.


Aku terduduk di taman kampus dengan menatap layar laptopku, mempelajari bahan diskusi yang akan di presentasikan siang nanti.


Tiba-tiba pandanganku teralih pada seorang wanita berambut panjang yang memakai kameja di sudut kiri tempatku duduk.


"Maudy?" Gumamku dalam hati


Aku mengucek mataku berharap penglihatanku salah tapi hasilnya nihil.


"Maudy..maudyy" teriaku


Wanita itu menoleh ke arahku dan mulai berjalan menghampiriku


"Ya ampun sa?? Ini beneran kamu? Aku kangenn bangett" ucapnya sambil memelukku dengan erat


"Iyaa aku juga kangen banget sama kamu dy" ucapku sambil membalas pelukannya


Dia mulai melepaskan pelukannya. "Sa kamu kuliah disini juga? Kok bsa? Terus ibu kamu gimana?" tanyanya


Aku mulai menjelaskan semua hal yang terjadi di hidupku pada maudy.


Maudy adalah satu-satunya sahabat yang aku punya, ia sudah ku anggap seperti saudaraku sendiri. Sudah 1 setengah tahun kami berpisah.


"dramatis banget deh sa, tapi ya aku senang akhirnya kita bisa ketemu juga" katanya


"Iya dy aku pikir aku salah ngeliat orang" jawabku


"Hehe, terus pacar kamu mana? Kok sendiri?" Tanyanya


"Pacar? Aku gak punya kali dy" jawabku


"Ya ampun seriusan sa?? Jangan bilang kalo kamu belum bisa lupaiin dia???" Tanyanya


"Ga usah di bahas, aku ga mau ngomongin dia"


"Iya sa tapi itu kan udah lama banget! Kamu ga pernah gitu jatuh cinta lagi" tanyanya


"Jatuh cinta?" Tanyaku, tiba-tiba aku teringat yoga. "Apa benar aku mulai jatuh hati padanya?" Gumamku dalam hati "gak..gak.. itu gaboleh terjadi" gumamku lagi


"Saa?? Kamu kok negalamun sih?"


"Ga pernah, aku ga bisa jatuh cinta lagi" jawabku


"Kenapa?"


"Aku takut sakit hati, aku takut kejadian di masa laluku terulang lagi"jawabku


"Ya ampun sa, kamu harus bisa berdamai dengan masa lalumu kalau kamu tidak mau terus-menurus terpuruk seperti ini. Lagian ga semua pria itu sama" katanya


"Iya dy, entahlah" ucapku


"Oiaa sa, aku tau dia dimana sekarang, Aku juga pernah bertemu dengannya"


"Udahlah ga usah di bahas dy, lagian aku juga ga mau tau semua tentang dia lagi" kataku serius


"Aku balik ya dy, ada kelas soalnya"ucapku sambil memeluk maudy


"Iya sa bye"


*******


#Raka POV


Aku membaca setumpuk laporan yang tersusun rapi di atas meja kerjaku, sungguh ini sangat menyita waktuku. Siall!! Papa benar-benar membuatku gila. Aku rindu kebebasanku. Aku butuh menenangkan pikiranku, malam ini aku harus ke club! Tapi bagaimana jika nanti aku bertemu dengan wanita sialan itu? Siall! Apa peduliku? Aku hanya ingin menenangkan pikiranku


Dorrrrr


Suara pintu yang di buka dengan keras yang membuat lamunanku buyar


"Maaf pak, pria ini memaksa masuk" ucap sekertarisku

__ADS_1


"Baikalah kamu boleh keluar" pintahku padanya


aku menatap pria di hadapanku ini dengan penuh emosi, aku mengepal pergelangan tanganku. Berani-beraninya dia muncul di hadapanku!


"Ada perlu apa kamu kesini?" Tanyaku tanpa basa-basi


"Raka, aku mau.."


"Stop!! Jangan di teruskan, aku tak ingin mendengar apapun yang keluar dari mulutmu! Jadi silakan pergi! sebelum aku menyuruh satpam menyeretmu dari sini" ucapku sinis


"Baikalah, aku akan pergi! Tapi aku mohon dengarkan dulu penjelasanku Raka. Aku dan yuna.."


Brukk aku melayangakn tinju kemukanya


"Brengsek!!! Sudah ku bilang berhenti berbicara!!"


"KELUARR!!! KELUAR DARI RUANGANKU SEKARANG!!!


Dia menyeka sudut bibirnya yang tergores karna pukulanku.


"Baiklah" ucapnya sembari pergi meninggalkan ruanganku dan menutup pintunya dengan keras


"Ohh shittt!!, " Umpatku sambil menendang kursi kerjaku.


*****


#Author POV


Langit mulai mendung, perlahan-lahan suasana kampus yang ramai kini mulai terlihat sepi. Waktu sudah menunjukan pukul 5 sore.


Dan disinilah alisa di depan gerbang kampus menunggu pak udin supirnya untuk menjemputnya.


"Aduhh pak udin kemana sih? Udah jam segini belum muncul juga? Gumamku kesal


Tittt....tittt...tiittt....


Bunyi klakson terus menggema di telinganku, aku tetap pada pendirianku untuk tidak menoleh ke arah belakang. Aku terus melangkahkan kakiku sambil berlari-lari kecil.


Suasana kampus juga sudah terlihat sepi, siapa tau ada yang ingin menculiku.


"Bego!!" Umpatnya yang membuat langkahku terhenti


"Suara ini?" Gumamku dalam hati


Aku pun menoleh ke arah samping, terlihat kawasaki merah yang mulai berhenti, pria bersetelan jas formal yang mulai turun dan melepas helmnya. Ia mulai malangkahkan kakinya menghampiriku


"Telinganmu yang bermasalah atau klakson motorku yang kurang kenceng? Hem" tanyanya


"Kamuu!!!" Ucapku dengan telunjuk menunjuk wajahnya


Ia menepis tanganku "mau apa lagi ha? Urusan kita belum selesai, kamu lupa?" Katanya


"Tentu saja! Urusan kita belum selesai. Kau meninggalakanku begitu saja" ucapku kesal


"Maksudmu? Aku sudah mengantarmu dan mengembalikan mobilmu" katanya


"Aku rasa kau seorang pria yang berpendidikan dan mempunyai jabatan yang tinggi! Tapi pikiranmu itu sungguh di bawah, kamu pikir aku bisa nyetir apa? Aku kewal.." ucapanku terhenti karna dengan tiba-tiba dia mencium bibirku singkat


DEGG..


"Kenapa diam? Bego!!" Dia menepuk jidatku "ternyata ciumanku ampuh juga, bisa membuatmu behenti mengoceh"


PLAAKKK


Aku menampar pipinya dengan keras


"Kamu pikir kamu siapa? Brengsek!!" ucapku dan mulai melangkahkan kakiku meninggalkannya


"Heyy tunggu" dia mencegat pergelangan tanganku


"Lepaskan aku" aku menghempaskan tanganya dan berlari meninggalkannya


"Tunggu" teriaknya

__ADS_1


"Taxii.." teriaku dan segera menaiki taxi


Sepanjang perjalanan aku hanya menangis, entah kenapa mataku ini tak sejalan dengan hatiku. Aku membenci pria ini, berani-beraninya dia menciumku. Aku benci padamu yoga!! Kau membuatku mengingat bajingan itu lagi!!! Membuka luka baru di hatiku.


Tak kupedulikan teriakan yoga di belakang taxi yang aku tumpangi, dia mengejarku dengan menggunakan kawasakinya, ia pun terlihat basah karna hujan sudah mulai turun dan semakin deras yang membuatnya basah kuyup. Ia terus meneriakiku.


"Paa, cepetan! Ada yang mengejarku" pintahku pada supir taxi


"Baik mba"


Taxi yang ku tumpangi pun melaju dengan cepat, hingga di perempatan jalan taxi ini pun berbelok dengan tiba-tiba yang membuat yoga kaget belum sempat ia menghentikan motornya, sebuah motor dari arah yang berlawan melaju ke arahnya sehingga


DUAARRR


"Paa BERHENTI" teriaku panik pada supir taxi


taxi pun berhenti, akupun keluar dan berlari menemui dirinya tak kupedulikan hujan yang deras membasuh tubuhku. Kulihat jalanan mulai ramai.


"Kamu ga kenapa-napa kan? Tanyaku khawatir


"Aku minta maaf" ucapnya


"Kamu itu bego tau gak? Kamu ngataiin aku bego! Padahal kamu sendiri gak ngaca! Lihat!! Kalau ga bisa mengendarai motor ga usah pake motor, ini udah kedua kalinya kamu jatuh tau gak!! Ya ampun tanganmu tergores dan berdarah"


"Aku gak apa-apa. Heyy kamu menangis?" Dia mulai mengusap pipiku


"Haa?"


Akupun kaget mendengar perkataannya. Iya di dalam taxi aku memang menangis.


Tapi kali ini beda karna aku mengkhwatirkannya tanpa sadar air mataku mengalir dengan deras bahkan di tengah guyuran hujan seperti ini dia bisa melihatnya. Dia mulai mengusap airmataku di tengah guyuran hujan, dia pun tersenyum padaku, akupun membalas senyumannya. Tanpa sadar kami sudah membuat jalanan macet.


"Aku harap ini pertama dan terakhir kalinya aku melihatmu menangis! Ayo kita pergi, lihatlah orang-orang mulai jenuh melihat atraksi kita" katanya sambil tersenyum jail


Akupun menoleh ke arah sekitar, terlihat kerumunan orang-orang yang melihat kami. Oh ya ampun betapa malunya diriku! "Beegoo..begoo..kamu alisa, kenapa bisa kebawa suasana" ujarku dalam hati


Dia pun mengambil motornya yang tergeletak di pinggir jalan, motornya tidak terlalu lecet! Dia memaksaku untuk naik dan dia mulai melepaskan helmnya


"Pakailah" ia memasangkan helm di kepalaku


"Terus kamu?" Tanyaku


"Gausah di pikirin"


Pria ini mulai melajukan motornya di tengah guyuran hujan, sepanjang perjalanan kami hanya diam. Hingga ia menepikan motornya di sebuah kafe.


"Aku rasa kita harus mampir sebentar, lihatlah hujannya semakin deras" katanya


"Bajumu basah, tenang saja. Aku sudah menyuruh orang membawakan pakaian ganti"


"Baiklah, lalu bagaimana dengan tanganmu? Harus di obati" ucapku


"Tenang saja. Aku gapapa. Oh iya aku minta maaf atas kejadia tadi" ucapnya dengan penuh penyesalan


"Aku memaafkanmu, sudahlah lupakan tidak usah di bahas" kataku


"Hem bolehku aku bertanya?" Tanyanya


"Tentu" jawabku


"Mungkin ini terlihat konyol! Emmm siapa namamu?"


"Ya ampun hahha, kupikir kau mau menanyakan apa. Aku alisa pratiwi sekar panggil saja alisa" kataku sambil mengulurkan tanganku


Ia membalas uluran tanganku


"Aku..."


"Yoga" lanjutku sambil tersenyum


Ia pun ikut tersenyum


"Yoga Darma pratama" lanjutnya

__ADS_1


TBC


------------------------------------------------


__ADS_2