Diantara Dua Hati

Diantara Dua Hati
Pernikahan Raddit 2


__ADS_3

Nayra tidak pernah bisa menolak saat Arfi ingin menyentuhnya, Meski berada didalam mobil mereka melakukannya hingga satu jam lebih.


Nayra mengambil bajunya yang berserakan didalam mobil, ia lalu memakai kembali bajunya.


"Sayang, aku mau lagi." Nada suara Arfi terdengar manja, Arfi menyandarkan kepalanya didada Nayra sambil melingkarkan tangannya dipinggang Nayra.


"Tidak bisa. Aku diundang jam sepuluh sekarang sudah jam sembilan lewat. nanti kita telat."


"Jadi kamu lebih mementingkan Raddit dari pada aku?" Tanya Arfi dengan wajah yang terlihat kesal.


"Terserah kamu mau berpikir apa? yang jelas Aku mau pergi sekarang. kalau kamu tidak mau mengantarku, biar aku naik taksi." Ancam Nayra.


"Iya.. iya... aku antar, tapi kamu harus janji."


"Janji apa lagi?"


"Nanti kita akan melakukannya lagi."


"Dasar mesum." Nayra mencubit hidung Arfi.


Arfi hanya tersenyum mendengar omelan Nayra. walau hidungnya merah karena dicubit Nayra, Arfi tidak merasakan sakit yang ia rasakan hanya rasa bahagia.


Tubuh Nayra bagai candu bagi Arfi, Arfi selalu ingin dekat dan ingin menyentuh Nayra.


Beberapa menit kemudian


"Kenapa masih diam? ayo jalan." Nayra melihat Arfi sudah selesai memakai bajunya.


"Kamu belum janji?"


"Jadi, dari tadi Kamu nunggu aku ucapin janji?" Nayra memutar bola matanya malas.


"Iya"


Nayra ingin membuka pintu mobil, ia malas meladeni Arfi.


"Sayang, jangan pergi dulu. Apa susahnya sih? bilang aku janji." Arfi memegangi tangan Nayra.


"Aku janji, puas?"


Setelah mendengar ucapan Nayra, Arfi langsung menjalankan mobilnya.


Nayra dan Arfi akhirnya sampai digedung tempat Raddit mengadakan acara pernikahan, mereka kemudian masuk kedalam gedung itu.


Sampai didalam Nayra dan Arfi melihat Raddit bersama Lisa sudah berada diatas pelaminan.


"Gara gara kamu, kita telat " omel Nayra.


"Kita tidak terlambat, acaranya belum selesai."


"Tapi akad nikahnya sudah selesai." Nayra sebenarnya ingin melihat prosesi ijab kabul pada pernikahan Raddit dan Lisa, tapi karena Arfi menahannya didalam mobil ia jadi terlambat.


"Masih untung kita datang, sudahlah kamu tidak perlu memikirkan soal ijab kabul. disini ada cctv. nanti biar aku minta rekaman cctv ijab kabulnya Raddit, biar kamu bisa nonton sampai puas." Goda Arfi.


"Kamu... " Nayra ingin mencubit lengan Arfi, tapi Nayra tidak jadi melakukannya karena ia melihat Pak Bisma dan Ibu Ayrin.


Ibu Ayrin dan pak Bisma berjalan mendekati Nayra dan Arfi.


"Kalian ada disini?" Tanya ibu Ayrin.


Bu Ayrin dan pak Bisma tidak mengira Kalau mereka akan bertemu dengan Nayra dan Arfi.


"Papi, mami sedang apa disini?" Arfi balik bertanya.


Sama seperti Ibu Ayrin dan Pak Bisma. Nayra dan Arfi juga kaget melihat kehadiran Pak Bisma dan ibu Ayrin.


"Mami diundang, kamu lihat pengantin perempuannya?" Ibu Ayrin memandang Lisa yang masih berada diatas pelaminan dan sibuk bersalaman dengan tamu tamu yang datang.


"Iya kenapa?" Arfi mengikuti arah pandangan mata maminya.

__ADS_1


"Namanya Lisa. jadi papanya Lisa itu temannya papi, mereka sudah lama berteman karena itu mami dan papi diundang kesini."


"Kenapa mami dan papi tidak bilang? kita kan bisa berangkat sama sama."


"Undangannya mendadak. tadi itu mami lagi istirahat, papi kamu bangunin mami dan bilang kalau kita diundang keacara pernikahan ini." Cerita ibu Ayrin.


"Maaf bu Ayrin. kalau Ibu Ayrin dan pak Bisma ada disini, Siapa yang menjaga Bintang dan Bulan?" Nayra menyela pembicaraan Arfi dan Ibu Ayrin.


"Kamu tenang saja, mami sudah minta dua orang suster yang biasa bantu kamu, untuk menjaga Bulan dan Bintang. mami kasih bonus, karena itu mereka mau kerja dihari libur."


"Ngomong ngomong, Kenapa kalian baru datang? bukannya kalian tadi berangkat lebih dulu?" Pertanyaan Pak Bisma membuat Arfi dan Nayra jadi salah tingkah, untuk sesaat Arfi dan Nayra terdiam. Arfi dan Nayra tidak tahu harus berkata apa.


"Tadi kita mampir dulu kerestaurant, Aku lapar jadi aku ajak Nayra makan." Arfi bohong.


"Benarkan?" Pak Bisma seakan tidak percaya dengan ucapan Arfi.


"Kenapa kamu makan di restoran? bukan makan disini?" Bu Ayrin mengerutkan keningnya.


Arfi dan Nayra lagi lagi diam, mereka tidak menjawab pertanyaan ibu Ayrin.


"Ya sudah, mami sama papi pulang duluan." ujar Ibu Ayrin.


Pak Bisma dan Ibu Ayrin memang sudah cukup lama berada ditempat itu, karena itu mereka ingin pulang lebih dulu.


Setelah pak Bisma dan bu Ayrin pergi Nayra mengajak Arfi naik keatas pelaminan untuk memberikan ucapan selamat pada Raddit, tapi baru berjalan dua langkah terdengar seseorang menyapa Arfi.


"Pak Arfi." Seorang perempuan cantik yang ternyata adalah sekretaris Arfi menyapa Arfi.


"Kamu.. kenapa ada disini?"


Pertanyaan Arfi terdengar konyol tentu saja Sekretaris nya itu datang untuk menghadiri acara pernikahan Raddit dan Lisa. hanya saja Arfi tidak tahu, kalau ternyata sekretarisnya itu mengenal Raddit dan Lisa.


"Saya diundang pak, pengantin perempuannya itu anaknya ibu kos saya."


"Maksud kamu Lisa itu anak dari pemilik Kos kosan tempat kamu tinggal?"


"Betul pak, Karena kebetulan bapak ada disini. saya punya berita bagus untuk bapak?


"Pak Haris Andara juga diundang diacara ini."


"Apa?" Arfi sedikit terkejut mendengar ucapan sekertarisnya.


Setahu Arfi, Haris Andara salah seorang dari pengusaha sukses yang sulit untuk ditemui. bahkan sudah beberapa kali perusahaan Arfi mengajukan proprosal kerja sama dengan perusahaan Haris Andara, tapi proposalnya selalu ditolak tanpa alasan yang jelas.


Arfi merasa hari itu ia beruntung, karena kemungkinan ia bisa bertemu dengan Haris Andara pemilik dari perusahaan Andara grub yang sudah berdiri selama puluhan tahun.


"Kamu yakin pak Haris akan datang?" Arfi merasa ragu, ia tidak yakin pak haris akan datang.


"Yakin pak. ibunya Lisa bilang, pak Haris itu teman papanya Raddit jadi tidak mungkin kalau dia tidak datang."


"Jadi Papanya Raddit berteman dengan pak Haris?" Arfi memijat pelipipisnya.


"Benar pak, o..iya. pak dimana bu Renata? dia tidak ikut?"


Arfi langsung diam mendengar pertanyaan sekertarisnya itu, Arfi memang tidak memberi tahu siapapun kalau ia sudah bercerai dengan Renata.


Arfi menatap wajah Nayra yang tiba tiba terlihat sedih, melihat Nayra sedih Arfi jadi tidak tega.


"Untuk apa aku mengajak Renata? aku dan dia sudah lama bercerai dan aku sudah menikah lagi." Arfi menarik tangan Nayra sampai Nayra berdiri disampingnya.


Nayra baru saja ingin pergi meninggalkan tempat itu, saat Arfi mendadak menarik tangannya.


"Kenalkan, ini Nayra istriku."


Sekertaris Arfi terlihat sedikit bingung, tapi ia mengulurkan tangannya. ia dan Nayra lalu berjabatan tangan.


Usai berkenalan dengan Nayra sekretaris Arfi kemudian pergi meninggalkan Nayra dan Arfi.


"Pak Arfi, bu Nayra. saya permisi dulu, saya mau makan." ucap Sekertaris Arfi seraya tersenyum.

__ADS_1


"Sayang, ayo kita beri selamat untuk Raddit." Arfi melingkarkan satu tangan Nayra pada lengannya.


"Tunggu." Arfi ingin mengajak Nayra naik keatas pelaminan, tapi Nayra menahannya.


"Ada apa?" Tanya Arfi.


"Bukanya itu Renata dan Satria?" Nayra menunjuk dengan matanya.


Saat itu Renata dan Satria baru saja datang memasuki ruangan itu. Renata terlihat sangat cantik dan Satria terlihat sangat tampan.


Deg...


Jantung Arfi berdebar kencang, ia tidak percaya ia akan bertemu Renata disana.


"Kenapa dia ada disini? apa Raddit mengundangnya?" Bisik Arfi pada Nayra.


"Aku juga tidak tahu."


🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸


Ayah Raddit yang semula berada diatas pelaminan mendadak turun, hal itu mengejutkan beberapa orang yang melihatnya.


Nayra dan Arfi juga sedikit terkejut. tidak biasanya ayah mempelai pria turun dari pelaminan sebelum acara selesai.


Ayah Raddit menghampiri seseorang, walaupun belum pernah bertemu secara langsung, Arfi dan Nayra tahu siapa orang itu. orang itu adalah Haris Andara. pengusaha sukses yang sulit untuk ditemui.


Pak Haris ternyata berdiri disamping Satria, Arfi dan Nayra tidak melihatnya karena tadi tubuh pak Haris tertupi oleh badan Satria yang tinggi dan tegap.


Arfi dan Nayra Melihat Satria berdiri ditengah tengah Renata dan Pak Haris.


"Haris akhirnya kamu datang." Pak Dennis, ayahnya Raddit memeluk pak Hardi sambil menepuk punggung Pak Hardi.


"Aku kan sudah bilang, aku pasti datang. kenalkan ini anakku Satria dan yang disebelahnya Renata istrinya." Pak Haris memperkenalkan Renata dan Satria.


Wajah arfi yang semula cerah berubah menjadi muram. Melihat Renata tersenyum bahagia hati Arfi terasa teriris.


Apa apaan ini? Kenapa orang orang yang aku kenal datang kesini? Arfi merasa dunia ini sangat sempit.


Dada Arfi menjadi sesak, hatinya sakit dengan raut wajah yang terlihat sedih Arfi berjalan keluar dari ruangan itu.


Arfi menurunkan tangan Nayra yang melingkar dilengannya, setelah itu barulah ia keluar dari ruangan itu. Menyadari Arfi keluar dari ruangan itu, Nayrapun ikut keluar dari ruangan itu.


Arfi duduk bersandar dibangku taman, ia memejamkan mata. batinnya terasa lelah.


"Arfi, kamu kenapa? cemburu lihat Renata bersama Satria?" Nayra duduk disamping Arfi.


Mendengar suara Nayra, Arfi membuka matanya.


"Aku tidak mengerti perasaan apa ini? yang aku tahu, aku sakit hati melihat Renata tersenyum bersama laki laki lain. sudah lama aku tidak melihat Renata tersenyum dan hari ini. Aku kembali melihat Renata tersenyum, tapi bukan aku yang membuatnya tersenyum. Satria, dia mengembalikan senyum dan kebahagiaan didalam hidup Renata." Arfi mencurahkan isi hatinya.


"Arfi, kamu jangan sedih? seharusnya kamu bahagia" Melihat Arfi sedih Nayra jadi ikut sedih.


"Bahagia?" Arfi mengulangi ucapan Nayra.


"Selama ini Kita sudah menyakiti hati Renata, kita sudah membuat Renata menangis. kalau sekarang Renata bahagia seharusnya kita juga ikut bahagia karena dengan melihat Renata bahagia, itu akan mengurangi perasaan bersalah kita."


"Iya, kamu benar sayang." Arfi menyeka air matanya.


"Aku tidak akan sedih lagi. kita masuk, kita beri selamat untuk Raddit habis itu kita pulang." Arfi berdiri lalu ia menggenggam tangan Nayra.


"Kamu tidak mau makan?"


"Tidak, kita makan dirumah saja." Banyaknya kejutan dihari itu membuat Arfi tidak berselera makan.


Nayra dan Arfi berjalan sambil bergandengan tangan. Sampai didalam Nayra dan Arfi melihat Renata sedang makan sambil menyuapi Kevin.


Arfi sangat senang ketika ia melihat Kevin, Arfi dan Nayra kemudian menghampiri Kevin dan Renata.


"Papa.. " Melihat Arfi berdiri dihadapannya Kevin langsung berdiri.

__ADS_1


"Papa aku kangen." Kevin memeluk Arfi.


"Iya..sayang, papa juga kangen sama Kevin." Arfi mengelus elus kepala Kevin.


__ADS_2