
Ya tentu saja aku merasa kecele / tertipu selama ini aku begitu mengagumi sosok Anindya sebagai wanita karir yang sukses punya otak yang brilliant, cantik, elegant dan terkesan punya self esteem yang tinggi.
Siapa nyana dia menjadi simpanan pria beristri dia begitu pandai menutupi kehidupan pribadinya .
Meski cinta itu tidak memandang status tapi biasanya High value woman akan say no to be third party dalam kehidupan perkawinan orang lain.
Tapi Anindya? Aaakh sudah lah ujar ku toch aku juga bukan manusia yang sempurna banyak cela ku , hanya saja aku tidak menyangka dia mau di jadikan simpanan.
Keesokan harinya aku mendengar kabar bahwa orang yang aku curigai melakukan manipulasi data dalam CV nya mengundurkan diri.
Karena tidak juga bisa menunjukan sertifikat aslinya sebagai ******* aku menegas pada Vera untuk lebih teliti lagi dalam memeriksa resume calon kandidat dalam posisi apapun.
"Vera saya tidak mau dengar lagi kasus seperti kemarin mengerti?." Ujar ku.
" Baik pak, untuk melakukan efesiensi anggaran bagaimana jika kita welcome terhadap fresh graduate?".
" Ok juga ide nya , lanjut kan." Sahut ku.
Benar juga fikir ku dengan menghire fresh gradute tentunya range gaji yang mereka ajukan tidak seperti yang sudah berpengalaman.
Toch disisi lain kenyataan di lapangan banyak fresh gradute yang punya skill yang mumpuni .
Perlahan namun pasti kondisi perusahaan mulai menunjukan perbaikan dari sisi pendapatan dan mulai bisa mencicil hutang yang akan jatuh tempo.
Sementara itu perusahaan juga akan melakukan
perombakan di jajaran Board of Directory (BOD) dan Senior Vice President (SVP).
Terkait rencana ini aku di kejar kejar wartawan untuk di wawancari.
Tok tok tok!
" Masuk!." Sahut ku
Risa sekretaris memberi tahu ku bahwa sudah ada beberapa surat kabar yang ingin mewawancarai ku terkait issue ini akhirnya aku memerintahkan Risa untuk mengatur jadwal press conference besok.
" Pak dengar dengar perusahaan ini akan melakukan rotasi besar besaran bisa di jelas kan pak."Ujar salah satu wartawati dari harian bisnis terkemuka di ibu kota.
" Baik ,sebelum nya terima kasih atas kehadiran rekan rekan media semua betul perusahaan kan melakukan rotasi." Ujar ku menjawab pertanyaan sang wartawati.
" Pak mungkin bisa lebih spesifik jajaran mana yang akan dirotasi?."
" Baik terimaksih atas pertanyaannya, yang akan di rotasi di jajaran Board of directory, 1 dan board of directory 2 , corporate office serta Unit bussines."
" Satu lagi pertanyaan pak, tujuan di lakukan rotasi ini apa?." Cecarnya lagi.
"Rotasi pejabat ini diperlukan agar prinsip the right employ in the right place dapat dipenuhi ."
"Sekian keterangan semantara yang dapat saya sampaikan terimaksih." ujar ku seraya.
melangkah meninggalkan tempat. Kilatan lampu blitz kamera wartawan membuat ku cukup gerah.
Sesampainya di dalam ruanga kerja aku segera menghempaskan tubuhku fiuuuuuh!! Aku menghembuskan nafas lega.
Akhirnya aku mendapat dukungan penuh untuk membawa perusahaan ini lebih maju, semoga aku bisa mewujudkan mimpi Almarhum Hananto Lie sahabat Almarhum ayah ku. Ujarku dalam hati.
Drrrt drrt drrrt
Ponsel ku bergetar a ku melirik sekilas dari layar nya tertera nama Soffie yang memanggil
" Ya hallo Soff." Sapa ku
__ADS_1
" Mas maaf satu bulan ini saya tidak menjemput Alex karena ..." Soffie tidak meneruskan ucapan nya membiat ku penasaran
" Karena apa Soff?." Cecar ku
Jantung ku serasa berhenti bergenti berdetak saat Soffie menjelaskan bahwa besok akan melaksanakan pernikahannya di pulau dewata. Saat ini ia sudah berada di pulau dewata dengan keluarga dari kedua belah pihak.
" Kok mas tidak di undang." Tanya ku iseng
" Maaf mas, suami saya ingin merayakan pernikahan kami dengan orang orang terdekat saja dan kalangan keluarga." Elaknya.
Aku tahu itu hanya alasan nya saja, ia tidak ingin menyakiti perasaan siapa pun itu sebab nya ia sengaja tidak mengundang ku.
" Oouhh ya udah gak papa selamat menempuh hidup baru langgeng sampai maut memisahkan." Ujar ku getir.
" Masya allah tabarakallah, terima kasih mas, semoga mas cepat menemukan pendamping yang lebih baik Aamiin." Sahutnya dengan nada yang gembira .
Aku hanya bisa menelan ludah mendengar ucapannya, terasa pahit kepala ku mendadak berdenyut mendengar kabar menjelang detik detik hari bahagianya.
Aku tidak mengerti mengapa perasaan ku pada Soffie justru bersemi kembali setelah sekian lama berpisah.
Tapi kini dia tidak mungkin bisa kau gapai kembali sudah ada yang memiliki hatinya, apakah ini yang di namakan First love never die?.
Aku mengusap kan telapak tangan ke wajah dengan gusar.
Lamunan ku membawa ku kembali pada peristiwa yang terjadi hampir 3 tahun yang lalu dimana aku dengan mata kepala ku sendiri memergoki Soffie tengah bergumul dengan mantan kekasihnya di sebuah hotel .
Siang itu aku baru saja selesai rapat aku di beri tahu oleh resepsionis hotel tempat Soffie dan selingkuhannya chek in.
Sang resepsionis ynag merupakan sahabat kental ku tentu saja tidak terima dengan apa yang di lakukan Soffie yang diam diam bermain gila di belakang ku.
Drrrt drrrt drrt.
" Ada apa Fend..."
" Istri mu baru saja chek ini dengan teman lelakinya di tempat ku." Sahutnya.
" Kamu sudah pastikan itu benar istri ku?." Ujar ku tidak yakin dengan apa yang sahabat ku katakan.
Triing!!
Sebuah foto ia kirimkan sebagai bukti ,foto kartu indentitas Soffie hotel itu di pesan atas nama Soffie.
Dan Soffie tidak tahu jika sang resepsionis adalah sahabat kental ku.
Aku segera membuka pesan yang Fendi kirimkan benar saja kartu indentitas itu memang milik Soffie.
Tangan ku gemetar menahan emosi tanpa menunggu waktu lama aku segera meluncur ke hotel di mana Soffie dan selingkuhannya sedang indehoy.
Dengan menyamar sebagai room service aku mengetuk kamar yang di pesan Soffie
Tok tok tok!
" Room service!".Seru ku aku merubah nada suara ku untuk tidak menimbulkan kecurigaan tidak lama selingkuhan Soffie membuka kan sedikit pintu kamar hanya dengan Handuk yang melilit di pinggang nya.
Begitu pintu terbuka aku langsung menerobos masuk kedalam kamar aku terperangah melihat keadaan Soffie.
Yang tampak berbaring di ranjang dengan selimut menutupi setengah bagian tubuh nya jelas terlihat bahwa ia sedang tidak mengenakan selembar benang pun saat itu.
Melihat pemandangan tidak senonoh itu aku naik pitam langsung meninju wajah selingkuhan Soffie hingga jatuh tersungkur di lantai.
Soffie berterik histeris sambil berusaha menutupi tubuhnya dengan selimut dan kalang kabut berusaha menyambar pakaian nya.
__ADS_1
Aku menarik selimut itu dari tubuhnya hingga nampak tubuh nya tanpa sehelai benang pun.
" Ooouh jadi ini kerjaan mu selama mas dikantor?".
" Dasar perempuan ******!." Pekik ku histeris
Plak ..plak! Tanpa ampun aku menampar Soffie berkali kali.
Aku meraih Pakai selingkuhan soffie yang berserekan di lantai dan segera melepar kan kearahnya.
" Pakai pakaian mu dan pergi dari sini sebelum ku bunuh !." Pekik ku .
Selingkuhan Soffie dengan terburu buru segera memakai kembali pakaianya dan lari tunggang langgang meninggal kan Soffie dan aku di kamar.
Aku segera mengunci kamar dan mendekat kearah Soffie dengan pandangan beringas dia tampak ketakutan.
"Mas kamu mau apa mas!." Jeritnya panik
tanpa menghiraukan ketakutan Soffie aku melepas pakaian ku dan segera menghempaskan Soffie keatas kasur.
" Perempuan ******! Ini kan yang kamu mau!." Pekik ku sambil menyerang Soffie dengan cumbuan cumbuan kasar.
Aku merentang kan kedua tangan Soffie diatas kasur dan menahannya dengan kedua tangan ku sementara aku terus mencumbunya dengan kasar tanpa ada nafsu sedikit pun.
Yang ada saat itu hanyalah rasa ingin memberi Soffie pelajaran bahwa aku bisa melayaninya sampai dia kewalahan.
"Mas hentikan kamu gila!!." Pekik nya sambil meronta.
" Ya kamu yang membuat mas gila!."Bentak ku sambil terus mencumbunya.
" Mau berapa ronde hah! katakan ******!." Ujar ku semakin kesetanan sambil menggoyangkan pinggul ku maju mundur di sela sela kedua pahanya dengan gerakan liar.
" Mas tolong hentikan mas sakit mas!." Rintih Soffie setengah memohon.
"Sakit kamu bilang?!, bilang sama mas bagaimana gaya selingkuhan mu melakukannya biar mas lakukan!." Bentak ku.
" Cukup mas, kamu gak waras !." Ujarnya sambil menangis dan meronta.
Plak ..plak! Aku kembali menamparnya tanpa ampun.
Akhirnya aku bangkit dari posisi ku dan turun dari ranjang.
" Mas akan segera menceraikan kamu
perempuan Sundal puuuih!." Ujar ku sambil meludah ke lantai .
Soffie turun dari ranjang dan memeluk kaki ku sambil meratap.
" Saya mohon maaf mas tolong jangan ceraikan saya!." Ujarnya sambil memeluk kaki ku.
" Lepaskan perempuan ******!." ujar sambil menyentak kan tangannya yang erat memeluk kaki ku.
Dengan sekali sentakan pegangan tangannya terlepas diringi tubuhnya yang terjengkang ke belakang.
Suara Risa menyadar kan dari lamunan.
Aku menatap risa dengan gugup
" Ya ada apa Ris?". Tanya ku.
" Meeting akan segera di mulai pak." Ujarnya sambil menggeleng gelangkan kepala.
__ADS_1