
"Jagoan papa tadi belajar apa di sekolah?." tanya ku saat melihat alex menyambut ku di depan pintu.
" Menggambar."Sahutnya kemudian ia berlari ke arah meja belajarnya dan kembali menghampiri ku dengan buku gambar berisi hasil karyanya di sekolah tadi.
" Sebentar ya, papa mandi dulu ganti baju dulu nanti papa lihat." Ujarku seraya mengelus kepalanya dan menuju kamar ku.
" Sini jagoan." Ujarku memintanya naik kepangkuan ku sejak kejadian di pesta ulang tahun nya aku sudah berjanji untuk memberikan perhatian padanya di waktu senggang ku.
Dia dengan riang naik keatas pangkuan ku
" Papa look at this." Ujarnya seraya membuka buku gambar yang sedari tadi berada di tangannya.
Aku terperangah ketika dia membuka buku gambar dan menunjukan hasil karyanya bagaimana tidak dia menggambar sebuah rumah dan tiga orang ada di halaman depannya ayah ibu dan seorang anak yang tampak bahagia.
Mataku nanar memandangi hasil karya di hari pertama ia masuk sekolah
"ini papa.mama , ini Alex." Celotehnya sambil menunjuk dadanya saat menyebutkan gambar anak kecil hasil karyanya.
" Bagus tidak pa?." Ujar nya
" Bagus dong, Jagoan papa hebat." Puji ku.
Aku kembali tidak bisa memejam kan mata malam ini namun kali ini yang menganggu fikiran ku adalah putra semata wayangku.
Karena keegoisan ku dia harus kehilangan kasih sayang seorang ibu sejak usia 3 tahun dia harus terpisah dengan ibu nya usia yang sangat belia.
Hati ku terasa tersayat saya mengingat coretan tangan mungilnya , dia menuangkan kerinduan nya akan kehangatan sebuah keluarga dalam gambarnya.
" Maafkan papa nak." Gumam ku .
...****************...
“Papa boleh tidak suatu hari alex ajak teman sekolah main kekantor papa.” Tanyanya dengan polos.
“ Boleh tapi untuk apa sayang hmm? ." Sahut ku seraya mengelus kepalanya.
“ Alex pingin tunjukan pada teman bahwa masih punya papa yang hebat meski aku tidak punya mama di rumah ini seperti teman ku papa.”
Aku tidak menyangka jika dia akan berbicara seperti ini aku khawatir jika dia menjadi korban bullying secara verbal di sekolahnya segera mengintrogasi nya.
__ADS_1
“ Jagoan papa ada yang di bully di sekolah?." "Bully bukan hanya di pukul di ledek juga termasuk bully sayang.” Ujar ku memberi pengertian padanya.
“ Tidak ada papa teman teman baik semua.”
“Sungguh? Kalau jagoan papa di bully bilang sama papa ya atau miss Arum ya sayang.”
“ OK, oh ya papa boleh bertanya lagi tidak satu aja? Please pretty please.” Ujarnya seraya memasang mimic lucu dan meletakan kedua telapak tangan nya pada pelipis kiri dan kanan dan menggoyang goyang kan nya menyerupai telinga kelinci.
Tak urung tingkah lucu nya membuat ku terhibur.
“ Kok pretty please? Kan papa bukan perempuan mau tanya apa sih? . ” Ujar ku seraya mencolek hidung mungilnya.
“ Promise don’t get mad?.” Ujarnya aku menganggukan kepala.
“Kenapa mama tidak tinggal bersama kita? Mama dan papa sedang berantem ya? Jangan lama lama dong berantemnya?.”
Aku terperangah sama sekali tidak menyangka akan mendapatkan pertanyaan seperti ini, sejenak aku terdiam membisu tidak tahu harus memberikan jawaban seperti apa pada putra keci ku.
“ Papa kok diam saja? Kata miss Arum jika di tanya harus menjawab.” Ujarnya lagi
Aku mengalihkan pertanyaan nya dengan menanyakan pendapatnya tentang mainan yang baru saja aku belikan.
“Ok dech papa.”
Jawabnya aku menghembuskan nafas lega jurus ku berhasil mengelabui dia dan dia lupa jika aku belum menjawab tentang pertanyaannya tadi.
...****************...
Sejumlah polisi memasuki kantor untuk meringkus Anggoro cs karena setelah di audit oleh tim independent terdapat penyelewengan dana yang sudah berjalan sejak enam bulan terakhir.
Nominalnya sangat besar berdasarkan bukti bukti tersebut akhirnya Anggoro cs di laporkan ke pihak yang berwajib atas dugaan penggelapan dana perusahaan sebesar 14, 6 trilyun.
“Silahkan pak yang bersangkutan ada di ruangannya.” Ujarku tidak lama Anggoro cs di giring keluar kantor aku berdiri dan tersenyum sisnis melihat kearahnya .
Aku tidak habis fikir di depan ku Anggoro terlihat seperti mati matian mendedikasikan dirinya untuk perusahaan nyatanya dia dan kawanan nya yang menjadi tikus perlahan tapi pasti terus menggerogoti perusahaan .
Pantas saja perusahaan kesulitan membayar hutang ternyata pendapatan lari ke pundi pundi pribadi mereka.
TOK.. TOK..TOK!
__ADS_1
Terdengar suara suara ketukan dari arah pintu ruangan kerja ku.
“Masuk.”
Dari arah pintu nampak Hendrawan tersenyum kearah ku tentu saja hal ini membuat aku heran yang biasanya dia menjadi musuh bebuyutan yang selalu siap menyerang ku tiba tiba mendatangiku dengan senyum terkembang.
Errhm! Dia berdehem cukup keras
“ Tidak di persilah kan masuk?.” Ujar nya
“ Perusahaan ini kan punya papa mu kamu bebas melangkah kemanapun kamu mau.”sindir ku tajam .
Hendrawan terperangah mendengar ucapan ku meskipun terlihat canggung dia meneruskan langkahnya dan duduk di hadapan ku tanpa ku persilahkan.
“ Ayo lah Arya kita sudahi, mari berjabat tangan dan mulai bekerja sama kembalikan kejayaan perusahaan ini seperti dulu."
" CEO yang hobby dugem seperti ku apa bisa di andalkan?.” Serangku masih merasa belum puas .
Hendrawan tampak menghela nafas dia menyadari kesalahannya yang selalu mengunder estimate kemampuan ku.
“Arya saya minta maaf secara pribadi dengan setulus tulus nya atas perilaku yang kurang pantas terhadap mu selama ini ."
"Tapi semua itu kan ada sebab musabab nya, ya dulu aku sedikit kecewa dengan keputusan papa yang mendukung mu penuh sebagai CEO di perusahaan ini.”
“ Saya tidak pernah meminta untuk dijadikan CEO di perusahaan ini toch pekerjaan ku dulu pun sangat menjanjikan.” Ujar ku membanggakan diri.
“ Saya tahu Arya.” Ujar Hendrawan terlihat pasrah melihat ku acuh tak acuh atas kehadirannya alih alih aku justru memberikan pernyataan yang cukup menohok.
Aku diam diam memperhatikan air muka Hendrawan sepertinya dia telah berubah .
Terlebih lagi dia baru saja mengalami peristiwa yang tidak menyenangkan karena, perselingkuhannya terendus istri sahnya dan harus merelakan Anindya pergi dari hidupnya.
“ Ok deal kita berdamai saya harap bukan sekedar basa basi di mulut saja.” Ujar ku seraya bangkit dari kursi dan mengulurkan tangan kearahnya.
“Ok lah saya permisi dulu oh ya terima kasih atas dedikasi kamu pada perusahaan ini, anggoro manusia itu benar benar tidak ku sangka bisa setega itu.” Ujarnya seraya hendak bangkit dari kursinya.
”Sudah lah yang penting tikus tikus itu sudah kita singkirkan .” Sahut ku Anggoro segera beranjak keluar dari ruangan ku tapi segera menghentikan langkahnya dan menoleh kearah ku.
“ Ssst kapan mau ke club jangan lupa ajak ajak.” Ujarnya seraya memainkan alis nya aku melempar botol mineral kosong kearahnya yang kemudian di sambut gelak tawanya.
__ADS_1
Tentu saja dia hanya meledek ku mana mungkin istrinya yang meskipun cantik tapi bagiku terlihat mengerikan itu ,akan mengizinkan dia keluar rumah terlebih lagi setelah perselingkuhnnya dengan Anindya terbongkar.