Diantara Dua Hati

Diantara Dua Hati
Kevin tenggelam


__ADS_3

Arfi hampir berhasil mengejar taksi yang Nayra tumpangi, tapi ditengah perjalanan ia terpaksa berhenti karena lampu merah, Taksi yang membawa Nayra sudah berjalan lebih dulu sebelum lampu merah.


"Lampu merah, kalau begini aku tidak bisa mengikuti Nayra." Arfi kesal.


"Tapi, apa benar yang aku lihat itu Nayra? Jangan jangan aku salah lihat." Arfi merasa ragu.


Kaca taksi yang Nayra naiki memang aga gelap jadi Arfi tidak bisa melihat dengan jelas, Arfi hanya melihat sekilas. samar samar ia seperti melihat Nayra.


Arfi pulang kerumah dengan hati yang kecewa. sejak Nayra pergi, Arfi memang selalu berusaha mencari Nayra. setelah pulang kerja setiap hari Arfi mampir kerumah Nayra, Arfi berharap Nayra pulang, tapi harapannya itu sia sia sudah tiga bulan Nayra tidak pernah pulang kerumahnya.


Arfi akhirnya sampai rumahnya wajahnya terlihat lesu, dirumahnya Arfi melihat Kevin dan Renata sedang duduk diruang makan.


"Papa udah pulang." Kevin menghampiri Arfi, Kevin kelihatan senang, ia langsung memeluk Arfi.


"Arfi, kebetulan kamu sudah pulang. Ayo kita makan sama sama. Aku sudah masak buat kamu dan Kevin." Renata mengajak Arfi makan.


"kamu engga makan." Arfi bertanya karena Renata mengambilkan nasi hanya untuknya dan Kevin.


"Tadi sebelum pulang kerja, aku ditraktir makan sama temanku. Kalian berdua saja yang makan, aku akan temani." Renata mengambilkan lauk untuk Arfi dan Kevin.


Selama tiga bulan rumah tangga Arfi dan Renata baik baik saja. Mereka kembali seperti dulu, seperti saat baru pertama menikah. Arfi dan Renata juga jarang bertengkar. Bahkan Arfi mengijinkan Renata tetap bekerja, Arfi tidak ingin membatasi kegiatan Renata.


Meskipun diijinkan bekerja sikap Renata sudah sedikit berubah, Renata tidak melupakan kewajibannya sebagai seorang istri. Sebelum berangkat kerja Renata sengaja bangun lebih awal agar ia bisa memasak untuk Kevin dan Arfi.


Jika kebetulan pulang cepat, Renata juga tidak keberatan memasak untuk makan malam. dijam istirahat kerja, Renata terkadang menyempatkan diri untuk menjemput kevin disekolahnya. walaupun lelah Renata tidak pernah mengeluh.


"Mama sama papa engga lupa kan? Besok kita mau kepantai?" Kevin mengingatkan Renata dan Arfi.


Arfi dan Renata memang berjanji pada Kevin, minggu ini mereka akan mengajak Kevin pergi kepantai.


"Iya sayang, mama ingat. besok hari minggu jadi kita akan pergi kepantai." Renata mengusap usap rambut Kevin.


"Horee... " Kevin bersorak kegirangan.


Berbeda dengan Renata dan Kevin yang terlihat antusias, Arfi justru terlihat sepeeti tidak bersemangat. meskipun keadaan rumah tangganya dengan Renata baik baik saja, tapi setelah Nayra pergi Arfi merasa ada sesuatu yang hilang dalam hidupnya.


Sementara itu didalam taksi.


Nayra menarik nafas lega, setelah ia berhasil pergi dari rumahnya.


Untunglah Arfi tidak sempat melihatku. Nayra tidak tahu kalau tadi Arfi mengejarnya.


"Kita mau kemana lagi bu?" Tanya supir taksi pada Nayra.


Sekarang aku harus kemana? Nayra diam saja, bukannya menjawab ia malah melamun.


"Ibu, ibu ini pasti liburan ya? supir taksi itu mengira Nayra ingin pergi berlibur.


"Kenapa bapak bisa bilang begitu?"


"Itu, ibu bawa bawa tas besar. isinya baju?" Supir itu menebak nebak.


Aku tidak mungkin bilang, kalau aku tidak tahu harus pergi kemana. lebih baik aku iyakan saja omongan supir taksi ini. Batin Nayra.


"Iya pak benar, kira kira bapak tahu tidak tempat liburan yang bagus?" Nayra jadi berpikir untuk liburan.


"Kalau saya sih, biasanya pergi kepantai." jawab supir taksi itu, ia masih fokus menyetir.


"Pantai?"


"Iya bu, tidak jauh dari sini ada pantai yang pemandangannya bagus. dekat sana juga ada hotel"


"Ya sudah antar saya kesana saja pak." Nayra memutuskan untuk menginap dihotel dekat pantai.


Nayra akhirnya sampai dihotel yang dekat dengan pantai.


"Ini pak uangnya, makasih." Nayra membayar uang taksi kemudian ia turun dari taksi itu.


Nayra masuk kedalam hotel dan langsung menghampiri resepsionis yang ada disana.Nayra memesan satu kamar untuknya.

__ADS_1


...----------------...


"Malam ini aku menginap dulu saja disini." Nayra merebahkan tubuhnya diatas kasur ketika ia sudah berada dikamar hotel.


Keesokan harinya


Nayra bangun pagi pagi. ia ingin jalan jalan sambil menikmati keindahan pemandangan dipantai. Nayra mengabadikannya keindahan pantai itu dengan membuat rekaman video melalui ponselnya.


Deg..


Jantung Nayra berdetak lebih kencang, saat kamera ponselnya merekam sosok yang ia kenal. Ketika itu Nayra melihat Arfi, Renata dan Kevin mereka bertiga sedang bermain pasir dipantai. Mereka kelihatan sangat bahagia.


Apa seperti ini kebahagiaan mereka? sebelum Arfi bertemu lagi denganku. Ternyata keputusanku memang benar, aku harus pergi menjauhi Arfi. Agar mereka bisa tetap bahagia, agar rumah tangga Arfi dan Renata tidak hancur karena diriku.


Nayra merasa dadanya sesak, ia sangat sedih. Nayra memandang kebahagiaan keluarga Arfi sambil mengelus elus perutnya yang semakin besar.


"Sayang, papa mau ketoilet dulu sebentar." Arfi berpamitan pada Kevin.


"Renata, jaga Kevin baik baik. Jangan sampai dia ketengah laut, bahaya." Arfi tidak tahu mengapa ia punya firasat buruk sampai ia berpesan seperti itu.


Setelah Arfi pergi ponsel Renata berdering, Renata mengangkat telphonenya. karena sibuk mengobrol dengan rekan kerjanya, Renata sampai tidak memperhatikan Kevin. Kevin sudah berjalan ketengah tengah pantai.


Kevin. Nayra baru ingin pergi dari pantai itu, tapi ia tidak tahu kenapa rasanya ia ingin sekali menengok kebelakang.


Nayra sangat terkejut karena saat ia membalikan badannya, ia melihat Kevin sudah menghilang ditengah pantai.


Nayra segera berlari ketengah pantai tanpa pikir panjang ia menceburkan dirinya untuk mencari Kevin dan menolong Kevin.


Renata tidak menyadari kalau kevin tenggelam dan Nayra berusaha mencarinya karena ketika itu Renata sedang berdiri membelakangi pantai.


Selesai menelphone, Renata membalikan tubuhnya dan ia amat terkejut karena Kevin sudah tidak ada.


"Kevin... Kevin." Renata berjalan menyusuri pantai sambil memanggil nama Kevin.


"Renata ada apa?" Arfi baru saja selesai dari toilet, ia melihat Renata panik sambil memanggil manggil nama Kevin.


"Kevin hilang."


"Bodoh! Ibu macam apa kamu? aku sudah bilang jaga kevin. Kamu ngapain aja? Aku ketoilet sebentar, kevin sudah hilang." Afri panik karena itu ia marah marah, ia juga kesal pada Renata.


"Arfi kamu mau kemana?" Renata menahan Arfi yang ingin berjalan ketengah pantai.


"Aku mau menyelam, aku mau cari Kevin, siapa tahu dia tenggelam." Arfi menepis tangan Renata yang memegangnya.


"Arfi jangan, bahaya. kita cari bantuan saja." Renata khawatir terjadi sesuatu jika Arfi nekat menyelam.


"kamu mau menunggu bantuan sementara anak kita, aku tidak tahu dimana dia? Bisa saja dia membutuhkan bantuanku sekarang. Kamu cari saja bantuan, aku akan mencari Kevin." Arfi membentak Renata.


"Dengar Renata, kalau Kevin tidak ditemukan atau kalau sampai terjadi sesuatu pada Kevin. Aku tidak akan memaafkanmu dan sebaiknya kita akhiri saja pernikahan kita." Arfi melanjutkan kemarahannya.


Kata kata Arfi membuat Renata sedih dan sakit hati, tapi Renata hanya bisa menangis.


Selama kita menikah Arfi tidak pernah membentakku seperti ini, tapi ini memang salahku. Kevin dimana kamu nak? Batin Renata.


Arfi dan Renata sangat cemas, Arfi membuka jaketnya dan memberikannya pada Renata.


"Pegang ini, aku mau menyelam."


"Arfi jangan nekat." Renata memegang tangan Arfi, ia melarang Arfi menyelam.


"Arfi aku mohon jangan menyelam, kita minta bantuan saja untuk mencari Kevin." Renata berusaha membujuk Arfi.


"Diam kamu, ini semua gara gara kamu." Untuk kedua kalinya Arfi menepis tangan Renata.


Disaat mereka sedang berdebat, tiba tiba terdengar suara Nayra memanggil Arfi dan Renata.


"Arfi, Renata. Tolong Kevin." Panggil Nayra dengan suara lemah.


Arfi dan Renata menoleh secara bersamaan, mereka berdua melihat Nayra berjalan sambil menggendong Kevin.

__ADS_1


"Nayra, Kevin." Arfi bergegas lari menghampiri Nayra yang berada dipinggir pantai.


Renata juga berlari, ia mengikuti Arfi.


"Arfi, Renata. Bawa Kevin kerumah sakit, selamatkan dia." Nayra memberikan Kevin pada Arfi.


Brug...


Nayra jatuh pingsan, Renata dan Arfi menjadi cemas, mereka berdua panik dan bingung.


"Arfi kamu tunggu disini, aku akan cari bantuan supaya Kevin dan Nayra bisa dibawa kerumah sakit." Renata buru buru pergi dari tempat itu.


Arfi meletakan tubuh Kevin


"Kevin, kevin bangun nak. Kevin sayang, jangan buat papa takut." Arfi menekan nekan dada Kevin agar air yang masuk kedalam tubuh Kevin keluar.


Beberapa saat kemudian mulut Kevin mengeluarkan air, Kevin batuk batuk akhirnya Kevin sadar dari pingsannya.


"Syukurlah." Arfi menarik nafas lega.


"Nayra." Arfi mendekati Nayra, sama seperti apa yang dilakukannya pada Kevin, Arfi juga menekan nekan dada Nayra.


Nayra tidak sadar juga hal itu membuat Arfi khawatir.


"Nayra, bangun Nayra." Arfi menepuk nepuk pipi Nayra.


Kalau terjadi sesuatu pada Nayra, bagaimana dengan anakku? Tidak, tidak Nayra dan anakku harus selamat.


Arfi mendekatkan wajahnya pada wajah Nayra, lalu ia melakukan nafas buatan dan Nayra akhirnya tersadar. Nayra batuk batuk.


"Syukurlah kamu sudah sadar." Arfi memeluk Nayra.


Nayra, sudah lama aku tidak memelukmu seperti ini. Arfi memeluk Nayra dengan erat, ia sangat merindukan Nayra.


Arfi, seharusnya aku mendorongnya, tapi kenapa aku tidak bisa melakukannya. Nayra merasa nyaman berada dalam pelukan Arfi.


Nayra dan Arfi tidak tahu kalau Renata sudah datang dan melihat Arfi memeluk Nayra.


"Renata." Arfi akhirnya melihat Renata Arfi buru buru melepaskan pelukannya pada Nayra.


Renata datang sendirian, Renata tidak jadi minta bantuan karena ia baru sadar ia dan Arfi tidak perlu bantuan, tadi Renata panik jadi ia sedikit linglung dan tidak bisa berpikir.


"Aku bawa Kevin kemobil dan kamu yang bawa Nayra, kita kerumah sakit." Renata lalu menggendong Kevin.


Renata lalu berjalan pergi, ia meninggalkan Arfi dan Nayra berdua.


Tanpa meminta persetujuan Nayra Arfi langsung menggendong Nayra. Nayra hanya bisa pasrah tubuhnya masih lemah dan kepalanya juga pusing, ia tidak bisa berontak saat Arfi ingin membawa Nayra kemobilnya. Sampai dimobilnya Arfi mndapati Renata dan Kevin sudah duduk dibangku belakang mobil.


"Renata kenapa kamu duduk dibelakang?" Tanya Arfi


"Aku mau duduk dekat anakku." Renata menutup pintu mobil.


Arfi tidak ingin bertengkar. lagi pula ia harus segera kerumah sakit, Arfi meletakan Nayra dibangku depan mobil tepatnya disebelahnya.


Suasana dimobil itu hening Nayra dan Kevin memejamkan matanya karena lelah sedangkan Arfi dan Renata hanya diam, mereka tidak saling bicara.


kalau aku bisa memesan taksi, lebih baik tadi aku naik taksi. Kevin tidak bisa menunggu ia harus cepat cepat dibawa kerumah sakit jadi terpaksa naik mobil Arfi. Renata sakit hati karena tadi Arfi membentaknya dan karena tadi ia melihat Arfi memeluk Nayra.


Dirumah sakit Arfi langsung memesan kamar vip, ia meminta dokter segera memeriksa keadaan Kevin dan Nayra.


Setelah dokter selesai memeriksa Kevin dan Nayra. Arfi dan Renata diijinkan masuk keruangan pasien.


"Aku mau menjaga Kevin dikamarnya, kamu urus saja Nayra." ucap Renata dengan suara berat.


"Tapi..."


"Arfi, aku ini mamanya Kevin jadi biar aku saja yang menjaganya." Renata memotong kata kata Arfi.


"Aku papanya, aku juga ingin menjaga Kevin."

__ADS_1


"Lalu bagaimana dengan Nayra? siapa yang akan menjaga dia? Arfi kamu jaga saja Nayra. dia sedang hamil, kalau ada apa apa dengan bayinya. Kamu pasti akan menyesal." Renata berjalan kekamar tempat kevin dirawat. hati Renata terasa lelah, ia tidak punya tenaga untuk bertengkar dengan Arfi.


__ADS_2