Diantara Dua Hati

Diantara Dua Hati
PART 3


__ADS_3

1 minggu kemudian


#Alisa Pov


Aku menuruni anak tangga dan berjalan menuju ruang makan. Disana terlihat sepasang suami istri yang sedang berbincang-bincang dan melepaskan tawa


"Pagi ma, pagi pa" sapaku sambil mencium pipi mereka


"Anak papa cantik banget"


"Papa bisa aja deh, aku berangkat ya ma pa" ucapku


"Sarapan dulu sayang" pinta mamaku


"Ga usah ma takut telat, ini kan hari pertama alisa ngampus. Sarapannya nanti disana aja" jawabku


"Yaudah hati-hati sayang"


Aku berangkat ke kampus diantar oleh pak udin supir pribadiku yang akan menjemput dan mengantarku kemana-mana. Sepanjang perjalananan menuju kampus pak udin menjelaskan lokasi-lokasi yang kita lewati karna aku belum terlalu mengingatnya. Saat sedang asik berbincang-bincang denganku, supirku malah tak melihat ke arah jalanan dengan baik. Tiba-tiba tanpa disengaja mobilku menabrak kawasaki yang ada di depan, yang membuat pengendaranya serta kawasaki tersebut jatuh.


"KELUARR WOYY KELUARR" teriak seorang pria yang berusaha membuka pintu mobilku


"Gimana ini non?" Tanya pa udin


"Aduh gimanaa yaa, yaudah bapak keluar aja" kataku


"Baik non"


Supirku keluar menemui pria yang tengah emosi karna motornya lecet. Pa udin mencoba menjelasakan dan meminta maaf


"Udahh gak usah banyak ngomong, saya mau ketemu sama majikanmu bukan Kamu!!" Ucapnya sambil menuju pintu belakang mobilku dan membukanya "KELUAR!!!" Teriaknya dengan emosi yang meluap-luap


Akupun keluar dan berdiri di hadapan pria itu tanpa berani memandang wajahnya


"Oh cewe rupanya, eh kamu bisa ga!! ngajarin tu supir gimana nyetir dengan baik? Liat nih motorku LECET!!" Katanya sambil menunjuk motornya yang masih tegelatak di pinggir jalan


"Iya saya minta maaf, nanti aku ganti kerugiannya" ucapku dengan wajah yang menunduk, daritadi aku tak berani mengangkat mukaku karna mendengar suaranya saja sudah membuatku takut


"Apa?? Seenaknya kamu.." ucapnnya terhenti karna ponselnya berbunyi


"Hallo, Iya saya akan segera kesana, pending 1 jam lagi" ucapnya dengan orang di seberang sana dan terus menelpon langkahnya sedikit menjauh dariku.

__ADS_1


Akupun mengangkat wajahku dan berani untuk melihat pria ituu . Ganteng!! Satu kata yang terlintas di benaku ketika pertama kali aku memandangi wajahnya. Pria bertubuh tegap, tinggi dan bersetelan jas formal tapi kenapa dia lebih memilih menggunakan motor? Setauku pria dengan setelan jas formal lebih memilih membawa mobil daripada motor . Uhhh entahlah ngapain juga aku pikirin toh juga bukan urusanku aku kan...


"Udah puas kamu liatin aku sambil ngelamun kaya orang bego"


"Kamuu!!" Kataku dengan nada kesal dan telunjukku menunjuk mukanya. enak aja ini orang ngataiin aku bego


Dia menepis jariku "mau apa ha? Kunci mobil kamu mana? Aku udah telat gara-gara kamu" ucapnya


"Apaa kamu pikir aku gak telat apa? Aku juga udah telat" jawabku


"Bapak serahin kunci mobilnya" ucapnya pada pak udin


Aku menggelengkan kepalaku pada supirku sebagai tanda bahwa dia tidak boleh menyerahkannya, pak udin pun mengangguk mengerti. Pria itu pun menoleh ke arahku dan aku sengaja menatap ke arah lain


"Maaf saya tidak bisa" kata pak udin


"Jangan main-main dengan saya kalian sudah membuang-buang waktuku. Aku ada urusan penting yang harus di selesaikan karna kalian merusak motorku semuanya jadi terhambat! Jadi cepat serahkan kunci mobilnya" katanya dengan penuh penekanan


"Enak saja! Kamu pasti mau nyuri mobil aku ya? Seenanknya aja ngomong serahin kunci! Kamu pikir ini mobil kamu beli yee ngaca bisa kali ya" celotehku tanpa henti


Tiba-riba dia mendekat mempersingkat jarak kami, aku mundur sehingga tubuhku tersandar pada mobilku, dia mengunci semua pergerakanku. Tangan kiri dan tangan kanannya memegang mobilku sebagai tumpuannya. Aku terkurung diantara kedua tangannya, kulihat pak udin mencoba menolongku namun pria ini memberi isyarat untuk jangan mendekat. Dia semakin meperdekat wajahnya padaku, kini tatapan kami beradu. Aku dapat melihat kedalam matanya tetapi aku tak dapat mengartikan arti dari tatapan matanya, entah kenapa aku senang melihat matanya. Mata kecoklatan yang terlihat berbinar, akupun tersenyum melihat matanya. Melihat aku tersenyum dia semakin mendekatkan wajahnya, kini aku dapat merasakan hembusan nafasnya yang bararoma mint menusuk penciumanku, jarak antara kami hanya tinggal 2 cm, aku reflkes menutup mataku.


"Kamu pikir aku mau nyium kamu? Jangan kepedean" ucapnya


"Siapa juga yang mau dicium sama kamu ihh" balasku ketus


"Terus kenapa merem gitu?" Katanya


"udah gak usah di jawab"ucapnya lagi


"Bapak serahin kunci mobilnya, aku gak bakal nyulik ini mobil" ucapnya sambil menunjukan sebuah kartu pada supirku


"Maafkan aku tuan, ini kuncinya" kata pak udin


"Yaudah sana urus motorku, bawa kebengkel" katanya sambil membuka dompetnya dan menyerahkan beberapa lembar uang pada supirku


"Pak udin apa-apaan sih! Kenapa kuncinya malah di kasih?" Kataku rada jengkel


"Maaf non, nanti saya jelasin saya pamit benerin ini motor dulu non" katanya dan pergi meningglkanku


"Loh pakk!! Aku mau ke kampus kenapa aku di tinggal uhh" teriaku pada supirku

__ADS_1


Pak udin pergi meninggalkanku begitu saja dengan seorang pria asing yang super duper menyebalkan, apa mereka bersekongkol untuk membawa lari mobilku? Yampun kalau benar itu terjadi, apa yang harus aku katakan pada papa dan mama. Akupun langsung masuk kedalam mobil tanpa memperdulikan tatapan pria menjengkelkan ini.


"Ngapain kamu masuk segala" katanya


"Harusnya aku yang nanya gitu ke kamu, mobil mobilku serah dong!" Jawabku ketus


"Yaudah pindah kedepan, aku bukan supirmu jadi untuk apa kamu duduk di belakang" ucapnya


Dengan berat hati aku pindah ke depan. Kulihat dia mulai menyalakan mesinnya dan mulai menjalankan mobilnya. Sepanjang perjalanan kami hanya diam tak ada yang berani membuka suara, akupun sering mencuri-curi pandang ke arahnya, terlihat wajhnya yang serius mengemudikan mobil. Aku harus ke kampus, tapi bagaimana aku harus mengatakanya?


"Kamu mau kemana?" Ucap kami berbarengan


"kamu dulu" kata kami berbarengan lagi


"Yaudah, oke sebenarnya kamu mau kemana sih? Aku harus ke kampus, aku udah telat 1 jam" kataku


"Kampus kamu dimana? Biar aku anter"


Akupun meberitahu alamat kampusku, dia mengantarku sampai kesana. Dan dia meninggalkanku begitu saja dengan sebuah pesan bahwa aku harus menunggunya tepat pada jam 4 sore disini.


#Alisa Pov


Dan disinilah aku, di depan gerbang kampusku. Aku menunggu pria itu datang menjemputku dan mengembalikan mobilku, sudah setengah jam aku menunggunya tetapi tak ada tanda-tanda kehadirannya. Tiba-tiba dari kejahuan terlihat mobilku yang melaju dan semakin dekat denganku kemudian berhenti tepat di hadapanku.


Tetapi yang keluar dari mobil bukan pria yang menjengkelkan itu, entah kenapa aku merasa kecewa dan sedih karna sejujurnya aku ingin bertemu lagi dengannya.


"Maaf mbak yang punya mobil ini?" Ucap lelaki itu


"Iya pak, ini mobilku" jawabku


"Oh ini kuncinnya mbak, Tuan Yoga menyuruhku untuk mengembalikannya" katanya


"Oh iya makasih pak" ucapku


"Saya permisi" katanya dan pergi meninggalkanku


"Oh jadi Namanya Yoga"ucapku sambil senyum-senyum


"Etapi tunggu dulu aku pulangnya gimana? Aku kan ga bisa nyetirr!!! Aaaa Yogaaaa!!!!!! Awas kalo ketemu lagi!!!"


#TBC

__ADS_1


__ADS_2