Diantara Dua Hati

Diantara Dua Hati
Sahabat ku


__ADS_3

"Ya  beda konteks  lah kalau gw di posisi loe dan istri gw sebaik almarhumah  Nanda mungkin gw pun tidak akan pernah akan cari pengganti." sahut ku.


Aku melihat Anton meraih tissue dan mengusap matanya saat Aku menyebut almarhumah Istrinya, rasa bersalah mendera hati ku  karena   telah membangkitkan kenangannnya bersama Almarhumah Nanda  istrinya.


" Sorry bro bukan maksud gw bangkitkan kenangan loe bersama almarhumah."


" Its ok  bro  gw hanya  tiba tiba merasa kangen dengan almarhumah." Sahutnya  sambil tersenyum getir.


" Sampai kapan pun dia akan tetap ada disini tidak akan terganti"  Ujarnya sampil menunjuk  dada kirinya dimana disana adalah letak jantung manusia.


" Gw salut sama loe bro hebat!." Puji ku pada nya


"Thank's bro tidak ada wanita seperti Almarhum buat gw , dia wanita terhebat yang tuhan kirim buat gw. " Ujarnya


Diam diam  ku akui kesetiaan Anton dia sudah melajang   cukup lama  pernikahannya  berakhir dengan perceraian sama hal nya dengan diri ku , yang membedakan adalah dia   bercerai karena istri tercintanya meninggal dunia karena kanker serviks 6 tahun lalu.


Meskipun kerap menyambangi club  dia tidak pernah sekalipun  menyentuh wanita yang ada didalam club itu karena dalamnya rasa cinta pada istrinya.


Setelah kepergian istrinya Anton  bertahun tahun terpuruk dalam kesedihan baginya Nanda adalah dunianya   Nanda  adalah segalanya  mereka   adalah gambaran bahwa  cinta sejati itu  ada.


Bahkan aku tidak menyangka dia bisa bertahan sampai detik ini ,karena awal awal di tinggal Nanda istrinya menghadap  tuhan ,dia tidak punya keinginan untuk hidup berkali kali dia  mencoba mengakhiri hidupnya demi bisa  bersama dengan belahan jiwanya.


Anton adalah sahabat ku semasa sekolah bahkan kuliah kami bersama sama hingga berlanjut sampai kami memasuki dunia kerja dan berumah tangga persahabatan kami tetap terjaga.


Aku melirik arloji ku  waktu sudah menunjukan pukul dua dini hari     kuputuskan untuk segera pulang bisa    berantakan  kerjaan kantor  kalau sampai tidak tidur malam ini.


" Cabut  bro."  ujar ku pada Anton  setelah membayar bill kami.


" Bisa  nyetir pulang loe?."  Tanya nya  saat kami berjalan beriringan keluar menuju parkiran


Aku meninju lengannya kembali  atas pertanyaanya.


"Meremehkan Sekali anda." Ujarku  sambil masuk kedalam mobil.


" Hahaha, bukan meremehkan tapi mengkhawatirkan."  Sahutnya sambil tergelak


" Ya udah bro jalan dulu ya."


" Ok hati hati." Aku mengarahkan mobil meninggalkan parkiran club yang tampak penuh dengan mobil mobil yang terparkir disana.


Nyaris saja aku kesiangan  dan tidak masuk kantor gara gara bergadang di club semalam untuk menghilangkan  suntuk .

__ADS_1


Setelah menyelesaikan sarapan aku bergegas keluar menuju halaman  depan   dan  memanggil pak Amin untuk mengantarku kekantor hari agak  terasa malas menyetir sendiri.


"Pak tolong antor saya kekantor." Seru ku pada pak Amin yang  tengah bercanda dengan pak Edy satpam rumah ku .


pak Amin menoleh kearah ku, segera menyeruput kopi dan berpamitan pada pak Edy   kemudian  dengan  tergopoh gopoh menghampiri ku.


"  Pakai mobil yang mana pak semua sudah saya bersihkan dan panaskan mesinnya."  Ujar pak Amin sambil sedikit membungkuk.


" Terserah pak  Amin  Asal jangan pakai keranda saja" Jawab ku sekenanya.


" Pak Arya becandanya serem ah jadi takut saya". sahut pak Amin sambil nyengir kuda.


Pak Amin segera  menuju garasi dengan sigapnya pak Edy membantu membuka gerbang


"  Selamat Pagi pak Arya."


" Pagi pak Edy."


Setibanya  dikantor aku di sambut  Risa yang tampak gelisah menunggu kedatangan ku,  dia memberi tahu  bahwa aku sudah terlambat hampir sepuluh menit dan rapat sedang berlangsung.


Aku berjalan dengan tergesa menuju ruang rapat yang sedianya membahas rencana perusahaan yang akan mengadakan Right issue ,yang yang nantinya akan disampaikan pada para investor melalui RUPSLB pekan mendatang.


" Dugem lagi kamu?." celetuknya  aku tidak merespon celetukannya yang membuat panas telinga.


" Baik  sampai dimana  bahasan tadi?"  ujar Anggoro.


" Right issue."  sahut  Axel.


" Wait mengapa saya tidak di beritahu tentang rencana right issue ini?." Sahut ku.


"Maka dari itu jangan keseringan habiskan malam  night club jadi tidak fokus." lagi lagi  celetukan Hendrawan   membuat telinga  ku semakin panas.


"Hendrawan please."  Sergah Abdullah.


Atmosfir diruang rapat sejenak menjadi tidak  kondusif akibat celetukan Hendrawan yang cenderung memojokan.


" Menurut saya  saat ini bukan waktu  yang tepat  untuk menggelar Right issue untuk saat ini karena laporan keuangan kuartal tiga tidak begitu bagus."


" Hal ini akan menyebabkan Hasil yang kurang maksimal nantinya, karena   laporan keuangan  Q3 akan dijadikan sebagai landasan oleh para investor   sebelum  merek menebus hak mereka."


" Ada standing buyer untuk apa cemas ." Sahut Hendrawan.

__ADS_1


" Well saya hanya menyampaikan pandangan saya  kita lihat saja hasil Right issue nanti." sergah ku.


" Apakah investor akan antusias atau we have to took  the risk."


" Semua keputusan tentu ada resikonya jadi apa yang kita takutkan?sahut Hendrawan lagi." Rapat di  akhiri dengan keputusan bahwa right Issue akan tetap di gelar.


****************


Anindya kembali menghubungiku  melalui telfon   hati ku masih sedikit masygul , mengingat   pertemuan kami beberapa hari yang lalu saat dia mengatakan bahwa aku salah faham dengan  kedekatan yang terjadi diantara kami.


" Hallo ... Ada apa Anindya?" Sapa ku


" Mas bisa kita bertemu" ujar Anindya


Ada sedikit keraguan untuk mengiyakan ajakannya untuk kembali bertemu.


" Apa yang mau di bicarakan Anindya? "


" Mas please, kenapa mas  seperti ini?"


" Seperti apa?  Bukan kah sudah jelas kamu tegas kan jika mas salah faham tentang hubungan kita?".


"Mas tolong dengarkan  saya, kita tidak bisa bicarakan hal ini melalui telfon"


" Anindya semua sudah jelas tolong jangan buat  mas  berharap lebih jika akhirnya hanya luka yang mas dapat."


" Maafkan saya  mas"    Sahut  Anindya  sebwlum mengakhiri percakapan kami


Ini satu satunya cara aku melindungi diriku agar tidak terluka lebih dalam lagi ya dengan jalan menghindari pertemuan dengan nya.


Ternyata hidup  tidak  selamanya berjalan  mulus seperti yang  apa yang kita harapkan  disaat begitu juga dengan kehidupan ku.


Tuhan tidak mengujiku dengan kekurangan materi tapi tuhan mengujiku dalam rumah tangga ku yang kandas karena pengkhianatan.


Anindya masih berusaha untuk menjelaskan kesalahfahaman yang terjadi diantara kami, jika bukan karena ia mengirimi pesan pagi  ini aku pun sudah lupa dengan permasalahan yang ada.


Aku menenggelamkan diri dalam kesibukan di kantor untuk bisa melupakan rasa kecewa ku  karena penolakannya  yang secara tidak langsung.


." Mas tolong beri saya kesempatan untuk menjelaskan tidak ada niat saya untuk mempermainkan perasaan mas."  Aku membaca berulang kali pesan  yang Anindya kirimkan.


Jika bukan mempermainkan lantas apa? sekian lama bersama   tiba  tiba dia mengatakan bahwa aku salah faham terhadap kedekatan kami selama ini?.

__ADS_1


__ADS_2