
"Maaf pa, mama ga tau ada tamu di dalam"
Pak Dani berdiri dan melangkah menemui wanita itu yang ternyata adalah istrinya
"Gapapa kok ma, malahan papa senang mama mampir kesini, ayo duduk dulu sayang " ucapnya
"Mama sendiri?" Tanyanya lagi
"Ga kok pa, mama kesini bareng alisa. Dianya lagi ke toilet"
"Ohh. Oia ma ini anak rekan bisnis papa, dia yang menggantikan anggara memimpin"
Aku mencoba tersenyum pada istri pak Dani
"Ganteng ya" ucap istrinya yang hanya aku bales dengan senyum yang di paksakan
"Oiya Raka ini istri saya"
"Senang bertemu dengan anda, saya raka" kataku
__ADS_1
"Maaf saya tidak bisa berlama-lama, ada urusan yang belum di selesaikan, saya pamit dulu" kataku
***
#Author POV
Raka Adiyatma Bramantyo seorang pria bermata Elang yang cerdas, penuh semangat dan cenderung menutup diri. Ia adalah Putra tunggal dari seorang pengusaha terkanal yaitu Anggara Bramantyo. Raka tidak hidup bersama ibu kandungnya, dia dibesarkan oleh Ayahnya. Ketika ia berumur sebelas tahun, orang tuanya memutuskan untuk berpisah.
Di masa remaja nya dia berusaha mencoba mencari visi dan misi dalam hidupnya namun ayahnya selalu mengekangnya, dia pun hidup ditengah pergaulan anak muda yang mencintai musik maupun club sehingga Ayahnya memutuskan melakulan perubahan pada Raka dengan menjadikannya seorang CEO menggantikan dirinya.
*****
#Alisa POV
Aku mengambil ponsel dari dalam tasku "sial baterinya habis lagi"
Aku bertanya pada salah seorang karyawan yang ada di perusahaan. Ia menjeleskan padaku dimana ruangan papa. Aku mulai melangkahkan kakiku menuju kesana tiba-tibaa...
Bruuukkkk
__ADS_1
"Awww!!!" Seseorang menabrakku yang membuatku terjatuh ke lantai
"Bisa ga sih jalannya pake mata? Sakit tauu!!" Keluhku
Pria itu mengabaikanku begitu saja, dan mulai melangkahkan kakinya
"Heyy BERHENTI!!" Teriaku dengan emosi, enak aja dia pergi gitu aja, meninggalkan aku yang masih terduduk di lantai tanpa minta maaf
"Ada apa?" Tanyanya tanpa menoleh ke arahku
"Jadi orang kok gak peka sih!! Udah salah bukannya minta maaf malah pergi" jawabku ketus
Tiba-tiba dia berbalik dan menoleh ke arahku, pria ini berjalan mendekatiku dan berhenti tepat hadapanku. Aku bisa melihat dengan jelas wajahnya. Ganteng! Satu kata yang ada di benaku. Gantenya sama seperti pria yang sebelumnya aku temui. Hanya saja mata mereka berbeda. Lihat saja! Matanya seperti mata elang dan tatapannya sangat tajam, dia terus menatapku! Detik berikutnya dia mulai mengulurkan tangannya padaku, aku memberikan tanganku kemudian dia membantuku berdiri.
"Maaf" ucapnya dan pergi meninggalkanku
"Ehh tunggu duluu!" Teriaku
Dia terus melangkahkan kakinya tanpa peduli teriakanku.
__ADS_1
TBC
----------------