Diary Miss To Move

Diary Miss To Move
Terima Kasih


__ADS_3

"Aku sama dia ga sengaja ketemu, lagian kita ga cuma berdua, ada calon suami nya di sana. Bahkan kak Sri juga ada. Kamu hanya sedang salah paham, sayang." Aku terperangah dengan penjelasan nya, dan tentu saja aku tidak langsung mengakui nya, terlalu memalukan menurut ku. (Dasar Yevn keras kepala😅🤭)


"Sayang,, kamu hanya salah paham, kamu hanya lihat aku sama dia makan, karena tunangan nya lagi terima telfon tidak jauh dari cewek nya, Sri sedang ke toilet. Kamu tahu sendiri gimana kalo jalan sama kak Sri. Iya kan?"


Di ujung kalimat nya sempat membuat geli hati ku, karena aku tahu kebiasaan perempuan yang satu itu. Bagaimana tidak, aku sering keluar sama kak Sri.


"Gak,," Jawab ku singkat dan terus menutup wajah ku dengan selimut. Jujur aku sangat ingin ketawa.


"Ya sudah, kalo gitu aku pulang, kamu hati hati. Assalamu'alaikum."


Aku sempat merasa bersalah dan kecewa mendengar ucapan nya.


Sekejap ku singkap selimut ku takut jika suamiku benar benar sudah pergi.


"Kutuuuuuuuuuuubbbbbb." Alhasil aku kesel karena berhasil di tipu oleh nya. Kutub masih setia duduk di lantai tepat d samping tepat tidur ku. Beliau benar benar menanti respon ku jika benar di tinggal pergi oleh nya.... Daaaannn,,, yaaa, seperti yang ia harapkan, aku tertipu.


"Apa?" Jawab nya berpura pura memasang wajah sedih karena belum mendapat kan kata maaf dari ku.


"Ga lucu,,,, iiiihhhh,, nyebelin." Aku memukul keras lengan nya. Pantas membalik kan badan memunggungi nya. Antara kesel, sedih, seneng, semua bercampur aduk.


Tangan kutub tiba tiba mendarat di perut ku, beliau merebahkan tubuh nya di belakang ku sembari mendekap ku erat, nafas nya terdengar sangat teratur dan rapi di leher ku.


Seketika aku teringat sesuatu dan air mata ku menetes.


"Sayang, aku minta maaf, aku lalai menjaga perasaan mu. Tapi sedikit pun aku tak berniat bahkan sedikit pun tak terlintas di fikiran ku untuk menghabiskan waktu ku dengan wanita mana pun."


Aku hanya diam tak menanggapi.


"Yaang,, dek.." Beliau terus berusaha memancing respon ku.


" Hmm.." Jawab ku singkat.


"Kamu masih marah?" Lagi lagi aku hanya diam.


"Sayang,,,,"


"Kamu cemburu?" Cup. Sebuah kecupan mendarat di leher belakang ku.


""Enggak." Jawab ku singkat masih dengan sok jaim nya.


" Kamu cemburu, sayang.. Haha, iya kan.. Hm??" Beliau terus menyerang leher ku dengan kecupan nya.


Merasa tidak aman, aku segera menjauh dari nya. Terlambat, beliau menahan tangan ku. Pergulatan di atas tempat tidur pun terjadi.. ( benar benar artian sesungguh nya ya guys,,🤭 jangan di plesetkan. Karena aku benar2 gulat mengelak pengakuan ku pada nya tentang cemburu.😅😅)


"Baru saja kabur, masa harus kabur lagi." Ucap kutub saat baru saja berhasil membuat ku KO di bawah tubuh nya.


"Sekarang, giliran kamu jujur, kamu cemburu, iya kan, sampai kabur dari aku." Beliau terus mendesak, menunggu pengakuan ku.


"Mana ada istri yang ga cemburu kalo liahat suami nya ketemuan berdua sama perempuan lain, apa lagi pacar lama nya." Jawab ku merepet dengan suara pelan tapi masih bisa di dengar jelas oleh nya.


"Hahaha.... Sayang nya cemburu mu hanya karena salah paham." Jawab nya dengan lembut.


"Mana tahu itu begitu, jelas yang ku lihat cuma kalian berdua. Apa lagi itu pacar mu loh." Aku makin cemberut mengomel.


"Hei,, hei dengar kan, dia cuma,, iya cuma dia, dia bukan siapa2, bagi aku dia cuma batu yang di lewati begitu saja."


Hati ku di buat geli menahan tawa mendengar ucapan nya. Aku tahu dia tidak berbohong, meski hati ku dongkol dan kesal jika mengingat perempuan itu duduk di hadapan nya. Aku tidak tahu, apa ini cemburu atau bukan. Yang jelas ini bisikan syaitan yang telah menggoyahkan ku.


Kutub menjelaskan apa yang terjadi setelah beliau melihat ku pergi begitu saja dan ponsel ku yang tidak bisa di hubungi, dan aku yang tidak kunjung pulang.

__ADS_1


Dimana beliau langsung mengejar ku saat itu, dan kehilangan jejak. Beliau terus menghubungiku, dan mengira aku kembali ke kantor. Namun firasat nya semakin tidak enak saat aku tak kunjung pulang dan akhirnya beliau mencari ku kemana mana, sampai beliau harus berdebat dengan kak Teguh, hingga akhirnya Eva yang menghubungi nya.


"Aku minta maaf, sikap ku ke Kanakan, dan aku sungguh berdosa pada mu." Ucap ku pada nya.


"Tidak sayang, aku selalu memaafkan mu dengan ikhlas. Justru aku yang minta maaf karena lalai menjaga perasaan mu." Beliau mendekap ku erat.


"Hanya saja, aku mohon, jika aku melakukan kesalahan, jangan menghindari dan mengabaikan ku begini, kamu bisa marah, mukul atau apa saja, asal jangan seperti ini."


Aku membenamkan wajah ku pada dada bidang nya. Rasa hangat tumbuh dari hati.


Kutub terus menyampaikan betapa khawatir nya dia mencari ku ke banyak tempat, hingga suaranya semakin samar terdengar hingga tak terdengar lagi, karena aku sudah menjemput alam tidur ku.


Pagi pagi saat aku terbangun, ku lihat kutub masih tertidur pulas di samping ku, terlihat beliau begitu lelah.


Ku lihat sajadah terbentang, itu artinya kutub telah melaksanakan shalat subuh.


Setelah aku selesai melaksanakan shalat subuh, aku memilih keluar dari hotel untuk membeli sesuatu di apotek yang berada di samping hotel.


.....


Aku meletak kan benda pipih itu di atas nakas yang berada di samping nya. Aku kembali meninggalkan nya menuju ke kamar Eva.


Setelah bercerita banyak padanya, Ponsel Eva berdering, dan wajah Eva memancarkan senyum menggoda.


"Suami mu." Ucap Eva sambil menunjukkan layar ponsel nya ke arah ku. Aku baru sadar, bahwa ponsel ku ketinggalan di kamar.


"Sebaik nya segera kau temui, aku yakin dia khawatir setengah hidup nya. Dan aku juga harus cek out dan pulang ke rumah mama ku. Ini masa pingit ku, Yevn."


"Aku ga mau ikut campur lagi pak, sisa nya urusan bapak, aku harus pulang. Dan jaga ratu singa ku baik baik." Ucap Eva lalu mematikan ponsel nya. Aku hanya terkekeh melihat kelakuan nya.


Aku masuk ke kamar, aku tidak menemui kutub di dalam. Mungkin sudah pergi mencari ku entah kemana.


"Sayang, kamu,,, dia,,,, kecil.." Ucapan kutub kacau dengan air mata nya yang tak terbendung lagi.


"Cengeng." Ucap ku meledek nya.


Suami ku tak menanggapi nya, beliau langsung memeluk ku dengan keharuan nya.


Aku sangat tersentuh dengan reaksi nya, terlihat di tangan nya masih menggenggam erat benda itu.


Tak alang Alang beliau langsung menggendong ku ke tempat tidur, aku benar benar menikmati reaksi nya yang menurut ku sangat berlebihan.


Si kutub, yang sebelum nya ku kenal dingin, ketus, cuek, gunung es, tegas, kini ambruk seperti ini.


"Aku semakin menyesal telah menyakiti perasaan mu, dek. aku benar benar merasa bersalah." Ucap nya.


"Jangan bahas itu lagi, ntar aku ngambek dan kabur lagi loh ya."


"Jangan jadi kejam sayang." Ucap nya.


Setelah banyak meluahkan kegembiraan nya, beliau meraih ponsel menelfon mama nya.


"Assalamu'alaikum, nak."


"Wa'alaikumsalam warahmatullahi,, mah. Gimana kabar mama sama papa?"


"Alhamdulillah baik. Kalian gimana?"


"Aku baik, hanya saja, Yevn, menantu mama,,,,"

__ADS_1


"Kenapa dengan menantu mama?"


Disini aku mulai geli menahan tawa, sekaligus haru karena tahu betapa aku di kelilingi orang orang yang mencintaiku.


"Aku bakal jadi ayah, ma." Disini aku melihat jelas air mata nya lolos mengalir ke pipinya. Aku menyeka air mata suamiku tanpa suara karena tak mau mengganggu pembicaraan anak dan ibu ini.


"Yevn, menantu mama hamil?? Alhamdulillah, Allahu Akbar, Alhamdulillah ya Allah,,"


"Pa, pa, menantuku hamil, Yevn dan Alfan bakal jadi orang tua." Terdengar suara riuh mama di seberang.


" Kamu jaga menantu mama baik baik nak, Jika kamu menyakitinya sekali saja, maka mama sendiri yang akan bawa dia jauh dari kamu."


Kali ini aku benar benar tertawa,


Usai menelfon orang tua nya, suamiku langsung menghubungi mama ku. Ternyata di sana ada bang Vhen dan kakak ipar ku.


Ku biar kan suami ku yang begitu senang mengabari orang terdekat kami.


Momen ini ku rekam dengan baik di ingatan ku.


Terdengar suara mama mengucap syukur, hingga suara mama hilang dan beralih ke bang Vhen.


Tidak hanya aku yang menyadari mama yang tiba tiba pergi, suami ku juga, terbukti beliau langsung menanyakan mama pada bang Vhen.


"Mama sedang menikmati rasa bahagia nya, jangan khawatir, kamu tau dek, mama mu itu bagaimana."


Akhirnya suara mama kembali terdengar, beliau menyampaikan pesan dan nasihat kepada aku dan Kavin.


Hari hari ku semakin berwarna,, buat yang sudah pernah hamil pasti tau rasa nya ya.. 🤭 nikmat yang luar biasa indah.


.....


Alhamdulillah ya Allah,,


Syukur ku tiada tara akan semua nikmat yang telah kau berikan.


....


Sosok ayah yang tak bisa lagi ku jangkau selain lewat doa ku, aku sangat berterima kasih atas segala yang telah beliau berikan pada ku. Ayah laki laki pertama yang ku kenal di dunia ini, teman yang selalu ada di saat apa pun. Bahkan beliau terus berjuang dan memberi semangat padaku, menangis beliau diam diam saat hampir putus asa melihat aku anak nya bertarung nyawa melawan sakit mematikan. Kanker.


Terima kasih mamah, berkat doa dan kesabaran mama aku bisa berdiri seperti sekarang. Mama yang selalu berdiri kokoh di saat aku tumbang dan terjatuh. Memberikan aku pegangan yang kuat untuk bangkit lagi dan lagi.


Sosok bang Vhen, laki laki yang siap menjadi pacar, teman, sahabat, musuh, yang selalu sabar merangkul ku di saat rapuh. Lalu menjadi ayah ke dua dalam hidup ku setelah ayah pergi buat selama lamanya. Terimakasih bang Vhen.


kak Machel, terima kasih untuk nasehat dan ancaman berguna itu untuk membuat ku lebih menghargai hidup dan lingkungan ku.


Eva, makasih udah jadi sahabat yang tak pernah meninggalkan ku, dan selalu menjadi Eva yang bawel dan berisik. Selamat menjalani masa pingitan. Semoga acara nya berjalan lancar , 30 Mei 2021 pesta nya. Besok 29 Mei ijab Qabul nya ya. Semoga jari keluarga samawa dengan jodoh yang Allah berikan.


Kak Arfan, makasih tiada henti ku laungkan, terimakasih atas segala cinta dan hati yang kakak berikan pada ku. Salam sayang ku untuk kakak. Al-fatihah.


Suamiku, ahlan wa Sahlan di hidup ku. Terimakasih karena memilih ku sebagai pendamping hidup mu. Terima kasih atas penantian dan perjuangan keras mu untuk mewujudkan bahtera rumah tangga bersama ku. Ai Lop Yu teramat sangat.


Mak Megan, makasih semua nasihat dan masukan nya.


Para Readers yang setia bersama OR, makasih banyak, semoga kebaikan selalu tercurahkan buat kita semua, aamiin....


Jadi nanti ada sedikit bagi bagi box hadiah di GC ku. yang mau masuk silakan masuk.


Tamat..

__ADS_1


__ADS_2