Diary Miss To Move

Diary Miss To Move
Bertemu


__ADS_3

Aku mencari bros jilbab berukuran kecil yang biasa ku kenakan. Aku tak menemukan di meja rias. Aku sudah mengenakan pashmina, namun ujung jilba di bahuku terlihat menjuntai bebas dan berantakan.


Aku tak menemukan bros yang ku cari.


Hingga ku coba merogoh laci nakas di samping tempat tidurku.


"Ahaa,, kenapa suka sekali di nakas? Kau punya kaki atau sayapkah? Aku tak merasa menaruhmu di laci ini." Ucapku pada bros, 😂😂


Aku mengenakan nya, dan melihat ke arah cermin penampilan dan jilbab yang ku kenakan. Sudah terlihat rapi. Setelah merasa puas, aku menutup laci di nakas yang ku buka tadi.


Hingga gerakan tanganku terhenti, begitu melihat isi di dalam laci.


Aku meraihnya, menaruhnya di atas meja rias. Ku perhatikan lamat lamat bungkusan yang kini di hadapanku.


"Sebegitu bencikah aku padanya? Bahkan hadiah pemberiannya hingga kini tak ku buka, hadiah yang di berikannya dengan tulus. Tulus? Bagaimana mungkin aku bisa menyimpulkan jika dia tulus memberiku hadiah ini." Gumamku dalam hati.


Aku membuka paperbag mini pemberian pak Kavin. Betapa jahat dan sombong nya aku. Aku bahkan membenci diriku saat ini.


Aku membuka box kecil ini,,


Ini,,,,,


.


.


.


.


Aku tiba di kantor dan dengan buru buru masuk ke ruangan ku.


Ku letakkan tas di atas meja kerja.


Aku melangkah menuju rak yang tersusun banyak berkas.


Ku ambil naskah mc yang telah ku siapkan kemarin untuk acara pembukaan rapat yang di hadiri pak Sekda dengan pihak kecamatan se-kabupaten.


Ku letakkan naskah mc di atas meja kerjaku. Lalu ku ambil lagi naskah materi dan seluruh rincian yang telah ku perbanyak kemarin dan ku letakkan di atas meja tepat di sebelah naskah mc. Ku buat menjadi beberapa tumpukan.


Tiba tiba pintu di ketuk dari luar.


"Assalamu'alaikum, pagi bu." Ucap Rara dan Niko yang merupakan karyawan magang di kantor ku.


"Wa'alaikumsalam." Jawabku sambil melempar senyuman pada mereka.


"Ini di bawa ke ruang rapat dan di letakkan di masing masing meja hadirin sesuai dengan kursinya." Ucapku sambil menekan tumpukan naskah materi yang telah tersusun menjadi tinggi di atas mejaku.


"Siap bu." Jawabnya.


Mereka mengambil naskah yang ku tunjuk dan membagi dua untuk di bawa ke ruang rapat.


Belum sempat mereka beranjak keluar dari pintu ruanganku,


"Pak Niko, nanti pandu acara pembukaannya." Ucapku yang membuatnya memasang wajah ragu ragu.


"Saya bu?" Aku tak menjawab pertanyaannya, yang mana ku rasa aku sudah berkata dengan kalimat yang jelas.


"Sepertinya Santi lebih cocok, bu." Ucapnya lagi memberi pendapat, lebih terkesan mengelak dari tugas menurutku.


Lagi lagi aku tak menjawab.


"Ini naskahnya, silakan di baca sebelum acara di mulai." Ucapku menyodorkan map yang berisi naskah mc pembukaan rapat yang akan berlangsung hari ini, aku tak menggubris kalimatnya.


"Baik bu." Ucap Niko, mereka berdua berlalu meninggalkan ruanganku. Aku juga ikut melangkah di belakang mereka sambil membawa berkas, laporan yang lumayan berat, ada ratusan lembar kertas.


Ku lihat kak Teguh berjalan menghampiriku, sambil satu tangannya di letakkan ke telinga dengan benda pipih yang menempel di sana.


Terlihat beliau tersenyum. Entah tersenyum padaku atau tersenyum karena lawan bicaranya di seberang telfon.


Beliau mengulurkan satu tangan nya yang lain ke arahku berusaha menggapai tumpukan kertas yang ku bawa. Benda pipih itu masih menempel di telinganya.


Aku menolak maksudnya dengan menekan lebih keras barang yang ku bawa ini.


Beliau tersenyum dengan sedikit sunggingan yang ku artikan sedikit tawa.


Begitu ponselnya di masukkan ke saku, beliau mengulurkan kedua tangannya meraih barang barang yang ku bawa.


Akhirnya aku menyerahkan semuanya, karena bebannya sangat berat, seberat beban hidupku.. 😂😂😅

__ADS_1


Kami melangkah menuju ruang rapat sambil sedikit berbagi info tentang jadwal hari ini.


Begitu memasuki ruang yang di tuju, ku lihat Niko berada di sudut ruangan sedang membaca naskah yang ku beri.


Aku dan kak Teguh saling berpandangan, lalu tertawa.


Beberapa orang menyusun segala sesuatu sesuai yang telah di arahkan.


"Belum ada yang datang kan?" Tanyaku, aku tak tau pertanyaan ini keluar untuk diriku sendiri atau memang butuh jawaban dari orang lain.


"Udah ada beberapa tadi di lobby sebelum kakak ke atas." Jawab kak Teguh.


Kami menuju ke ruang pak Sekda.


Sambil menunggu pak Sekda aku dan kak Teguh bercerita sambil mengenakan alat kecil mungil yang di pasang di telinga kami untuk memudahkan mendapat arahan.


.


.


.


Semua hadirin dari semua kecamatan telah memasuki ruangan rapat. Begitu info yang terdengar dari tim yang berjaga di sana.


Tak selang berapa lama, terlihat pak Sekda dan pak Safri dan ajudan melangkah ke arah kami untuk menuju ke aula.


Pak Sekda menyapa kami dengan ramah. Ini yang ku suka dari beliau. Berwibawa dan tetap ramah pasa semua karyawan terutama tim protokoler.


Bahkan jauh sebelum aku bekerja di sini, aku sudah mengenal beliau ketika sedang menjadi mc di acara Musabaqah Tilawatil Quran.


Saat itu aku di panggil untuk menghadap beliau di jamuan makan malam sebelum acara di mulai.


Aku duduk tepat di sebelah beliau dan camat yang lama.


Beliau mencocok kan naskah yang ada pada beliau dengan naskah yang aku punya.


Beliau sangat jeli dan teliti.


Aku di ajak untuk ikut jamuan pada malam itu. Meski seharusnya aku tidak makan apapun menjelang acara di mulai, karena akan mengganggu suaraku...


Aku dan rombongan pak Sekda memasuki ruangan rapat. Para tim langsung menyebar mengambil posisi sesuai tugas yang sudah di emban.


Ku lihat beberapa anggota protokoler sudah mundur di tempat semula.


Begitu merasa bagianku aman, aku juga memilih akan berkumpul dengan rekan yang lain.


Begitu aku membalikkan badan,


Deg,,


*Deg*,,,



*Deg*,,,,



*Deg*,,,,,,,,,,


Pandangan kami bertemu. Sepasang mata itu membuat jantungku bergemuruh tak menentu.


Aku bahkan bisa mendengar kegaduhan nya.


Apa ini?


Mengapa perasaanku jadi tak menentu? Apa ini karena,,,,,,


.


.


,,karena aku merasa bersalah padanya?


,


,


Akkhh,,, mungkin karena kami sudah lama tak bertemu.. Entahlah..

__ADS_1


Sepersekian detik, aku akhirnya memilih mengalihkan pandanganku dan berlalu menuju rekanku yang lain.


Karena acara sedang berjalan, aku memilih ke luar dari aula.


Dari lantai tiga harus nya bisa melihat luas ke arah luar, tapi pandanganku hanya tertumpu pada satu titik, dan,,,, itu juga,,,, kosong.


Aku berdiri di samping dinding kaca yang mengarah ke halaman kantor. Pikiranku, melanglang buana.


.


.


.


.


Ruangan mulai sepi, karena acara sudah usai, dan hadirin telah turun ke lantai bawah.


Hanya menyisakan beberapa karyawan dengan kesibukannya.


Aku melangkah cepat menuju ke ruanganku untuk mengambil tas.


"Yevn.."


Aku menoleh ke asal suara, dari arah belakang kak Teguh melangkah ke arahku.


Dengan tubuh tinggi dan langkah yang lebar kak Teguh tak butuh waktu lama menghampiriku.


Jarak kami kini hanya beberapa langkahnya saja.


"Mau pulang?" Tanya nya.


Aku tak menjawab, lantas memilih terus melangkah mengarahkan kaki menuju ke ruanganku.


"Iya kak." Ucapku tatkala beliau melangkah di sampungku.


Langkah nya kini mengimbangi langkahku.


"Mau makan bareng?" Ucap nya lagi.


Aku melihat ke arahnya tanpa menghentikan langkahku.


"Hm, maksud kakak, makan bareng sama yang lain." Ucapnya lagi.


"Maaf kak, aku harus segera pulang."


Terlihat jelas di wajahnya gurat kecewa. Aku merasa bersalah.


"Hmm,, bagaimana kalo besok, atau lusa, aku yang traktir." Ucapku, karena aku merasa benar benar tidak enak pada beliau.


Dia menyunggingkan senyum padaku.


.


.


.


Setelah mengambil tas di ruanganku, aku menuju pintu samping yang mengarah langsung ke arah parkir.


Kak Teguh sudah meninggalkan ku sejak tadi.


Sembari terus melangkah, terlihat seseorang di pintu yang ku tuju.


Beliau sedang bercakap cakap dengan seseorang yang merupakan camat dari kecamatan Y, pak Andris yang berdiri memunggungiku.


Pandangan kami kembali bertemu, setelah beberapa jam yang lalu sempat bertemu.


Iya, seseorang itu adalah camat dari kecamatan X, pak Kavindra.


.


.


Bersambung,,,,


.


.

__ADS_1


.


__ADS_2