Diary Miss To Move

Diary Miss To Move
Rindunya Seorang Kasih


__ADS_3

Eva kini sudah resmi bertunangan. Bahkan pernikahan nya sudah beberapa kali di mundurkan karena beberapa alasan.


Satu persatu orang orang di dekatku mulai pergi.


....


*


Kak, apa aku rindu padamu?


Tidak, aku sama sekali tidak pernah berhenti merinduimu.


Semakin hari,


Setiap hari, rindu itu selalu menggebu, memenuhi setiap rongga hidupku.


Aku tak butuh waktu lama untuk mengenalmu.


Aku tak butuh waktu lama untuk menolakmu, haha.😢


Hadirmu di hidupku, tatkala aku bertarung untuk bertahan hidup.


Tatkala aku mulai rapuh.


Tatkala putus asa mulai menghampiriku.


Tatkala aku merasa benci dengan diriku yang di kasihani semua orang.


Tatkala aku merasa tak berguna dan tak bisa melakukan apapun.


Hadirmu di hidupku,


tatkala semua serasa kosong, hampa.


Hidupku sudah tak berarti.


Sakit yang di idap membuatku tak bisa melihat siapapun.


Rasa itu menggigit, membelit, menusukku dengan kejam.


Orang orang melihatku hancur.


Aku,


seorang gadis yang tak memiliki masa depan.


Kemudian engkau hadir,


Hadir membawa cahaya dan kesejukan.


Aku justru takut,


takut kau hadir membawa luka dalam hidupku.


Bagaimana mungkin kau melihatku yang hampir tinggal bayang, kabur dan tak berbentuk lagi.


Sakit terus menggerogotiku. Namun engkau terus maju,,


Mengulurkan tangan, menggenggam dan membawaku melukis impian.


Kau bawa aku dengan semua harapan dan impianku.


Melukis senyum di wajahku, kemudian tawa itu mulai terdengar.


Kak,


Kau utarakan perasaanmu,


Kau nyatakan inginmu,


membangun bahtera cinta dengan segenap asa.


Menjalin kasih dan bersama sama melangkah mencari ridho-Nya.


Tuhan memberiku kesempatan,


memeuhi keinginan kita untuk saling memiliki rasa itu.


Engkau kini kekasih,


Mengingatkanku untuk selalu berdoa,


Mendendangkanku dengan lantunan surat cinta Tuhan.


Ar Rahman di perdengarkan.


Tuhan mencintaiku lebih,


terlahir dari keluargaku saat ini,

__ADS_1


menghadirkan orang orang yang selalu menyayangiku,


Tuhan mencintaiku lebih,


Dengan menghadirkanmu dalam hidupku,


menggerakkan hatimu untuk mencintaiku,,


Kau sentuh ubunku dengan telapak tanganmu,


Melafaskan cinta yang membuat hatiku bergetar.


Kau sempurna kak,


Kau sangat sempurna, dan aku bahagia,,


Hari itu, kau datang dengan kemeja putihmu,


lengan bajumu kau singsingkan hingga ke siku,


Rambut dan wajahmu basah dengan air wudhu,


Kak,


Kau sebut namaku dengan binti yakni nama ayahku,


'uhibbuki fillah' kalimat yang selalu terngiang bahkan hingga kini.


Kalimat yang langsung terkunci di hati ini.


Semua sudah di persiapkan,


Engkau dan aku menghitung hari bersama.


Hari dimana semesta akan bertasbih,


Hari dimana engkau dan aku akan bergelar suami dan istri,


Hancur,


remuk,


Itu yang kurasakan,


Sakit ini jauh lebih sakit dari penyakit yang aku miliki.


Sakit kak, itu hasil dari penantianku.


jantungku seketika berhenti berdetak,


Aku ingin meraung, menjerit sekuatnya,


tapi tak bersuara.


Aku ingin menangis, tapi tak ada air mata.


Semua mati rasa kak,


aku bungkam dengan sakitku.


Hati ku hancur, hancur bahkan tak terbentuk.


Engkau pergi, meninggalkan aku bersama luka,


pergi dengan harapan dan cintaku yang sudah terbentuk sempurna.


Engkau pergi dengan harapan yang kini jadi sia sia.


Allahu akbar,


Tangisku kini justru tak bisa berhenti.


Dua tahun sudah aku bertahan dengan rindu.


Aku berdiri menatap laut luas,


Bertelanjang kaki yang di sapu ombak,


Ku tatap kosong dengan hampa,


Air mataku menyapa pantai lalu melebur dengan ombak.


Arfan Hadi Al Ghifary,


laki laki yang bakal menjadi suami,


namun terhenti karena Tuhan lebih menyayangimu.


Tuhan menjagamu di sana,

__ADS_1


Menjaga cinta kita dengan caraNya,


Rabbi,,


Sang pemilik cinta yang sesungguhnya,


Kak Arfan,


Aku masih mencintaimu,


Mencintaimu dengan rindu yang penuh.


Uhibbuka fillah....


Hari ku berat tanpamu,


bahkan kini ayah ikut tiada,


Bisa kau lihat betapa rapuh gadis ini,


Bisa kau lihat, betapa banyak kebohongan yang ku ciptakan,


Aku sedang tidak baik baik saja,


Aku sedang merindu yang teramat sangat,,


Aku rindu,


Allahu Akbar.....


Ya Tuhan,,,,


....


**


Beberapa hari aku di karantina untuk latihan music mempersiapkan diri di acara festival seni music.


Pembimbing, kak Aries seorang laki laki bertalenta dan luar biasa dan banyak maunya 🙊.


Hari pertama, di mana semua rekanku dari berbagai daerah berkumpul.


Kak Aries menanyakan alat music apa saja yang bisa kami mainkan selain pilihan alat music yang kami pilih untuk di mainkan di pentas seni.


Semua menjawab, satu persatu begitu pun aku. Bahkan beliau juga menanyakan kemampuan vocal semua peserta.


Hingga terciptalah keinginan dari panitia dan kru yang terlibat. Bahwa akan ada satu malam pesta 'suka suka'.


Panitia mengerjai setiap kepala suku dari masing masing kecamatan.


Semua peserta antusias dengan ide gila ini. Aku jelas keberatan, karena suatu hal yang jelas membuat ku kesal.


Bagaimana mungkin lawan duetku seorang es. Siapa yang mau berduet dengan seorang yang dingin. Bagaimana mungkin seorang manusia es berada di atas panggung seni.


Dan aku akhirnya memutuskan masa bodo dengan duet ide gila ini.


Alangkah lebih baiknya aku fokus dengan penampilan ku terutama bermusic.


Satu malam, aku menampilkan laga biola dengan rekan pianoku di atas panggung.


Bang Vhen tak hadir malam ini karen kak Aisyah sedang sakit.


Eva juga dinas keluar dan malam ini tak mengekoriku. 🙊😅


Tak main main tema malam itu membuat aku hancur kembali.


Begitu turun panggung aku langsung mencari tempat persembunyian, jauh dari keramaian.


Aku menangis sejadi jadinya, sendirian.


duduk di bawah pohon yang berjejer di seberang parkiran.


Rindu itu tumpah lewat tangisan, dan aku tak kuasa membendungnya.


Aku lepaskan semua tanpa bisa ku tahan.


Hingga langkahnya berhenti di depanku.


Ku lihat wajahnya menatapku pilu.


Dia meraih ubunku, menarik ke dadanya.


Aku semakin menangis.


Dia tak berucap sepatah kata pun. Membiarkanku menangis hingga membasahi baju yang di kenakannya.


.


.

__ADS_1


.


. Bersambung


__ADS_2