Diary Miss To Move

Diary Miss To Move
Mulai Tidak Nyaman


__ADS_3

Gleduukk,,,, DUUAAAARRRRR!!!!


Tanpa sadar aku terbelalak,, aku yakin kalo aku sudah salah dengar, dan hanya berhalusinasi membayangkan film film romantis atau film ikan terbang yang sering di bahas dan jadi lelucon oleh teman Republik Keluarga Gesrek di grup chat author. Atau film ikan terbang yang sering ku lihat mama menontonya dan menikmatinya.....


Seketika ku lihat manusia kutub bersama teman kantornya baru saja keluar dari pintu utama kantorku dan sedang berjalan ke arahku bahkan sudah sangat dekat, bahkan aku bisa mencium aroma parfum nya.


Aku masih terpaku, diam setelah mendengar ucapan ucapan pak Jerry.


"Teguh, ingin melamarmu."


...........


Pak Kavindra dan tiga orang temannya melewati bangku kami dan memilih duduk di di meja yang letaknya tak jauh dari posisiku dan pak Jerry.


Jantungku semakin berdegup kencang, semua bercampur aduk. Semua yang di katakan pak Jerry masih belum bisa di terima oleh akal sehatku.


Bagaimana bisa, laki laki yang sudah begitu baik padaku, yang sudah ku anggap sebagai sahabat dan kakak buatku kini membuat perasaanku jadi bersalah dan tak menentu.


Aku masih mematung dan membisu pada posisiku, menatap lurus kedepan dengan kosong. Pikiranku sangat kusut.


Readers bisa bayang kan, betapa kalut pikiran dan perasaan ku kini.


"Yevn,, hei, Yevn,, hallo."


Pak Jerry memanggilku yang sudah beku menggila ini. Aku berkedip dan terperangah.


Terlihat dengan sadar pak Jerry menatapku bingung.


"Pak Camat menyapa, kamu kenapa bengong?" Tanya pak Jerry.


Aku langsung menoleh ke arah rombongan manusia kutub. Tujuan tatapanku hanya satu, hanya pada dia.


Dia sedang melihat ke arahku dengan tatapan yang tidak bisa di artikan.


Apa dia mendengar ucapan kak Jerry mengenai kak Teguh?


Aku mengedarkan pandangan ke rekan rekan manusia kutub, mereka menyapaku dan aku balik menyapa dengan senyum yang di paksakan.


Manusia kutub bersikap seperti biasanya, dingin, calm, santai, dan menjaga image nya dengan baik. Seolah olah di antara kami tidak pernah terjadi apa apa. Jadi untuk saat ini aku aman.


"Jadi, bagaimana kamu akan menanggapi Teguh nanti?"


Aku menoleh ke arah pak Jerry yang memasang raut wajah khawatir.


Aku kembali melirik ke arah rombongan manusia kutub, khawair mereka mendengar pembicaraan pak Jerry.


Ingin sebenarnya berhenti membahas hal ini sekarang, karena situasi dan kondisi yang tidak enak buatku. Tapi aku rasa pak Jerry bisa membantuku untuk berhadapan sama kak Teguh agar beliau bisa mengurungkan niatnya untuk melamarku, jika yang di katakan pak Jerry benar.


Mengerti dengan kekhawatiranku pak Jerry sedikit memelankan suaranya dan menjaga agar tidak di dengar orang sekitar.


"Saya sebenarnya ga mau ikut campur masalah pribadi seperti ini. Tapi karena memikirkan team kerja, yang mana kalo ga imbang dan komunikasi sesama tidak baik, kinerja tim bisa bermasalah."


"Meski kita bukan anak abg atau remaja, yang mencampur adukkan masalah pribadi dengan kerja, terutama saya sangat mengenal kamu dan Teguh. Tapi hal ini ga bisa menutup kemungkinan untuk tidak terjadi. Selama ini saya hanya tahu tim kita sangat dekat, terutama kamu sama Teguh. Saya tidak tahu pasti perasaan kamu, dari hati terdalam kamu melihat Teguh itu seperti apa, begitu juga dengan Teguh. Meski saya sempat menebak nebak perasaan Teguh ke kamu selama ini, dan kini saya sudah mendengar langsung dari Teguh. Tapi dari apa yang saya tahu, kalo kamu,,, maaf, kalo kamu tidak 'melihat' laki laki dengan lebih sejak masa lalu itu."


Ucap pak Jerry, terlihat beliau sangat serius menanggapi masalah ini. Aku mengerti apa yang di khawatirkan olehnya.


Karena saat ini aku juga sedang di landa rasa khawatir yang teramat sangat.


"Tapi, saya tidak tahu kalo sekarang. Apa kamu masih bertahan dengan posisi lamamu, atau sudah berganti."


DUAAARRRR....!!

__ADS_1


Apa pak Jerry tahu status baruku? Apa dia tahu kalo aku sudah bertunangan?


Aku menggaruk kepalaku yang tidak gatal. Aku bingung sekarang.


"Seperti nya belum." Ucap pak Jerry lagi.


"Sudah atau belum, saya tetap tidak bisa menerima kak Teguh kak," Aku menghentikan kalimatku. Dan menoleh ke arah manusia kutub yang sedang asik dengan rekannya.


Lalu dia menoleh ke arahku.


Aku kembali menoleh ke arah pak Jerry.


"Kakak tau sendiri, bagaimana perasaan saya sekarang, sudah membeku dan membatu. Bukan rahasia umum lagi di antara kita para team." Aku menundukkan kepala.


"Saya sudah sangat kusut saat ini kak, akhir akhir ini, dan hingga kini, bahkan untuk kedepan." Pak Jerry nampak mencoba mencerna kalimatku.


"Pak Risky, juga pernah mengungkapkan hal yang sama." Ucapku.


"Risky? Risky Subagia Effendi?" Tanya pak Jerry kaget.


Aku mengangguk penuh kesal.


"Tapi saya menolak. Jika bertemu kami bersikap wajar dan baik baik saja." Terangku.


"Tapi saya tidak mau jika kak Teguh melakukan hal yang sama. Dia sudah seperti kakak saya sediri." Aku benar benar lesu.


"Baiklah, saya mengerti. Nanti saya coba terangkan pada beliau." Ucap pak Jerry.


"Terimakasih kak." Ucapku.


.


.


.


"Ada masalah di kantor?" Suaranya terdengar penuh selidik, namun tetap terdengar tenang.


"Tidak, kalo pun ada hanya masalah biasa." Jawabku.


"Kamu sibuk akhir akhir ini, jangan lupa vitaminnya, dan tetap jaga kesehatan."


"Iya." Jawabku singkat.


"Hm." Dia tak mau kalah menunjukkan sisi gunung es nya.


Apapun terserah, aku tak menghiraukannya.


"Aku akan tidur, sebaiknya bapak juga." Ucapku.


"Apa itu sebuah perhatian?"


"Hah? Tidak mungkin." Jawabku.


"....." Suara tawanya terdengar pelan, seakan di tahan.


"Baiklah, aku mau tidur. Assalamu'alaikum."


"...."


Aku memutuskan panggilan via telfon dengan manusia kutub.

__ADS_1


Sebenarnya aku tidak benar benar akan tidur. Aku hanya tidak ingin bertemu bahkan berbicara padanya.


Lagian bagaimana mungkin aku bisa tidur melelapkan mata dengan hati dan fikiran yang mengusikku.


Mungkin aku terlahir tidak untuk merasakan ketenangan dalam hidup. Apa aku kurang mendekatkan diri pada-Nya?


Besok aku di penuhi jadwal padat dengan banyak kegiatan. Sementara mataku sampai saat ini belum bisa di pejamkan.


Aku membuka laci nakas dan mengambil obat tidur untuk segera di konsumsi.


**


"Ooiiy, Yevn." Suara Eva mengejutkanku.


Aku menoleh ke arahnya.


"Ngelamun apa sih? Belakangan ini elu suka ngelamun." Ucap Eva sambil melahap roti selai kacang miliknya.


"Hmm,, gimana ya nasibku kedepan nya, Va?" Aku memainkan sendok pada roti di piringku. Kalo bang Vhen di sini pasti udah di protes dan di paksa buat makan. Untungnya beliau ga nginep di rumahku, aku tidak siap jujur dengan masalahku saat ini. Aku tau kalo bang Vhen selalu tau keadaan diriku dari pada aku sendiri.


"Kenapa?" Tanya Eva berlagak pasang wajah seriusnya. Atau mungkin dia benar serius saat ini.


"Kak Teguh." Ucapku singkat.


"Kenapa? Ngelamar? Ajak nikah? Ajak pacaran?" Eva berucap dengan santai, seolah meledekku dengan candaannya.


Merasa itu hanya guyonan, Eva mengambil selembar roti yang sudah di di lapisi selai dan melahapnya.


"Iya." Jawabku lesu.


Uhukk,, hukk..


"Seriusan lu Nga?" (nga: Singkatan dari singa)


Puufft....


"Kamu tahu kan, aku sama kak Teguh gimana. Pas udah tau gini, perasaanku hancur Va." Ucapku penuh sesal. Aku coba melahap roti isi coklatku.


"Bukan salah kamu kali. Tapi, seriusan dia nembak?" Tanya Eva masih tak percaya.


Bagaimana tidak, aku juga tidak percaya bahkan tidak mau mempercayainya. Buatku masalah ini hanya menimbulkan masalah hubunganku dengan kak Teguh.


"Dia ga nembak. Kak Jerry nyamperin aku. Dan jelasin semuanya, karena beliau udah di kasi tau sama kak Teguh. Bahwa kak Teguh ingin ngelamar."


"Ngelamar??!!" //Tenang Va, jangan jadi aktor ikan terbang deh.


"Tapi wajar sih Yevn, kalo lelaki pada ajak lu nikah. Elu cakep, ada darah Rusia. Tapi tetap ga wajar juga sih, secara elu itu singa."


Mendengar ucapan Eva, membuat dia mendapat lirikan maut dariku.


Eva lantas cengengesan dan mengangat 2 jari nya ke arahku. Peace ✌..


"Mbah Es mu tau?" Tanya Eva yang senang menggonta ganti nama orang dengan gelar yang banyak dan tak wajar....


.


.


Bersambung.....


.

__ADS_1


.


__ADS_2